SBY, DILEMA ANAK TUNGGAL

Oleh Tangkisan Letug

Mengamati reaksi publik terhadap Kabinet Indonesia
Bersatu yang dibentuk SBY-Kalla, penulis hanya
berunjal napas panjang. Begitulah, sekarang para
pemilih SBY-Kalla sendiri yang akan tinggal gigit
jari, mengingat harapan-harapan para pemilihnya sangat
jauh dari realisasi.

Ada yang mengatakan kabinet itu adalah kabinet hasil
kompromi. Dan itu memang tepat dan sangat jelas
kentara. Sifat peragunya SBY mulai menampakkan
hidungnya. Begitukah dilema seorang anak tunggal yang
menjadi pemimpin?

Seorang anak tunggal secara psikologis bisa dipahami
memiliki kebutuhan rasa aman yang cukup tinggi. Ada
kecenderungan untuk menyenangkan banyak pihak sekedar
menyelamatkan wajah sendiri untuk tetap disenangi.
Dalam arti ini, sebenarnya ia sangat rapuh.
Kecenderungan untuk mencari "selamat sendiri" atau
menjaga imej untuk tetap disenangi amat kuat, bahkan
begitu dominan sehingga prinsip-prinsip sering
dikurbankan demi keselamatan diri.

Begitukah kasus SBY? Kita masih perlu melihat lebih
lanjut. Kegamangan demi kegamangan bisa membawa SBY ke
lembang jurang.

Menjatuhkan SBY? Berbagai isu sekitar penjatuhan SBY
belum tentu menguntungkan seluruh rakyat. Bila SBY
dijatuhkan seperti Gus Dur, kekuasaan akan jatuh pada
Jusuf Kalla, yang dalam hal leadership-nya sudah amat
menampakkan wajah sektarian (Ingat komentar
diskriminatif dan rasis-nya tentang kelompok pengusaha
Tionghoa).

Menjatuhkan SBY itu seperti mengusir singa dan hanya
akan mendapatkan harimau. SBY dan Kalla bila
diumpamakan bagai Singa dan Harimau, kiranya bisa
menunjuk situasi yang sedang kita alami sekarang ini.
Kedua-duanya sebenarnya berbahaya bagi kepentingan
rakyat.

Masa berkabung bagi seluruh bangsa Indonesia bisa
terus berlangsung selama keduanya masih di mimbar
kekuasaan. Kini tinggal sejauh manakah ketahanan
masyarakat terhadap berbagai sepak terjang SBY-Kalla.

Sebaiknya bagaimana kita?
Menurut penulis, sebaiknya kita tetap terus bersikap
kritis, dan dengan tekanan yang terus menerus terhadap
SBY, diharapkan ia makin mampu mengambil kebijakan
yang pro-rakyat. Kritik dan tekanan perlu terus
diarahkan kepada mereka. Kepada SBY terutaman, perlu
dibuat shock therapy untuk membuka kesadarannya agar
faktor Kalla jangan sampai menentukan kebijakan
politiknya. Bahaya paling besar pemerintahan SBY
tampaknya ada pada faktor Jusuf Kalla yang membawa
gerbong kepentingan sektarian, kelompok kroninya dan
kepentingan tersembunyi lainnya.

Kalau SBY berhasil menaruh Jusuf Kalla dalam posisi
sungguh sebagai wakil presiden, mungkin SBY akan
berhasil menemukan kepercayaan diri untuk bekerja bagi
kepentingan rakyat. Tetapi bila tidak, SBY akan
mengalaminya sebagai bumerang.

Tetapi bila SBY sendiri sudah tampak plin-plannya,
siapa masih mau memberi dukungan pada dia?

25 Oktober 2004



                
_______________________________
Do you Yahoo!?
Declare Yourself - Register online to vote today!
http://vote.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke