Saya menggeluti ilmu sejarah di Universitas maupun setelah selesai 
sejak usia 30an tahun. Tak usah saya sebut, pustaka apa saja, yang 
harus saya arungi, ada yang tebal ada yang tipis, tetapi rata2 tebal 
seperti anda tahu dalam perpustakaan sejarah. Yang tipis macam 
komik, jarang sekali. Selain study ekonomi perbankan di Hamburg, 
saya telah raih hasil study dalam ilmu Sosial Politik dari Vienna...

Thema utama pembahasan mula2 adalah bagaimana kita menghadapi 
sejarah post Suharto. Anda memberi contoh dengan anak2 anda, yang 
menurut anda men-diskontinui-kan diri dari anda. memang banyak, 
anak2 yang menjadi wiraswasta, walaupun ayahnya pegawai negeri. 
namun, inikah proses diskontinuitas itu? 

Walau anda hidup di LN, USA misalnya, dan membawa anak2 anda kesana, 
yang selesai pendidikan US dan bergaul dengan masyarakat setempat, 
tetap saja perjalanan sejarah anak2 anda adalah meneruskan sejarah 
anda, dan bukan sejarah orang tua sahabat2 anak anda, yang misalnya, 
berasal dari Irlandia dan katholis.

Essensi apa yang saya ingin ungkapkan, adalah mudah, terutama bagi 
teman2 dari jurusan lain, ialah. bahwa kita haruslah mempelajari 
sejarah kita, untuk mengerti apa yang terjadi kini, dan mencari 
solusi bagi masa datang.

Kita, misalnya, takkan mungkon me-reformasi TNI, tanpa memahami, 
bagaimana sejarah berdirinya TNI, atau, mulai dengan 0. Apa yang 
diajarkan ABRI, adalah bahan2 analitis bertumpu pada sejarah 
pertempuran2 di dunia, dari PD I, PD II dan yang kemudian.

Yang saya kritisi disini, adalah simply, pendapat, bahwa kita dalam 
membangun bangsa ini, lebih baik, mulai dari 0.

Ini dapat kita semua fahami, juga tanpa menelan isi buku2 yang tebal.

Coba anda berikan kursus pada pakde kita Riadi itu. Dia agak 
bingung...


Salam


RM D Hadinoto

--- In [EMAIL PROTECTED], "Ikranagara" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Wacana kita memang beda rupanya. Anda penganut Sejarah yang linier 
> dan sekali gus kadangkala sejarah yang sirkuler. Biasanya seoarang 
> penganut yang linier akan menentang yang sirkuler. Jadi, 
sebenarnya 
> yang rancu (munggkin lho, tapi! --- maaf) adalah Anda saja. 
> Yang kita percakapkan di sini adalah pertanyaan klasik pemikir 
> Modernis, apakah sejarah itu linier atau sirkuler?
> 
> Untuk menjawabnya, tentu saja kita harus mempelajari sejarah. 
> Jawaban saya juga dasarnya dari membaca sejarah, seperti Anda 
> temukan dalam tulisan singkat saya itu.
> 
> Jadi, sebenarnya, antara penganut linier dengan yang sirkuler itu, 
> ada persamaannya, bahwa sejarah memang berkesinambungan, hanya 
saja 
> yang linier kalau digambarkan grafisnya maka satu garis lurus yang 
> berkelanjutan. Sedangkan yang sirkuler adalah sebuah garis yang 
> membentuk sebuah liongkaran, jadi ada kecenderungan terjadi 
> pengulangan terhadap apa yang sudah pernah terjadi sebelumnya.
> 
> Selain itu, dari kalangan Modernis ini masih ada satu lagi, yaitu 
> bukan penganur linier dan bukan pula penganut sirkuler, melainkan 
> penganut dialektika. Bagaimana gambaran grafisnya, yang 
> membedakannya dari yang dua sebelumnya? Gambarnya adalah garis 
yang 
> tidak lurus melain melengkung tetapi tidak membentuk lingkaran, 
> melain menaik, jadi mirip dengan per, yang cenderung mengkrucut, 
> maka akan ada puncaknya di ujung itu nanti yang merupakan titik 
> mutlak. Penganut Idelaisme Hegel menyebut itulah "Idea Absolut," 
> atau seringkali ditafsirkan "Tuhan." Bagi penganut dialektika 
> Materiliasme seperti Marx, maka titik di puncak itu adalah 
> Masyarakat ideal Komunis seperti yang digambarkannya di dalam 
> Dialektika Sejarah Materilaisme-nya maupun program "Manifesto 
> Komunisme"-nya.
> 
> Tapi dialektika itu hanyalah merupakan dongeng rasionalitas buah 
> fikiran belaka, artinya itu merupakan hasil sebuah konstruksi 
> belaka. Kesimpulan yang diungkapakam oleh Aleksander Kojeve dalam 
> kuliahnya tentang Hegel, dan kesimpulannya ini sempat mengejutkan 
> para pemikir di Perancis. Maka muncullah pemikiran baru di luar 
> penganut Modernisme itu, yakni Post-Strukturalisme dan 
> Postmodernisme.
> 
> Nah, tentang adanya diskontinuitas yang saya pakai sebagai dasar 
> analisa saya itu, beasal dari wacana baru ini, terutama dari 
wacana 
> Dekonstruksi yang ada bab genealoginya itu, terutama yang 
> diungkapkan oleh Derrida.
> 
> Itulah sebabnya kesimpulan saya, kita memang beda wacana, Mas 
> Danardono.
> 
> 
> Ikra.-
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], "rm_danardono" 
<[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > 
> > 
> > IKRA:
> > 
> > Diskontinyitas sejarah itu dengan mudah bisa kita lihat dalam
> > perjalanan sejarah itu sendiri. Di zaman modern kita sekarang ini
> > saja telah terjadi diskontinyuitas yang global ketika Tembok 
Berlin
> > runtuh dan rezim komunis menyatakan dirinya bangkrut di man-mana
> > lalu membuang sejarah pembangunan ekonomi yang berdasarkan 
> pandangan
> > Dialektika Materialisme Histories itu. Jadi, Runtuhnya Tembok 
> Berlin
> > itu sebuah tonggak simbolis berakhirnya sebuah perjalanan 
sejarah 
> di
> > Uni Soviet, Eropah Timur, dan kemudian disusul oleh RRC --- 
> terutama
> > di bidang sejarah politik ekonomi Marxis/Komunis.
> > 
> > 
> > RMDH: ah ini namanya bukan diskontuinitas! Runtuhnya tembok 
> Berlin, 
> > diikuti oleh pembangunan system kapitalistis di seluruh negara2 
ex 
> > komunis, adalah justeru KONTINUITAS hitoria! Ini adalah hukum 
> > dialektika. Yang anda maksudkan adalah pemutusan ideologi 
> > sebbelumnya, TETAPi bukan diskontinuitas historia. Ini tak 
> mungkin. 
> > Sebab, justeru pergantian system politis ekonomis ini adalah 
> > SAMBUNGAN y<a reaksi dariupada apa yang terjadi sebelumnya. 
Tanpa 
> ada 
> > sambungan, takkan ada reaksi seperti ini.
> > 
> > IKRA:
> > 
> > Cuma, ironisnya, mereka yang melakukan diskontinyuitas itu semua 
> kok
> > malah kembali ke sistem yang mereka putus dahulu itu, yaitu 
kembali
> > kepada politik ekonomi kapitqalis. Mestinya mereka mencari
> > alternatif baru di luar Marxisme/Komunis maupun Kapitalis, 
bukannya
> > melanjutkan apa yang dulu sudah diskontinyuitasi ketika memilih
> > sistem atau politik Ekonomi Marzis/Komunis.
> > 
> > RMDH: Nah inilah, apa yang anda paparkan, BUKTI, bahwa historia 
> itu, 
> > dalam long run episode, adalah sebuah KESATUAN. Jaringan 
kejadian 
> > yang saling terkait.
> > 
> > IKRA:
> > 
> > Jadi, memang, Manifesto Komunis-nya Karl Marx dulu itu ditulis 
> untuk
> > melakukan diskontinyuitas terhadap perjalanan sejarah sebelumnya,
> > artinya mereka memasuki zaman baru, dunia baru. Cuma selakanya di
> > dunia baru dan zaman baru itu mereka bangkrut --- pemerataan 
bukan
> > berupa pemerataan kemakmuran melainkan pemerataan kemiskinan, 
juga
> > tidak ada demokrasi dan tidak ada HAM; itulah pangkal 
kebangkrutan
> > mereka. Maka itu tidak bisa diteruskan.Diskontinyuitas!
> > 
> > Timbulnya Manifesto Komunis juga adalah reaksi logis dari 
> kejadian2 
> > sebelumnya, jadi merupakan matarantai bersambung historia. takj 
> ada 
> > diskontinuitas disini.
> > 
> > IKRA:
> > 
> > Demikian juga halnya ketika kita memproklamasikan Kemerdekaan 
kita
> > dari penjajahan Belanda, kita melakukan diskontinyuitas terhadap
> > perjalanan sejarah sebelumnya --- dari menjalani sejarah sebagai
> > bvangsa terjajah akhirnya menjalani sejarah sebagai bangsa yang
> > merdeka. Untungnya kita tidak kembali ke sistem kerajaan-kerajaan
> > yang jumlahnya banyak seperti dahulu kala itu, melainkan kita
> > melakukan diskontinyuitas terhadap sejarah nenekmoyang kita itu,
> > kita tidak mau mewarisi sistem pemerintah modelk nenekmyang kita
> > itu, karenanyalah kita memasuki dunia baru dan zaman baru yaitu
> > dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
> > 
> > RMDH:
> > Juga kemerdekaan Indonesia 1945 adalah reaksi kesinambungan dari 
> > nasib bangsa Indonesia dijajah Belanda dan Jepang. Indonesia tak 
> > memulai sejarahnya dari 0! Lihatlah, istana kepresidenan kita 
> adalah 
> > bangunan yang dibuat untuk pera gubernur jendral Belanda. Bank 
> > Indonesia adalah sambungan dari de Javasche Bank, dll.
> > 
> > Pimpinan TNI banyak yang berasal dari KNIL dan memakai pada 
walyna 
> > system kemiliteran KNIL, juga kepangkatan.. apanya yang 
> diskontinue?
> > 
> > Kedudukan Jakarta dipusat negara, adalah sambungan dari peran 
> > Batavia. Dominasi TNI di Jawa adalah sambungan dari system 
> > kemiliteran KNIL yang berkomando di Batavia!
> > 
> > Gubernur2 sudah ada dizaman Belanda. System perbankan kita, 
> > perusahaan2 negara, Kereta Api, semua sambungan dari zaman 
> Belanda. 
> > Apa yang diskontinue?
> > 
> > IKRA:
> > 
> > Sejarah memang penuh dengan penggalan-penggalan yang ada pangkal
> > awalnmya tapi juga akan ada ujung akhirnya. Maka, perjalanan 
> sejarah
> > tidaklah merupakan sebuah garus linear yang tunggal, melainkan 
> garis-
> > 0garis yang terputus-putus berjajar menjadi jalur-jalur yang 
punya
> > pangkal awal dan punya ujung akhir.
> > 
> > RMDH: Tak ada garis putus dalam sejarah. Semuanya bersambungan. 
> Dari 
> > Majapahit ke negara2 Islam di Jawa, dari sana ke masa 
kolonialisme 
> > VOC, lalu ke Hindia Belanda. Datang zaman Jepang yang juga 
> sambungan 
> > dari politik internasional kala itu (coba pelajari, mengapa 
Jepang 
> > menyerang AS danb sekutu? mengapa Jepang ingin kuasai kawasan 
> > Pacific). Kalau anda analitis dalam mempelajari sejarah anda 
akan 
> > ketemukan, bahwa tak ada garis putus dalam hiostoria, kecuali 
> missing 
> > link mengenai asalmuasal Manusia.
> > 
> > IKRA:
> > Tadinya saya berharap dengan tumbangnya Suharto maka itulah ujung
> > akhir politik ekonomi Kapitalisme Neoliberal di Indonesia. Tapi
> > nyatanya Habibie, Gus Dur, Mega dan bahkan SBY masih meneruskan
> > politik ekonomi yang sama. Maka kita akan menjalanan jalur yang 
> sama
> > dengan yang pernah dijalani oleh Suharto dulu itu: adanya proses
> > konglomeratisasi yang melahirkan segelintir orang kaya-raya, tapi
> > juga di lain fihak akan tetap ada yang hidup di bawah garis
> > kemiskinan dan dalam tindihan pengangguran yang tercatat maupun 
> yang
> > terselubung. Sebalian lainnya lagi hidup di antara kedua 
> ekstrimitas
> > itu. Persis di zaman Suharto dulu, jadi kita meneruskan apa yang
> > sudah dimulai oleh Suharto ketika dia menerima sistem dan bantuan
> > yang ditawarkan oleh "Berkeley Mafia" dari AS itu. Ilmu ekonomi 
> yang
> > dipakai di zaman SBY ini juga sama: Kapitlasime Neoliberal. Tidak
> > terjadi diskontinyuitas, meskipun sudah sempat memutuskan 
hubungan
> > dengan IMF.
> > 
> > RMDH: perkembangan politik sosial ekonomi Indonesia, seperti 
juga 
> > TIAP negara, adalah matarantai proses yang berkesinambunagn, 
> takkan 
> > ada titik akhir, tanpa sambungan. Neo liberalisme atau system 
> pasar 
> > bebas adalah system yang juga berkuasa di Indonesia dizaman 
Hindia 
> > belanda. Ekonomi dunia adalah ekonomi pasar, yang terutama 
> menentukan 
> > harga commodities kita, kopi, teh, karet, dlsb.
> > 
> > IKRA:
> > 
> > Contoh-contoh lainnya dalam perjalanan sejarah bisa Anda cari
> > sendiri.
> > 
> > RMDH: Tapi kajilah secara ilmiah.
> > 
> > IKRA:
> > Kalau pada tingkatan perorangan, sudah saya contohkan apa yang
> > terjadi pada kedua putera saya itu. Juga apa yang terjadi pada 
diri
> > saya, saya akhirnya sampai kepada keputusan (sekian puluh tahun 
> yang
> > lalu!) bahwa saya dibebani oleh cita-cita orang tua saya, 
sedangkan
> > ideal saya sama sekali lain, maka sejak menyadari itu saya
> > menyatakan "putus" dengan orang tua saya dan membina diri pribadi
> > saya sesuai dengan ideal saya yang tidak sesuai lagi dengan ideal
> > yang dicangkokkan ke dalam diri saya oleh orang tua orangtua 
saya.
> > Ini juga sebuah perjalanan "sejarah hidup" seorang individu yang 
di
> > dalamnya ada diskontinyuitas! Memang, berat dan tidak mudah, 
tetapi
> > harus saya lakukan, dan saya berhasil melakukannya. Dibutuhkan
> > ketegaran jiwa untuk semua ini!
> > 
> > RMDH: Nonsense, kalau anda katakan anak2 anda berkembang fully 
> > terlepas dari perkembangan sejarah anda. Anak2 anda akan 
> berkembang 
> > lain daripada perkembangan anak2 lain dengan background lain. 
> Anak2 
> > kulit putih di US akan berkembang lain daripada anak2 Black 
> Amerivan, 
> > Hispanics, Asian dll.
> > 
> > Anak2 anda mewarisi bahasa yang anda pakai, budaya anda, cara 
anda 
> > makan dan minum, tata perilaku anda, dll. Bahwa sang ayah 
petani, 
> > tetapi anaknya dokter atau insinyur ini BUKAN bukti 
diskontinuitas.
> > 
> > Bush adalah contoh terbaik kontinuitas hiostorai sebuah keluarga.
> > 
> > Mas, jangan bikin bingung pakde Riadi.
> > 
> > Salam
> > 
> > RM D Hadinoto
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [EMAIL PROTECTED], "Ikranagara" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > 
> > > Diskontinyitas sejarah itu dengan mudah bisa kita lihat dalam 
> > > perjalanan sejarah itu sendiri. Di zaman modern kita sekarang 
> ini 
> > > saja telah terjadi diskontinyuitas yang global ketika Tembok 
> Berlin 
> > > runtuh dan rezim komunis menyatakan dirinya bangkrut di man-
mana 
> > > lalu membuang sejarah pembangunan ekonomi yang berdasarkan 
> > pandangan 
> > > Dialektika Materialisme Histories itu. Jadi, Runtuhnya Tembok 
> > Berlin 
> > > itu sebuah tonggak simbolis berakhirnya sebuah perjalanan 
> sejarah 
> > di 
> > > Uni Soviet, Eropah Timur, dan kemudian disusul oleh RRC --- 
> > terutama 
> > > di bidang sejarah politik ekonomi Marxis/Komunis. 
> > > 
> > > Cuma, ironisnya, mereka yang melakukan diskontinyuitas itu 
semua 
> > kok 
> > > malah kembali ke sistem yang mereka putus dahulu itu, yaitu 
> kembali 
> > > kepada politik ekonomi kapitqalis. Mestinya mereka mencari 
> > > alternatif baru di luar Marxisme/Komunis maupun Kapitalis, 
> bukannya 
> > > melanjutkan apa yang dulu sudah diskontinyuitasi ketika 
memilih 
> > > sistem atau politik Ekonomi Marzis/Komunis.
> > > 
> > > Jadi, memang, Manifesto Komunis-nya Karl Marx dulu itu ditulis 
> > untuk 
> > > melakukan diskontinyuitas terhadap perjalanan sejarah 
> sebelumnya, 
> > > artinya mereka memasuki zaman baru, dunia baru. Cuma selakanya 
> di 
> > > dunia baru dan zaman baru itu mereka bangkrut --- pemerataan 
> bukan 
> > > berupa pemerataan kemakmuran melainkan pemerataan kemiskinan, 
> juga 
> > > tidak ada demokrasi dan tidak ada HAM; itulah pangkal 
> kebangkrutan 
> > > mereka. Maka itu tidak bisa diteruskan.Diskontinyuitas!
> > > 
> > > Demikian juga halnya ketika kita memproklamasikan Kemerdekaan 
> kita 
> > > dari penjajahan Belanda, kita melakukan diskontinyuitas 
terhadap 
> > > perjalanan sejarah sebelumnya --- dari menjalani sejarah 
sebagai 
> > > bvangsa terjajah akhirnya menjalani sejarah sebagai bangsa 
yang 
> > > merdeka. Untungnya kita tidak kembali ke sistem kerajaan-
> kerajaan 
> > > yang jumlahnya banyak seperti dahulu kala itu, melainkan kita 
> > > melakukan diskontinyuitas terhadap sejarah nenekmoyang kita 
itu, 
> > > kita tidak mau mewarisi sistem pemerintah modelk nenekmyang 
kita 
> > > itu, karenanyalah kita memasuki dunia baru dan zaman baru 
yaitu 
> > > dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
> > > 
> > > Sejarah memang penuh dengan penggalan-penggalan yang ada 
pangkal 
> > > awalnmya tapi juga akan ada ujung akhirnya. Maka, perjalanan 
> > sejarah 
> > > tidaklah merupakan sebuah garus linear yang tunggal, melainkan 
> > garis-
> > > 0garis yang terputus-putus berjajar menjadi jalur-jalur yang 
> punya 
> > > pangkal awal dan punya ujung akhir.
> > > 
> > > Tadinya saya berharap dengan tumbangnya Suharto maka itulah 
> ujung 
> > > akhir politik ekonomi Kapitalisme Neoliberal di Indonesia. 
Tapi 
> > > nyatanya Habibie, Gus Dur, Mega dan bahkan SBY masih 
meneruskan 
> > > politik ekonomi yang sama. Maka kita akan menjalanan jalur 
yang 
> > sama 
> > > dengan yang pernah dijalani oleh Suharto dulu itu: adanya 
proses 
> > > konglomeratisasi yang melahirkan segelintir orang kaya-raya, 
> tapi 
> > > juga di lain fihak akan tetap ada yang hidup di bawah garis 
> > > kemiskinan dan dalam tindihan pengangguran yang tercatat 
maupun 
> > yang 
> > > terselubung. Sebalian lainnya lagi hidup di antara kedua 
> > ekstrimitas 
> > > itu. Persis di zaman Suharto dulu, jadi kita meneruskan apa 
yang 
> > > sudah dimulai oleh Suharto ketika dia menerima sistem dan 
> bantuan 
> > > yang ditawarkan oleh "Berkeley Mafia" dari AS itu. Ilmu 
ekonomi 
> > yang 
> > > dipakai di zaman SBY ini juga sama: Kapitlasime Neoliberal. 
> Tidak 
> > > terjadi diskontinyuitas, meskipun sudah sempat memutuskan 
> hubungan 
> > > dengan IMF.
> > > 
> > > Contoh-contoh lainnya dalam perjalanan sejarah bisa Anda cari 
> > > sendiri.
> > > 
> > > Kalau pada tingkatan perorangan, sudah saya contohkan apa yang 
> > > terjadi pada kedua putera saya itu. Juga apa yang terjadi pada 
> diri 
> > > saya, saya akhirnya sampai kepada keputusan (sekian puluh 
tahun 
> > yang 
> > > lalu!) bahwa saya dibebani oleh cita-cita orang tua saya, 
> sedangkan 
> > > ideal saya sama sekali lain, maka sejak menyadari itu saya 
> > > menyatakan "putus" dengan orang tua saya dan membina diri 
> pribadi 
> > > saya sesuai dengan ideal saya yang tidak sesuai lagi dengan 
> ideal 
> > > yang dicangkokkan ke dalam diri saya oleh orang tua orangtua 
> saya. 
> > > Ini juga sebuah perjalanan "sejarah hidup" seorang individu 
yang 
> di 
> > > dalamnya ada diskontinyuitas! Memang, berat dan tidak mudah, 
> tetapi 
> > > harus saya lakukan, dan saya berhasil melakukannya. Dibutuhkan 
> > > ketegaran jiwa untuk semua ini!
> > > 
> > > Ikra.-
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > --- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi 
<[EMAIL PROTECTED]> 
> > > wrote:
> > > > 
> > > > Pak Ikranagara..... mohon maaf, saya mendukung Anda... 
> > > diskontinuitas itu perlu, sangat perlu...
> > > >  
> > > > munkin Anda perlu menjelaskan buat Pak RM Danardhono, biar 
> tidak 
> > > menganalogikan sejarah dengan menabrak pohon segala...
> > > >  
> > > > masak kita harus mengingat-ingat pohonnya,...., kan yg 
penting 
> > > kita hati-hati saja.... bukan mengingat pohonnya an 
sich......, 
> > > sebab masih banyak pohon lagi.........
> > > >  
> > > > sejarah tdk perlu menyalahkan pada pribadi soeharto, 
melainkan 
> > > bahwa setiap presiden terbuka peluang menjadi sosok  jahat 
> maupun 
> > > baik...
> > > >  
> > > >  
> > > > 
> > > > 
> > > > Ikranagara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > > 
> > > > Bagaimana membangun masa depan kalau tidak tahu masa lalu?
> > > > 
> > > > Bisa saja! Dengan melakukan diskontinuiti terhadap masa lalu!
> > > > 
> > > > Generasi baru jangan mau dibebani masa lalu orangtuanya, 
agar 
> > bisa 
> > > > bebas dalam membangun masa depannya sesuai dengan idelnya 
> > sendiri, 
> > > > dan bukan ideal orang tuanya. Itulah sebabnya manusia punya 
> otak 
> > > > yang tergolong yahut di bandingkan makhluk lainnya.
> > > > 
> > > > Pendidikan orang tua itu baik, tetapi untuk batas tertentu 
> kita 
> > > > harus berani menyetopnya, kalau tidak maka kita akan 
dibebani 
> > > hasil 
> > > > brainwashed orang tua itu. Ya, pendidikan itu banyak sekali 
> unsur 
> > > > brain washednya.
> > > > 
> > > > Kata kunci: DISKONTINYUITAS! ini juga saya berikan kepada 
> kedua 
> > > > putera saya, dan mereka masing-masing menjsadi dirinya 
sendiri 
> > > yang 
> > > > bebas dari orang tuanya --- alangkah bahagianya saya sebagai 
> > orang 
> > > > tua!
> > > > 
> > > > Tapi apa yang dilakukan presiden-presiden kita sesudah 
Suharto 
> di 
> > > > bidang ekonomi? Tidak berani melakukan diskontinyuitas, 
> akibatnya 
> > > > kita akan mengulang jalan yang sudah pernah dilalui oleh 
> Suharto 
> > > di 
> > > > bidang ekonomi. Kesenjangan ekonomi, kemiskinan dan 
> pengangguran 
> > > > akan menjadi hantu yang kalau suidah tiba saatnya maka 
> menjelma 
> > > jadi 
> > > > momok amuk-amukan lagi!
> > > > 
> > > > Ikra.-
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "rm_danardono" 
> > > <[EMAIL PROTECTED]> 
> > > > wrote:
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > >>>>kalo ada apa-apa, dulu selalu menyalahkah bung karno, 
> nah 
> > > > > sekarang gantian nyalahkan semuanya pada pak harto.
> > > > > >  
> > > > > > emang gampang sih menyalahkan..<<<<<<
> > > > > 
> > > > > RMDH: lha iya too..bung Karno juga nyalahkan Belanda! Gus 
> Dur 
> > > > > nyalahkan Megawati..Suharto nyalahkan bung Karno..
> > > > > Lha anda kira siapa yang salah? Jan Pieterzoon Coen?
> > > > > 
> > > > > Mas Rahmat ya betul dong, belajar dari sejarah. Gimana mau 
> > > bangun 
> > > > > masa depan, kalau masa lalu aja gak tahu? Lha ilmu alam 
itu 
> > > gimana 
> > > > > menggenmangkannya? kan juga dengan experiment2? Secara 
> ilmiah 
> > > > namanya 
> > > > > empirik. kalau anda nabrak pohon kemarin dulu, masa mau 
> lupain, 
> > > > lalu 
> > > > > besok nabrak lagi?
> > > > > 
> > > > > Piyee to?
> > > > > 
> > > > > RMDH 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi 
> > <[EMAIL PROTECTED]> 
> > > > > wrote:
> > > > > > 
> > > > > > memang paling mudah menengok masa lalu, daripada bersiap 
> ke 
> > > masa 
> > > > > depan.
> > > > > >  
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > > > RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > > > > 
> > > > > > Untungnya, anak cucu kita tahu apa itu kebenaran. Kenapa 
> kita 
> > > > bisa 
> > > > > tengkurap begini. Sejarah itu sangat penting. Kalau tidak 
> pasti 
> > > > dia 
> > > > > akan dimakamkan di TMP Kalibata. 
> > > > > > 
> > > > > > fatur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > > > > Adakah kita pernah peduli atas korban-korban setelah 
> tanggal 
> > > > > KERAMAT itu?
> > > > > > Apakah anda pernah mengakui ada berjuta umat manusia tak 
> > > berdosa 
> > > > > mati
> > > > > > sia-sia atas nama kemanusian?
> > > > > > Apakah pemerintah pernah mengakui? Pembantaian, 
intimidasi,
> > > > > > penghancuran..suharto tetap pahlawan.
> > > > > > Apa utungnya andai suharto terlibat? Para korban sudah 
> > > terlanjur 
> > > > > menderita
> > > > > > mas.
> > > > > > 
> > > > > > _____ 
> > > > > > 
> > > > > > From: Ambon [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> > > > > > Sent: Tuesday, October 26, 2004 5:14 AM
> > > > > > To: Undisclosed-Recipient:;
> > > > > > Subject: [ppiindia] G30S, Terlibatkah Soeharto?
> > > > > > 
> > > > > > * http://www.kompas.com/kompas-
> cetak/0410/27/opini/1350653.htm
> > > > > > Rabu, 27 Oktober 2004
> > > > > > 
> > > > > > G30S, Terlibatkah Soeharto?
> > > > > > 
> > > > > > SETIAP kali memasuki bulan September dan Oktober, 
ingatan 
> > > selalu 
> > > > > menerawang 
> > > > > > jauh ke belakang, tepatnya ke peristiwa Gerakan 30 
> September 
> > > > (G30S) 
> > > > > tahun 
> > > > > > 1965 yang sampai kini masih tetap menyimpan misteri.
> > > > > > Ada pepatah yang menyatakan bahwa orang yang menguasai 
> > > > informasi, 
> > > > > akan 
> > > > > > menguasai dunia. Pepatah itu tidak mengada-ada, karena 
> > > kenyataan 
> > > > > itulah yang
> > > > > > 
> > > > > > terjadi pada Panglima Komando Cadangan Strategis 
Angkatan 
> > > Darat 
> > > > > (Kostrad) 
> > > > > > Mayor Jenderal Soeharto sewaktu Peristiwa G30S terjadi.
> > > > > > Ia adalah satu-satunya perwira tinggi Angkatan 
Bersenjata 
> > > > Republik 
> > > > > Indonesia
> > > > > > 
> > > > > > (ABRI) yang tahu persis tentang apa yang terjadi pada 
> tanggal 
> > > 1 
> > > > > Oktober 1965
> > > > > > 
> > > > > > dini hari itu. Data yang telah dipublikasikan selama ini 
> > > > > menyebutkan, pada 
> > > > > > tanggal 30 September 1965 malam, Soeharto telah diberi 
> > > informasi 
> > > > > oleh 
> > > > > > Kolonel Infanteri Abdul Latief, Komandan Brigade 
Infanteri 
> I 
> > > > > Jayasakti Kodam
> > > > > > 
> > > > > > V Jaya, bahwa akan dilakukan penjemputan paksa terhadap 
> para 
> > > > > jenderal 
> > > > > > pimpinan teras Angkatan Darat, termasuk Panglima 
Angkatan 
> > > Darat 
> > > > > Jenderal 
> > > > > > Ahmad Yani, untuk dihadapkan kepada Presiden Soekarno.
> > > > > > =========================== 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > 
> > > > 
> > > 
> > 
> 
*********************************************************************
> > > > *
> > > > > *****
> > > > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. 
> > Menuju 
> > > > > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> > > www.ppi-
> > > > > india.uni.cc
> > > > > > 
> > > > > 
> > > > 
> > > 
> > 
> 
*********************************************************************
> > > > *
> > > > > *****
> > > > > > 
> > > > > 
> > > > 
> > > 
> > 
> 
_____________________________________________________________________
> > > > _
> > > > > ____
> > > > > > Mohon Perhatian:
> > > > > > 
> > > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA 
> (kecuali 
> > > sbg 
> > > > > otokritik)
> > > > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
> > > > dikomentari.
> > > > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > > > > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > > 7. kembali menerima email: ppiindia-
[EMAIL PROTECTED]
> > > > > > 
> > > > > > Yahoo! Groups Links
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > >             
> > > > > > ---------------------------------
> > > > > > Do you Yahoo!?
> > > > > > Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
> > > > > > 
> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > 
> > > > 
> > > 
> > 
> 
*********************************************************************
> > > > *
> > > > > *****
> > > > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. 
> > Menuju 
> > > > > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> > > www.ppi-
> > > > > india.uni.cc
> > > > > > 
> > > > > 
> > > > 
> > > 
> > 
> 
*********************************************************************
> > > > *
> > > > > *****
> > > > > > 
> > > > > 
> > > > 
> > > 
> > 
> 
_____________________________________________________________________
> > > > _
> > > > > ____
> > > > > > Mohon Perhatian:
> > > > > > 
> > > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA 
> (kecuali 
> > > sbg 
> > > > > otokritik)
> > > > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
> > > > dikomentari.
> > > > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > > > > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > > 7. kembali menerima email: ppiindia-
[EMAIL PROTECTED]
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > Yahoo! Groups Sponsor 
> > > > > > Get unlimited calls to
> > > > > > 
> > > > > > U.S./Canada
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > ---------------------------------
> > > > > > Yahoo! Groups Links
> > > > > > 
> > > > > >    To visit your group on the web, go to:
> > > > > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> > > > > >   
> > > > > >    To unsubscribe from this group, send an email to:
> > > > > > [EMAIL PROTECTED]
> > > > > >   
> > > > > >    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! 
> Terms 
> > of 
> > > > > Service. 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > 
> > 
> 
*********************************************************************
> > > ******
> > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. 
Menuju 
> > > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> www.ppi-
> > > india.uni.cc
> > > > 
> > > 
> > 
> 
*********************************************************************
> > > ******
> > > > 
> > > 
> > 
> 
_____________________________________________________________________
> > > _____
> > > > Mohon Perhatian:
> > > > 
> > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali 
> sbg 
> > > otokritik)
> > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
> > > dikomentari.
> > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> > > > 
> > > > 
> > > > ---------------------------------
> > > > Yahoo! Groups Links
> > > > 
> > > >    To visit your group on the web, go to:
> > > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> > > >   
> > > >    To unsubscribe from this group, send an email to:
> > > > [EMAIL PROTECTED]
> > > >   
> > > >    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms 
of 
> > > Service. 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke