http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2004/12/2/b1.htm

Dari Warung Global Interaktif-''Bali Post''
Soal Kenaikan Harga BBM 40 Persen...
Pemerintah Dinilai tak Berpihak kepada Rakyat Kecil
Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai tahun 2005 
sampai 40 persen, jika itu benar-benar terealisasi, akan mengundang dampak dan 
berbagai aksi khususnya dari mahasiswa. Harus diakui masyarakat kecil paling 
terkena dampak akibat kenaikan BBM tersebut. Sebagaimana pula dilakukan 
pemerintah sebelumnya, kenaikan harga BBM itu akan diikuti kenaikan harga-harga 
semua barang khususnya sembako dan transportasi yang selama ini menjadi 
kebutuhan rakyat kecil. Oleh karena itu, keputusan yang akan diambil pemerintah 
itu di samping sangat memberatkan juga tidak memihak rakyat kecil. Demikian 
opini yang mengemuka pada acara Warung Global yang disiarkan Radio Global FM 
96,5 Kinijani, Rabu (1/12) kemarin. Acara ini juga dipancarluaskan Radio Genta 
Swara Sakti Bali dan Singaraja FM. Berikut rangkuman selengkapnya. 

Mengawali Warung Global, Mahayani menyadari pemerintah tak bisa berbuat lain 
kecuali menaikkan harga karena harga BBM di Indonesia paling rendah di dunia. 
Mestinya sejak dulu sedikit demi sedikit subsidi BBM dihapus. Namun, baru saat 
pemerintahan Mega dilakukan sehingga masyarakat menjerit. Kenaikan harga BBM 
itu juga harus dilakukan melihat kian meroketnya harga minyak dunia. Namun, 
konsekuensi dari kenaikan harga BBM tersebut akan menimbulkan aksi terutama 
dari mahasiswa. Makanya ketika dilakukan aksi-aksi seperti itu, pemerintah 
mestinya sejak dini mengantisipasi dampaknya. Di sisi lain harus disadari pula 
bahwa sektor riea/masyarakat kecillah yang paling merasakan dampaknya. Karena 
itu, Suena di Denpasar mengingatkan apakah kenaikan harga 40% sudah dipikirkan 
oleh pemerintahan SBY-Kalla akan menggiring kenaikan harga barang-barang lain 
seperti sembako?

Sebagaimana perjalanan sebelumnya, Agung di Jalan Gatotkaca menyatakan sebulan 
lagi kita akan menghadapi kehidupan dramatis yakni kenaikan harga-harga yang 
lain seperti transportasi dan sembako. Keputusan pemerintah ini jelas-jelas 
cukup berat karena tidak memihak kepada rakyat kecil. Namun, diharapkan jangan 
sampai BBM dinaikkan, tetapi kemudian ditilep ke luar negeri. 

Aritonang di Denpasar menilai langkah yang dilakukan pemerintah itu sudah 
merupakan yang terbaik. Walaupun dalam jangka pendek itu sangat pahit dirasakan 
oleh masyarakat, untuk jangka panjang terutama kelangsungan pembangunan ke 
depan sangat tepat. Yang mesti dipertanyakan kenapa ada subsidi-subsidi lagi 
sebagaimana dilakukan pula pemerintah sebelumnya. Apakah sekadar menyenangkan 
rakyat kecil, yang justru paling merasakan dampak kenaikkan itu? Diharapkan ke 
depan pemerintah melakukan efisiensi penggunaan BBM agar benar-benar diarahkan 
untuk hal-hal produktif.

Sinda di Siulan juga menilai kenaikan BBM merupakan masalah klasik karena yang 
menikmati BBM adalah kelas atas. Semuanya kembali pada orangnya masing-masing. 
Namun, Guatama di Gianyar tak menyesal jika pemerintah menaikkan BBM 40% untuk 
menguntungkan masyarakat dalam jangka panjang. 

Wangi di Mengwi menyatakan tidak masalah harga BBM naik asalkan SPBU/pompa 
bensin yang ada ditertibkan karena banyak SPBU yang curang. 

Toyota di Marga Tabanan setuju atas recana kenaikkan harga BBM tersebut karena 
pemerintah sekarang ini rakyatlah yang memilih. Apa pun kebijakan dari 
pemerintah pusat mestinya diamankan dan disetujui. Namun, Wayan Kardi di 
Gianyar justru sangat kecewa sebagai rakyat kecil karena setiap pergantian 
pemimpin, BBM naik. Wayan Sujana di Gianyar mengatakan, sebagai rakyat kecil 
dirinya juga merasa berat karena segala harga akan naik. 

Jika pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM, kalau bisa jangan 40 persen, 
tetapi turunkan hingga 20 persen karena penghasilan masyarakat sangat minim. 

Putu Sukarata di Badung sangat setuju supaya pemerintah sekarang betul-betul 
menghapus subsidi karena sejak dulu rakyat sudah dimanjakan subsidi. Fajar di 
Payangan juga setuju harga BBM dinaikkan sampai 40 persen. Namun, apakah itu 
ada artinya jika uangnya untuk menutup APBN di saat korupsi masih merajalela. 
Selain kenaikan tersebut, mestinya korupsi juga ditangani. ''Kalau bisa 
sebaiknya ditunda dulu kenaikan harga BBM tersebut sampai kasus korupsi 
terselesaikan,'' harapnya. * panca 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke