http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-185%7CN Jumat, 08 Oktober 2004
"Road Show Seminar II "Remaja Melek Media" Bimo Nugroho: �Tontonan Tidak Mendidik, Tulis Surat Pembaca dan Lapor Ke KPI� Jurnalis : Eko Bambang S Jurnalperempuan.com - Jakarta. Jika menemukan tayangan media massa yang tidak mendidik, remaja perempuan bisa langsung menulis surat pembaca ke media massa. Dalam surat pembaca tulis nama acara, ditayangkan di stasiun televisi apa, jam berapa dan tanggal berapa. Setelah itu remaja perempuan juga bisa melaporkannya kepada Komisi Penyiaran Indonesia, karena komisi inilah yang nantinya akan menanggapi suara-suara publik yang masuk. Demikian pernyataan Bimo Nugroho, anggota Komisi Penyiaran Indonesia dalam acara Seminar dan Sosialisasi Pendidikan Melek Media Bagi Remaja Perempuan, yang diselenggarakan oleh Yayasan Jurnal Perempuan di SMUN 70 Jakarta. Berkaitan dengan peran negara dalam melindungi remaja perempuan, Bimo menilai bahwa negara sejauh ini tidak peduli dengan perlindungan terhadap remaja perempuan dari dampak buruk media. Jangankan untuk media, sejumlah kasus-kasus yang nyata yang terjadi pada perempuan, negara tidak memperdulikan. Bimo memberi contoh dengan mengambil data Jurnal Perempuan yang mencatat ada sekitar 70.000 remaja perempuan dijual jual ke Malaysia dan Singapura melalui Tanjung Balai Sumatera Utara. pada tahun 2003. Data lain yang diambil Bimo adalah dari Biro Pusat Statistik (BPS). Menurut data tersebut pernikahan dini pada remaja perempuan masih berlanjut hingga dewasa ini dengan persentase; 46,5% perempuan menikah sebelum usia 18 tahun dan 21,5% sebelum mencapai usia 16 tahun. Sejumlah perempuan ini tidak kuasa menolak desakan orang tuanya untuk segera menikah, sekalipun diantara mereka belum mengalami menstruasi, tetapi karena faktor ekonomi, mereka harus dinikahkan. Terhadap dua kasus inilah Bimo menilai bukan hanya negara tidak melindungi, negara justru melegalkan tindakan yang merugikan perempuan. Soal perkawinan misalnya, dalam UU no 1 tahun 1974 tentang perkawinan menyebutkan negara mengizinkan perempuan Indonesia untuk menikah minimal 16 tahun dan bahkan boleh lebih dini lagi dengan seizin pengadilan agama. Inilah contoh bagaimana negara tidak peduli terhadap perempuan malah justru melakukan kekerasan, jelas Bimo. Ketidakpedualian negara terhadap perempuan ini menurut Bimo disebabkan di negara ini, maupun di dunia, disekolah-sekolah dan juga di media massa menata segala kehidupannya dengan cara pandang laki-laki. Dengan cara pandang laki-laki maka pengalaman atau cara pandang perempuan lebih banyak disingkirkan ketimbang diakomodasi. Bimo mencontohkan, Kate Moss misalnya, super model paling mahal saat ini dalam iklan Calvin Klein, disebut-sebut sebagai dewi yang paling cantik yang pernah turun ke bumi karena putih, tinggi dan langsing. Menurut Bimo media massa dan telah mempropagandakan Kate Moss begitu rupa, yang sebenarnya untuk kebutuhan laki-laki. Padahal, menurut Bimo TV hanyalah serangkaian indoktrinasi halus ke benak kita untuk membentuk mozaik atau kepingan-kepingan realitas yang dibangun diatas sebuah kesadaran palsu tentang manusia, termasuk kesadaran tentang sosok dan tubuh perempuan, jelas Bimo. Berkaitan dengan sejumlah propaganda yang dilakukan media TV yang pada dasarnya untuk memenuhi selera laki-laki Bimo menghimbau agar remaja perempuan tidak menelan mentah-mentah semua apa yang tampil di TV. Melek Media atau bersikap kritis terhadap apa yang muncul di TV, radio atau media-media cetak lainnya adalah langkah awal yang penting. �Belilah sesuatu karena anda butuh, bukan karena anda ingin, apalagi ingin meniru apa yang tampil di TV,� kata Bimo. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

