06.12.2004
Konferensi anti ranjau di Nairobi
Oleh : Peter Phillip dari Berlin
Pada konferensi di Nairobi, wakil 144 negara yang menandatangani perjanjian
Ottawa tahun 1999 mendiskusikan hasil upaya sejauh ini dan langkah selanjutnya.
Sejauh ini 40 negara, termasuk AS belum bersedia meratifikasi konvensi tsb.
Pekan ini Ethiopia menyatakan bersedia ikut menjadi anggota. Menurut
kesepakatan, 5 tahun mendatang, di seluruh dunia ranjau yang masih disimpan
harus dimusnahkan dan produksinya dihentikan. Selain itu, negara anggota
mewajibkan diri untuk menolong korban ranjau secara terus menerus.
Niat tersebut memerlukan biaya besar. Oleh sebab itu, Uni Eropa mengumumkan
akan mendukung rencana aksi tersebut dengan dana 140 juta Euro. Jody Williams,
pendiri lembaga "Kampanye Internasional menentang ranjau darat" atau ICBL
menyatakan puas atas diskusi. Tahun 1997, ia memperoleh hadiah Nobel perdamaian
karena usaha menentang penggunaan ranjau darat. Williams mengatakan, "perubahan
di dunia berhasil dicapai berkat upaya lembaganya".
Namun demikian, 40 negara masih menolak menandatangani kesepakatan, diantaranya
Cina, Rusia dan AS. Meskipun ketiga negara anggota tetap DK PBB belum
menyetujui, Martin Berber, pimpinan Kampanye Anti Ranjau PBB menyatakan yakin,
banyak negara lain akan ikut serta. Menurut Berber, negara-negara seperti
Bahrain dan Bhutan telah menyatakan kesediaan untuk menjadi anggota. Sejumlah
lainnya pasti juga akan ikut menandatangani.
Beberapa hari terakhir, AS berusaha menjelaskan keberatan untuk menandatangani
perjanjian melalui kampanye-kampanye politik. Walaupn negara itu sendiri sangat
mendukung dan ikutserta dalam usaha penghapusan ranjau darat. Sejak awal 90an
pemerintah di Washington menghentikan ekspor ranjau darat anti personal. Selain
itu mengeluarkan dana hampir 2 milyar Dolar untuk menyapu ranjau darat dan
menolong korban. Menurut aktivis anti ranjau darat Jody Williams, pemerintahan
George W. Bush tidak mau sepenuhnya menentang konvensi.
Tetapi jika AS memang memiliki tujuan sama, tentunya tidak akan ragu untuk
menandatangani. Sedangkan AS telah menyatakan dengan tegas, tidak akan
ikutserta dalam kesepakatan. Alasannya: tidak bersedia membahayakan tentaranya
sendiri dan keamanan sekutu-sekutunya. Selain itu, AS mengeluhkan isi
kesepakatan yang hanya terbatas pada ranjau darat anti personal, dan tidak
mengikutsertakan ranjau darat anti kendaraan perang. AS merasa kepentingannya
kurang terwakili dalam kesepakatan anti ranjau darat.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
The all-new My Yahoo! � What will yours do?
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/