(Teori Evolusi vs Adam & Hawa) Newsweek: Hawa lebih perkasa dibandingkan 
Martina Navratilova

PENGANTAR

Pasangan Adam & Hawa (Eva) masih saja jadi misteri buat kita semua. 
Menyibak lekuk liku kehidupannya bagai mencari jarum di dasar samudera. 
Walau semua kitab suci agama samawi (Taurat, Kitab Perjanjian Lama, 
Injil dan Al-Quran) menorehkan namanya, keberadaan Adam & Hawa tetap 
dalam tanda tanya besar. Dalam ajaran Islam, Adam adalah Nabi pertama 
di muka bumi, makanya mendapat julukan resmi Nabi Adam as, sedangkan 
Hawa yang tercipta dari tulang rusuknya adalah pasangan hidupnya 
(kemudian resmi menjadi istrinya). Untuk mengungkap misteri Adam & Hawa, 
rasanya  kita jadi seperti sekelompok orang buta yang meraba seekor gajah. Yang 
satu bilang A, satunya lagi bilang B, yang lainnya bilang C, D, E dan 
seterusnya. 

Penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam lalu menjadi inspirasi bagi para
ilmuwan masa kini untuk menciptakan operasi kloning. Bedanya, hasil 
kloning akan serupa dan jenis seks yang sama, sedangkan Hawa berlainan jenis
seks dengan Adam.

SEPERTI APA SIH WUJUD ADAM & HAWA?

"Ada Adam di lehermu." Ya, tiap pria memang dikaruniai 'adam's apple' 
alias jakun. Entah siapa penemu istilah itu, yang jelas jakun pria normal
akan naik turun kalau melihat perempuan sexy, dan mungkin pula jakun 
pria homoseksual juga akan memberikan reaksi serupa, namun dengan obyek 
sejenisnya.  Jakun memang erat kaitannya dengan nafsu manusia, karena 
orang lapar yang melihat makanan enak pun jakunnya pasti naik turun sambil 
menelan air liur - 'mouth watering'. Orang rakus atau koruptor yang 
melihat tumpukan dollar pun jakunnya akan naik turun, sambil matanya 
'merek melek'.

Konon, wujud Adam & Hawa adalah sosok manusia dengan 
tampilan fisik sempurna. Adam digambarkan berpenampilan jantan, ganteng 
dan berbadan tegap, sedangkan Hawa berparas ayu, lemah lembut dan 
keibuan. Namun tiap bangsa di dunia punya interpretasi masing-
masing tentangnya. Untuk orang yang sadar bahwa agama samawi tumbuh 
pertama kali  di kawasan Timur  Tengah, maka gambaran Adam & Hawa tak 
jauh dari profil orang-orang Arab. 

Rekan Bimo Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> di Jakarta memberikan opini:
"Saya sangat yakin bahwa Nabi Adam itu bukan reptil. Bukan juga burung 
apalagi asam amino. Nabi Adam adalah manusia sesempurna-sempurnanya. 
Punya naluri, akal pikiran, akal budi. Punya IQ dan ESQ yang normal manusia. 
Punya sisi rentan juga terhadap godaan setan. Seperti itu kan beberapa 
ciri manusia sempurna.

"Adam sudah tercipta seutuhnya seperti demikian. Yang ingin saya utarakan di 
sini, kun fayakun bukanlah sim salabim. Allah menciptakan bumi, manusia dan 
seisinya dalam waktu yang singkat. Tapi beda dengan sim salabim, saya 
rasa kun fayakun menciptakan sesuatu yang 'seolah-olah punya historical 
background' nya. Ada proses pembelajaran di sana, ada sebab akibat. 
Misalnya, bumi tercipta secara singkat, tapi seolah-olah (melalui 
radiokarbon dsb teknologi canggih) bumi tercipta jutaan / milyaran tahun 
yang lalu. Saya rasa sah-sah saja. Allah menciptakan sesuatu dan mengizinkan 
kita untuk mempelajarinya. Itu sah-sah saja. Demikian juga dengan manusia. 
Usia fosil bisa jadi lebih tua daripada usia Adam. Saya rasa itu bisa saja. 
Fosil tersebut seolah-olah pernah hidup sebelum Adam. Padahal tujuannya 
untuk meninggalkan jejak seolah-olah saja. Ini bukan sim salabim."

ADAM & HAWA BERUKURAN RAKSASA?

Menurut kisah-kisah yang beredar, tinggi badan Adam & Hawa seukuran 
pohon kelapa (sekitar 8 - 10 m) - bandingkan dengan tinggi manusia 
zaman sekarang yang 'cuma' 1.5 m - 2.5 m - tergantung ras (lebih 
dari itu dianggap abnormal). Kalau dalam cerita-cerita rakyat, mungkin 
bentuknya menyerupai raksasa. Bedanya, raksasa adalah tokoh antagonis 
yang jahat, suka mengganggu manusia. Dalam cerita pewayangan, tokoh 
tinggi besar juga sering tampil dalam lelakonan. Bagaimana dengan David
(Nabi Daud) melawan Goliath? Apakah Goliath juga seukuran Adam? Ada yang
bisa menjelaskan? Kalau benar Adam berukuran raksasa, tentunya apabila
ada adegan pertarungan dirinya melawan dinosaurus, pastilah seimbang, 
tidak seperti adegan film Jurasic Park yang 'njomplang'.

Khusus tentang Hawa (Eva), ada yang menggambarkan Hawa sebagai perempuan
perkasa alias 'tomboy'. Berikut kutipan dari majalah Newsweek edisi 11 Januari 1988 
tentang Hawa: "Eve was more likely a dark-haired, black-skinned woman, 
roaming a hot savannah in search of food. She was as muscular as 
Martina Navratilova, maybe stronger; she might have torn animals apart 
with her hands."  Mungkin seperkasa Xena?

TRAGEDI BUAH APEL

Masih ingat gambar Adam dan Hawa di bawah rerindangan pohon saat makan 
buah apel, sebelum mereka 'dibuang' ke planet bumi? Michel Angelo melukiskan 
kejadian itu dengan nuansa warna-warna pekat dan suram. Dia gambarkan,
saat Adam & Hawa bercengkerama, ada ular melilit di sebatang
pohon menyaksikan adegan itu. Ular berkepala manusia itu adalah penjelmaan setan. Sang 
ular berupaya menarik tangan Hawa. Disini Adam & Hawa benar-benar digambarkan 
telanjang bulat. Namun seniman lukis lainnya mungkin tak tega, sehingga alat kemaluan 
mereka ditutup selembar daun saja. Mereka mencoba menggambarkan penggalan 
kisah 'tragedi buah apel' yang jadi penyebab Tuhan murka, lalu mereka 
'dibuang' ke bumi. Buah apel jelas sebagai simbol nafsu seks yang 
menggebu-gebu dari Adam yang tak tahan melihat kemolekan Hawa. Sedangkan
setan berperan sebagai perongrong Adam untuk 'melakukan sesuatu'. Akhir
cerita, mereka telah melakukan perbuatan dosa karena tak tahan bisikan
setan.

DIMANAKAH ADAM & HAWA 'DITURUNKAN'?

Menurut Bono Emiry <[EMAIL PROTECTED]> yang mengutip Alkitab 
Perjanjian Lama - tepatnya di Kitab Kejadian (Genesis) - Adam & Hawa 
'turun' di Taman Eden yang berlokasi di daerah Mesopotamia (Irak 
sekarang), antara Sungai Eufrat dan Sungai Tigris. 

Kalau begitu, sosok Adam & Hawa pastilah tak jauh beda dengan orang-orang Arab zaman 
sekarang. Lalu apakah orang-orang Afrika, orang-orang Eropa, 
orang-orang Asia, orang-orang Indian di daratan Amerika, orang-orang 
Papua dan Aborigin di benua Australia juga keturunan Adam & Hawa? 

Namun seorang Singgih Cahyono <[EMAIL PROTECTED]> punya 'imajinasi
liar' dalam menyikapi kisah Adam & Hawa. Menurutnya, Taman Eden itu 
sebenarnya ada di Indonesia. Kata 'Indonesia' itu berasal dari 
kata 'Eden'. Kala itu keturunan Adam bermigrasi ke daerah tropis, 
subur, hangat dan kaya sumber daya alam. Waktu itu Indonesia purba 
masih berupa benua (Lemurian-Atlantis). Benua ini punya banyak gunung 
berapi dan sungai-sungai yang mengalir. Daerah lain di bumi masih sulit
ditinggali pada waktu itu. Kemudian karena sesuatu hal benua Indonesia 
ditenggelamkan. Nabi Nuh (Manu dalam Mahabharata) adalah orang Indonesia 
yang lolos dari bencana tersebut. Baru kemudian muncul nabi-nabi Israel
dan Arab. Indonesia dan Melayu purba bukan saja melahirkan Islam, tapi 
juga kebudayaan-kebudayan besar lainnya di dunia.

(Please don't take it seriously...)

BAGAIMANA GAYA HIDUP ADAM & HAWA DI BUMI?

Bagaimana sebenarnya gaya hidup Adam & Hawa di bumi? Apakah mereka 
sudah mengenakan pakaian seperti manusia masa kini, ataukah telanjang 
bulat begitu saja? Kalau mereka tampil sempurna, kenapa manusia-manusia
pra-sejarah yang fosil-fosilnya berhasil ditemukan, digambarkan begitu 
jelek, maaf, seperti setengah manusia setengah kera? Dimana Adam & Hawa beristirahat? 
Di 
sebuah pesawat yang terdampar di hutan, di dalam rumah seperti kita-kita, 
di tenda, di dalam gua atau tidur di rerumputan begitu saja? 
(How romantic.......)

Bagaimana dengan model rambut Adam & Hawa, juga anak-anaknya? Mungkin 
rambut mereka sama-sama panjang tergerai. Bedanya, sekujur tubuh Adam 
penuh dengan bulu dan dagunya bercambang, sedangkan tubuh Hawa terlihat
mulus seperti laiknya perempuan zaman kini. Namun dalam penggambaran 
'artist impression' yang kebanyakan dari Eropa, Adam adalah sosok 
yang klimis, berkulit putih dan berambut pirang potong pendek. 

Menurut Fajar Siswandaru <[EMAIL PROTECTED]>, teori evolusi yang dilansir
oleh Darwin tak bermaksud mementahkan keberadaan Adam dan Hawa.  
Menurut data temuan - yang masih bisa diperdebatkan kebenarannya - 
Neanderthal itu sudah pakai baju yang terbuat dari kulit hewan. Mereka
juga menciptakan alat. Kalau direnungkan, ada "makhluk" yang "memakai 
baju" (menutup anggota vital tubuhnya) sendiri adalah sudah sesuatu 
yang "aneh" dan "unik", hanya ditemukan di manusia. Seminim-minimnya 
manusia berbusana, minimal ia akan menutupi "alat vital" nya. Dan tidak
ada manusia (pada saat ini) yang benar-benar 100% telanjang. Kontrasnya
"hewan" lain pastilah 100% telanjang, tidak ada satu spesies pun yang
menutupi anggota tubuhnya.

Kisah Adam & Hawa memberikan "cerita" - terserah Anda percaya atau
tidak - bagaimana "manusia pertama kali menutupi auratnya". Jadi bisa
juga ditarik kesimpulan bahwa ciri-ciri keturunan Adam & Hawa itu ya
"makhluk yang berbusana" - seminim apapun.

So... IMHO Neanderthal dan mahluk-mahluk berbusana lainnya bisa jadi
adalah sudah "keturunan Adam dan Hawa". Hanya di titik mana dalam
"pohon evolusi" spesies "Homo" itu Adam & Hawa berada, nah itulah
yang masih menjadi misteri. Petunjuknya, ketika mahluk tersebut "sudah
menutupi anggota tubuhnya".  

Kontroversi Darwin vs Agama ini didasarkan keengganan manusia dikatakan
"mirip dengan kera". Sedangkan bukti DNA menunjukkan bahwa DNA
manusia dan simpanse itu 99% sama. Kalau saya pribadi tidak
berkeberatan dikatakan "mirip dengan apapun", atau apabila benar bahwa
leluhur saya bernama bapak Adam adalah hasil dari proses evolusi
panjang yang mungkin adalah penyempurnaan dari spesies mamalia kera
yang berjalan (sedikit) tegak (tapi belum berbusana). Toh kita semua
hanyalah mahluk yang menerima tubuh ini apa adanya.... (Anyway, does
it matter?). Referensi mengenai hal ini dari Quran (Saya pikir Anda 
sekalian lebih suka dengan terjemahan 'bahasa inggris' daripada 'bahasa Indonesia'
apalagi 'bahasa Arab' :D)

003.033 Allah did choose Adam and Noah, the family of Abraham, and the
family of 'Imran above all people,-

030.022 And among His Signs is the creation of the heavens and the
earth, and the variations in your languages and your colours: verily
in that are Signs for those who know.

071.014 "'Seeing that it is He that has created you in diverse stages?

071.017 "'And Allah has produced you from the earth growing (gradually),

076.001 Has there not been over Man a long period of Time, when he was
nothing - (not even) mentioned?

Menurut opini M.A. Suryawan <[EMAIL PROTECTED]> dari organisasi Al 
Islam <www.alislam.org>, Hz. Adam as dan Hawa dalam kajian agama Islam 
bukanlah sebagai manusia pertama di bumi ini. Dalam ajaran Islam jelas diyakini 
bahwa Hz. Adam a.s. adalah seorang nabi/rasul yang menjadi utusan Tuhan.
Dia berfungsi sebagai pembawa berita dari Tuhan. Artinya, sebelum Hz. 
Adam as diutus, sudah ada suatu masyarakat di bumi. Jadi, Hz. Adam as 
adalah nabi/rasul pertama yang diperkenalkan dalam Al Qur'an Karim.

"Adanya science dan temuan arkeologi mengenai fosil 'manusia' yang
berumur ratusan ribu bahkan jutaan tahun tidaklah bertentangan dengan
keyakinan mengenai Hz. Adam as," ujar Suryawan - The Promised Messiah 
has come ...

APAKAH SELURUH UMAT MANUSIA DI BUMI KETURUNAN ADAM & HAWA?

Rekan Hedar di Palu <[EMAIL PROTECTED]> yang mengaku
awam, amat tertarik dengan tulisan Harun Yahya. Namun pikirannya selalu
terganggu tentang bentuk fisik anak cucu Adam & Hawa yang sangat 
beragam. Ada yang berkulit putih, hitam, kuning dan sawo matang. Ada 
juga yang berambut lurus, keriting dan seterusnya. Kalau betul mereka 
semua  adalah keturunan dari gen yang sama, bagaimana menjelaskan 
perbedaan-perbedaan itu?

Rekan Hery Romadan <[EMAIL PROTECTED]> berupaya menjawab rasa 
penasaran Hedar. "Mas Hedar yang baik, bentuk fisik anak 
cucu Adam & Hawa itu sangat beragam. Ada yang berkulit putih, hitam, 
kuning dan sawo matang. Ada juga yang berambut lurus, keriting dan 
seterusnya. Pertanyaannya juga bisa dibalik: mengapa harus sama? 
Karena banyak fakta bahwa seorang ibu ketika melahirkan anaknya belum 
tentu hidungnya sama dengan orang tuanya, begitu pula rambutnya, 
kulitnya dll. Sehingga  fakta ini membantah tesis bahwa anak harus 
identik dengan induknya bagi manusia, tetapi prinsip dasar sebagai 
manusia tetap sama," jawab Hery yang mukim di Samarinda.

"Menurut agama samawi pun, anak-anak Adam lahir dengan fisik yang
berbeda-beda. Ada yang cantik, gagah dan ada juga yang jelek. Hal ini 
menunjukkan tampilan fisik yang berbeda. Sehingga keragaman manusia 
merupakan sebuah hikmah untuk mendorong kita berfikir bagaimana 
kronologisnya dari Adam hingga manusia sekarang ini," lanjut Hery.

Namun jawaban Hery yang panjang lebar itu 'dimentahkan' oleh rekan Dami 
Buchory <[EMAIL PROTECTED]>. "Aduh, ampun deh. Diskusi begini bahaya banget 
kalau tidak didasari dengan dasar teori yang benar. Jawabannya gampang:
karena di dunia ini ada keragaman. Semua bentuk yang kita lihat: warna 
kulit, tipe rambut, warna mata, dan lain-lain merupakan varian dari 
traits, yang bisa tercipta karena adanya adaptasi pada lingkungan yang 
berbeda. Misal yang hidup di daerah panas mengalami penebalan pigmentasi, 
hence: kulit gelap. Jadi nggak usah dibolak-balik deh. Setiap anak yang
lahir kan tidak harus merupakan nilai tengah dari kedua orangtuanya. 
Justru karena itulah evolusi bisa berjalan. Dasar terjadinya evolusi 
adalah tiga hal:
1. Adanya keragaman dalam traits (karakter/ciri-ciri).
2. Traits itu terkait dengan reproductive ability
3. Traits itu dapat diturunkan pada keturunannya.

Barulah evolusi itu bisa terjadi, asal ada seleksi. Tidak semua yang 
kita lihat sekarang merupakan hasil evolusi, karena ada proses random 
juga yang disebut 'genetic drift' (hanyut genetis)."

RAGAM PERTANYAAN YANG MASIH MENGGANTUNG

Begitu banyak pertanyaan yang masih menggantung seputar kehidupan Adam
& Hawa: 

1. Dengan alat transportasi apa mereka 'dikirim' oleh Tuhan ke planet bernama 
bumi? Pesawat ulang alik raksasa? Piring terbang? Kapsul tidur? Atau 
lebih canggih dari itu? 

2. Siapa pengemudi 'flying object' itu? Kenapa 
harus diterjunkan ke bumi, bukan ke planet-planet lainnya yang berserakan di jagad 
semesta? 

3. Bekal dan peralatan apa saja yang mereka bawa dari langit? 

4. Untuk berkomunikasi, bahasa apa yang mereka gunakan? Apakah Adam &
Hawa sudah 'melek huruf', bisa baca tulis? 

5. Apa saja yang mereka makan sehari-hari untuk mempertahankan hidupnya di bumi?
Makanan itu dimasak terlebih dulu atau dimakan mentah-mentah? 

6. Seperti apa upacara ritual pernikahan Adam & Hawa? Adakah saksinya? 

7. Andai suatu saat ditemukan sosok mirip manusia di planet lain, apakah
mereka juga keturunan Adam & Hawa? Atau ada sejenis Adam & Hawa yang
juga 'dibuang' oleh Tuhan kawasan lain atau ke planet lain? 

8. Bagaimana 
dengan kisah-kisah suku kuno Inca yang kerap disambangi makhluk-makhluk
berhelm dari planet lain yang mengendarai UFO? Apakah makhluk tersebut bersosialisasi, 
bahkan berasimilasi dengan penduduk bumi? 

9. Apakah Adam & Hawa hanya berkutat di Mesopotamia, atau hidup 
nomaden? 

10. Pada usia berapa Adam & Hawa mangkat? Dimanakah jasad mereka dikuburkan? 

11. Kenapa hingga kini jejak-jejak kehidupan maupun fossilnya tak pernah ditemukan?


Quotation:
"God made Adam and Eve, not Adam and Steve," Anon. 

Genesis 2:18-22"
God decided that Adam needed a "helper." Some translations use the term "companion," 
"helpmate" or "partner" here. God marched all of the animals past Adam, looking for a 
suitable helper, but none was found. So God put Adam to sleep, removed one of his ribs 
and created Eve from the bone. Although this implies a cloning operation, it obviously 
was not, because Eve turned out to be a female.

Satisfaction is the death of desire

"Kenali dirimu maka kau akan mengenal Tuhanmu" - Muhammad SAW


Dirangkum dan disunting seperlunya oleh Radityo Djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]>


BERSAMBUNG

Our Services:
Media Center - Media Monitoring - News Clipping Service - Publishing

Mailing list: http://groups.yahoo.com/group/mediacare



-- 
_______________________________________________
Find what you are looking for with the Lycos Yellow Pages
http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC=lycos10



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke