http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-207%7CX
Jumat, 22 Oktober 2004

KPI Sesalkan Minimnya Keterwakilan Perempuan di Kabinet Indonesia Bersatu
Jurnalis : Eko Bambang S
Jurnalperempuan.com - Jakarta. Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menyatakan 
keprihatinan yang mendalam atas rendahnya keterwakilan perempuan dalam susunan kabinet 
Indonesia Bersatu yang hanya memiliki 4 menteri yaitu Mari Elka Pangestu, Sri Mulyani, 
Siti Fadilah Supari dan Meuthia Hatta. Keterwakilan yang hanya 11% dari 34 Menteri dan 
2 pejabat setingkat menteri ini menurut KPI adalah bentuk diskriminasi kesempatan atau 
akses terhadap perempuan kedalam bidang politik. Demikian pernyataan sikap KPI yang 
ditandatangani oleh Masruchah Sekjend KPI yang diterima redaksi Jurnal Perempuan, 
(Kamis, 21/10/04). 

Menurut KPI keprihatinan ini didasarkan pada komitmen Indonesia yang telah 
meratifikasi Konvensi tentang Penghapusan Segala Bntuk Diskriminasi terhadap Perempuan 
(CEDAW) dengan Undang-undang No 7 Tahun 1984 yang menentang diskriminasi terhadap 
perempuan. Selain itu, Indonesia juga telah meratifikasi Konvensi tentang hak-hak 
politik perempuan dalam Undang-undang No 68 Tahun 1958 yang menegaskan bahwa perempuan 
mempunyai hak memegang jabatan pemerintahan atas syarat-syarat yang sama dengan 
laki-laki tanpa diskriminasi apapun. 

Atas dasar itu, KPI menyatakan sikap yang berisi tuntutan agar Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla serta Kabinet bersatu untuk menghapuskan segala 
bentuk diskriminasi terhadap perempuan. KPI menuntut negara untuk menghapus 
diskriminasi terhadap perempuan dalam kehidupan politik dengan persyaratan-pesyaratan 
yang sama dengan laki-laki. Pemerintah dituntut untuk menghadirkan kebijakan yang adil 
gender. Pemerintah juga diminta untuk mengalokasikan 20% dana APBN untuk pendidikan 
sebagai bentuk komitmen pemerintah baru dalam meningkatkan partisipasi anak perempuan 
dalam pendidikan. 

Selain dana pendidikan, KPI menuntut pemerintah untuk mengalokasikan dana kesehatan 
15% dari anggaran Negara. Anggaran ini bisa dialokasikan untuk kesehatan ibu Hamil 
atau melahirkan di daerah terpencil, menginggat angka kematian ibu melahirkan di 
Indonesia masih tertinggi di Asia. Pemerintah juga diminta tetap berkomitmen dengan 
INPRES No 9 Tahun 2000 tentang pengarusutamaan gender diseluruh tingkatan negara agar 
tercapai kesetaraan dan keadilan gender. 

KPI juga menuntut agar pemerintah memastikan anggaran 5% di semua bidang untuk 
pemberdayaan perempuan melalui program-program yang dikembangkan oleh departemen. 
Pemerintah dituntut pula untuk menyelesaian kasus-kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia 
� Hak Asasi Perempuan yang pernah terjadi dimasa lalu demi keadilan bagi korban dan 
keluarganya. Dan yang terakhir, KPI menuntut agar pemerintah menghentikan kerjasama 
dengan IMF, World Bank, ADB dan Badann Keuangan Internasional lain yang menjadi 
reporesentasi kepentingan Neoliberalisme 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke