fyi
 

http://www.gatra.com/artikel.php?id=47285
 
Laporan Resmi AS: Tak Ada Senjata Terlarang di Irak

Washington, 7 Oktober 2004 08:00
Laporan resmi Amerika Serikat, Rabu menyebutkan, Irak tak memiliki senjata kimia 
maupun biologi, saat Amerika Serikat (AS) melakukan invasi pada 2003.

Bersamaan dengan dikeluarkannya laporan yang sangat ditunggu-tunggu itu, pemerintah 
transisi Irak mengeluarkan pernyataan dan janji melumpuhkan semua kantung-kantung 
kelompok gerilyawan anti-pemerintahan bentukan AS, menjelang pelaksanaan pemilu 
Januari mendatang.

Di Bagdad, Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw bertemu dengan pemimpin Irak, sehari 
setelah pasukan gabungan AS dan Irak melakukan pengejaran terhadap kaum gerilyawan di 
selatan Ibukota. [Tma, Ant] 

 

http://www.gatra.com/artikel.php?id=47284

Howard Tak Menyesal Serbu Irak

Sydney, 7 Oktober 2004 08:12
Perdana Menteri Australia John Howard, Kamis mengatakan, ia tetap merasa benar dengan 
tindakannya mendukung koalisi (AS-Inggris) dalam mengagresi Irak, meski tidak 
ditemukan senjata pemusnah massal.

"Saya tak melihat laporan itu mengubah apa pun," kata Howard, yang sedang menyiapkan 
diri untuk pemilu dua hari mendatang, saat berbicara dengan radio nasional Australia. 
Ia berkomentar mengenai hasil-hasil temuan kepala inspektur senjata Charles Duelfer.

"Saya dalam cara apapun menyesal (apologetic) mengenai fakta bahwa kita terlibat dalam 
perang yang menyingkirkan (Presiden Irak Saddam Hussein)," kata Howard yang 
menambahkan tantangan terpenting kini ialah Irak (harus) menjadi negara demokratis.

Bersama PM Inggris Tony Blair, Howard merupakan sekutu dan pendukung terkuat Presiden 
AS George W. Bush baik dalam persiapan, pelaksanaan dan dampak-dampak belakangan 
setelah perang agresi dilancarkan terhadap Irak bulan April 2003.

Pada puncak perang berlangsung, Howard mengirimkan 2.000 tentara Australia untuk 
mendukung 140.000 tentara AS dan 10.000 tentara Inggris. Kini, masih tersisa sekitar 
800 tentara Australia di Irak.

Isu keterlibatan Australia di Irak akan menjadi tes menentukan dalam pemilu Sabtu 
mendatang, karena ada gejala rakyat Australia merasa ada yang tidak beres dengan 
perang di Irak tersebut.

Berbagai laporan, termasuk laporan Duelfer, telah memastikan di Irak tidak ditemukan 
adanya senjata pemusnah massal, alasan utama penyerbuan Irak seperti disampaikan Bush 
dan kemudian didukung Blair dan Howard.

Dalam perkembangan lain, Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld Senin lalu menyatakan 
pula tidak ada kaitan antara al-Qaeda dengan Saddam Hussein, sesuatu yang 
ditiup-tiupkan koalisi Barat sebagai alasan lain bagi penggulingan Saddam Hussein.

Pemimpin Partai Buruh yang berkoalisi, Mark Latham, menyatakan sumpahnya bila ia 
menang dan bisa meraih jabatan PM dalam pemilu, ia akan menarik sisa pasukan Australia 
di Irak sebelum Natal mendatang.

"Berita hari ini memberi konfirmasi bahwa Howard telah salah dan seorang yang jujur 
serta punya integritas (seharusnya) berdiri hari ini, memegang tanggung jawab untuk 
kesalahan itu dan mengatakan kepada rakyat Australia, saya telah membuat kesalahan," 
kata Latham juga lewat radio nasional hari Kamis.

Sedangkan Howard mengatakan ia percaya banyak orang yang tak setuju dengan invasi, 
yang telah berulangkali mendorong ribuan rakyat Australia berunjukrasa di banyak kote 
besar negara itu, masih akan memilih dirinya.

"Saya kira ada ada juga banyak orang yang tak setuju dengan saya mengenai Irak, dan 
setuju dengan saya, sekarang pasukan kita ada di sana, mereka harus terus tinggal di 
sana sampai tugas selesai," kata Howard.

Duelfer dalam sidang Senat AS di Washington Rabu lalu mengatakan Kelompok Survai Irak 
(ISG) kemungkinan tak akan menemukan "tumpukan besar senjata pemusnah massal 
disembunyikan di Irak.

Dalam laporan itu ISG menggarisbawahi mengenai kepastian tentang tidak adanya senjata 
pemusnah massal di Irak, alasan utama penyerbuan Irak dua tahun lalu. [Tma, Ant] 






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke