Jawa pOS Sabtu, 23 Okt 2004,
Berantas Korupsi lewat Media Jawa Pos Teken Kerja Sama dengan KPK JAKARTA - Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi di Indonesia makin serius dan inovatif. Lembaga independen yang dibentuk berdasarkan UU itu kemarin menggandeng harian Jawa Pos untuk keperluan publikasi serta informasi pemberantasan dan pencegahan kasus korupsi. Kerja sama tersebut merupakan terobosan baru bagi KPK. Harapannya, pemberitaan yang semakin gencar akan membuat masyarakat semakin tidak toleran terhadap penyakit korupsi yang sudah mengakar itu. "Korupsi tak bisa diberantas sampai nol. Tapi, masyarakat harus mempunyai sikap tidak toleran terhadap korupsi. Karena itulah, kita ingin media menyebarkan bahaya korupsi itu," kata Taufiqurrahman Ruki, ketua KPK, pada acara penandatanganan kesepakatan kerja sama tersebut di Kantor KPK kemarin. Dalam kerja sama itu, Ruki mewakili KPK, sedangkan Jawa Pos diwakili CEO Dahlan Iskan. Hadir pula para wakil ketua KPK, yakni Amien Sunaryadi, Sjahruddin Rasul, Tumpak Hatorangan Panggabean, dan Erry Riyana Hardjapamekas. Sedangkan dari Jawa Pos terlihat Direktur Jawa Pos Alwi Hamu, Pemred Arif Afandi, Anggota Tim Ombudsman Hinca I.P. Panjaitan, Pemred Indo Pos (Grup Jawa Pos) Irwan Setiawan, dan Redpel Taufik Lamade. "Kami senang sekali bisa menggandeng Jawa Pos. Sebagai koran nasional yang banyak memiliki jaringan di daerah, maka kerja sama dengan Jawa Pos ini akan sangat membantu KPK untuk memublikasikan kerja selama ini," terang Ruki dalam sambutannya. Ruki menambahkan, selama ini, gaung KPK di daerah seperti tidak terdengar. Itu disebabkan tidak adanya kantor KPK di daerah-daerah. Yang ada hanya kantor pusat di Jakarta. Dengan menggandeng Jawa Pos Group, katanya, masyarakat di daerah bisa mengakses berita dan perkembangan kerja KPK. "Misalnya, kita ini sudah menyelesaikan kasus korupsi Gubernur Aceh Abdullah Puteh sejak Juli lalu. Namun, kasus ini belum dapat dituntaskan karena Pengadilan Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi belum ada. Bahkan, hakimnya baru dilantik 7 Oktober lalu. Ini yang publik belum tahu," jelas Ruki memberi contoh. Sementara itu, CEO Jawa Pos Group Dahlan Iskan menambahkan, selain pemberitaan penanganan kasus korupsi, yang paling esensi dari kerja sama ini adalah KPK-Jawa Pos secara bersama mengawal pelaksanaan otonomi daerah yang bebas korupsi. "Saya tidak ingin reformasi ini gagal hanya karena DPRD-nya berjamaah dengan pemerintah daerah dalam melakukan korupsi. Jadi, korupsi di daerah juga harus diberantas dan dicegah. Ini esensi kerja sama ini," tegas Dahlan. Dahlan lalu memberikan uraian, di awal reformasi silam, sebenarnya, publik telah berharap banyak kepada pemerintah untuk memberantas korupsi. Namun, sampai kini harapan untuk memberantas korupsi belum terwujud. Lalu, dicanangkan lagi kebijakan lain, yakni kebijakan otonomi daerah. Ternyata, program itu juga belum bisa terwujud sepenuhnya. Sebab, ternyata otonomi daerah juga diiringi dengan korupsi di daerah. "Ini yang harusnya perlu diperhatikan pemerintah. Karena itu, kita tidak perlu lama-lama memberikan waktu kepada pemerintahan baru untuk memberantas korupsi ini. Jangan lama-lama. Paling lama 50 hari saja," kata Dahlan disambut aplaus ketua dan para wakil ketua KPK. Sementara itu, soal harapan kepada pemerintahan baru, Ruki berharap Presiden SBY bersikap tegas dalam memberantas korupsi. "Untuk program 100 hari pertama, KPK sudah menyerahkan langkah-langkah bagi pemerintah dalam rangka memberantas korupsi. Saya sendiri yang menyerahkan usul KPK itu dan Pak SBY yang menerima langsung," ujarnya. (yun) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

