Mungkin sekali, kita harus pandai pandai memberlakukan peraturan bagi 
masuknya perguruan tinggi asing, misalnya, mewajibkan mereka mendidik 
juga atau menatar tenaga pengajar perguruan tinggi nasional, 
mengadakan research bersama, tukar menukar staff pengajar maupun 
doktorand ataupun tenaga2 ilmiah.

Mewajibkan mereka menerima sebagian siswa2 yang bertalenta sebagai 
penerima scholarship. Mewajibkan mereka melatih tenaga2 akhli di 
kantor2 pemerintah, misalnya dalam bentuk traing courses ataupun 
seminar atau workshops.

Mewajibkan mereka mengajak mintra industri dari negeri masing2 
(misalnya Siemens dari jerman, atau General Electrics dari USA) untuk 
membantu mencetak2 akhli2 dalam bidang tekhnologi, dimana kita sangat 
ketinggalan.

Menilik penciutan ekonomi di Europa, dimana ribuan guru2 dan tenaga 
pengajar terancam menjadi penganggur, pasti akan banyak minat untuk 
membantu kita dalam membangun tenaga2 akhli.

Hanya mengatakan, "itu berbahaya, itu merugikan, dsb" tak akan 
menolong kita sendiri.

Salam

RM D Hadinoto




--- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> 
> Saya memang betul alasan itu cuma sayangnya akibatnya fatal untuk 
masa depan kita, mutu lulusan kita rendah dan ini saja sudah terbukti 
sekarang. Mereka takut sebab orang-orang kaya akan menyekolahkan 
anaknya ke Univ. asing, masuk akal toh. Dan, orang-orang inilah yang 
selama ini diharapkan untuk menutup kekurangan dana di Univ. apalagi 
sekarang pemerintah tidak lagi memberikan dana untuk Univ. Negeri.
>  
> 
> 
> RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> 
> Beralasankah kekhawatiran kita? Tak mampukah kita bersaing? Apakah 
> pendidikan kita hanya terjamin, bila tak ada PT asing dinegeri kita?
> 
> Tidakkah, PT asing berarti juga peluang bagi anak didik kita, 
dimana 
> kita tak pelu mengirim anak didik kita ke LN, yang hanya akan 
> membuang devisa? Misalnya, tidak mengirim anak didik kita ke Agra 
> tetapi ke Bandung? tidak ke Boston tapi ke Tondano?
> 
> Bagaimana pendapat kalian, kawan2?
> 
> Salam
> 
> RM D Hadinoto
> 
> 
> 
> 
> 
> SUARA PEMBARUAN DAILY
> --------------------------------------------------------------------
--
> ----------
> 
> Regulasi Masuknya Perguruan Tinggi Asing
> 
> 
> EMUNGKINAN masuknya perguruan tinggi (PT) asing menimbulkan 
> kekhawatiran sejumlah kalangan pengelola PT karena akan menyulitkan 
> keberadaan perguruan tinggi di Indonesia. Pemimpin perguruan tinggi 
> yang tergabung dalam Forum Rektor telah menyampaikan keberatan dan 
> kekhawatiran. Peluang masuknya PT asing berkaitan dengan 
kesepakatan 
> perdagangan jasa atau General Agreement on Trade in Services (GATS).
> 
> Kekhawatiran-kekhawatiran seperti ini sebenarnya telah muncul dalam 
> berbagai bidang berkaitan arus globalisasi yang nyaris tak 
> terbendung. Sayangnya, Indonesia sering menyikapi hal ini hanya 
> dengan kecemasan-kecemasan belaka, menunjukkan pengakuan bahwa kita 
> memiliki masalah dalam daya saing. Akibatnya, perdagangan bebas 
> selalu tampil sebagai wajah yang menakutkan daripada peluang bagi 
> Indonesia melakukan ekspansi ke luar negeri.
> 
> KECEMASAN ini jarang sekali dijadikan sumber energi untuk membenahi 
> diri. Bayang-bayang tentang arus perdagangan bebas yang menjadikan 
> Indonesia sebagai pasar sebenarnya telah lama terlihat, tetapi 
upaya 
> untuk mengantisipasi terlalu lemah. Demikian juga di bidang 
> pendidikan yang belakangan juga menuai kritik karena kualitas yang 
> tidak membaik. Bahkan makin banyaknya warga negara Indonesia yang 
> memilih pendidikan di luar negeri tidak dijadikan pemicu untuk 
> meningkatkan kualitas pendidikan di dalam negeri. Kenaikan yang 
> paling menonjol justru selalu pada biaya pendidikan.
> 
> Namun demikian, dalam kondisi seperti ini, kita juga tidak mungkin 
> tampil sok gagah dengan begitu saja menerima perdagangan bebas. 
Tanpa 
> daya saing yang kuat, mengadopsi begitu saja perdagangan bebas 
justru 
> makin menyulitkan keadaan Indonesia yang sudah sulit ini. Oleh 
karena 
> itu, masalah kemungkinan masuknya perguruan tinggi asing ini juga 
> harus disikapi dengan lebih cermat. Menjadi sebuah tantangan yang 
> menggugah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga pada 
> saatnya siap bersaing dengan perguruan tinggi asing. 
> 
> Di sisi lain, kita pun tidak ingin perguruan tinggi di Indonesia 
> hanya menjadi jago kandang yang selalu dilindungi oleh proteksi 
yang 
> berlebihan. Kerja sama dan masuknya perguruan tinggi asing 
diperlukan 
> untuk mendorong perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia. Yang 
> diperlukan adalah regulasi yang jelas tentang masuknya perguruan 
> tinggi asing tersebut, agar tidak menjadikan perguruan tinggi dalam 
> negeri makin lemah. 
> 
> REGULASI yang diperlukan haruslah menyangkut tiga hal penting. 
> Pertama, perguruan tinggi asing yang masuk harus bekerja sama 
dengan 
> perguruan tinggi yang sudah ada di Indonesia baik swasta maupun 
> negeri. Dengan begitu, kehadirannya bisa bersinergi untuk 
> meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Lagipula kerja sama ini 
> bisa menjadi bagian dari pengawasan agar jangan sampai yang masuk 
ke 
> Indonesia adalah perguruan tinggi negeri "ruko" (rumah toko). 
> Bukankah sudah banyak cerita perguruan tinggi "ruko" di negara yang 
> maju sekalipun? 
> 
> Kedua, perguruan tinggi asing masuk ke Indonesia hanya untuk 
membuka 
> program-program studi yang di Indonesia belum ada atau masih lemah, 
> bukan membuka program studi yang di Indonesia sudah ada, sehingga 
> bisa mematikan perguruan tinggi setempat. Hal ini bisa menjadi 
celah 
> untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia.
> 
> Ketiga, perguruan tinggi asing di Indonesia harus menaati Undang-
> Undang Sistem Pendidikan Nasional yang ada, sehingga keberadaannya 
> tidak semata-mata untuk tujuan komersial. Akan sangat mencelakakan 
> jika perguruan tinggi asing menjadi pipa-pipa yang menyedot dana 
> dalam negeri keluar. Namun, regulasi jangan hanya menjadi penampung 
> kecemasan belaka. Sebab, kecemasan berlebihan menjadikan kita 
seperti 
> menunggangi kuda kayu, kita terguncang-guncang tetapi tidak pernah 
> bergerak ke mana pun.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.uni.cc
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>                       
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>  Check out the new Yahoo! Front Page.  www.yahoo.com/a
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke