Jauh amat analisanya, yang memperburuk wajah Islam bukan NU, sejak kapan NU merugikan umat Islam, pemikir dan aktifis NU masih laku di Luar Negeri terutama di kalanagan non Muslim, mungkin bagi yang belum mengenal NU padahal mereka adalah secara cultural NU akan sulit memahami keberadaan NU secara utuh. Nah untuk itu saya pun lagi coba memahami pemikiran2 intelektual muda NU, dan cara yang paling bijak adalah dengan kita bertukar fikiran tentang NU dan keberadaan organisasinya, bagi yang berminat bisa gabung di millist kita di [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] Selamat mencoba dan bertukar fikiran, sayapun mengundang teman-teman profesional yang memiliki darah kultural NU untuk peduli terhadap NU dan jamiyahnya. Anwar President Director PT. Indo-Global Internastional Operational Director PT. Indo-Global Technologies Direktur KOMMIT (Komunitas Muda untuk Indonesia Bangkit)
Hery Hadityo Sugiarto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: terus terang,saya pribadi kecewa dan prihatin dengan kemelut di NU, saya harap Ormas Islam besar lainnya Muhammadiah dapat belajar dan merapatkan saff. Hery Hadityo Sugiarto Health Protection Div. PT.Asuransi Jiwa Tugu Mandiri Jl.RS.Fatmawati No.15 H Jakarta Selatan Tel : 021-27508210 -----Original Message----- From: Budhisatwati KUSNI [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 08 Desember 2004 10:20 To: kmnu2000; [EMAIL PROTECTED]; ppiindia Subject: [ppiindia] Kemelut NU Bisa Perburuk Wajah Islam Sumber:http://kompas.com/kompas-cetak/0412/08/Politikhukum/1426180.htm Rabu, 08 Desember 2004 Kemelut NU Bisa Perburuk Wajah Islam Jakarta, Kompas - Pertemuan lebih dari 30 kiai sepuh Nahdlatul Ulama, yang dihadiri mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Selasa (7/12) di kediaman KH Abdullah Abbas, di lingkungan Buntet Pesantren, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kembali menegaskan sikap menolak sebagian besar hasil Muktamar Ke-31 NU di Boyolali. Namun, para kiai yang menamakan diri Forum Buntet itu menegaskan bahwa saat ini belum menghendaki dibentuknya NU tandingan. Mereka sepakat bergerak di luar sistem NU dan memperkuat gerakan di akar rumput NU untuk menunjukkan perbedaan antara NU murni dan NU yang hanya dimanfaatkan segelintir orang untuk kepentingan politik praktis. Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Prof Dr Azyumardi Azra yang ditemui sebelum menjadi pembicara pada sesi kelima dalam "International Conference the Future of Islam, Democracy and Authoritarianism in the Moslem World" di Jakarta kemarin mengatakan, perbedaan pendapat yang belum bisa diselesaikan dalam Muktamar NU dan menimbulkan keinginan untuk mendirikan organisasi baru selain NU, yang dimotori KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bisa memperburuk citra NU, wajah demokrasi bangsa Indonesia, dan wajah Islam secara keseluruhan. "Terlepas dari persoalan internal yang muncul di dalam proses muktamar, seharusnya KH Sahal Mahfudh sebagai rois aam terpilih dapat mengumpulkan semua kiai sepuh di lingkungan NU untuk mencari jalan keluar dan melakukan rekonsiliasi," ujar Azyumardi. Ia mengatakan, kalau Gus Dur tetap mendirikan NU tandingan, atau apa pun namanya, NU baru, dan lain sebagainya, ini merupakan tindakan yang sangat mengecewakan. "Karena ini menunjukkan fragmentasi organisasi civil society terus berlanjut," ujarnya. Proses panjang Salah satu juru bicara Forum Buntet, KH Ubaidillah Faqih dari Langitan, Tuban, Jawa Timur, Selasa di Buntet Pesantren, mengatakan, pertemuan hari ini menegaskan rekomendasi para kiai sepuh kepada Abdurrahman Wahid agar mempersiapkan organisasi NU baru. "Tetapi, pembentukan organisasi itu harus dilakukan dengan cermat dan tidak gegabah, serta harus melalui proses yang panjang," katanya. Selama proses pembentukan berlangsung, katanya lagi, para kiai sepuh, termasuk di antaranya kiai muda penentang hasil muktamar ke-31, akan melakukan gerakan mufarraqoh (memisahkan diri) di luar struktur NU di bawah KH Hasyim Muzadi. Pertemuan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 14.00 itu dihadiri, antara lain, KH Abdullah Abbas dari Buntet Pesantren, KH Sonhaji dari Kebumen, KH Muktar Muda Nasution (Medan), KH Tuan Guru Turmudzi Badarudin (Lombok), KH Hamdan Kholid (Banjarmasin), KH Sanusi Baco (Makassar), KH Abdurahman Khudlori (Magelang), KH Amin Azis (Jakarta), KH Ahmad Sofyan Miftah (Situbondo), dan KH Hasbullah Badawi (Cilacap). Gus Dur datang pukul 12.10 didampingi putrinya, Zanuba Arifah Chafsoh. Menurut KH Gus Zaim A Maksum, kedatangan Gus Dur diharapkan kiai sepuh untuk menanyakan kesiapannya menindaklanjuti keinginan para kiai sepuh mengembalikan NU pada kebaikan bagi seluruh umat. Dia menolak anggapan Gus Dur memimpin forum ini. "Kekuasaan pada tangan para kiai sepuh," ujarnya. (MAM/RYO) [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Sponsor Get unlimited calls to U.S./Canada --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - 250MB free storage. Do more. Manage less. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

