** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **

http://www.suaramerdeka.com/harian/0412/02/nas10.htm
Kamis, 02 Desember 2004NASIONAL

Anggaran Pendidikan Dipertanyakan
Cuma 6% dari APBD

SEMARANG- Alokasi dana pendidikan senilai Rp 359,16 miliar atau 12,58% dari 
APBD Jateng 2005 dipertanyakan oleh anggota Komisi E DPRD Jateng. Selain 
belum memenuhi 20% seperti amanat konstitusi, anggarannya ternyata tidak 
lebih dari 6% yang benar-benar untuk kepentingan peserta didik.
''Anggaran pendidikan yang disebutkan 12,58% bisa dikatakan menyesatkan. 
Mengapa? Dalam rapat Komisi E bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng 
dan Bappeda terungkap, anggaran tersebut termasuk untuk pendidikan 
kedinasan,'' ungkap Sekretaris Komisi E Thontowi Jauhari seusai rapat 
kemarin di Gedung Berlian.

Thontowi menyebutkan, anggaran pendidikan 12,58% itu termasuk untuk 
peningkatan SDM aparatur pemerintah. Sesuai dengan UU No 20/2003 tentang 
Sistem Pendidikan Nasional, anggaran pendidikan itu disalurkan untuk 
kepentingan anak didik.

''Dalam RAPBD Jateng 2005 itu ternyata tidak hanya untuk anak didik, tetapi 
juga untuk peningkatan SDM kedinasan. Bahkan, anggaran untuk pendidikan anak 
didik, kalau dihitung tidak lebih dari 6%, sisanya untuk peningkatan SDM. 
Itu bisa diartikan, anggaran pendidikan di Jateng hanya tenaga kedinasan, 
sementara untuk anak didik jauh lebih kecil,'' papar anggota Dewan dari FPAN 
itu.
Menurut pendapat dia, anggaran pendidikan 12,58% dari APBD itu juga 
dianggarkan untuk kebudayaan dan olahraga. Karena itu, dia mempertanyakan 
komitmen eksekutif untuk meningkatkan pendidikan formal.

Sebab, anggaran tersebut tidak terlepas dari program Wajib Belajar 9 Tahun 
yang dicanangkan pemerintah. Program tersebut paling lambat harus diwujudkan 
pada 2006.
''Semestinya pada 2005 sudah mulai ancang-ancang untuk mewujudkan program 
wajib belajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Dengan demikian, pada 2006 Jateng 
sudah bisa 'berlari' dalam Wajib Belajar 9 Tahun,'' katanya. Dalam program 
wajib belajar, lanjutnya, pemerintah wajib memberikan biaya tanpa ada 
diskriminasi antara pendidikan swasta dan negeri.

Anggota Komisi E dari FPKS Muhammad Haris menambahkan, fraksinya juga 
melakukan kalkulasi dari anggaran pendidikan seperti disampaikan Gubernur 
dalam penjabaran nota keuangan. Dia mengungkapkan, anggaran pendidikan yang 
benar-benar untuk alokasi pendidikan ke peserta didik hanya 4%. ''Anggaran 
itu jauh lebih besar untuk anggaran pendidikan kedinasan. Sementara anggaran 
yang dialokasikan untuk peserta didik tidak lebih dari 4%. Semestinya 
anggaran pendidikan itu mendapat perhatian serius dari pemerintah,'' 
tandasnya. (G1,G7-58t) 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis [EMAIL PROTECTED] Kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Kirim email ke