Assalamu Alaikum Wr.Wb,
Mengingat wajib masyarakat Islam untuk beriman kepada masalah sosial yaitu meringankan beban orang orang yang lemah secara memperbaiki kualitas kemandirian masyarakat lemah. Menurut berita diambil dari Tahun 2000 bahwa para pengemis, gelandangan mendapat perlakuan buruk di panti panti sosial yang salah satu adalah panti Kedoya, Jakarta. Bagaimana meningkatkan mutu dengan membangun fasilitas perpustakan, penyuluhan pengurusan keuangan (utk keluarga sendiri) sekolah sekolah pekerjaan gratis untuk para gelandangan/pengemis. Ini sudah menjadi pekerjaan keharusan untuk membantu masyarakat lemah. Tidak perlu lagi bergelandangan di jalan raya/penuh ketidakpastian. Termasuk terhadap para pelacur, penyandangcacat sosial, penggusuran etc. inilah misalnya termasuk perjuangan masyarakat beriman untuk memerangi ketidakadilan, memberi kemudahan, etc. apakah sebenarnya sudah tugas Islam untuk membantu? Sesungguhnya Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Baca berita di bawah ini, Wassalam Alaikum Wr.Wb, Gelandangan Diperlakukan Buruk di Panti Kedoya (tahun 2000) Kompas/johnny tg Jakarta, Kompas Para gelandangan dan pengemis yang tertangkap petugas ketenteraman dan ketertiban (tramtib) dan ditempatkan sementara di Panti Sosial Bina Karya Bangun Daya 02 Kedoya, ternyata mendapat perlakuan buruk. Makanan dan minuman yang disajikan untuk mereka rendah mutunya, dan panti membiarkan saja kekerasan yang dilakukan para preman terhadap gelandangan dan pengemis penghuni baru panti. Wajah para penghuni panti pun tampak dekil. Rambut mereka kering dan kulitnya bersisik. Menurut penuturan Wandi (25), pemuda asal Jawa Tengah yang berdagang rokok di kawasan Wisma Kondisi, Jakarta Barat, ia dan teman-temannya jarang mandi, karena tidak ada air. WC-nya pun mampet. "Air dibagikan dua kali, siang dan sore hari. Itu pun harus punya tempat sendiri, kalau tidak mempunyai tempat ya tidak dapat air," kata Wandi. Menurut pengamatan Kompas di Panti Kedoya, Rabu (23/8), banyak nasi yang dibuang di tempat sampah di depan ruang para gelandangan dan pengemis itu "diinapkan". Nasi yang dibuang itu menggunung di dalam ember plastik, yang dijadikan tempat sampah. Mereka menceritakan, selama beberapa hari ini, sejak mereka "diambil" petugas tramtib, mereka tidak makan nasi yang disediakan panti. Mereka hanya mengambil lauknya saja, sedangkan nasinya mereka buang. Ini dilakukan karena nasinya apek dan banyak batu kecilnya. Mereka akan makan nasi kalau benar-benar kelaparan. "Nasinya kuning, keras, berbau apek, dan dilengkapi batu-batu kecil. Lauknya hanya tempe atau bihun dengan selembar daun kangkung yang rasanya hambar," kata Yan (20), penghuni panti yang diambil karena menjadi "Pak Ogah" di Jakarta Selatan. Hal senada dikemukakan Soni (22), yang berasal dari belakang Pasar Kemampuan Jakarta Barat yang diambil ketika menjadi tukang parkir liar. Soni tidak pernah makan makanan dari panti, tetapi baru makan kalau sudah kelaparan. Biasanya ia minta keluarganya membawa makanan dari rumah. "Meskipun tanpa lauk makanan dari rumah lebih manusiawi dari makanan panti," kata Soni. Kepala Panti Sosial Kedoya Untung Surardjo, yang dikonfirmasi tentang buruknya kualitas makanan ini mengemukakan, dengan uang makan per orang per hari hanya Rp 5.000, sulit baginya meningkatkan mutu makanan panti. Panti Kedoya sudah mengajukan usulan kenaikan anggaran makanan, tetapi Pemda belum memberi jawaban. Minuman buruk Sementara itu, buruknya mutu makanan, diimbangi oleh jeleknya mutu air minum. Air minum yang diperlihatkan para penghuni panti pada mulanya memang tampak bersih. Namun lima belas menit kemudian air minum itu menjadi keruh kekuningan. Buruknya mutu air di Panti Sosial Kedoya dibenarkan Untung Surardjo. Kini pihaknya sedang merenovasi bangunan untuk penampungan air, di samping dapur dan tempat pramu sosial dan teras. Menurut Untung saat ini jumlah penghuni panti bertambah banyak. Oleh karena itu, perlu ditambahkan pembangunan sumur pompa. "Kalau sebelumnya lima titik sumur pompa, saat ini dibangun dua titik sumur lagi," kata Untung. Ia menambahkan, dia baru sebulan menjabat kepala panti. Akan tetapi sudah banyak masalah yang harus ia pecahkan. Dari masalah daya tampung panti yang melebihi kapasitas sampai adanya pembinaan terhadap para preman yang tertangkap. Daya tampung Panti Sosial Kedoya sekitar 300 orang. Menurut Untung Surardjo jumlah itu masih bisa dioptimalkan sampai 340 orang. "Jumlah yang ditampung di panti ini mengalami lonjakan sejak awal operasi penertiban 13 Juli 2000 sampai 21 Agustus. Jumlahnya kini mencapai 350-an. Untuk itu pihak panti sesegera mungkin memindahkan para gelandangan dan pengemis ke panti sosial yang lain, dipulangkan ke daerah asal atau ke keluarganya," kata Untung. Di tempat terpisah, beberapa penghuni Panti Kedoya maupun Panti Tebet yang berasal dari Panti Sosial Kedoya, melaporkan banyak preman melakukan perampasan uang yang berujung kepada tindak kekerasan. Duan (19) penghuni yang tertangkap ketika menjadi joki three in one di Tosari Jakarta Pusat menuturkan, saat pertama kali diinapkan di Panti Sosial Kedoya, uangnya sebesar Rp 15.000, diambil salah seorang preman yang satu ruang dengannya. Ketika dia minta kembali uangnya beberapa preman memukulinya. Duan tidak bisa berbuat banyak, karena jumlah preman di Panti Kedoya sekitar 20-an ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

