datang atau tidak datang ..... kenapa menjadi persoalan? saya juga tidak
datang kok :-)
 
Regards, 
LEO TOBING 
  
 <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED] 
HP. (021) 7076 5586 
HP. +62 815 966 5555 


~ My precious, precious child, I love you and I would never leave you ~ 
  
  

-----Original Message-----
From: khairuddin siregar [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, October 19, 2004 2:45 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [ppiindia] Ketidakhadiran Megawati Bisa Merugikan Citranya


alangkah eloknya jika megawati dpt hadir dlm pelantikan sby karena hal
tersebut juga merupakan suatu ketulusan penerimaan bahwa ada kalanya
kita menjadi pemenang dan ada pula kalanya kalah dalam menjalankan
kehidupan. janganlah kita terlalu banyak melihat ego sehingga
mengalahkan kepentingan bersama. mari ibu mega kita menyaksikan
pelantikan sby jadi presiden

RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:mas. tidak selalunya
pemimpin wanita itu buruk, ada contoh yg baiknya, kebetulan saja kita
dapat yg jelek kayak gini.

bayu montana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Bayu Montana wrote:

yach itulah watak seorang wanita (ex presiden kita) makanya islam
menegaskan masalah pemimpin haruslah laki-laki, dikarenakan seorang
wanita lebih mengutamakan perasaan & emosionalnya dari pada
pikirannya......, dan itulah gambaran kecil ex presiden kita seorang
emosional seperti tampak ketika diwawancarai oleh sebuah stasiun tv
beberapa waktu yang lalu......
syukurlah saat ini kita memiliki seorang presiden baru yang mudah-2an
menjadi presiden yang kita impikan selama ini demi kemajuan 7
kesejahteraan indonesia tercinta ini........
saaalaammmm....
George Ponirin 
wrote:

Jelas ketidakhadiran mega hanya akan menunjukkan bahwa dia tidak
graceful dalam menyikapi kekalahan. Gimanapun sakitnya hati ini
menyaksikan acara resepsi 'pernikahan' mantan pacar, tapi tetaplah lebih
agung kalo dia bisa menghadiri. iya nggak, sih?


Ketidakhadiran Megawati Bisa Merugikan Citranya 


Jakarta, Kompas - Rencana Megawati Soekarnoputri untuk tidak menghadiri
pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla pada 20 Oktober bisa
menurunkan citra Megawati dan juga Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan. Meskipun tidak ada kewajiban konstitusional menghadiri acara
pelantikan dalam sidang MPR itu, mestinya etika politik dan ikrar "siap
menang, siap kalah" memandu Megawati untuk menghadiri pelantikan
presiden dan wakil presiden baru tersebut.

Pakar ilmu pemerintahan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Riswandha
Imawan di Yogyakarta yang dihubungi Kompas, Minggu (17/10), berpendapat,
bukan langkah yang tepat jika Megawati tidak datang saat sidang Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang mengagendakan pelantikan
Yudhoyono-Jusuf. Semestinya Megawati bisa mengesampingkan personal
feeling-nya terhadap Yudhoyono dan Jusuf, yang merupakan mantan menteri
dalam kabinetnya dan mundur di saat akhir masa jabatan Megawati untuk
kemudian bertarung dengan Megawati dalam pemilihan umum tahun ini.
"Kalau tidak datang, Megawati dan PDI-P (Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan) justru rugi sendiri," katanya.

Riswandha mencontohkan langkah BJ Habibie yang menghadiri pelantikan
Abdurrahman Wahid-Megawati Soekarnoputri. Ia menilai, jika Megawati (dan
juga Hamzah Haz) bersedia datang, secara politis langkah itu justru
meningkatkan citra mereka.

Guru besar filsafat pada Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Franz
Magnis-Suseno, juga berpendapat lebih bagus jika Megawati bersedia
datang dalam pelantikan Yudhoyono-Jusuf. Kesediaan datang menunjukkan
kebesaran hati sekaligus menunjukkan bahwa Megawati menyelesaikan
tugasnya dengan baik. "Jangan sampai exit dengan minor," katanya.

Tak ada aturan

Di tempat terpisah, Ketua Fraksi PDI-P Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Tjahjo Kumolo menegaskan, tidak ada aturan hukum yang mengharuskan
Presiden Megawati hadir dalam pelantikan Yudhoyono sebagai presiden.
"Menurut saya, tidak perlu Ibu Megawati hadir dalam acara pelantikan
presiden terpilih SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pada sidang MPR nanti,"
katanya seperti dikutip Antara.

"Saya minta pimpinan MPR tidak membuat skenario yang mengharuskan
presiden dan wakil presiden hadir dalam pelantikan nanti sebab tidak ada
aturannya," ujar Tjahjo lebih lanjut.

Hal serupa disampaikan anggota DPR dari PDI-P, Trimedya Panjaitan. Ia
mengatakan bahwa sikap politik Megawati bisa saja dilandasi masalah
psikologis. "Mungkin Ibu Megawati masih merasakan bagaimana Ibu
ditinggalkan pembantunya di saat akhir dan kemudian menantangnya," papar
Panjaitan.

Peneliti dari Pusat Studi Hukum Tata Negara Universitas Indonesia Refly
Harun secara terpisah mengatakan, dari aspek hukum tata negara memang
tidak ada kewajiban konstitusional dari Presiden Megawati maupun Wakil
Presiden Hamzah Haz untuk hadir dalam proses pelantikan presiden-wakil
presiden baru.

Mengacu pada ketentuan perundang-undangan, pihak yang terikat dengan
kewajiban untuk hadir dalam forum itu adalah MPR selaku institusi yang
melantik maupun pasangan Yudhoyono-Jusuf sebagai pasangan terpilih, yang
terikat kewajiban untuk bersumpah menurut agama atau berjanji
bersungguh-sungguh di hadapan MPR atau DPR sebelum memangku jabatannya.

Prosesi pengambilan sumpah dan janji itu bukanlah prosesi serah-terima
jabatan sehingga presiden-wakil presiden sebelumnya tidak wajib datang.
Justru aneh jika dipaksakan ada aturan yang mengharuskan mereka untuk
hadir. Namun, untuk menumbuhkan tradisi kompetisi secara sehat,
sebaiknya memang Indonesia belajar dari tradisi negara demokrasi yang
sudah mapan, seperti Amerika Serikat.

Hamzah ingin hadir

Sekretaris Pengurus Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman
Hakim Saefuddin menegaskan, Hamzah Haz berkeinginan hadir dalam sidang
MPR yang mengagendakan pelantikan presiden-wakil presiden terpilih.

Meski demikian, karena beredar kabar Megawati tidak akan hadir, Lukman
menyebutkan mungkin saja akan ada pembicaraan terlebih dahulu antara
Hamzah dan Megawati. Jika memang ada alasan prinsipiil yang menjadikan
Megawati bersikukuh untuk tidak hadir, rencana Hamzah pun masih harus
disesuaikan dengan protokoler acara.

Tak terganggu

Dalam jumpa pers kemarin, presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono
mengungkapkan, peralihan pemerintahan tidak akan terganggu meskipun
tidak terjadi komunikasi antara Presiden Megawati dan dirinya.

"Tidak, hubungan saya dengan Ibu Mega adalah hubungan kolegial. Pada
saatnya harapan saya bisa berlangsung dengan baik," kata Yudhoyono di
Pendapa Puri Cikeas, Bogor.

Ia menegaskan bahwa urusan pemerintahan itu berhubungan dengan jutaan
rakyat Indonesia. Oleh karena itu, pergantian pemerintahan tidak boleh
ada kesenjangan. "Proses itu jalan terus meskipun tidak ada komunikasi.
Proses terus berlangsung, mana urusan pribadi dan mana urusan negara,
itu dibedakan," katanya.

Menurut Yudhoyono, selama ini ia terus berkomunikasi dan berusaha
menjalin hubungan dengan Presiden Megawati untuk tujuan baik. Sebelum
tanggal 4 Oktober, dia telah bertemu dengan Guruh Soekarnoputra, adik
Megawati, untuk melakukan komunikasi dengan Megawati.

Selain itu, tambahnya, beberapa orang juga telah menjadi "jembatan"
untuk bisa berkomunikasi dengan Megawati. Pada 8 Oktober setelah
Mahkamah Konstitusi mengesahkan hasil penghitungan suara pemilu presiden
putaran kedua oleh Komisi Pemilihan Umum, Yudhoyono menulis surat kepada
Megawati melalui sekretariat negara untuk melakukan komunikasi agar
peralihan pemerintahan dapat berjalan tanpa kesenjangan.

"Idealnya dilanjutkan dengan komunikasi tim saya agar peralihan
pemerintahan berjalan dengan baik," katanya.

Sebelumnya, mantan calon wakil presiden Hasyim Muzadi menyatakan
inisiatif pertemuan antarcalon presiden seharusnya datang dari calon
presiden yang telah memenangi pemilihan presiden, bukan dari calon
presiden yang kalah.

Presiden yang baru seharusnya juga mengunjungi presiden yang lama,
seperti mantan Presiden Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan
Presiden Megawati yang akan berakhir masa jabatannya.

Menurut Hasyim, seusai bertemu dengan Megawati hari Jumat lalu,
pertemuan presiden terpilih dengan presiden yang akan digantikan itu
untuk menciptakan psikologi bangsa di mana pergantian kekuasaan
merupakan sebuah agenda yang rutin. "Bukan sebuah agenda tragedi,"
ujarnya. (dik/har/ant/bdm/sut)
_________________________________________________________________
Powered by http://www.emailpinoy.com - Your 1 GB mailbox is waiting!
If this e-mail is a spam report it to us and we will delete this user's
account ASP.





************************************************************************
***
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
************************************************************************
***
________________________________________________________________________
__
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



---------------------------------
Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com - Register online to vote today!

[Non-text portions of this message have been removed]




************************************************************************
***
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
************************************************************************
***
________________________________________________________________________
__
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links









            
---------------------------------
Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com - Register online to vote today!

[Non-text portions of this message have been removed]



************************************************************************
***
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
************************************************************************
***
________________________________________________________________________
__
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 




---------------------------------
  Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today!
Download Messenger Now

[Non-text portions of this message have been removed]



************************************************************************
***
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
************************************************************************
***
________________________________________________________________________
__
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




Yahoo! Groups Sponsor   

ADVERTISEMENT
 
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=129mt0397/M=295196.4901138.6071305.3001176/
D=groups/S=1705329729:HM/EXP=1098258339/A=2128215/R=0/SIG=10se96mf6/*htt
p://companion.yahoo.com> click here     
 
<http://us.adserver.yahoo.com/l?M=295196.4901138.6071305.3001176/D=group
s/S=:HM/A=2128215/rand=110872683>       


  _____  

Yahoo! Groups Links


*       To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  

*       To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
  

*       Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service <http://docs.yahoo.com/info/terms/> . 




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke