Betul sekali. Wanita tidak automatis lebih buruk dari laki2. Kerajaan 
Spanyol meraih masa jayanya, dengan mengirim Cristoforo Colombo 
(Kolumbus), dibawah ratu Isabella dari Castilla.

Kekaisaran Rusia berkengembang dahsyat dibawah kaisar putri Katharina 
yang Agung, kerajaan terbentang dari Kaukasus sampai samudera 
Pacific, kekaisaran Austria dibawah kaisar puteri Maria Theresia, 
kekaisaran terhampar dari laut Adria sampai laut Utara, Inggris raya 
dibawah ratu Victoria (the Empress of India), kerajaan terhampar 
menguasai samudera2,...tak satupun pemimpin pria kita sejak 17081945 
meraih tapak kaki beliau2..

Salam

RM D Hadinoto




--- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> mas. tidak selalunya pemimpin wanita itu buruk, ada contoh yg 
baiknya, kebetulan saja kita dapat yg jelek kayak gini.
> 
> bayu montana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Bayu Montana wrote:
> 
> yach itulah watak seorang wanita (ex presiden kita) makanya islam 
menegaskan masalah pemimpin haruslah laki-laki, dikarenakan seorang 
wanita lebih mengutamakan perasaan & emosionalnya dari pada 
pikirannya......, dan itulah gambaran kecil ex presiden kita seorang 
emosional seperti tampak ketika diwawancarai oleh sebuah stasiun tv 
beberapa waktu yang lalu......
> syukurlah saat ini kita memiliki seorang presiden baru yang mudah-
2an menjadi presiden yang kita impikan selama ini demi kemajuan 7 
kesejahteraan indonesia tercinta ini........
> saaalaammmm....
> George Ponirin 
> wrote:
> 
> Jelas ketidakhadiran mega hanya akan menunjukkan bahwa dia tidak 
graceful dalam menyikapi kekalahan. Gimanapun sakitnya hati ini 
menyaksikan acara resepsi 'pernikahan' mantan pacar, tapi tetaplah 
lebih agung kalo dia bisa menghadiri. iya nggak, sih?
> 
> 
> Ketidakhadiran Megawati Bisa Merugikan Citranya 
> 
> 
> Jakarta, Kompas - Rencana Megawati Soekarnoputri untuk tidak 
menghadiri pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla pada 
20 Oktober bisa menurunkan citra Megawati dan juga Partai Demokrasi 
Indonesia Perjuangan. Meskipun tidak ada kewajiban konstitusional 
menghadiri acara pelantikan dalam sidang MPR itu, mestinya etika 
politik dan ikrar "siap menang, siap kalah" memandu Megawati untuk 
menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden baru tersebut.
> 
> Pakar ilmu pemerintahan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) 
Riswandha Imawan di Yogyakarta yang dihubungi Kompas, Minggu (17/10), 
berpendapat, bukan langkah yang tepat jika Megawati tidak datang saat 
sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang mengagendakan 
pelantikan Yudhoyono-Jusuf. Semestinya Megawati bisa mengesampingkan 
personal feeling-nya terhadap Yudhoyono dan Jusuf, yang merupakan 
mantan menteri dalam kabinetnya dan mundur di saat akhir masa jabatan 
Megawati untuk kemudian bertarung dengan Megawati dalam pemilihan 
umum tahun ini. "Kalau tidak datang, Megawati dan PDI-P (Partai 
Demokrasi Indonesia Perjuangan) justru rugi sendiri," katanya.
> 
> Riswandha mencontohkan langkah BJ Habibie yang menghadiri 
pelantikan Abdurrahman Wahid-Megawati Soekarnoputri. Ia menilai, jika 
Megawati (dan juga Hamzah Haz) bersedia datang, secara politis 
langkah itu justru meningkatkan citra mereka.
> 
> Guru besar filsafat pada Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Franz 
Magnis-Suseno, juga berpendapat lebih bagus jika Megawati bersedia 
datang dalam pelantikan Yudhoyono-Jusuf. Kesediaan datang menunjukkan 
kebesaran hati sekaligus menunjukkan bahwa Megawati menyelesaikan 
tugasnya dengan baik. "Jangan sampai exit dengan minor," katanya.
> 
> Tak ada aturan
> 
> Di tempat terpisah, Ketua Fraksi PDI-P Dewan Perwakilan Rakyat 
(DPR) Tjahjo Kumolo menegaskan, tidak ada aturan hukum yang 
mengharuskan Presiden Megawati hadir dalam pelantikan Yudhoyono 
sebagai presiden. "Menurut saya, tidak perlu Ibu Megawati hadir dalam 
acara pelantikan presiden terpilih SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) 
pada sidang MPR nanti," katanya seperti dikutip Antara.
> 
> "Saya minta pimpinan MPR tidak membuat skenario yang mengharuskan 
presiden dan wakil presiden hadir dalam pelantikan nanti sebab tidak 
ada aturannya," ujar Tjahjo lebih lanjut.
> 
> Hal serupa disampaikan anggota DPR dari PDI-P, Trimedya Panjaitan. 
Ia mengatakan bahwa sikap politik Megawati bisa saja dilandasi 
masalah psikologis. "Mungkin Ibu Megawati masih merasakan bagaimana 
Ibu ditinggalkan pembantunya di saat akhir dan kemudian 
menantangnya," papar Panjaitan.
> 
> Peneliti dari Pusat Studi Hukum Tata Negara Universitas Indonesia 
Refly Harun secara terpisah mengatakan, dari aspek hukum tata negara 
memang tidak ada kewajiban konstitusional dari Presiden Megawati 
maupun Wakil Presiden Hamzah Haz untuk hadir dalam proses pelantikan 
presiden-wakil presiden baru.
> 
> Mengacu pada ketentuan perundang-undangan, pihak yang terikat 
dengan kewajiban untuk hadir dalam forum itu adalah MPR selaku 
institusi yang melantik maupun pasangan Yudhoyono-Jusuf sebagai 
pasangan terpilih, yang terikat kewajiban untuk bersumpah menurut 
agama atau berjanji bersungguh-sungguh di hadapan MPR atau DPR 
sebelum memangku jabatannya.
> 
> Prosesi pengambilan sumpah dan janji itu bukanlah prosesi serah-
terima jabatan sehingga presiden-wakil presiden sebelumnya tidak 
wajib datang. Justru aneh jika dipaksakan ada aturan yang 
mengharuskan mereka untuk hadir. Namun, untuk menumbuhkan tradisi 
kompetisi secara sehat, sebaiknya memang Indonesia belajar dari 
tradisi negara demokrasi yang sudah mapan, seperti Amerika Serikat.
> 
> Hamzah ingin hadir
> 
> Sekretaris Pengurus Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman 
Hakim Saefuddin menegaskan, Hamzah Haz berkeinginan hadir dalam 
sidang MPR yang mengagendakan pelantikan presiden-wakil presiden 
terpilih.
> 
> Meski demikian, karena beredar kabar Megawati tidak akan hadir, 
Lukman menyebutkan mungkin saja akan ada pembicaraan terlebih dahulu 
antara Hamzah dan Megawati. Jika memang ada alasan prinsipiil yang 
menjadikan Megawati bersikukuh untuk tidak hadir, rencana Hamzah pun 
masih harus disesuaikan dengan protokoler acara.
> 
> Tak terganggu
> 
> Dalam jumpa pers kemarin, presiden terpilih Susilo Bambang 
Yudhoyono mengungkapkan, peralihan pemerintahan tidak akan terganggu 
meskipun tidak terjadi komunikasi antara Presiden Megawati dan 
dirinya.
> 
> "Tidak, hubungan saya dengan Ibu Mega adalah hubungan kolegial. 
Pada saatnya harapan saya bisa berlangsung dengan baik," kata 
Yudhoyono di Pendapa Puri Cikeas, Bogor.
> 
> Ia menegaskan bahwa urusan pemerintahan itu berhubungan dengan 
jutaan rakyat Indonesia. Oleh karena itu, pergantian pemerintahan 
tidak boleh ada kesenjangan. "Proses itu jalan terus meskipun tidak 
ada komunikasi. Proses terus berlangsung, mana urusan pribadi dan 
mana urusan negara, itu dibedakan," katanya.
> 
> Menurut Yudhoyono, selama ini ia terus berkomunikasi dan berusaha 
menjalin hubungan dengan Presiden Megawati untuk tujuan baik. Sebelum 
tanggal 4 Oktober, dia telah bertemu dengan Guruh Soekarnoputra, adik 
Megawati, untuk melakukan komunikasi dengan Megawati.
> 
> Selain itu, tambahnya, beberapa orang juga telah menjadi "jembatan" 
untuk bisa berkomunikasi dengan Megawati. Pada 8 Oktober setelah 
Mahkamah Konstitusi mengesahkan hasil penghitungan suara pemilu 
presiden putaran kedua oleh Komisi Pemilihan Umum, Yudhoyono menulis 
surat kepada Megawati melalui sekretariat negara untuk melakukan 
komunikasi agar peralihan pemerintahan dapat berjalan tanpa 
kesenjangan.
> 
> "Idealnya dilanjutkan dengan komunikasi tim saya agar peralihan 
pemerintahan berjalan dengan baik," katanya.
> 
> Sebelumnya, mantan calon wakil presiden Hasyim Muzadi menyatakan 
inisiatif pertemuan antarcalon presiden seharusnya datang dari calon 
presiden yang telah memenangi pemilihan presiden, bukan dari calon 
presiden yang kalah.
> 
> Presiden yang baru seharusnya juga mengunjungi presiden yang lama, 
seperti mantan Presiden Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan 
Presiden Megawati yang akan berakhir masa jabatannya.
> 
> Menurut Hasyim, seusai bertemu dengan Megawati hari Jumat lalu, 
pertemuan presiden terpilih dengan presiden yang akan digantikan itu 
untuk menciptakan psikologi bangsa di mana pergantian kekuasaan 
merupakan sebuah agenda yang rutin. "Bukan sebuah agenda tragedi," 
ujarnya. (dik/har/ant/bdm/sut)
> _________________________________________________________________
> Powered by http://www.emailpinoy.com - Your 1 GB mailbox is waiting!
> If this e-mail is a spam report it to us and we will delete this 
user's account ASP.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.uni.cc
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> 
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> vote.yahoo.com - Register online to vote today!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.uni.cc
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> vote.yahoo.com - Register online to vote today!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke