rm_danardono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

rmd:
> Apa yang terjadi dimasa orde baru ini adalah sebuah
> tragedi 
> nasional. Proyek2 dibangun secara besar2an, dibiayai
> oleh pinjaman 
> LN (negara dan private banks), dibangun oleh
> pengusaha2 mitra 
> pemerintah/pejabat, dengan jumlah investasi yang
> digelembungkan.

> ...delete...

> Kalau tak salah, memang ada keterangan dari pejabat
> IMF, bahwa ada 
> pejabat IMF yang menerima uang suap.


RD:
berdasarkan bentuknya utang luar negeri ada dua, yaitu:

1. utang proyek yang diterima dalam bentuk barang dan jasa dari  kreditor (baik 
bilateral maupun multilateral). dengan kondisi ini tengah terjadi transaksi barang dan 
jasa dari pihak kreditor kepada Indonesia. dalam transaksi ini, fungsi kontrol sangat 
lemah, sehingga peluang terjadi praktik mark up atau tindakan korup lainnya sangat 
besar. termasuk praktik suap yang melibatkan pihak yang menyalurkan utang, seperti WB 
dan ADB misalnya.
secara ekonomis utang ini memberikan manfaat akumulatif bagi perekonomian negara 
kreditor.

2. utang program yang diberikan dalam bentuk dana cash tetapi dengan persyaratan yang 
memngikat. biasanya utang program ini sejalan dengan agenda struktural adjustment 
program (SAP) yang pada intinya adalah pelaksanaan agenda washington concencus, 
liberalisasi perdagangan & keuangan, anggaran ketat & penghapusan subsidi, kemudian 
swastanisasi melalui program privatisasi dan divestasi perusahaan milik negara. utang 
program dengan sendirinya praktis mencampuri urusan politik dalam negeri Indonesia 
sebagai negara yang berdaulat. tindakan ini sudah melanggar prinsip transaksi utang, 
baik dari pihak kreditor maupun pemerintah Indonesia sendiri.

Selama ini, transaksi utang sudah menjadi praktik yang menguntungkan pihak yang 
berkuasa dan pihak pemilik modal. Bukan hal aneh kiranya bila Indonesia masih dan akan 
tetap terjebak dalam kondisi dan struktur masalah sosial ekonomi yang buruk. 
Indikatornya adalah, tingginya angka kemiskinan, pengangguran dan pemutusan hubungan 
kerja. Kemudian mahalnya biaya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan pendidikan. 
Bahkan termasuk sulitnya memenuhi hak dasar yang sudah menjadi konvensi dunia 
internasional "Ecosoc Right".

Dengan karakter utang yang sudah dijelaskan tersebut maka  sesungguhnya bisa dikatakan 
bahwa utang luar negeri Indonesia selama ini adalah utang yang tidak sah (illegitimate 
debt). Untuk itu maka tuntutan yang relevan adalah penghapusan utang, bukan 
pengampunan atau pemotongan utang.

rmd:
> Meminta write-off secara tekhnis mungkin, namun
> sulit sekali, dan 
> kita akan masuk black list, dan dihindari para
> investor. Lebih 
> daripada itu, hal ini akan sangat memperburuk
> country risk 
> Indonesia, yang berpengaruh pada bunga pinjaman
> (risk premium, X + 
> LIBOR).

RD:
Kesulitan untuk meminta penghapusan utang, lebih banyak disebabkan oleh mitos yang 
didengungkan oleh para kaki tangan kreditor (IMF, WB dan ADB) ditubuh pemerintahan 
Indonesia dan propaganda pihak kreditor sendiri. Tugas beratnya justru menghancurkan 
mitos yang menyesatkan ini.

Kalau saja pemerintahan negara RI mau menggunakan basis hak konstitusi dan label 
negara korup yang diberikan oleh lembaga internasional kepada Indonesia, maka 
persoalannya menjadi lain.

Hak konstitusi itu sejalan dengan konvensi internasional "Ecosoc Right" dan persoalan 
korupsi sudah menjadi komitmen duniaa internasional. Dengan demikian apabila 
pemeirntahan yang memiliki redibilitas dan akuntabilitas berani bersikap bahwa utang 
indonesia adalah utang yang tidak sah, maka peluang untuk terbebas dari jerat utang 
bisa diwujudkan.

rmd:
> Pinjaman dari Austria yang dijamin negara Austria,
> dan jebol, 
> diambil alih negara melalui agency pemerintah
> (Kontrollbank, di 
> Jerman HERMES), lalu pemerintah Austria menagihnya
> pada Indonesia 
> melalui sebuah konsortium (Paris Round), sedangkan
> yang berasal dari 
> bank2 privat, harus kami tagih juga melalui
> konsortium pemberi 
> pinjaman (London Round).
> 
> Pinjaman untuk Indonesia ada yang diberikan pada
> pemerintah melalui 
> kementrian keuangan RI , namun tak sedikit yang
> diberikan pada 
> perusahaan2 privat. Mereka kebanyakan mengalami
> kesulitan membayar 
> kembali ketika timbul monetary crisis.

RD:
Contoh diatas sudah sangat bisa menggambarkan betapa utang luar negeri tidak bertujuan 
untuk meningkatkan perekonomian sebuah bangsa, bahkan sangat sarat dengan indikasi 
KKN. 

rmd:
> Malaysia, menunda dan meng-cansel banyak sekali
> proyek2 mereka pada 
> awal crisis. Termasuk proyek raksasa pembangunan
> dam. Thailand dan 
> Korea selatan berhasil mengembalikan sebagian besar
> pinjaman, 
> sebagian lain masih berjalan, namun tak ada yang
> macet,
> 
> Singapura tak meminta pinjaman samasekali.
> 
> Yang menyedihkan, adalah, tapi kami tak mungkin
> berbuat apa2 disini, 
> kami tahu, bahwa hampir setiap proyek digelembungkan
> (marked up) 
> untuk di-bagi2 antara pejabat dan pengusaha. Juga,
> tiap proyek yang 
> dibiayai pinjaman (dikembalikan oleh rakyat melalui
> pajak), langsung 
> memperkaya eli yang memiliki perusahaan dan mitranya
> dikementrian 
> yang memberikan izin2.
> 
> Seperti anda katakan, memperbesar gap antara sikaya
> dan simiskin.
> 
> Salam
> 
> RM D Hadinoto

RD:
Sebenarnya yang kita butuhkan adalah pemerintahan yang berpihak pada kedaulatan 
rakyat, dengan indikator bekerja untuk memenuhi hak konstitusi rakyat yang disebutkan 
dalam UUD 1945.

Pemerintahan seperti ini hanya bisa lahir bila kita tidak mau lagi dibodohi dengan 
demokratisasi semu yang mengelabui kita dengan pergantian aktor didalam pemerintahan. 
Karena bagaiamanapun, ternayata sejauh ini pergantian aktor pemerintahan tidak pernah 
menghambat bahkan menghentikan agenda "Washington Concencus" yang dibawa melalui IMF, 
WB, ADB dan CGI.

Sekarang tinggal merumuskan dengan jelas, musuh bersama dan agenda perlawanan untuk 
mengusir musuh bersama itu.

Menurut sidang milis sekalian, siapakah sebenarnya musuh bersama kita itu?

salam
aRDi

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke