>>>>Semua ini pasti ada sebabnya.
Kalau tidak dicari sebabnya gimana mau menyelesaikannya?<<<<

Sebabnya sangat jelas, tinggal kita mau mengatasinya apa tidak.
Indonesia tridak tiba2 seperti ini. Anda yang berkepala 5 keatas akan 
mengalami masa tahun 50an sampai awal 60an. rasa kebangsaan kita 
masih sangat kental, mungkin karena kita baru mulai mendapatkanm 
kemerdekaan. pengakuan internasional akan kemerdekaan kita kan baru 
ditahun 1950.

Sejak naiknya orde baru, kekentalan beragama mulai, sampai sekarang. 
Pertanyaan kerliru adalah: bukan beragama atau tidak beragama, namun, 
seharusnya: bagaimana cara terbaik beragama. kalau kita beragama 
sambil melihat orang lain adalah kafir, maka ini akan membawa 
bentrokan. Seperti yang kita alami. Beragama atau tidak, harusnya ada 
dalam tataran iman, bukan dipermukaan yang ditonjol2kan, dan akhirnya 
membuat kita ter-kotak2.

Ditahun 50an sampai awal 60an, tak pernah ada pertanyaan muncul, apa 
dasar negara kita. Atau idee2 mau menegara agamakan RI. Tak ada. Tapi 
kini, ini mulai ramai dibicarakan. Suatu gagasan, yang ujung2nya akan 
mengakhiri existensi NKRI. 

Kalau SBY dan presiden2 akan datang tak berhasil mengatasi ini, kita 
akan tetap akan gontok2an terus instead membangun ekonomi. Jadi yang 
kaya akan tambah kaya, yang miskin tetrap terlantar. Dan gontok2an. 
Mereka terbius ngobrol mengenai akidah, bagaimana indahnya surga, 
dan....lupa kerja.


RMD H





--- In [EMAIL PROTECTED], "fatur" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Semua ini pasti ada sebabnya.
> Kalau tidak dicari sebabnya gimana mau menyelesaikannya?
> Mungkin ada seribu sebab. Setiap orang punya cara pikir sendiri. 
Jika
> minimal seorang punya 2 sebab kuranglebih ada 2 ribu sebab.
> Kita tengohlah diri kita masing-masing, saling serang, saling hina, 
saling
> membodohkan, merasa benar sendiri, bahkan mungkin kalau komunikasi 
kita ini
> tidak pake internet sudah saling bunuh. Andai monitor ini bisa
> mereprentasikan pembunuhan, pasti monitor saya ini sudah berdarah-
darah.
>  
> Seandainya dunia ini tanpa agama, apakah dunia ini aman? Saya kira 
juga sama
> saja bahkan mungkin lebih ganas.
>  
> Kalau saya bilang saya ateis, saya kira anda2 yang beragama akan 
bersatu
> menyerang saya. Aneh memang. Apa sih yang kalian cari?
> Membela Tuhan? Tuhan itu katanya Maha Kuat, kenapa mesti dibela?. 
Saya kira
> orang yang demikian hanya membela egonya sendiri.
>  
> Yang saya masih percaya adalah dasar watak manusia adalah saling 
bertumpah
> darah. Silahkan yang mau lanjut menumpahkan darah..idep-idep 
mengurangi
> jumlah penduduk :P :-(
>  
> Sebuah kegagalan pendidikan.
>  
> Rgds
> fatur
>  
>   _____  
> 
> From: rm_danardono [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> Sent: Tuesday, October 19, 2004 3:36 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [ppiindia] Re: Franz Magnis-Suseno SJ: Tidak Dapat Dijerat 
Hukum
>  
> *     
> Pertanyaan Franz Magnis-Suseno: 
> 
> "Saya bertanya, kita hidup di negara apa? Omongan tentang 
toleransi, 
> tentang persatuan (ingat iklan bagus-bagus di TVRI), tentang 
> Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi lelucon cemooh. Dan para pemimpin, 
> kaum intelektual, para suara hati bangsa, di mana suara mereka? 
Tutup 
> telinga, tutup mata, tutup mulut....."
> 
> 
> Mudah2an presiden baru, SBY berserta team-nya mampu menjawab 
> pertanyan ini. Kalau agama masih terus menjadi kendala pembangunan 
> nasional, maka negeri ini akan terus dilanda prahara...siapapun 
> presidennya..
> 
> Salam
> 
> RM D Hadinoto
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke