Bukankah demokrasi juga artinya menerima kekalahan dan mengikuti suara 
mayoritas?
Kalau setiap orang yang kalah membuat 'tandingan', maka akan semakin banyak aja 
partai, organisasi masa, dll di Indonesia. 
Sebetulnya organisasi atau partai itu membawa kepentingan siapa sih? Menurut 
pemahaman saya yang terbatas, kebanyakan hanya membawa kepentingan pengurus dan 
elite-nya saja. Rakyat hanya dijual saja.
Mudah2an saya salah. 
 
Bukhori

Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Menurut saya menyamakan sejarah PDIP dan sejarah yang mau diciptakan 
GD kali ini dengan membuat partai tandingan adalah hal yang keliru.

PDI (lama) dibawah Mega sangat solid. Pemimpinnya tetap Mega. Yang 
mau membuatnya kacau adalah orang luar. Jadi, kesolidan dalam tubuh 
PDI (lama) dapat mengubah nama PDI jadi PDIP. Apakah dalam Tubuh PKB 
atau PBNU atau apalah..demikian juga latar belakang sejarahnya? 
apakah dalam NU kepemimpinan solid dipegang satu orang?

Hal-hal begini membuat saya semakin yakin bahwa apapun namanya, 
entah itu Demokrasi, HAM, Agama...dapat dijadikan alasan untuk 
pembenaran suatu nilai...
Namun yang terpenting dalam kehidupan berbangsa adalah: apakah hal2 
demikian akan membuat Indonesia semakin maju? Atau lebih spesifik: 
apakah NU bisa tambah lebih maju dan kinclong?

--- In [EMAIL PROTECTED], boy parla <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Bukankah mendirikan partai baru atau sebutlah
> tandingan, juga merupakan bagian dari demokrasi???
> 
> saya pikir, tindakan Gus Dur adalah tindakan yang
> wajar, dan bukan peninggalan sejarah Orde Reformasi,
> tetapi bagian dari demokrasi. 
> 
> belajar dari sejarah, PDIP satu partai besar di negeri
> ini adalah partai tandingannya PDI.   
> 
> 
> --- RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > 
> > 
> > Kekalahan Gus Dur
> > 
> > 
> > MEMBUAT organisasi baru atau pengurus tandingan,
> > setelah kalah bertarung, bukan perkara baru. Hal ini
> > terjadi di masa Orde Baru dan diteruskan sampai ke
> > zaman sekarang, ketika presiden pun telah dipilih
> > secara langsung oleh rakyat.
> > 
> > Sikap seperti itu terakhir dilontarkan Abdurrahman
> > Wahid (Gus Dur). Ia menyatakan akan mendirikan
> > Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tandingan
> > apabila Hasyim Muzadi terpilih kembali sebagai Ketua
> > Umum Tanfidziah PBNU. Semula, orang mengira itu
> > hanya ancaman belaka dari Gus Dur, sebagai tekanan
> > agar Hasyim Muzadi mengundurkan diri dari
> > pencalonan.
> > 
> > Hasyim rupanya tak mempan digertak oleh Gus Dur. Ia
> > maju terus dan ternyata menang dengan suara yang
> > signifikan. Hasyim kembali terpilih dengan meraih
> > 346 suara, mengalahkah Masdar F Mas'udi yang hanya
> > meraih 99 suara. Padahal, Masdar adalah calon yang
> > dijagokan Dus Dur.
> > 
> > Bukan hanya itu kekalahan Gus Dur. Ia pun kalah
> > bertarung dengan KH Sahal Mahfudz untuk menjadi Rois
> > Aam Syuriah PBNU. Perbandingannya, dari 452 suara
> > sah yang dihitung, Sahal memperoleh 363 suara,
> > sedangkan Gus Dur cuma mendapat 75 suara.
> > Singkatnya, Gus Dur dan jagonya, Masdar, kalah
> > telak.
> > 
> > Sebuah kekalahan yang wajar dan terhormat karena
> > itulah, memang, pilihan peserta muktamar. Kalah
> > dalam sebuah pemilihan yang demokratis adalah urusan
> > yang sangat normal. Sebab, berani maju dalam sebuah
> > pemilihan memang hanya punya dua konsekuensi, yaitu
> > menang atau kalah.
> > 
> > Konsekuensi yang sudah pasti sangat dipahami seorang
> > Gus Dur, yang di masa Orde Baru dulu memperjuangkan
> > demokrasi dengan melawan arus kekuasaan. Karena itu,
> > setelah Muktamar NU selesai, publik berharap bahwa
> > Gus Dur pun kembali reda dan menghormati hasil
> > muktamar.
> > 
> > Gus Dur memang seorang tokoh yang mbalelo. Ia sering
> > omong seenaknya. Orang pun berharap bahwa ia cuma
> > omong seenaknya hendak membentuk PBNU tandingan.
> > Namun, bukankah Gus Dur pun bisa bertindak
> > sesukanya? Sebagai presiden, Gus Dur mengeluarkan
> > dekrit presiden, yang isinya antara lain membubarkan
> > DPR.
> > 
> > Akibatnya sangat pahit, dekrit itu menjadi alasan
> > sangat kuat bagi diselenggarakannya Sidang Istimewa
> > MPR, yang kemudian menjatuhkan Gus Dur dari kursi
> > presiden RI. Tindakan Gus Dur yang seenaknya justru
> > telah merugikan dirinya sendiri.
> > 
> > Hal serupa kembali terulang jika Gus Dur benar-benar
> > nekat hendak mendirikan PBNU tandingan. Gus Dur yang
> > semula dihormati sebagai guru bangsa, merosot
> > wibawanya setelah dijatuhkan dari kursi presiden,
> > akan semakin melorot lagi nilainya, jika tetap
> > mengikuti emosinya mendirikan PBNU tandingan.
> > 
> > Gambarannya ialah Gus Dur pernah menilai DPR masih
> > di tingkat taman kanak-kanak. Ia, bahkan, menurunkan
> > DPR di level kelompok bermain atau play group.
> > Bersikap 'mutung' terhadap hasil muktamar, lalu
> > mendirikan PBNU tandingan, menyebabkan Gus Dur pun
> > bahkan tak layak masuk play group.
> > 
> > Muktamar atau kongres merupakan wahana yang paling
> > konstitusional dalam menyelesaikan perbedaan.
> > Termasuk, perbedaan dalam memilih pemimpin
> > organisasi. Maka, keputusan muktamar mestinya
> > keputusan yang paling layak dihormati, terlebih dari
> > seorang Gus Dur.
> > 
> > Dari seorang Gus Dur, selayaknya publik tetap
> > berharap keteladanan menjunjung demokrasi. Dan,
> > tetap memelihara keutuhan NU sebagai organisasi
> > Islam terbesar di negeri ini.
> > 
> > 
> >             
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> >  The all-new My Yahoo! � Get yours free!    
> > 
> > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
> > --------------------~--> 
> > $4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
> >
> http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
> >
> -------------------------------------------------------------------
-~->
> > 
> > 
> >
> 
*********************************************************************
******
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat
> > Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in
> > Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
> >
> 
*********************************************************************
******
> >
> 
_____________________________________________________________________
_____
> > Mohon Perhatian:
> > 
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA
> > (kecuali sbg otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg
> > akan dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. Satu email perhari:
> > [EMAIL PROTECTED]
> > 6. No-email/web only:
> > [EMAIL PROTECTED]
> > 7. kembali menerima email:
> > [EMAIL PROTECTED]
> >  
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> >     [EMAIL PROTECTED]
> > 
> >  
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
> 
> 
>             
> __________________________________ 
> Do you Yahoo!? 
> Yahoo! Mail - 250MB free storage. Do more. Manage less. 
> http://info.mail.yahoo.com/mail_250





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Mail - Find what you need with new enhanced search. Learn more.

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke