Bagus sekali,
Masalahnya ini sudah gejala umum, rakyat main hakim sendiri, tidak hanya untuk ini 
tapi juga ke hal-hal yang kecil seperti maling sendal digebukin ramai-ramai, dsb.
 
Yang salah siapa? Yang salah yah pemerintah karena terlalu lamban bergerak. Lihat saja 
kasus sepele seperti pemekaran daerah pun baru tersadar setelah jatuh korban.
 
Kalau orang Islam juga sebaiknya mengerti Islam datang dengan hukum-hukum karena tahu 
manusia dan kedamaian tidak datang begitu saja hanya dengan ajakan moral dan kasih 
sayang.
 
Tapi, kalau anda berpikir lebih lanjut ttg surat dibawah, kenapa sebuah Yayasan agama 
ingin membangun sekolah beserta gereja dengan akses masuk yang begitu sempit? (2.5 
meter)
 
Kenapa?
 
Dan anda juga percaya ada kemungkinan Sang Timur adalah Yayasan bangsat dan jahat, 
apakah pernah terjadi kasus seperti ini?  Bagaimana kontrol sosial masyarakat Katolik 
agar komponen masyarakatnya tidak mengganggu tali persaudaraan selama ini?

Robertus Budiarto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Bisa saja yayasan sang timur memang yang bangsat dan jahat. Walaupun saya juga Katolik 
tapi saya tidak mau menutup kemungkinan itu.

TAPI ini yg tampaknya koran sektarian, warga sekitar, bahkan camat yg agen negara, dan 
juga anda BELUM mengerti arti warga negara atau negara hukum. Semua konflik warga 
negara seharusnya diselesaikan dengan hukum, dan pengadilan. Buat apa Nabi Muhammad 
membuat piagam Madinah? Karena tanpa hukum negara akan lemah dan anarkis.

Masalah sang timur mengandung banyak aspek yg bisa dibahas dan diambil hikmahnya. Saya 
rasa salah satu hikmah terpenting adalah bahwa masyarakat kita yg katanya mau 
reformasi haruslah sadar bahwa salah satu tujuan reformasi adalah Recht Staat bukan 
Macht Staat. Pejabat adalah abdi rakyat yg mematuhi hukum. Demikian juga masyarakat, 
perlu diingatkan bahkan diberi sangsi seandainya main hakim sendiri.

Demikian saja, mudah-mudahan bisa mengerti.
Wassalam
Bobby Budiarto



RG Nur Rahmat wrote:
Mari kita dengar juga apa kata si penembok:
http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=176773&kat_id=20

Rabu, 27 Oktober 2004
YAYASAN SANG TIMUR
Penolakan Warga


Pada tanggal 24 Oktober 2004 (hari minggu), masyarakat Karang Tengah, khususnya warga 
Jl Pahala I, telah melakukan aksi bersama berupa penutupan jalan (membangun tembok 
penghalang) yang selama ini digunakan oleh Yayasan Sang Timur sebagai salah satu akses 
ke jalan raya umum. Tindakan serupa pernah pula terjadi pada 3 Oktober 2004, berupa 
penutupan jalan oleh masyarakat Kompleks Departemen Keuangan yang sebelumnya digunakan 
sebagai pintu gerbang Yayasan tersebut (perjanjian telah dikhianati).

Penutupan jalan di atas oleh masyarakat Jl Pahala I merupakan tindakan spontanitas 
masyarakat setempat dikarenakan pemakaian jalan untuk kegiatan Yayasan Sang Timur 
telah sangat mengganggu ketenteraman. Tindakan ini dilakukan berdasarkan hasil 
musyawarah masyarakat Jl Pahala I (9 Oktober 2004) dan telah disampaikan secara 
tertulis kepada Lurah, Camat, dan Yayasan Sang Timur sendiri, namun hal ini tidak 
dihiraukan terutama oleh Yayasan. 

Sempitnya badan jalan (kurang lebih 2,5 meter), belum dikeraskan, terjadi kemacetan 
lalu lintas, tidak pernah dimusyawarahkan/dibicarakan dengan masyarakat 
setempat--sedangkan jalan tersebut bukan merupakan jalan umum, atau berdiri di atas 
tanah milik perorangan--telah benar-benar mengganggu ketenteraman masyarakat.

Dari kegiatan-kegiatan Yayasan Sang Timur sendiri, masyarakat di wilayah tersebut 
telah pernah pula menyampaikan penolakan terhadap keberadaan Yayasan (ditandatangani 
1.300 warga) dikarenakan selama ini Yayasan telah merusak tatanan masyarakat dalam 
bentuk penyuapan-penyuapan, merusak kerukunan hidup beragama (pemurtadan), serta 
tindakan-tindakan yang tidak simpatik terhadap masyarakat sekitarnya. 

Adalah suatu kesalahan besar dari Yayasan Sang Timur di Karang Tengah yang didirikan 
di tengah-tengah komunitas yang masyarakatnya mayoritas beragama Islam serta kedudukan 
Yayasan tidak mempunyai akses jalan sendiri ke jalan raya/umum. Kegiatan yang semakin 
meningkat (Yayasan Sang Timur dan Paroki Santa Bernadet) selama ini hanya mengandalkan 
jalan-jalan kecil di perumahan sekitarnya (Kompleks Barata dan Kompleks Keuangan), 
serta jalan-jalan tikus di perkampungan sekitarnya, seperti halnya Jl Pahala I. 

Oleh karena itu hampir seluruh masyarakat yang berada di sekitar Yayasan Sang Timur 
pernah menyampaikan penolakan tentang keberadaan Yayasan tersebut di wilayah ini 
berupa: Pernyataan Bersama Masyarakat Islam Karang Tengah tanggal 23 Juli 2004 dan 
Pernyataan Masyarakat Karang Tengah yang disampaikan kepada Pemerintah Daerah tanggal 
9 Oktober 2004 kepada Walikota Tangerang. 

Kemarahan ini dipicu pula oleh permintaan secara resmi pihak Paroki Santa Bernadet 
untuk membangun gereja bagi jemaatnya di mana sebelumnya mereka telah mengajukan 
pendirian gedung serba guna (gereja terselubung) dan bahkan akan memaksakan diri untuk 
membangun tenda penampungan bagi jemaatnya di tempat yang sama (catatan bahwa kegiatan 
kebaktian dengan menggunakan fasilitas sekolah Yayasan Sang Timur telah dicabut 
izinnya oleh pemerintah setempat tanggal 30 Agustus 2004 karena tidak sesuai dengan 
advis planning yang ada).

Oleh karena itu untuk menyelesaikan secara tuntas masalah keberadaan Yayasan Sang 
Timur di Karang Tengah, telah tiba saatnya bagi Pemerintah Daerah untuk menutup 
seluruh kegiatan Yayasan dan memindahkannya ke tempat yang mayoritas masyarakatnya 
beragama Nasrani.

Abdul Naseer
Warga Karang Tengah
Tangerang

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links








                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke