Setuju.
Jika ada tindakan yang bagus, seperti penolakan kepada
kemewahan dan mengajak kepada kesederhanaan, hendaklah
kita dukung tanpa peduli apa partainya.

Jangan kita debat atau kita hancurkan gerakan
kesederhanaan ini dengan tuduhan palsu seperti
"kampanye", dll.

Tindakan baik seperti itu memang untuk diikuti, bukan
untuk dicemburui, didebat atau dihujat. Semoga gerakan
ini jadi gerakan nasional.

Salam
Agus Nizami

--- Mario <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> banyak orang2 setipe Agung Laksono yg dg berbagai
> alasan 
> bersikap 'ekstra hati2' dan 'kritis' atas sikap
> terobosan yg 
> dilakukan ketua MPR baru. saya agak heran juga
> kadang2 dg perilaku 
> bangsa kita terhadap kalangan pejabat: memaklumi
> terhadap perilaku 
> pejabat yg bermewah2 ("biasa, namanya juga
> pejabat..."). tapi 
> sangat 'critical' pada pejabat yg mencoba mengajak
> dan memberi 
> teladan pejabat lain untuk bersikap sederhana. 
> 
> menolak mobil mewah, yg jelas legal dan halal, tidak
> hanya sebagai 
> simbol bahwa "pada yg halal pun kalau terkesan mewah
> kami tolak 
> apalagi yg haram" tapi juga bisa menjadi pemicu awal
> atau bola salju 
> yg akan mendesak tokoh2 politik dan pimpinan bangsa
> kita untuk 
> mengikutinya. 
> 
> sikap positif dan baru dari pejabat MPR ini
> hendaknya dinilai "beyond 
> party line and political affiliation". jangan karena
> pelaku utama 
> soal volvo ini adalah tokoh PKS, terus kalangan
> die-hards PDIP, 
> GOLKAR, DLL tidak mau mendukungnya. 
> 
> Di india, kesederhanaan berpakaian dan bermobil dll
> diawali oleh 
> Mahatma Gandhi seorang tokoh partai Kongres. Tapi,
> semua partai lain 
> juga mengikuti langkah yg dijalani Gandhi. Krn.
> memang sikap 
> sederhana bagi pemimpin negara miskin seperti
> Indonesia dan India 
> adalah keniscayaan. dan kehidupan mewah adalah
> pengkhianatan pada 
> rakyat. 
> 
> saya sangat berharap, preseden yg diawali oleh
> Hidayat Nurwahid akan 
> disusul oleh semua kalangan pejabat dari seluruh
> partai. Kepada 
> media, cetak maupun elektronik, tugas anda adalah
> mengekspose secara 
> terus menerus fenomena anti-kemewahan pejabat MPR
> ini, sehingga 
> pejabat lain merasa "gerah" untuk tidak
> mengikutinya. Mengekspose 
> besar2an perilaku baik segelintir pejabat, akan
> membuat tekanan 
> sendiri pada pejabat lain untuk melakukan hal yg
> sama. dan inilah 
> dampak domino yg kita inginkan. 
> 
> saya sangat sepakat dg kalimat terakhir tajuk media
> indonesia ini: "  
> Keteladanan, memang bukan untuk didebat atau
> dicemburui, tetapi untuk 
> diikuti."
> 
> salam hidup sederhana,
> Mario Gagho
> Taj Mahal, Agra
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], Goose I
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Teladan Moral Pimpinan MPR
> > 
> > > 
> > > 
> > Dan, tiba-tiba, kemewahan yang sudah 'lazim' itu,
> prestise dan
> > privilese yang telah menjadi 'standar' itu,
> sekarang ditolak oleh
> > pimpinan MPR yang baru. Mereka menolak mobil dinas
> merek Volvo dan
> > kamar hotel berkelas royal suite room.
> > 
> > Sebuah keputusan yang mendapat dukungan publik,
> tetapi sebaliknya,
> > dinilai tidak efektif oleh Ketua DPR Agung
> Laksono. Katanya, "Itu
> > tidak efektif karena tidak akan memberikan dampak
> yang riil bagi
> > bangsa. Seharusnya dilakukan dalam skala besar,
> bukan satu dua orang
> > saja."
> > 
> > Terobosan, memang mulanya dilakukan oleh satu dua
> orang saja. 
> Invensi
> > dan inovasi, biasanya pun dilakukan oleh satu dua
> orang saja. Yang
> > memiliki visi, pun biasanya hanya satu dua orang
> saja, bukan massal.
> > > Tidak banyak pejabat publik seperti Hidayat Nur
> Wahid, yang 
> memiliki
> > keteguhan hati untuk tetap sederhana, setelah
> menjadi pejabat 
> publik.
> > Umumnya justru memanfaatkan jabatan, demi kekayaan
> pribadi.
> > 
> > Jika sikap itu diikuti semua pejabat publik secara
> nasional, 
> termasuk
> > pimpinan DPR, maka dampaknya pasti nyata bagi
> bangsa. Keteladanan,
> > memang bukan untuk didebat atau dicemburui, tetapi
> untuk diikuti.
> > 
> >
>
http://www.mediaindo.co.id/editorial.asp?id=2004101700140205
> 
> 
> 
> 


=====
Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.geocities.com/nizaminz


                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Y! Messenger - Communicate in real time. Download now. 
http://messenger.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke