Hukuman mati? kok kayak pake narkoba aja? usul sono pada pak SBY..
Aku juga usul, semua yanmg makar, kayak orang2 GAM itu murtad pada negaranya, juga harus dihukum mati... setuju kan pakde? Gimana?, bikin petisi milis PPI India: yang murtad pada agama, negara, suami dan isteri, hukumane mati... --- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > bagus bagus.... begini kan enak..... memang tidak semua kristen jahat.... dan juga tidak semua muslim baik.... > > yg toleran......kristen maupun muslim kalo salah ya harus dihukum... > > masalhnya adalah memang orang yg murtad itu hukumannya mati.....apalagi orang yg memurtadkan.... > > > > rm_danardono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Lha monggo kita diskusiken.... > > Sebenere, wong Islam mbok ya biarken dadi Islam to yo? kok capek2 > ngganti agomo wong..yo opo ora? > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > Hantu Pemurtadan Gentayangan di Sekolah > > Tanggal: Saturday, July 26 @ 12:55:31 JAVT > > Topik: Berita > > > > Jangan terkecoh dengan penampilan sekolah umum. Bisa jadi itu > adalah sekolah Nasrani yang terselubung > > > > Anda yang saat ini sedang sibuk mencari sekolah untuk putra-putri > tercinta, waspadalah! Baru-baru ini, tim Forum Antisipasi Kegiatan > Pemurtadan (Fakta) "mengamankan" 50-an Injil dari SMP dan SMK "Bina > Kusuma" di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kitab-kitab itu diperoleh > dari siswa/i beragama Islam yang sekolah di lembaga swasta > tersebut. "Sekolah itu tampil dengan status swasta umum, tidak > sebagai sekolah Kristen," kata Abu Deedat Syihabuddin, Sekjen Fakta. > > > > Metode Kristenisasi lewat sekolah kini menjadi trend baru. Yaitu > melalui sekolah-sekolah swasta yang sebenarnya menyembunyikan misi > pemurtadan. Akibatnya, banyak ummat Islam yang terkecoh. "Maunya > menyekolahkan anak di sekolah swasta, eh... ternyata itu punya > misionaris atau zending," lanjut Abu Deedat. > > > > Sekolah swasta semacam ini pada mulanya tak segan mengangkat guru- > guru Muslim. Bahkan sebuah sekolah di daerah Bintara, Bekasi (Jawa > Barat), sengaja mengangkat mantan guru madrasah menjadi kepala > sekolahnya. Maksudnya, agar kaum Muslimin di sekitarnya tak ragu > untuk menyekolahkan anaknya di sana. > > > > Namun sang kepala sekolah tersebut kini telah didepak, diganti yang > beragama Nasrani. Beberapa guru Muslim pun mengalami nasib yang sama. > Nama sekolah berubah, menjadi lebih tampak nuansa Nasraninya. > Pelajaran agama Islam ditiadakan. > > > > Modus operandi semacam itu juga terjadi di wilayah Yogyakarta. > Sekolah-sekolah Nasrani biasanya "membungkus" dirinya dengan nama- > nama yang kental Jawa-nya, seperti Marsudi Luhur, Pangudi Luhur, > Sanjaya, Widodo, dan semacamnya. Bahkan ada sebuah taman kanak- kanak > di Pakem (sekitar 15 km arah utara Yogyakarta) beridentitas TK "ABA", > padahal itu lembaga pendidikan Nasrani. Selama ini, menyarakat > mengetahui nama TK "ABA" selalu identik dengan taman kanak-kanak yang > dikelola Muhammadiyah. > > > > Saat ini ada sekitar 1300 siswa/i Muslim di Yogyakarta yang > terjebak di sekolah Nasrani. Diduga mereka bahkan mereka telah > murtad. > > > > Tidak mengherankan, sebab sekolah swasta seperti di atas memang > mengemban semangat "dakwah" sebagaimana lembaga pendidikan Nasrani > pada umumnya. Sekolah Katolik misalnya, akan selalu berpedoman kepada > Surat Kongregasi Pendidikan Katolik yang mengemban misi pemurtadan. > > > > Dalam Kongregasi Nomor 35, disebutkan bahwa tujuan sekolah ini > adalah "... membangun manusia seutuhnya, karena di dalam Kristus, > manusia sempurna, semua nilai manusia dipenuhi dan disatukan. Di > sinilah letak ciri khas Katolik dari sekolah". > > > > Hal serupa tercantum pada nomor 45. Yaitu "Sekolah Katolik > mempunyai tugas khusus membentuk murid-muridnya menjadi Kristen > seutuhnya..." > > > > Pengajian Bersama > > Hantu pemurtadan juga gentayangan di kampus-kampus. Infiltrasinya > lebih halus, misalnya dengan mengadakan kajian bersama lintas agama. > Salah satunya yang diselenggarakan oleh Forum Stafuka, sebuah > kelompok diskusi yang didirikan tanggal 19 April 2000 atas kerjasama > Sekolah Tinggi Teologi (STT) Apostolos Jakarta dan HMI Komisariat > Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. > > > > Dalam situsnya di internet, Stafuka mengaku beranggotakan lima > perguruan tinggi. Yaitu STT Apostolos Jakarta, Fakultas Ushuluddin > IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jurusan Perbandingan Agama Fakultas > Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah > Jakarta, Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor, dan Institut > Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri. > > > > Sementara itu Drs Amal Fathullah Zarkasyi, MA, Pembantu Rektor III > ISID, PM Darussalam Gontor membantah pihaknya menjadi anggota Forum > Stafuka, dan menyatakan dengan tegas lembaganya anti Kristenisasi dan > anti segala bentuk pemurtadan lainnya. > > > > Selain mengadakan kajian bersama, Stafuka juga rutin mengadakan > Pekan Komunikasi Agama-agama (PEKA). Acaranya meliputi doa bersama, > pentas seni, teater, dan talkshow. PEKA 1 telah berlangsung di Aula > Serba Guna dan Aula Madya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1-2 Juni > 2001). PEKA 2 berlangsung di Aula IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (9- > 13 November 2001). > > > > Pada tanggal 21 dan 23 Oktober 2002, Stafuka menggelar "Pengajian > Kristologi" di kampus UIN Syarif Hidayatullah. Bertindak sebagai > narasumber adalah KAM Jusuf Roni, seorang pendeta yang selama ini > reputasinya sudah cukup kesohor sebagai penghina Islam. "Saya heran, > Jusuf Roni kok bisa jadi pembicara di lembaga pendidikan Islam," kata > Abu Deedat. > > > > Memang, para mahasiswa UIN, ISID, IAIT, dan IAIN itu masih mengaku > beragama Islam. Namun di mata Abu Deedat, mereka hakikatnya sudah > murtad. Arti murtad di sini tidak cuma sebatas pada keluar dari agama > Islam. "Orang yang telah mengalami pendangkalan aqidah sehingga > menganggap bahwa semua agama itu sama benarnya, tergolong murtad > juga. Mereka ini sering mengadakan doa bersama, pengajian bersama, > dan ritual yang campur aduk dengan berbagai agama." > > > > Misi pemurtadan secara halus semacam ini digerakkan oleh empat > tokoh utama. Pertama, Pendeta KAM Jusuf Roni. Rektor STT Apostolos > ini gencar menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan Islam, > termasuk pesantren. > > > > Kedua, Bambang Noorsena. Ini adalah pentolan Kristen Ortodoks > Syiria (KOS). Dalam hal ritual dan pakaian, orang-orang KOS sangat > mirip dengan kaum Muslimin. Di sekitar kawasan Surabaya, banyak orang > yang terkecoh dibuatnya. > > > > Ketiga, Pendeta Josias Lengkong. Pimpinan Sekolah Teologi > Kalimatulloh Jakarta ini sehari-hari tampil memakai peci. Kalau pas > acara wisuda, dosen dan mahasiswanya tampil serupa. Tak beda dengan > wisuda anak-anak TPA. > > > > Keempat, Pendeta Eddy Sapto. Yang satu ini lebih berkonsentrasi > menggarap kalangan lapis bawah, seperti buruh, petani, dan > pengangguran. Setahun lalu Eddy Sapto ketahuan menyekap puluhan orang > untuk dimurtadkan. Mereka dijanjikan lapangan kerja lewat Yayasan > Dian Kaki Emas Bekasi. Ternyata bukan pekerjaan yang diterima, tetapi > Injil dan pelarangan shalat. > > > > Sekolah atau lembaga pendidikan hanyalah salah satu wahana > pemurtadan. Masih ada 1001 sarana dan cara lain. Mereka mengepung > kaum Muslimin dari segala penjuru. Caranya beragam, mulai dari > pembagian peralatan sekolah, bantuan beasiswa, janji lapangan kerja, > sampai hipnotis. > > > > Tampaknya gerakan itu cukup berhasil. Salah satu indikasinya, laju > tumbuh ummat Islam di Indonesia cenderung stagnan. Berdasar data yang > dihimpun Fakta, pertumbuhannya cuma 2,75% per tahun. Bandingkan > dengan ummat Katolik yang mencapai 4,6%, atau dua kali lipat > pertumbuhan penduduk (2,34%). Sementara ummat Protestan meningkat > 4,5%, Hindu 3,3%, dan Budha 3,1%. > > > > Survei antar sensus Biro Pusat Statistik tahun 1990 menunjukkan, > ummat Islam mencapai 87,5% dari total penduduk Indonesia yang > mencapai 200-an juta jiwa. Namun pada tahun 1999 persentase itu > menurun drastis, menjadi cuma 75%. > > > > Jadi, jangan terlena dengan sebutan mayoritas, atau negeri Muslim > terbesar di dunia! > > > > (Masjidi, Bachroni, Jumari, Pambudi) > > > > *) Dikutip dari Majalah Suara Hidayatullah Edisi 03/XVI Juli 2003 > > > > rm_danardono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Lho mas Riadi ini memang konco diskusi kok. gak opo2, padhu sitik2.. > > nek ora yo bosen too ha ha ha > > > > Maap2an kan masih nanti to? > > > > salam > > > > RM D Hadinoto > > > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], Pradhita al-Rasyid <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > > > > Sudah mas, ini bulan puasa tidak usah bertengkar. Mari > > > bermaaf-maafan saja, lebih berpahala. > > > > > > Manusia hanya bisa menilai dari lahirnya saja. > > > Batinnya hanya Allah yang tahu. > > > > > > salam, p.r. > > > > > > > > > > murtad itu bukan karo sopo, murtad itu artinya > > > > keluar dari agama. tanya dong, kalo gak ngerti, > > > > jangan pake asumsi. > > > > > > > > kok pak harto murtad ambek bung karno, piye tho > > > > iki... > > > > > > > > > > > > > > > > rm_danardono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > Murtad kuwi opo toh? Murtad karo sopo? Karo pak > > > > lurah? > > > > Lha pak Harto opo yo gak murtad karo bung Karno? Lha > > > > malah dadi > > > > presiden kuwi? > > > > > > > > > > > > > > > _______________________________ > > > Do you Yahoo!? > > > Declare Yourself - Register online to vote today! > > > http://vote.yahoo.com > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************** > ***** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi- > india.uni.cc > > > ********************************************************************** > ***** > > > ______________________________________________________________________ > ____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Groups Links > > > > To visit your group on the web, go to: > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > > > To unsubscribe from this group, send an email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of > Service. > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > ********************************************************************** ***** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi- india.uni.cc > ********************************************************************** ***** > ______________________________________________________________________ ____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

