Dear Pieter, I wonder who you are. Dr.Ir. Anto John Hartomo is a real scholar, who is willing to stoop low in ppiindia. But he meant good -- he just wants this mailing list free of all rubish. Because he longs an Indonesia that is making progress and not in a mess. Next time don't be rude, before you utter a word stand erect before a mirror and have a good look and see who you really are.
Cheers, RM --- Petter Taulan P <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > to: abieZahra, coba u jawab tulisan si Lutfie > Sangkuni ini sampai dia > bungkam ini ketimbang cuma ribut ga keruan soal > nama. > bisa gak? > > > > > ----- Original Message ----- > From: antonhartomo <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Friday, December 03, 2004 1:13 AM > Subject: [ppiindia] sekadar file > > > > > dear all > semoga milis ini makin dewasa dan toleran. > pergulatan batin tidak diumbar > dan kita sungguh mau memajukan NKRI. > salam dalam renungan > > > > > > > > > > > > > > > > -------------------------------------------------------- > > Dikutip dari: > Luthfi Assyaukanie. > Dosen Sejarah Pemikiran Islam > Universitas Paramadina > Jakarta > > > > Sebagian besar kaum Muslim meyakini bahwa Alquran > dari halaman > pertama hingga terakhir merupakan kata-kata Allah > yang diturunkan > kepada Nabi Muhammad secara verbatim, baik > kata-katanya (lafdhan) > maupun maknanya (ma' nan). Kaum Muslim juga > meyakini bahwa Alquran > yang mereka lihat dan baca hari ini adalah persis > seperti yang ada > pada masa Nabi lebih dari seribu empat ratus tahun > silam. > > Keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan > formulasi dan > angan-angan teologis (al-khayal al-dini) yang > dibuat oleh para ulama > sebagai bagian dari formalisasi doktrin-doktrin > Islam. Hakikat dan > sejarah penulisan Alquran sendiri sesungguhnya > penuh dengan berbagai > nuansa yang delicate (rumit), dan tidak sunyi dari > perdebatan, > pertentangan, intrik, dan rekayasa. > > Alquran dalam bentuknya yang kita kenal sekarang > sebetulnya adalah > sebuah inovasi yang usianya tak lebih dari 79 > tahun. Usia: ini > didasarkan pada upaya pertama kali kitab suci ini > dicetak dengan > percetakan modern dan menggunakan standar Edisi > Mesir pada tahun > 1924. Sebelum itu, Alquran ditulis dalam beragam > bentuk tulisan > tangan (rasm) dengan teknik penandaan bacaan > (diacritical marks) dan > otografi yang bervariasi. > > Hadirnya mesin cetak dan teknik penandaan bukan > saja membuat Alquran > menjadi lebih mudah dibaca dan dipelajari, tapi > juga telah > membakukan beragam versi Alquran yang sebelumnya > beredar menjadi > satu standar bacaan resmi seperti yang kita kenal > sekarang. > > Pencetakan Edisi Mesir itu bukanlah yang > pertamakali dalam upaya > standarisasi versi-versi Alquran. Sebelumnya, para > khalifah dan > penguasa Muslim juga turun-tangan melakukan hal > yang sama, kerap > didorong oleh keinginan untuk menyelesaikan > konflik-konflik bacaan > yang muncul akibat beragamanya versi Alquran yang > beredar. > > Tapi pencetakan tahun 1924 itu adalah ikhtiyar > yang luar biasa, > karena upaya ini merupakan yang paling berhasil > dalam sejarah > kodifikasi dan pembakuan Alquran sepanjang masa. > Terbukti kemudian, > Alquran Edisi Mesir itu merupakan versi Alquran > yang paling banyak > beredar dan digunakan oleh kaum Muslim. > > Keberhasilan penyebarluasan Alquran Edisi Mesir > tak terlepas dari > unsur kekuasaan. Seperti juga pada masa-masa > sebelumnya, kodifikasi > dan standarisasi Alquran adalah karya institusi > yang didukung oleh -- > dan menjadi bagian dari proyek-- penguasa politik. > Alasannya > sederhana, sebagai proyek amal (non-profit), > publikasi dan > penyebaran Alquran tak akan efektif jika tidak > didukung oleh lembaga > yang memiliki dana yang besar. > > Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Saudi > Arabia mencetak > ratusan ribu kopi Alquran sejak tahun 1970-an > merupakan bagian dari > proyek amal yang sekaligus juga merupakan upaya > penyuksesan > standarisasi kitab suci. Kendati tidak seperti > Uthman bin Affan yang > secara terang-terangan memerintahkan membakar > seluruh versi (mushaf) > Alquran yang bukan miliknya (kendati tidak > benar-benar berhasil), > tindakan penguasa Saudi membanjiri pasar Alquran > hanya dengan satu > edisi, menutupi dan perlahan-lahan menyisihkan > edisi lain yang diam- > diam masih beredar (khususnya di wilayah Maroko > dan sekitarnya). > > Agaknya, tak lama lagi, di dunia ini hanya ada > satu versi Alquran, > yakni versi yang kita kenal sekarang ini. Dan jika > ini benar-benar > terwujud (entah kapan), maka itulah pertama kali > kaum Muslim (baru) > boleh mendeklarasikan bahwa mereka memiliki satu > Alquran yang utuh > dan seragam. > > Edisi Mesir adalah salah satu dari ratusan versi > bacaan Alquran > (qiraat) yang beredar sepanjang sejarah > perkembangan kitab suci ini. > Edisi itu sendiri merupakan satu versi dari tiga > versi bacaan yang > bertahan hingga zaman modern. Yakni masing-masing, > versi Warsh dari > Nafi yang banyak beredar di Madinah, versi Hafs > dari Asim yang > banyak beredar di Kufah, dan versi al-Duri dari > Abu Amr yang banyak > beredar di Basrah.Edisi Mesir adalah edisi yang > menggunakan versi > Hafs dari Asim. > > Versi bacaan (qiraat) adalah satu jenis pembacaan > Alquran. Versi ini > muncul pada awal-awal sejarah Islam (abad pertama > hingga ketiga) > akibat dari beragamnya cara membaca dan memahami > mushaf yang beredar > pada masa itu. Mushaf adalah istilah lain dari > Alquran, yakni > himpunan atau kumpulan ayat-ayat Allah yang > ditulis dan dibukukan. > > Sebelum Uthman bin Affan (w. 35 H), khalifah > ketiga, memerintahkan > satu standarisasi Alquran yang kemudian dikenal > dengan "Mushaf > Uthmani," pada masa itu telah beredar puluhan > --kalau bukan ratusan-- > mushaf yang dinisbatkan kepada para sahabat Nabi. > Beberapa sahabat > Nabi memiliki mushafnya sendiri-sendiri yang > berbeda satu sama lain, > baik dalam hal bacaan, susunan ayat dan surah, > maupun jumlah ayat > dan surah. > > === message truncated === ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

