Rupanya 'goyangan' anti-volvo Nurwahid mulai membawa hasil, terbukti mentan kita yg 
baru pun tidak bersedia memakai volvo yg menurutnya 'terlalu mewah'. Ok, Pak Anton, 
apa langkah anda selanjutnya? Kesalihan pribadi itu memang perlu, tapi kesalihan 
sosial jauh lebih perlu lagi: ajak (=perintahkan) seluruh anak buah di bawah 
departemen Anda untuk tidak juga bermewah2. Kalau tidak, kesalihan pribadi Anda itu 
tidak signifikan, to say the least. (Razi)



Jumat, 22 Oktober 2004  13:26:00
Menteri Pertanian Enggan Gunakan Volvo
http://www.republika.co.id/ASP/online_detail.asp?id=176487&kat_id=23

Jakarta-RoL-- Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono menolak menggunakan mobil 
dinas Volvo B-22 yang biasa digunakan Bungaran Saragih semasa menjabat Mentan.

Alasannya sederhana, ia menilai, mobil buatan Eropa itu dianggap simbol kemewahan, 
sementara dirinya sudah terbiasa hidup secara sederhana sebelum ditunjuk Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Mentan.

Pria kelahiran Serang, Banten, pada 5 Oktober 1959 tersebut memang berencana 
mengembalikan mobil itu kepada Sekretariat Negara (Setneg) untuk selanjutnya diganti 
mobil lebih sederhana untuk dijadikan mobil dinas.

"Saya sudah katakan bahwa saya tidak ingin menerima Volvo. Itu lambang kemewahan. 
Kalau kemarin saya menggunakan Volvo saat pelantikan itu semata-mata untuk memudahkan 
masuk Istana Negara," kata Anton, yang dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Setelah menggunakan Volvo pada acara pelantikan, Anton minta dalam kegiatan berikutnya 
mendapatkan kendaraan lebih sederhana, sehingga sebagai pejabat dirinya tidak mau di 
cap hidup bermewah-mewah. Ketika ditanya pers mengenai mobil yang lebih rendah 
kuialitasnya dari Volvo dan layak menjadi mobil dinasnya, Anton mengemukakan, apa saja 
yang penting jangan terlalu mewah.

Ketika bertemu wartawan, Anton yang memiliki tiga gelar --Ph.D dari Universitas 
Reading, Inggris; Msc, dan Ir yang keduanya dari IPB-- tampak menguasai 
masalah-masalah yang berkaitan dengan pertanian. Semua pertanyaan soal liberalisasi 
perdagangan, tata niaga komoditi, serta nasib petani terlihat dijawabnya secara cakap 
dan tegas.

"Saya masih sedih melihat petani kita yang masih hidup miskin. Padahal, kita punya 
kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Itu yang akan saya coba upayakan," 
katanya.

Dirinya juga tampak sedikit emosinal ketika mengatakan, maraknya sejumlah pungli 
(pungutan liar) yang merajalela di mana-mana yang menyebabkan harga produk pertanian 
menjadi mahal. "Coba anda hitung ada berapa jumlah pungli untuk mengangkut kol dari 
Medan ke Jakarta," katanya.

Akibat banyaknya pungli yang merajalela, harga buah impor Thailand ke Jakarta jauh 
lebih murah dibanding dari antar-kota di Indonesia. Menurut dia, harus ada penegakkan 
hukum yang kuat dari berbagai pihak untuk mengatasi pungli yang banyak beredar di 
daerah-daerah. "Kalau perlu si pemungut liar ditangkap dan dipenjarakan saja," katanya 
bernada tinggi. ant/abi



Khairurrazi
Aligarh Muslim University
Uttar Pradesh, India

-- 
India.com free e-mail - www.india.com. 
Check out our value-added Premium features, such as an extra 20MB for mail storage, 
POP3, e-mail forwarding, and ads-free mailboxes!

Powered by Outblaze


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke