Pak Rahardjo,
Kalau BBM dinaikan, kasihan rakyat kecil.
Mungkin rakyat kecil tidak punya mobil, tapi mereka tetap harus naik kendaraan
umum ke tempat kerjanya. Kemudian segala macam kebutuhan rakyat seperti sayur
mayur, dsb, diangkut pakai kendaraan alias BBM. Jika harga BBM naik, otomatis
tarif angkutan naik, dan harga barang2 juga naik.
Kalau ingin menghapus subsidi buat orang kaya, gampang. Kenakan pajak tinggi
bagi pemilik mobil mewah, misalnya untuk perpanjangan STNK, kenakan tarif 50%
dari harga mobil.
Kemudian kenapa Indonesia sampai impor BBM (minyak yang sudah jadi) dari
Singapura sampai Rp 20 trilyun per tahun, sementara pada saat yang sama
mengekspor minyak mentah? Kan lebih baik menyuling sendiri minyak mentah kita
jadi BBM sehingga tidak perlu impor BBM?
Jadi memang kenaikan BBM itu adalah tindakan kaum Neoliberal yang pro IMF yang
memang ada di masa Mega mau pun sekarang.
Jika anda peduli rakyat kecil, harusnya judul tulisan anda:
"Pendapatan Rakyat Harus Naik."
Salam
rahardjo mustadjab <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Orang bermobil terbiasa dengan harga bensin yang
sangat murah, salah satu yang termurah di dunia. Kalau
harga bensin naik, protes, kalau perlu mahasiswa turun
kejalan, demo, mengatasnamakan rakyat kecil. Kata
mereka, wajar dong harga bensin murah, bukankah
Indonesia penghasil minyak yang berlimpah, maka
biarkan rakyat menikmatinya, kan mereka orang susah.
Benarkah anggapan demikian?
Agaknya kita termakan dengan propaganda kita sendiri.
Kalau kita sandingkan dengan negara OPEC lainnya,
produksi minyak Indonesia tidak tinggi-tinggi amat,
kini tinggal 1.1 juta barrel per hari. Lagi pula,
biaya produksinya agak tinggi. Dari jumlah itu, 45%
kita eksport ke Jepang dan Amerika, yang disebut sweet
oil antara lain karena kandungan belerangnya rendah.
Minyak bermutu baik itu dihasilkan dari ladang-ladang
minyak Caltex di Minas dan Duri. Hasil devizanya kita
pakai untuk menambal APBN.
Sisanya yang 600,000 barrel per hari kita pakai untuk
kebutuhan BBM dalam negeri. Padahal kebutuhan dalam
negeri sekarang satu juta barrel per hari. Tekornya
sebesar 400,000 barrel sehari kita import dari Timur
Tengah, Kuwait utamanya. Selanjutnya, hasil kilang
Cilacap dan Balongan tidak memenuhi kebutuhan dalam
negeri; maka kita terpaksa membeli bensin dari kilang
Shell di Singapura yang dari dulu sudah terkenal murah
dan baik mutunya.
Dengan harga minyak dunia yang sekarang berkisar
antara $35 dan $45 bahkan mendekati $50 per barrel,
menjual bensin biasa (bukan lead-free) seharga Rp
7,200 per liter boleh dikata tidak untung. Ketekoran
negara sebesar Rp 7,200 - Rp 2,000 = Rp 5,200 per
liter itulah yang dinamakan "subsidi BBM yang
membengkak". Lantas, tekornya ditambal pakai apa? ya
pakai APBN yang lagi kembang kempis. APBN dari mana?
ya dari eksport dan pajak. Eksport lagi megap-megap
karena berbagai sebab. Pajak digenjotpun masih
kurang; karena prosentasenya rendah, pajak perseroan
dan pajak pendapatan rendah, dirjen dan sekjen bebas
pajak, pegawai swasta kena pajak pendapatan 15%, pajak
perusahaan pun masih tahu sama tahu. Padahal politisi
obral janji pendidikan gratis, lantas kenyataannya mau
diambil dari mana?
Saya yakin Koalisi Kebangsaan di DPR yang bersemangat
dengan segala cara untuk menjegal Kabinet Persatuan,
saat ini berdebar-debar menunggu kesempatan emas dua
bulan lagi, saat pemerintah mengajukan rancangan APBN.
Dapat dipastikan, mereka akan mencap rencana untuk
menghapus subsidi BBM secara bertahap sebagai
"pro-IMF" sambil berdalih melindungi rakyat kecil.
Tak heran, karena kata IMF sudah jadi dirty word
seperti kata PKI kemarin. Seorang ketua partai sudah
mengeluarkan ancaman: "akan kita lihat, kalau
pemerintah menunjukkan gelagat tidak baik, kita akan
pikirkan lagi dukungan kita".
Kalau pemerintah menunggu pengurangan subsidi BBM
sebesar 10% sampai setelah berakhirnya program
100-hari, jangan-jangan komplotan DPR yang kurang ajar
itu minta jaminan agar pemerintah tidak ada niat untuk
menaikkan harga BBM. Sambil mengumbar istilah IMF dan
kepentingan rakyat banyak seenak perutnya.
Salam,
RM
----------------------------------
Ekonomi dan Bisnis
Harga BBM Bisa Naik 30 Persen
Selasa, 02 November 2004 | 20:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) diperkirakan akan naik 20 hingga 30 persen pada
awal tahun 2005.
Kenaikan ini mengasumsikan harga minyak dunia US$ 35
per barel dengan nilai tukar Rp 9.000 per dolar dan
subsidi Rp 63 triliun pada 2005.
Pengamat Ekonomi dan Staf Ahli PT Bank Mandiri Tbk,
Martin Panggabean mengatakan kenaikan ini terkait
dengan terus melonjaknya harga minyak dunia.
Ia memperkirakan harga minyak dunia hingga akhir tahun
2004 mencapai US$ 40 per barel. "Jadi secara makro
ekonomi kenaikan BBM tidak bisa dihindari karena hanya
menunda masalah di kemudian hari," katanya di Plaza
Bank Mandiri, Jakarta, selasa (2/11).
Pemerintah, lanjutnya, bersama DPR harus melakukan
kompromi mengenai nilai subsidi minyak. Menurut dia,
jika besaran subsidi masih tetap dipatok Rp 21 triliun
pada 2005, harga minyak akan melonjak hingga 50
persen.
Asumsi harga minyak dunia masih US$ 35 per barel
dengan nilai tukar rupiah Rp 9.000 per dolar. "Dalam
kondisi ekonomi seperti sekarang, menaikkan harga BBM
secara langsung sangat riskan," katanya.
Namun, pemerintah sendiri sudah berencana untuk
menaikkan menaikkan harga minyak dalam negeri setelah
program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu.
Menteri Keuangan Jusuf Anwar menyatakan waktu yang
tepat adalah sekitar pertengahan Januari yang
merupakan batas akhir 100 hari kerja pertama
pemerintah. �Alangkah tidak indahnya, masak masih 100
hari, sudah menaikkan harga minyak,� ujarnya kepada
wartawan di Jakarta, Selasa (2/11) siang).
Jusuf menyatakan saat ini pemerintah sedang
mempertimbangkan skenario penyesuaian harga minyak
dalam negeri dengan harga minyak dunia. Salah satu
yang ditunggu adalah hasil pemilihan presiden di
Amerika Serikat.
Dari situ, kata Jusuf, barulah bisa dilihat
kemungkinan dampaknya terhadap harga minyak dunia
terutama terkait dengan kebijakan di Irak yang akan
sangat berpengaruh terhadap pasokan minyak dunia.
�Dari situ juga akan diliat pengaruhnya terhadap harga
minyak mentah Indonesia atau ICP (Indonesian Crude Oil
Price),� katanya.
Selain faktor harga minyak dunia, pemerintah juga
mempertimbangkan banyak faktor dan variabel lain
termasuk kondisi Indonesia sebagai salah satu negara
yang memiliki harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang
paling murah. �Kita juga sudah terbiasa dengan harga
minyak yang murah,� urainya.
Direktur Jenderal Anggaran Departemen Keuangan Ahmad
Rochjadi menyatakan bahwa pemerintah sedang melakulan
kajian terhadap berbagai faktor terkait dengan
pencabutan subsidi dan penyesuaian harga minyak dalam
negeri. �Terlalu banyak variabel yang harus kami
hitung,� katanya.
Ahmad menyatakan pihaknya belum memiliki gambaran
berapa harga minyak dalam negeri yang sesuai dengan
harga minyak dunia. Sekarang. �Kami masih melakukan
exercise soal itu,� ujarnya. amal ihsan/yandi mr
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.geocities.com/nizaminz
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Check out the new Yahoo! Front Page. www.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/