Selamat bekerja Pak Arman, kami ingin tahu hasil2 nyata kerja keras Anda! Dan kalau terbukti, saya doakan semoga Anda panjang umur! (Razi)
Jumat, 22 Okt 2004, Bentuk Tim Pemburu Koruptor http://www.jawapos.com/index.php?act=detail&id=3938 JAKARTA - Jaksa Agung Abdul Rachman Saleh langsung membuat gebrakan. Arman -sapaan Abdul Rachman Saleh- mengaku langsung membentuk tim yang bertugas memburu para tersangka skandal korupsi yang menolak diproses hukum, terutama yang bersembunyi ke luar negeri. "Saya punya ide awal utuk membentuk tim khusus untuk mengurus koruptor-koruptor yang kabur ke luar negeri," tegas Arman seusai serah terima jabatan dari M.A. Rachman. Menurut Arman, dirinya sedang membuat konsep operasional tim khusus tersebut. Tim tersebut nanti bisa langsung dipimpin jaksa agung atau seorang pejabat Kejagung. Sedangkan anggotanya berasal dari internal Kejagung yang diyakini dapat bekerja serius, jujur, dan berani. "Saya kira orang dalam Kejagung banyak yang ahli. Kita akan memanfaatkan seoptimal mungkin dalam tim tersebut," ujar mantan hakim agung kelahiran Pekalongan 1941 itu. Terhadap sejumlah perkara yang penyidikannya sudah dihentikan, Arman mengaku hal itu perlu dikaji kembali. "Kita harus melihat masalah hukumnya nanti. Kalau menurut hukum mungkin (dibuka kembali penyidikannya, red), kenapa tidak," bebernya. Arman juga menegaskan bahwa aparatnya tidak akan pilih kasih menangani kasus korupsi, baik yang melibatkan pejabat/mantan pejabat, bahkan pengusaha berbeking orang kuat. Tugas tim itu diupayakan sekuat mungkin steril dari intervensi pihak luar. "Dasar hukumnya kuat. Sesuai UU Kejaksaan, kan sangat jelas bahwa apa pun intervensi dilarang," ujar jaksa nonkarir yang pernah main sejumlah film layar lebar itu. Arman menegaskan, sesuai pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, baik yang disampaikan di Cikeas maupun di Istana Negara, dirinya diminta menegakkan hukum secara profesional dan tidak diskriminatif. Khususnya terhadap perkara-perkara korupsi yang menarik perhatian masyarakat. "Selain itu, saya juga diminta membenahi internal kejaksaan agar bisa bekerja dengan baik dan memperoleh kepercayaan publik optimal," tegas pria berperawakan tinggi itu. Apakah hal itu diartikan bakal ada pembersihan terhadap oknum jaksa �nakal�? Arman belum memastikan. "Yang jelas, di mana pun institusi penegakan hukum ada pegawai nakal, tak terkecuali di kejaksaan dan kepolisian," tukasnya. Sementara itu, dalam pidato pertamanya, Arman meminta perdebatan jaksa agung karir dan nonkarir segera dihentikan. Seluruh aparat kejaksaan adalah bekerja dan membuktikan kepada masyarakat bahwa kejaksaan mampu menjawab harapan masyarakat dalam penegakan hukum kasus korupsi. "Saya yakin dan percaya tugas berat tersebut akan bisa kita jawab dengan semangat kebersamaan di antara kita yang harus kita bangun mulai hari ini," jelas Arman. Balik Kampung "Serah terima ini sebenarnya bukan berarti apa-apa. Karena, dari Rachman ke Rahman juga. Semoga ini juga membuat berkah bagi kita sekalian," seloroh M.A. Rachman dengan logat Madura kental, saat pidato dalam sertijab itu. Arman yang hadir bersama istri yang kebetulan berdiri tak jauh di belakang M.A. Rachman, hanya tersenyum mendengar pidato tersebut. Lebih lanjut Rachman berpesan agar jaksa agung baru menanyakan hal-hal teknis kinerja kejaksaan kepada para jaksa agung muda. Hal ini untuk menghindari timbulnya kekeliruan yang sifatnya akan memojokkan Kejagung, termasuk berbagai pemberitaan media massa. Pada akhir sambutannya, Rachman terlihat menahan haru. Pria kelahiran Sumenep itu mengucapkan kata perpisahan dengan suara terbata-bata di depan tamu. "Dengan sertijab ini kami sekaligus secara resmi kepada Korps Adhyaksa mohon pamit meninggalkan tempat ini ... Selamat bekerja... Sekali lagi, kami mohon maaf sebesar-besarnya," ujar Rachman sembari menghela napas. Sebagian tamu yang mayoritas berseragam khas Adhyaksa terlihat menundukkan kepala. Sementara itu, ditanya tentang aktivitas yang dilakukan selepas tidak menjabat jaksa agung, Rachman mengaku akan balik ke kampung halaman di Sumenep. Ada berbagai kesibukan menanti, mulai bertani jagung, mengasuh pesantren, hingga menimang cucu. "Saya akan pulang kampung. Saya tidak akan ke mana-mana, tapi ada di mana-mana," ujarnya. Rachman sendiri mengaku bersedih dengan masuknya masa pensiun. Sebab, setengah lebih umurnya dihabiskan untuk mengabdi di institusi kejaksaan. "Bagaimana tidak sedih, saya sudah 40 tahun lebih menjadi jaksa. Dan, yang pasti, saya sekarang tidak akan masuk dunia hukum lagi, termasuk menjadi pengacara," pungkasnya. Acara itu dihadiri para jaksa agung muda (JAM) beserta jajaran mereka. Tampak hadir pula Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrrahman Ruki serta Wakil Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean. Selain itu, tampak mantan Jaksa Agung Andi M. Ghalib dan Soegiarto, serta Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie. Sejumlah kolega Arman dari Mahkamah Agung (MA) juga terlihat. Di antaranya, Marianna Sutadi. (agm) Khairurrazi Aligarh Muslim University Uttar Pradesh, India -- India.com free e-mail - www.india.com. Check out our value-added Premium features, such as an extra 20MB for mail storage, POP3, e-mail forwarding, and ads-free mailboxes! Powered by Outblaze ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

