(SBY-JK) JARINGAN MAFIA COLUMBUS DI SEKELILING SBY

Kawans,
Tulisan Mira Kusuma Wijaya bertajuk 'Refleksi Anak Bangsa: 
Kepemimpinan baru yang dihalalkan?' mendapat tanggapan keras dari rekan
Nugroho Priyohadi <[EMAIL PROTECTED]>. 

Dari jawaban Mira, disinyalir ada jaringan Mafia Columbus di sekeliling
SBY. Gerakannya setara dengan Mafia Berkeley di zaman Soeharto. 
Jaringan mafia ini diungkap dari hasil wawancara Radio Nederland 
dengan Prof. William Liddle dari Ohio State University, AS. Nah,
kebetulan lokasi universitas itu ada di kota Columbus, negara bagian 
Ohio. 

Salam MediaCare!


Radityo Djadjoeri

-----------------------------------------------
TANGGAPAN NUGROHO PRIYOHADI

.. kepemimpinan seperti apakah yg sebenarnya diharapkan oleh para sastrawan?..........

--.. kepemimpinan seperti apakah yg sebenarnya bukan kepemimpinan 
mafia???...............

...... kepemimpinan seperti apa yg paling pas untuk Indonesia.... paling tidak yg 
paling pas buat
sastrawan pembebasan ini?

......... saya bagian dari rakyat jelata, ndomblong dan tidak mudheng mengapa 
kepemimpinan nasional selalu
dikecam dan disalahkan, sementara model kepemimpinan yang ideal selalu hanya ada dalam 
kertas para
kritisi?.... 

.... ketika Indonesia dipuji asing sebagai negara muda paling demokratis karena pemilu 
presiden langsung
tanpa kekerasan, mengapa ada kelompok masyarakat yang
sangat menikmati sisi gelap proses pembelajaran
demokrasi?..... mengapa ketika rakyat mulai melupakan
keinginan untuk konflik, dan merasa agak senang bisa
memilih presiden secara langsung, tetapi rupanya
kurang berkenan bagi kelompok sastrawan pembebasan ini?

... semoga ada relawan yg bersedia menjawab kebingungan
saya....

---------------------------------------------------------
APA JAWABAN MIRA?

Salam sejahtera,

Manusia diciptakan lengkap bersama nyawa, raga, rasa , jaringan otak
dan hatinurani. Rakyat jelata yang lengkap bersama teknologi ber-sms, 
ber-internet sebagai penikmat hak manusia atas kebutuhan kemanusiaan. 
Begitupun dengan nasib Anda yang berada di tengah2 rakyat jelata mampu
ikut menikmati hak untuk berinternet. Berbanggalah Anda tidak seperti
rakyatjelata yang belum tentu mampu untuk menikmati makan satu kali
dalam sehari. Jangan lupakan berapa jumlah penduduk Indonesia dan
berapa jumlah pengangguran? Untuk itu bertanyalah pada hatinuranimu
sendiri mengenai kepemimpinan yang diidealkan oleh sang Rakyat Jelata?

Mohon Anda turut serta membaca berita di koran, internet dsb, seperti
contoh informasi dibawah ini! Mudah2an anda terinspirasi dengan sumber
informasi baru ini! Persoalannya adalah "demokrasi" untuk siapa dan
siapakah yang ikut menikmati fasilitas ruang dan luang demokrasi ala
Indonesia ini? Dan berapa biaya pesta demokrasi ala indonesia?
Darimana uang pembiayaan tersebut? Berapa banyak rakyatjelata
dibebankan uang pajak? Dan hasil pajaknya diabdikan untuk siapa? Mohon
jangan lupakan pengabdian anak manusia hasil ciptaan Allah SWAT yang
canggih itu, seperti jaringan otak dll... Alhamdullilah.

Selamat membaca! Semoga kebanggaan atas pengakuan Anda dan publik
asing bisa dipertanggung jawabkan dalam kenyataan hidup sehari-hari
disekitar lingkunganmu!  

Serta mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa...


La Luta Continua!

---------------------------------------------------------------

Date: Fri, 22 Oct 2004 04:00:35 -0700 (PDT) 
Subject: Dulu Ada Mafia Berkeley, Benarkah Sekarang Ada Mafia Columbus? 

Intro: Di zaman orde baru dulu sering terdengar
istilah Mafia Berkeley. Maklum para pejabat di bidang
ekonomi yang waktu itu diangkat oleh Soeharto
kebanyakan tamatan Univeristy of California Berkeley.
Para teknokrat yang dipelopori oleh Widjojo Nitisastro
ini melancarkan kebijakan ekonomi neoklassik yang
hanya mungkin berjalan pada iklim politik otoriter di
masa itu. Tanpa latar belakang politik, para teknokrat
ini juga tidak punya hambatan moral untuk terus
melaksanakan kebijakan ekonomi macam itu. Sekarang
ketika suasana tidak seotoriter dulu, ternyata kembali
terdengar istilah mafia, tetapi kali ini mafianya
beralih ke Columbus. Di kota Columbus di negara bagian
Ohio Amerika Serikat, ada Ohio State University,
dengan R. William Liddle sebagai salah seorang
profesor pada departeman ilmu politik. Bekas mahasiswa
profesor Liddle inilah yang sekarang aktif
mengelilingi presiden baru Susilo Bambang Yudhoyono.
Benarkah sekarang ada yang disebut Mafia Columbus?
Berikut penjelasan profesor R. William Liddle:

R. William Liddle [RWL]: Ya mudah-mudahanlah. Hahaha.
Insya Allah ada mafia Columbus. Yang dimaksudkan
dengan mafia Columbus atau mafia Ohio State sebetulnya
adalah, ya ada beberapa bekas mahasiswa saya yang
sudah jadi orang di Indonesia. Dan mahasiswa saya
selama ini, selama 20 tahun memang banyak sekali.
Mulai dengan Mochtar Mas'oed yang baru saja dilantik
sebagai dekan Fisipol di Gadjah Mada di Yogyakarta.
Dan di Jakarta tentu saja banyak juga. 

Jadi yang dimaksudkan dengan mafia OSU, saya kira
adalah bahwa banyak sekali mahasiswa saya yang sudah
jadi orang di Indonesia. Tentu saja saya bangga
sekali. Tapi satu hal yang membedakan saya atau
membedakan Ohio State atau mafia ini dengan mafia
Berkeley adalah bahwa mafia Berkeley itu kan semua
satu aliran, satu pendapat. Mereka semua ekonom dengan
satu tujuan dan satu kerangka pemikiran dan analisis.
Kalau murid saya, ya tersebar, macam-macam, variasi,
aneka ragam. Aneka ragam mahasiswa saya.


Radio Nederland [RN]: Walaupun begitu tampaknya mereka
punya satu kesatuan yang jelas bahwa mereka kebanyakan
beroperasi di dalam negara, Pak Liddle ya, bukan di
luar negara ya?


RWL: Ya, sulit sekali di Indonesia. Kalau anda
bercita-cita membuat sesuatu bagi bangsa, sulit sekali
main di luar negara. Yang saya bilang tadi, Mochtar
Mas'oed misalnya. Apakah anda menganggap dia sebagai
pejabat? Bagi saya dia adalah seorang dosen yang
berkiprah di dunia itu dan bukan di dunia pemerintah.
Jadi ada juga, ada juga yang di luar pemerintah.


RN: Maksudnya yang lebih mandiri, begitu ya?


RWL: Lebih mandiri. Ya, maksud saya ada yang tidak
punya ambisi untuk memainkan peranan penting di dalam
negara, tetapi fokusnya lebih kepada masyarakat.


RN: Saya kira sampai sekarang belum kelihatan lulusan
dari Ohio State University di Columbus, tempat Pak
Liddle berada sekarang, yang bergerak di luar negara.
Misalnya di LSM begitu. 


WL: Ya, bagaimana ya? Saya harus kembali mungkin ke
Mochtar Mas'oed sebab dia adalah anak NU yang masih
aktif di NU dan aktif di LSM-LSM di daerah Yogyakarta
yang punya hubungan dengan NU. Jadi ada. Tapi memang
anda benar bahwa sebagian besar mahasiswa saya bukan
di LSM. Mungkin itu sebab mereka memilih saya dulu.
Ya, memang penelitian saya tidak di bidang LSM tetapi
di pemerintahan. 



RN: Kalau misalnya saya membandingkan Pak Liddle
dengan Indonesianis lain di Amerika misalnya Profesor
Ben Anderson, tampaknya lulusan dari Cornell dari
Profesor Ben Anderson itu lebih banyak yang beroperasi
di luar negara, di luar birokrasi. Bagaimana menurut
Pak Liddle?



RWL: Ya, memang saya kira hal itu benar. Saya tidak
tahu bagaimana membandingkan mahasiswa saya dengan
mahasiswa Ben. Tapi salah satu hal yang saya tahu
tentang mahasiswa saya adalah bahwa sebagian besar
berasal dari kalangan santri. Jadi orang Islam, tapi
bukan Islam saja tapi Islam dari kalangan santri.
Sebagian dari kalangan Muhammadiyah sebagian dari NU.
Dan ada juga yang lepas dari itu, tapi kan beberapa
tamat dulu dari IAIN Jakarta misalnya sebelum mereka
datang ke Ohio State University. 


Dan ini juga saya tidak tahu kenapa. Tapi sepertinya
ada pesantren, dan saya kadang-kadang dijuluki kyai
mereka sebab ini pesantren Ohio State. Itu juga
menjadi sumber kebanggaan, terus terang saja. Sebab
sebutan kyai itu sangat terhormat. Jadi kalau ada
orang yang bilang meskipun sambil tersenyum bahwa saya
adalah kyai mafia OSU ya tentu saja saya ikut bangga
sekali. 


RN: Pak Liddle tadi mengatakan bahwa mahasiswa itu
bervariasi, berbeda misalnya dari Berkeley, karena
mereka kebanyakan punya satu aliran. Kemudian saya
mengatakan toh mahasiswa Pak Liddle itu beroperasi
dalam negara. Apakah sebenarnya Pak Liddle memberikan
semacam keyakinan kepada mereka bahwa mereka akan
berhasil sebagai manusia kalau mereka beroperasi di
dalam negara di Indonesia?


RWL: Tidak, tidak. Saya kira justru sebaliknya, mereka
sudah punya pendirian itu sebelum mereka datang ke
mari. Tapi saya kira kita harus juga membuat daftar
mahasiswa saya. Sebab misalnya, saya ambil contoh saja
dari Jakarta, kalau Salim Said misalnya, dia kan
menjadi ahli tentara dan politik. Tapi dia adalah
pengamat yang sangat tidak ingin menjadi pejabat
negara.


Ada Syaiful Mujani, salah satu murid saya yang semakin
terkenal di Jakarta. Tetapi dia sama sekali tidak mau
menjadi pejabat, dia menjadi direktur penelitian di
Lembaga Survey Indonesia, sebuah lembaga yang sangat
ilmiah, sangat akademik sifatnya dan tidak berpolitik.



Kalau Rizal Mallarangeng, dia membentuk sebuah
yayasan, Freedom Institute yang menjadi semacam think
tank, kira-kira seperti CSIS, tetapi tujuannya kan
lebih liberal. Sebab Rizal memang beraliran liberal. 


Atau Denny JA, dia kan memang lebih cenderung aktif di
dalam politik dan menjadi pendukung SBY. Jadi
variasinya banyak sekali.


RN: Tetapi ya, Denny JA dan Andi Mallarangeng mereka
adalah orang-orang yang paling berperan nanti dalam
pemerintahan SBY tampaknya.


RWL: Ya kita lihat nanti. Pertama jangan lupa bahwa
Andi Mallarangeng meskipun dia orang yang baik sekali
dan teman lama, dia bukan teman saya, dia bukan murid
saya. Rizal Mallarangeng adalah murid saya, adiknya,
bukan Andi. Tapi Denny, ya kita harus lihat nanti
bagaimana. Tapi saya kira kedua-duanya akan memainkan
peranan penting di dalam pemerintahan SBY. Dan itu
wajar saja. Mereka sudah lama mempersiapkan diri untuk
peran itu.


RN: Dari diri Pak Liddle sendiri tidak pernah ada
dorongan ya supaya beroperasi di dalam sektor negara.


RWL: Tidak pernah ada. Kalau anda meminta pendapat
saya, saya tentu saja ingin supaya mereka menjadi
akademisi, atau menulis. Mereka kan di sini belajar
penelitian, bagaimana menjadi peneliti yang baik.
Tetapi pulang ke Indonesia sulit sekali menjadi
peneliti. Hidup dari penelitian atau hidup dari
pekerjaan sebagai dosen. Jadi antara lain saya kira
mereka tertarik kepada negara oleh karena itu.


RN: Tapi Pak Liddle sendiri bagaimana, Pak Liddle
sendiri yakin bahwa perubahan di Indonesia itu hanya
bisa digerakkan oleh sektor negara?


RWL: Tidak. Masyarakat sipil penting sekali. Dan juga
apa yang oleh ahli ilmu politik disebut sebagai
masyarakat politik, artinya partai-partai penting
sekali. Saya melihat sebuah masyarakat sebagai sesuatu
yang multi dimensional.


Jadi di dalamnya ada masyarakat sipil yang memang
memainkan peranan sangat penting, dan sektor itu
memerlukan dana sekarang untuk dikembangkan. Untuk
mengawasi negara. Apalagi dengan desentralisasi,
sangat penting di tingkat propinsi dan juga ditingkat
kabupaten dan kotamadya. Dan Indonesia juga memerlukan
sistem kepartaian yang bisa mengaitkan, menghubungkan
pemerintah dengan masyarakat di bawah. Jadi saya tidak
memilih salah satu dari tiga itu, pemerintahan, partai
dan lsm. Semuanya penting.


Demikian profesor William Liddle, pakar politik
Indonesia dari Ohio State University di Columbus,
Ameriak Serikat.



==================================
Our Services:
Media Center - Media Monitoring - News Clipping Service - Publishing

Mailing list: http://groups.yahoo.com/group/mediacare



-- 
_______________________________________________
Find what you are looking for with the Lycos Yellow Pages
http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC=lycos10



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke