dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kalo cuman ngomong kami yg terakhir, terbenar, dst tidak apa-apa....,
Bobby Budiarto:
Aku bilang perasaan atau keyakinan terbenar itu perlu dikritisi.
Agamaku adalah yg terbenar tapi untuk diriku sendiri. Ini sangat beda dengan Agamaku
adalah yg terbenar untuk semua orang.
Perbedaannya sedikit tapi sangat esensial. Yang pertama menunjukkan kesadaran untuk
berbeda, bagimu agamamu dan bagiku agamaku "Lakum dinukum wa liya din".
Sementara yg kedua menunjukkan kesombongan dan eksklusivisme. Pada dasarnya secara
psikologis ini menunjukkan sikap infantil dari bayi, kanak-kanak yg tidak tumbuh
dewasa.
Yang pertama mewakili wajah Islam yang damai rahmatan lil 'alamin. Yang kedua mewakili
wajah Islam ideologis (sangat mirip dengan ideologi tertutup, misalnya komunisme
Leninisme atau bahkan Stalinisme), kemenangan Islam dan umat Islam izzul Islam
wal-muslimin.
Pergeseran Islam sbg agama pembebasan untuk segenap manusia menjadi alat dan wacana
kekuasaan (ideologi kenegaraan) secara historis terjadi sejak berdirinya negara
Madinah. Apalagi sejak meninggalnya Nabi, bukan saja antara Muslim dan Non Muslim tapi
antar Muslim sendiripun terjadi peperangan dan saling membunuh. Agama tidak lagi
menjadi alat pembebasan tapi menjadi sekedar alat legitimasi untuk kekuasaan. Muncul
Islam Syiah dan Sunni.
Dicky Riyadi:
tapi kalo mempengaruhi orang untuk murtad, nah.... itu yg menimbulkan permusuhan...
Bobby Budiarto:
Pertama, yang menimbulkan permusuhan bukanlah mempengaruhi orang untuk murtad, tapi
ketakutan dimurtadkan.
Sejak pergeseran di atas, sejak Islam ditarik menjadi agama-negara, kepentingan
kekuasaan melupakan rahmatan 'lil alamin. Jika orang Islam pindah agama riddah, reaksi
al-Quran "hanya" menilai itu sebagai kejahatan spiritual saja. Namun penguasa Islam,
menganggap sanksi spiritual saja tidak cukup (tentu saja). Mereka menambahkan
ketentuan man baddala dinah faqtuluh, barang siapa menggantikan agamanya, maka
bunuhlah.
Ketakutan kekurangan jumlah balatentara, kekurangan kuantitas menghantui/menakutkan
sang penguasa. Pada KONTEXT jaman peperangan di abad tsb ini bisa dimengerti. Agama
pelan-pelan kehilangan kualitasnya, krn memang yg dipentingkan adalah kuantitas dan
tentu saja simbol-simbol serta ritual untuk menyatukan bala tentara.
Namun di Indonesia??? Di Indonesia sebaiknya yg lebih ditakuti adalah Kapitalisme
Global, KKN, Sistem Pendidikan yg terbelakang, Sistem Kesehatan yg mahal dan
tidak/kurang terkontrol dll. Pendeknya yg perlu ditakuti adalah Kebodohan. Ini sungguh
bertentangan dgn ajaran Islam yg utama, KEsejatian beragama, menurut al-Quran diukur
dengan kesungguhannya memihak kaum lemah (al-Ma'un [107]:1,2,3). Dan tentu saja
kata-kata Nabi, Belajarlah sampai ke negeri China. Melihat Konteks dan Jamannya ini
membuktikan Islam adalah kedamaian dan progresifitas. Bukan ketakutan dan kebodohan.
Kedua, upaya Kristenisasi memang ada. Ada beberapa sempalan Kristen Protestan yg
memang sangat getol mengkristenkan orang. Namun seperti yg dikatakan Franz Magnis,
menurut statistik kuantitas umat beragama di Indonesia tidak banyak berubah. Jadi
secara empiris/kenyataan di lapangan kristenisasi bisa dianggap nihil. Ketakutan
Kristenisasi yg selalu digembar-gemborkan sangat mungkin disebarkan terus oleh para
Demagog yg haus kekuasaan. Waspadalah, mereka menjadikan agama Islam alat kekuasaan
atau ideologi, mereka menjadikan umat ketakutan dan tertutup.
Ketiga, market segment Kristenisasi yg utama (potensial customer paling besar) adalah
orang Protestan, kemudian Katolik, kemudian Kong Hu Cu, Budha, baru Islam. Yang ini
sekedar analogi dunia Marketing, saya kebetulan yg kerjaan sehari-harinya
marketing/sales. Lingkup sosiologis terdekat dari kelompok yg gatel Kristenisasi
adalah kelompok2 tersebut di atas. Jadi umat Islam adalah yg paling jauh jaraknya.
Jadi seandainya Kristenisasi ada maka yg paling sedikit kena imbasnya adalah Islam.
(maaf point ke tiga ini agak spekulatif karena berdasar analogi dunia Marketing,
sangat menarik kalau ada teman milis ini yg bisa memberikan data statistik yg komplet).
Wassalam
BB
---------------------------------
Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com - Register online to vote today!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/