Halo mas Arriko dan mbak Leni,
Saya secara pribadi agak sedih dengan perkembangan jilbab di Indonesia. Bukannya apa2, namun banyak dari mereka yang tdk memahami esensi dari jilbab. Sekarang di tanah air terlihat seperti bukan di Indonesia, kaya di negeri Jiran atau di Timur Tengah. Somehow kita jadi kehilangan identitas. 0>Jilbab itu bukan budaya Arab lho Mas, seperti juga nabi Muhammad, dia memang orang Arab tapi bukan nabinya orang Arab, tapi semua, semua, semua ..... ;o) ...uppss mau bermaksud universal ntar malah dikira memaksa ....hhhmm..;o)) Masalahnya seperti ini, I guess it is okay untuk memakai jilbab tetapi jgnlah mengklaim bahwa orang yang sudah memakai jilbab itu sudah lebih Islam dari yang lainnya. Menurut saya, jilbab itu bukan Islam namun memang benar tradisi Timur Tengah. Kita harus melihat segala sesuatu dari sejarah. Inilah permasalahannya, kita suka lupa melihat kembali ke sejarah. Jilbab ataupun tutup kepala memang sangat cocok digunakan di iklim yang suhu panasnya ekstrim sekali. Maka itu di Timur Tengah para lelaki pun menggunakan tutup kepala, karena jika tidak mereka akan mengalami 'heat stroke'. Barangkali teman2 yg ada di India jg memperhatikan cara berpakaian orang2 Rajashtan yg nggak laki nggak perempuan mereka pada pakai tutup kepala. Entah sorban ataupun kerudung. Memang ini cocok untuk iklim mereka yang panas terik dan kering. Lha, iklim kita di Indonesia tidak ekstrim dan sangat lembab. Jadi sebetulnya tutup kepala dengan rapat tidak cocok untuk iklim di Indonesia. Pori2 kepala perlu bernapas lebih banyak di iklim tropis. Saya setuju apa yang dikatakan mbak Leni mengenai Nabi Muhammad. Memang beliau adalah nabi semua umat. Namun Nabi Isa, Nabi Ibrahimpun, dll adalah Nabi semua umat juga :-) Jadi memang sepatutnya kita semua dapat menerima Nabi Isa atau Yesus seperti kita menerima Nabi Muhammad. Karena ini semua diakui oleh Al Qur'an 0>Beda jenis baju di berbagai negara intinya mungkin bukan jilbab-nya tapi sopan dan menutupi auratnya, itu yg penting bg orang muslimah (taat??) Saya disini ingin mengajak teman2 untuk melihat kembali definisi aurat dalam Al Qur'an. Aurat ( awraat) dalam bhs. Arab berarti bagian pribadi. Kata awraat di dalam Al Qur'an digunakan dlm 3 tempat: 1. Aurat yang digunakan untuk menyatakan kondisi akil balig (24:31), ada kalimat "Anak2 yang blm mengerti ttng aurat wanita". Krn anak2 blm peduli pd alat kelamin lain jenis. Di Indonesia sdh bnyak sekali saya lihat saudara2 kita yang menjilbabi anak2 bayi dan anak2 kecil. Sy sangat prihatin krn sngt tdk sehat dan menyiksa anak2 dgn iklim tropis disini. Di Afghanistan saja yg Taliban, anak2 yg blm akil baligh tdk diwajibkan memakai 'burkha'. Lalu mengapa kita memakainya? 2. Dalam (24:58) Aurat digunakan u/ menytakan waktu pribadi 3. Dalam (33:13) Aurat digunakan u/ menyatakan kondisi rumah terbuka Allah memberikan aturan2 berbusana bg muslimah, namun tdk prnh dlm bntk "tutup aurat"mu spt yg sering diktkn oleh ara ulama saat ini dn mngtkn bhw itu adlh prnth Allah dlm Al Qur'an. Terus trng bnyk sekali para ulama yg tdk memahami Islam dn mrk hny lbh 'concern' u/ mengumpulkn umat. Krn utk mrk menjd ulama adlh sbg 'profesi'. Kata aurat dlm Al Qur'an tdk menjlskn bagian2 tbh wanita ataupun pria yg hrs ditutupi dlm berbusana. "Hai anak Adam, kami telah menjdkn untukmu pakaian untuk menutupi badanmu sbgmn u/ keindahan. Dan pakaian terbaik adlh pakaian TAQWA. Hal2 tersbt adlh sbgn tanda kekuasaan Allah yg seharusnya mrk indahkan" (7:26)... isn't it beautiful what the Qur'an says? :-) Saya srng terkejut jika para ulama mengtkan bhw menjadi seorang wanita baru sempurna ketika ia berjilbab. Maaf, namun mana 'common sense' nya jika jilbab didefinisikan sbg berpakaian saja. Namun jika jilbab didefinisikan sebagai TAQWA dan AKHLAQ, yup, setuju abiiiiiisssss. Allah mengingatkan kepada kita di dalam Al Qur-an bahwa Dia tidak mempersulit kita dalam melaksanakan agama (22:78) Love n peace, Maya S Muchtar -----Original Message----- From: Arriko Indrawan [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, October 29, 2004 5:48 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [ppiindia] Re: RE: Re: Re: Ibu presiden tak berjilbab Terima kasih, saya disebut baik sama mbak Leni.. :o) meskipun sebenarnya sama spt manusia yg lain, saya juga manusia yg pernah dan bisa berbuat dosa... Mbak Leni juga baik, koq... sudah sabar menanggapi pendapat saya.. :o) Beda jenis baju di berbagai negara intinya mungkin bukan jilbab-nya tapi sopan dan menutupi auratnya, itu yg penting bg orang muslimah (taat??) .... Hal tsb secara "etika" juga sebenarnya ada di agama lain, meskipun mungkin tidak seketat kaum muslim. Silakan lihat di Sekolah Katolik khusus putri St. Ursula, Rok yg digunakan harus di bawah lutut dengan kaus kaki yg panjang, tapi tidak menggunakan kerudung. Kerudung hanya untuk Biarawati..karena mereka janji untuk selibat... :o) Mengenai larangan pakai jilbab untuk di Rumah Sakit, mungkin bisa dilihat dari sisi positifnya juga : - Biar pasien cepat sembuh dengan melihat kecantikan perawatnya.. :op - Dengan pasien cepat sembuh, berarti para perawat juga telah "beramal" dengan senyum, layanan yg baik dan "berbagi aura keceriaan dengan lebih nyata". Malah ini dapat "menambah pahala" , khan... :o) - Dengan pasien cepat sembuh, berarti makin banyak orang ingin dirawat di Rumah sakit tsb. Dengan begitu Rumah sakit untung, semua orang dapat bonus, berarti saling memberi "sedekah dan rejeki" satu sama lain, khan???.. :o)) Ini cuma "logika sederhana" saya saja.... Perbedaan latar belakang, pengetahuan dlsb menyebabkan berbeda "paradigma" / cara pandang. Hal yg biasa di antara manusia, apalagi dalam masyarakat yg majemuk. Itu juga yg terjadi di antara kita... memberi pendapat untuk hal yg sama namun dengan cara pandang yg berbeda. Semoga dengan diskusi spt ini dapat membuat kita semakin saling memahami satu sama lain ... kenapa kelompok ini begini, kenapa kelompok itu begitu... Salam Damai, selamat berbuka puasa....:o) AI ========= Date: Tue, 26 Oct 2004 20:12:46 +0700 From: "Leni Harahap" <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: RE: Re: Re: Ibu presiden tak berjilbab Aku percaya kok kalau Mas Arriko itu orangnya baikkk bangettttt... Semua yang dimilist ini juga begitu khan..? Coba dech bayangkan kalau orang yang baiknya kayak Mas Arriko aja masih punya pandangan yang kurang tepat tentang jilbab, gimana yang lainnya ??? ;o) Saya pernah lihat di Jepang, dikota kecil (untuk ukuran Jepang) Kanagawa, Sagamihara City, ada kelompok Muslim Jepang (bukan keturunan) mengenakan busana Muslim yang awalnya sedikit aneh menurut aku, pakai rok 7/8 hampir 3/4 gitu, pake kaus kaki tebal, menggunakan syal, baju kaus tapi tidak ketat namun jatuh dibadan, penutup kepalanya unik banget, tapi itulah kerudung atau jilbab atau sejenisnya yang intinya tidak menyalahi syariat (tidak ketat, tidak transparant dan melindungi dada), mereka bergerak bebas sebagaiman layaknya wanita2 Jepang lainnya. Dari beberapa media yang aku baca maupun aku lihat, diberbagai belahan dunia lainnya juga begitu, di Afrika mengikuti style Afrika, Di China mengikuti style China dan yang terakhir justru aku lihat sendiri di acara resepsi pernikahan sahabat lamaku, style Javanese..... Tidak ada paksaan juga untuk Muslimah yang tidak mau atau belum mau berjilbab, tapi ditelaah dulu sebabnya apa ? Dan setidaknya adalah hak kami juga meng-informasikan kepada mereka tentang apa, bagaimana dan seluk beluknya jilbab itu... Bisa jadi, selama ini mereka menerima informasi yang salah atau kurang tepat, jadi biarkanlah informasi itu masuk pada mereka dan biarkan mereka memutuskannya kemudian...... Kantor yang melarang karyawannya pake jilbab ??? Wah banyak, lho mas... memang tidak secara tertulis... Contohnya di beberapa RS Terkenal didaerah Kuningan dan Pondok Indah sampai Bintaro, ada beberapa karyawannya yang bekerja harus buka tutup jilbabnya... Juga dibeberapa RS daerah Jakarta Barat........ Kebetulan saya lulusan sekolah kesehatan, jadi yang terlihat saja contoh2nya...tapi saya pernah dengar juga dibeberapa sekolah Jakarta Utara juga begitu... Pernah kedengaran juga beberapa perusahaan retailers tapi sudah agak lama, tidak tahu kalau sekarang tapi kalau di RS, masih tuch... Belum tahu ya mas Arriko, baju renang muslimah pake tutup kepala lho, gak tenggelam yach mereka...... malah baru2 ini ada yang menyamakan rekor Maya Masita ....he...he...;o) Ini beneran lho... Niat saya hanya ingin meluruskan pendapat Mas Arriko yang menurut saya tidak tepat.... lebih kurangnya saya kembalikan lagi kepadaNya.. Mohon maaf kalau ada kata yang tak berkenan.... Wassalam, Leni ************************************************************************ *** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc ************************************************************************ *** ________________________________________________________________________ __ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

