Ck ck ck ck... Sdr. RMDH, anda itu sebenarnya dipihak/memihak siapa? Pada satu sisi, anda sangat setuju dengan berita yang saya post tersebut. Terlihat jelas dibawah ini:
=========================================== Apa2an tu Australia, kurang kerjaan... Kita titipkan aja pasukan kita diwilayah kita sendiri: Aceh, Poso, Irian, Malukku... RMDH --- In [EMAIL PROTECTED], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Rupanya Australia pingin seperti penjajah Belanda > dulu, menempatkan tentaranya di Indonesia. =========================================== Disisi lain, anda malah mencoba dengan begitu seksamanya untuk mencari semua "kekurangan" yang mungkin dapat anda gali dari postingan saya berikutnya. Padahal saya hanya mencoba untuk menanggapi reaksi dari <[EMAIL PROTECTED]> terhadap berita tsb (silahkan lihat posting 18853) yang isinya seolah-olah membenarkan keinginan "kekuatan barat" untuk sekali lagi "menyusup" ke bumi Pertiwi. > Wilson: > Mungkin... tapi kalau kita berbicara mungkin, kemungkinan lain juga > banyak. Apa tidak mungkin, sambil "nginap" di RI nanti, > "intelijen-intelijen" asing itu "nyambil" mempelajari Indonesia dari > lebih dekat dan LANSUNG, sehingga pada saatnya nanti, semua rencana > sebenarnya (siapa tahu itu apa? Kemungkinannya banyak...) dapat > direalisasikan dengan lebih mulus. > > RMDH: anda pernah baca mengenai satellit militer belum? Nah, tanpa > menginjak bumi Nusantara, satellit militer dapat merekam seluruh > gerakan militer, pos2 militer dan persenjataan. Mempelajari? Apa yang > mau dipelajari? Bayar sedikit juga orang sudah dapat tahu banyak > mengenai kita....gimana to? > Membaca mengenai satellit militer? Seperti yang pernah dikumandangkan koboi Ronald Reagen yang oleh media disebut juga "Star Wars"? Mungkin sebuah kebetulan, saya pernah "nginap" cukup lama di rumah paman Sam (1990-1997), selama itu pula tidak sedikit pertunjukan militer yang saya hadiri. Setahu saya Mr. Howard itu "kaki-tangan"-nya paman Sam, apalagi kalau sudah bicara penerapan teknologi didalam militer. Tapi mungkin saya salah, atau mungkin saya hanya salah seorang sipil yang terlalu banyak sok tahu-nya mengenai militer. Tapi, itu cuma "mungkin" kan? Satellit militer itu setahu saya hanyalah perlengkapan yang paling canggih (tapi karena bukan buatan Allah, masih banyak kekurangannya) untuk membuat sebuah rencana besar atas nama "perdamaian dunia." Langkah berikutnya adalah infiltrasi, dst, dst. Persepsi "perdamaian dunia" juga berbeda-beda tergantung siapa yang menanggapinya. Jadi...??? > Wilson: > dan mungkin, mungkin sekali "oknum-oknum" yang dulu bersalah > sudah "dihukum" Tuhan dalam arti: pensiun, meninggal dalam tugas dll) > > RMDH: Lhoooo? jadi dipensiun itu hukuman Allah? Lha pak Harto kok > sedap sekali dihukum Allah? Meninggal dalam tugas itu hukuman Allah, > Lho bagaimana dengan para pahlawan, yang kalau kelenger kita > nyanyikan "Gugur Bunga?" dan dimakamkan di makam Pahlawan? > > Anda ini mbok minumk kopi dulu sebelum nulis... > > RMDH Kalau yang ini memang benar. Kalau sudah ngantuk, sebaiknya sambung besoknya saja. Tapi kalau dipaksa pake kopi.., wah bisa tambah ngawur nanti ngomongnya. Saya akui, sampai kepemberian contoh itu, mata saya sudah tinggal 5 watt. Jadi daripada cuma dll-nya saja, dengan kondisi 5 watt, saya "menghasilkan" contoh yang kurang jelas itu. Pensiun yang saya maksud sebenarnya "dipensiunkan sebelum waktunya atau dengan tidak hormat" dan yang meninggal dalam tugas (makanya saya tidak memakai istilah gugur dalam tugas) itu adalah mereka-mereka yang meninggal dalam tugas dalam konotasi "tidak terhormat." Mungkin anda pernah mendengar kasus polisi baku tembak dengan TNI? Hanya satu contoh dari begitu banyak kejadian "konyol" dalam sistem pertahanan kita. Salam damai, WK ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

