Rabu, 20 Oktober 2004 02:52:43 http://www.indomedia.com/bpost/102004/20/depan/utama9.htm
113 Santri Keracunan Nasi Bungkus Muara Teweh, BPost Diduga keracunan, sekitar 113 orang dewasa, anak-anak dan orang tua terbaring lemes di Rumah Sakit Umum Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Selasa (19/10). Seluruh korban mengeluh pusing, mual yang datang tiba-tiba kemudian muntah-muntah setelah menyantap nasi bungkus yang dihidangkan panitia acara penutupan Pesantren Kilat di Masjid Al Arafah, Senin malam. Sejumlah orangtua korban menuturkan, sore itu sebelum kejadian, atau bertepatan menjelang berbuka puasa, anak-anak dikumpulkan di Masjid Al Arafah dalam rangka penutupan pesantren kilat yang sudah digelar selama empat hari. Selesai acara, anak-anak tidak berbuka puasa bersama di Masjid, melainkan disuruh pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan hidangan berupa nasi bungkus yang telah dibagi-bagi panitia diperintahkan agar dibawa pulang dan dimakan di rumah untuk berbuka puasa. Hidangan nasi bungkus itu, bagi yang puasa dimakan di rumah, sedangkan bagi anak-anak yang tidak puasa langsung dimakan di dalam masjid itu. Makanya korban pertama, rata-rata anak di bawah umur lima tahun. "Saya tidak mengira kalau anak saya yang muntah-muntah itu akibat keracunan nasi bungkus. Awalnya dia saya bawa ke klinik, tapi malah makin parah. Saya berinisiatif membawanya ke rumah sakit," kata Ny Yuliana (34), ibu dari Nurhilal (3), salah seorang. Memang, berdasarkan catatan pihak rumah sakit, Nurhilal adalah pasien pertama keracunan makanan yang dirujukan oleh pihak keluarganya, setelah itu pasien lainnya berbondong-bondong dilarikan kerumah sakit. Dari cerita ibu ini, pihak rumah sakit kemudian mendapat informasi bahwa ada penderita sejenis di kampung setempat. Dibantu aparat dan beberapa warga, semua anak RT 5 dan RT 4 yang sempat kebagian dan memakan nasi bungkus diangkut dengan ambulan rumah sakit untuk diperiksa sekaligus dirawat. Rata-rata korban mengeluhkan sakit yang sama, yakni pusing, mual dan muntah-muntah. Toraja Lenar (37), orangtua santri korban keracunan mengatakan, hidangkan yang disediakan oleh panitia ada dua paket yakni nasi bungkus sambal karih ayam, dan nasi bungkus sambal bestek lauk telur. "Anak saya tidak suka masakan itu, nasi bungkus sambal bestek ikan telur saya yang memakannya. Akibatnya saya juga pusing dan muntah-muntah," kata Toreja, yang juga panitia seksi perlengkapan pasantren kilat tersebut. Hingga Selasa pagi, ada sekitar 37 pasien dinyatakan sembuh dan sudah bisa pulang ke rumah. Sedangkan 76 sisanya masih dirawat inap. Ruang perawatan anak yang tadi malam terlihat sesak, mulai kosong. Diperiksa Untuk mengungkap modus di balik kasus keracunan 113 santri dan orangtuanya itu, Satuan Reskrim Polisi Resort Barito Utara menahan dan memeriksa Rusma alias Irus, tukang masak hidangan dan ketua panitia acara penutupan Pesantren Kilat, Suratman. Kedua orang yang diperiksa polisi ini masing-masing beralamat di Jalan Nenas Muara Teweh dan Jalan Nusa Indah. Namun hingga pemeriksaan Selasa pagi, pihak polisi masih belum bisa menyimpulkan apakah hidangan itu mengandung racun atau tidak. "Kita sudah panggil tukang masak dan ketua panitia. Tapi kita masih sebatas melakukan pemeriksaan. Sedangkan hasilnya kita kirim ke Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) di Palangkaraya. Jadi kita belum bisa mengatakan makan itu mengandung racun atau tidak," ucap Kasat Reskrim Polres Barito Utara, Iptu Asfuri. Asfuri masih belum mengijinkan wartawan mewawancara langsung tukang masak itu, dengan alasan agar pemeriksaan pihaknya tidak terganggu. "Nanti saja, sekarang masih belum boleh. Kita masih melakukan pemeriksaan," elaknya. Meski demikian, Asfuri mengakui jika semua nasi bungkus tersebut dimasak oleh Rusma di rumahnya atas permintaan panitia dan kemudian dibawa ke masjid untuk dihidangkan kepada santri. Sementara Suratman, mengaku terkejut dengan peristiwa ini. Saat kejadian dia sedang di rumah, jadi tidak tahu persis kejadian sebenarnya. "Saya tahu kejadian ini setelah ditelpon," ujarnya. Dikonfirmasi di sela memeriksa pansien, Kepala Rumah Sakit Umum Muara Teweh dr Mardoyo, belum bisa memastikan zat yang menyebabkan keracunan itu. "Pasien yang kena kan mereka yang memilih bestek dengan ikan telor, sedangkan masak habang dengan ayam tidak apa-apa. Kemungkinan sambalnya," sebutnya. Kejadian ini memang sempat menghebohkan warga kampung setempat. Tangis dan keluhan keluarga bergema di tiap rumah. Mereka semua panik melihat anaknya, muntah-muntah. edi ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

