Gereja Tabernakel Poso Ditembaki 

Penemuan Bom Rakitan di Gereja Silo, Ambon, Terus Diusut



PALU - Di hari kedua alih pemerintahan baru, kondisi Poso, Sulawesi 
Tengah (Sulteng), belum juga aman. Gereja Kristen Pantekosta 
Tabernakel Poso, Kamis (21/10) sekitar pukul 21.00 Wita, diberondong 
tembakan sekelompok orang tak dikenal. 

Serangan tersebut menyebabkan Hans Laniti (25), penjaga gereja, 
terkena tembakan di bagian punggung kanan tembus punggung kiri dan 
sampai Jumat (22/10) pagi masih dirawat intensif di RSU Poso. 
Akibatnya, suasana Poso kembali menegangkan.

Keterangan yang dihimpun Pembaruan, Jumat pagi menyebutkan, gereja 
yang terletak di Jl. Pulau Kalimantan, Kelurahan Gebang Rejo, Poso 
kota tersebut diberondong senjata oleh dua orang pemuda tak dikenal. 
Seorang saksi mata mengatakan, awalnya tembakan beruntun tiga kali 
datang dari arah belakang gereja dan mengenai kaca-kaca jendela di 
bagian rumah pastori gereja hingga pecah berantakan. 

Yohana, penghuni rumah pastori gereja tersebut mengatakan, peluru 
tembakan dari arah belakang gereja itu juga sempat tembus sampai ke 
kamarnya. "Saat itu saya dan suami saya Hans Laniti sedang nonton TV 
sambil menidurkan anak kami yang masih kecil,"ujar Yohana. 

Akan tetapi ketika mendengar bunyi tembakan, Hans keluar dari 
kamarnya menuju teras depan guna mengetahui apa sebenarnya yang 
terjadi. Namun saat itu, pelaku penembakan dengan menggunakan sepeda 
motor kembali melepaskan tembakannya ke arah Hans sehingga mengenai 
punggung kanan dan tembus penggung kiri korban. 


Shogun Merah

Menurut Yohana, ia melihat kedua pemuda berboncengan dengan 
menggunakan sepeda motor bebek merek Suzuki Shogun warna merah. 

Lokasi gereja Tabernakel Poso sendiri berjarak hanya sekitar 50 
meter dari kantor Polsek dan kantor Koramil Poso. Sementara aparat 
yang diduga mendengar bunyi tembakan di gereja tersebut, baru datang 
saat pelaku sudah melarikan diri. 

Aparat polisi setempat juga berusaha mengejar pelaku yang diduga 
melarikan diri ke arah selatan, namun kehilangan jejak. Sementara 
dari hasil penyelidikan di tempat kejadian, polisi menemukan 
beberapa proyektil peluru yang diduga milik kedua pelaku. 

Wakapolres Poso Kompol Ruddy Trenggono kepada wartawan di lokasi 
kejadian menyebutkan, proyektil peluru yang ditemukan tersebut 
diduga ditembakan dari senjata jenis Revolver dan FN.

Kejadian penembakan di Poso tersebut merupakan yang kedua kalinya 
terjadi dalam sepekan terakhir, Penembakan sebelumnya terjadi Rabu 
malam lalu (13/10) di Dusun Murah, Desa Kawende, Kecamatan Poso 
Pesisir mengakibatkan satu korban tewas Ni Nengah Angendi dan dua 
lainnya Hamzah dan Sugianto alias Cinong terluka parah dan sampai 
kini masih dalam proses penyembuhan. 

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Rais Adam yang dihubungi Jumat pagi 
mengatakan, dengan dua kali kejadian penembakan ini, tingkat 
pengamanan di Poso akan semakin diperketat. 

Ia mengakui ribuan aparat saat ini masih berjaga di Poso dalam 
kaitan tugas operasi pemulihan keamanan Poso. Namun begitu kata 
Rais, luasnya wilayah Poso dengan kondisi geografis yang masih 
dipenuhi hutan lebat maka tidak memungkinkan bagi aparat untuk 
menjaga wilayah itu secara maksimal.


Ambon

Sementara itu, Kepala Polisi Resort (Kapolres) Pulau Ambon AKBP 
Leonidas Braksan mengatakan, bom rakitan yang ditemukan di Gereja 
Silo, Ambon, Rabu (20/8) lalu, telah diurai Tim Jihandak Polda 
Maluku.

"Hasilnya belum diketahui," katanya kepada Pembaruan di Ambon, Kamis 
(21/10).

Dikatakan, motif teror bom tersebut masih diselidiki. Bom 
berdiameter lima cm dan panjang 20 cm itu, ditemukan Polisi Pamong 
Praja di sela-sela pagar Gereja Silo dan belum sempat meledak.

Braksan memperkirakan, bom itu merupakan sisa-sisa konflik 25 April 
2004 lalu. Hingga Kamis pagi, Polres Ambon dan PP Lease telah 
memeriksa seorang warga terkait dengan penemuan bom di samping pagar 
Gereja Silo di perempatan Tugu Trikora Kota Ambon.

Lokasi ditemukannya bom itu, hanya berjarak 10 meter dari kawasan 
Tugu Trikora tempat berlangsungnya aksi demo ratusan aktifis 
mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia 
(GMNI) Cabang Ambon. Para mahasiswa membagi-bagikan stiker mini yang 
disebut Trikora Maluku (Tiga Rekomendasi Rakyat Maluku) kepada SBY-
Kalla. (VL/128/N-6)

SUARA PEMBARUAN DAILY
Last modified: 22/10/04









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke