SUARA PEMBARUAN DAILY 
---------------------------------
Direktur CARE di Irak Dieksekusi
 
BAGHDAD - Margaret Hassan, pekerja kemanusiaan yang diculik dan disandera 
kelompok militan Irak, diyakini telah tewas dieksekusi. Televisi Al-Jazeera, 
Selasa (16/11), menerima sebuah rekaman video yang mempertontonkan aksi 
penembakan kepala seorang wanita yang matanya tertutup rapat. Keluarga Hassan 
di London mengatakan, mereka yakin korban penembakan itu adalah Margaret yang 
sudah bertahun-tahun menjabat sebagai Direktur CARE di Irak. Menlu Inggris Jack 
Straw mengatakan, hasil analisis atas rekaman video itu menunjukkan Margaret 
kemungkinan telah dibunuh meski hal itu belum bisa dipastikan seratus persen. 
CARE mengatakan organisasi tersebut kini tengah berduka atas kematian warga 
Inggris berusia 59 tahun tersebut. Margaret selama bertahun-tahun bekerja 
menyalurkan makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Irak. 
Margaret adalah wanita sandera asing pertama yang tewas dieksekusi di Irak. 
"Menculik dan membunuh siapapun adalah hal yang tidak termaafkan," ungkap 
Straw. Apalagi Margaret, yang sebagian besar usianya dipakai untuk bekerja bagi 
kebaikan rakyat Irak. 
Tahseen Ali Hassan, suami Margaret, yang tampak sangat terpukul, mengaku sudah 
mendengar tentang video tersebut tetapi tidak tahu apakah rekaman itu otentik. 
"Saya mohon kepada siapa pun yang menculik istri saya, untuk mengatakan kepada 
saya, apa yang sudah mereka lakukan terhadapnya...Saya mengharapkan istri saya, 
hidup atau mati. Jika ia telah mati, izinkan saya tahu di mana gerangan ia 
berada, sehingga saya dapat menguburkannya dalam damai," ungkap Tahseen dengan 
suara bergetar dan berurai air mata, dalam tayangan sangat emosional di 
Al-Jazeera. 
Selain Margaret, satu-satunya wanita Barat yang masih disandera adalah Teresa 
Borcz Khalifa, 54, warga Irak kelahiran Polandia yang diculik bulan lalu. Lebih 
dari 170 orang asing diculik di Irak tahun ini, dan lebih dari 30 orang dari 
mereka telah dieksekusi mati. Margaret adalah satu dari sembilan wanita yang 
disandera selama delapan bulan terakhir di Irak. Tujuh dari mereka, termasuk 
dua pekerja kemanusiaan Italia, telah dibebaskan. 

Mosul Digempur 
Sementara itu, dari Baghdad juga dilaporkan, pasukan AS dan Irak kemarin 
menggempur sejumlah wilayah di Mosul, kota di Irak bagian utara, yang dikuasai 
oleh kelompok-kelompok perlawanan. Serangan militer ke Mosul dilakukan, setelah 
AS mengklaim berhasil merebut dan menguasai Fallujah dari kelompok perlawanan. 
Sepanjang hari kemarin, pesawat tempur dan helikopter AS mengitari Mosul, kota 
nomor tiga terbesar di Irak, yang berpenduduk satu juta orang. Ledakan dahsyat 
dan suara tembakan terdengar di seantero kota. 
Sekitar 1.200 tentara AS ikut ambil bagian dalam operasi militer merebut 
belasan kantor polisi di Mosul dari cengkeraman kelompok perlawanan. 
Serangan ofensif di Fallujah, yang berlangsung selama satu minggu, itu sendiri 
dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 38 tentara Amerika dan enam tentara 
Irak. Para pejabat AS memperkirakan 1.200 anggota kelompok perlawanan tewas 
dalam pertempuran di Fallujah. Dalam serangan militer AS ke sebuah masjid di 
Fallujah kemarin, seorang pria tak bersenjata tewas, sehingga memicu kemarahan 
warga di wilayah yang mayoritas berpenduduk Muslim Sunni tersebut. 
Di Baghdad, pasukan AS juga menangkap Naseer Ayaef, anggota Partai Islam Irak, 
yakni partai politik Muslim Sunni yang sangat berpengaruh. 
Human Rights Watch dan Amnesty International, kemarin mengatakan serangan 
militer Marinir AS ke Fallujah melanggar Konvensi Jenewa dan bisa dikategorikan 
kejahatan perang. 
Hal itu disampaikan Joe Stork, Direktur Human Rights Watch urusan Timur Tengah 
yang berkantor di Washington. Dua organisasi itu mendesak Louise Arbour, 
pejabat tinggi HAM di PBB, untuk menggelar penyelidikan tentang pelanggaran di 
Fallujah, termasuk penggunaan kekuatan bersenjata secara tidak proporsional 
dengan target rakyat sipil. (AP/Rtr/E-9)
 

                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke