http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2004/10/23/o3.htm
Sabtu Pon, 23 Oktober 2004

Jangan Beri Kemiskinan atau Kekayaan

BANYAK harapan ditujukan kepada pemerintah yang baru supaya diwujudkan. 
Negara makin aman, masyarakat bisa berusaha dengan tenang, golongan miskin 
berkurang, penghasilan pegawai dan karyawan bisa meningkat secara 
signifikan. Demikian pula para petani akan hidup layak, karena hasil 
kebun-sawah dihargai lebih baik. Kita semua ingin lebih kaya.
Keinginan untuk memiliki secara lebih seperti itu perlu kita renungkan. 
Kitab Amsal mengajar kita untuk meminta kepada Tuhan: "Ya Allah, aku mohon 
sebelum aku mati, berikanlah kepadaku dua hal ini. Jangan sampai aku 
mengucapkan kata-kata curang dan dusta, dan jangan biarkan aku miskin atau 
kaya. Berikanlah kepadaku hanya apa yang kuperlukan. Sebab, apabila aku 
kaya, mungkin aku akan berkata bahwa aku tidak memerlukan Engkau. Dan jika 
aku miskin, mungkin aku akan mencuri sehingga mencemarkan nama-Mu." (Amsal 
30:7-9, BIS)
Di bumi ini tersedia barang yang luar biasa banyaknya, baik jenis maupun 
jumlahnya. Kita bisa dan boleh mengusahakan untuk memilikinya, namun penting 
diperhatikan, apakah usaha kita itu berguna atau tidak. Apakah sungguh kita 
memerlukan semua itu. Seorang ibu bercerita begini. Beberapa waktu yang lalu 
saya mau membeli sebuah panci kecil di supermarket. Saya mencari dan menuju 
ke bagian perabotan rumah tangga. Untuk itu saya harus melewati lebih dulu 
bagian dan etalase barang-barang perhiasan. Kemudian bagian pakaian, bagian 
sepatu dan baru di sampingnya, itulah.
Saya tiba di bagian alat rumah tangga dan menghadapi sejumlah besar panci. 
Barang itu disusun menurut merek dan harganya. Tetapi saya hanya memerlukan 
sebuah panci kecil biasa, bukan satu set dan bukan pula yang dengan desain 
terbaru. Ternyata saya memerlukan waktu cukup lama guna menemukan panci yang 
saya maksud. Saya ke kasir dan membayar. Ketika mau melewati pintu keluar, 
saya masih menoleh ke meja-meja besar. Di situ terletak macam-macam barang 
dengan tulisan: -30% dan -40%. Barang terpajang dengan menarik. Saya 
mengambil dan mengamati sebuah lampu meja yang cantik. Namun saya segera 
tertegun. Lampu perlahan saya taruh kembali. Saya ingat kata-kata dari 
Amsal: Berikanlah kepadaku apa yang kuperlukan. Dengan lega saya tinggalkan 
supermarket.
Kadangkala orang heran dan merasa iri, jika ada yang keluar dari toko besar 
dengan kereta dorong yang melimpah. Barang-barang itu wajar, jika diperlukan 
sebuah keluarga besar atau untuk usaha dagang selanjutnya. Namun, tak jarang 
orang pergi begitu saja ke toko serba-ada dan berbelanja. Tanpa rencana, 
tanpa catatan. Akibatnya, berkelebihan belanjanya. Orang merasa, semasih 
uang ada, ya masih bisa dan mau beli. Dan mereka yang mau ketat berbelanja, 
dengan catatan dan daftar, masih sering tidak berhasil. Selalu saja 
belanjaannya bertambah.
Dalam hidup ini ada banyak hal yang jauh lebih berharga dibandingkan 
barang-barang belanjaan. Bukan materi yang utama, tetapi -- menurut Amsal --  
kejujuranlah membuat hidup ini indah. Kecurangan dan kebohongan pasti 
merusak diri sendiri maupun orang lain. Selain kejujuran, relasi dengan 
Tuhan adalah prioritas tertinggi. Relasi itu rawan dicemari oleh kemiskinan 
maupun kekayaan. Tuhan bermaksud memberi yang lebih berharga dibandingkan 
dengan barang-barang yang dapat diukur sebagai kekayaan atau kemiskinan. 
Yang terpenting dan sesungguhnya amat kita perlukan, adalah cinta-kasih, 
harapan, kepercayaan, kesediaan untuk mempercayai dari yang satu kepada yang 
lain termasuk persahabatan. Itu semua tak mungkin kita beli. Tak mungkin 
kita bayar dan kita minta guna memperolehnya. Itu semua hanya dapat kita 
miliki, sebab kita menerimanya sebagai pemberian atau anugerah.
Beberapa pimpinan tertinggi negara kita telah memberi teladan. Mereka tidak 
menempatkan mobil mewah dan fasilitas-serba-berlebih lainnya untuk menunjang 
hidup dengan tugas mereka. Kita juga perlu mengukur semua yang kita 
inginkan. "Jangan kemiskinan atau kekayaan, tapi berikanlah kepadaku yang 
kuperlukan, ya Tuhan!" Kita menantikan masa depan yang cerah bagi semua, di 
mana kejujuran dan harta-milik-yang-mulia itu, bukan cuma yang materi, 
menjadi unsur-unsur tumbuh-kembangnya bangsa dan negara. 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke