Dari Unyil ke Sinchan

Bagi yang sempat mengalami masa kanak-kanak di era 80-an pasti cukup 
akrab dengan tokoh Unyil. Unyil, boleh dibilang merupakan salah satu 
tokoh yang sangat akrab bagi masyarakat Indonesia waktu itu, khususnya 
anak-anak. Unyil adalah gambaran anak Indonesia teladan, anak yang 
sangat patuh pada ajaran "moral"  Pancasila. Singkatnya, Unyil adalah 
gambaran anak Indonesia yang "almost perfect".

Unyil sama dengan Sinchan (lho .. Sinchan???), kalau dilihat dari 
kenyataan bahwa dia hanya tokoh rekaan. Rekaan, artinya dia tidak 
benar-benar ada di alam nyata. Dia hanya "ciptaan" yang selanjutnya 
menjadi alat untuk menyampaikan pesan dari si "pencipta". Itulah 
kesamaan antara Unyil dan Sinchan, dan dengan sangat terpaksa kita harus 
rela berhenti sampai di situ jika kesamaan yang masih ingin kita lihat. 
Karena selanjutnya yang kita temui adalah deretan perbedaan yang lumayan 
panjang.

Di urutan paling atas di antara deretan perbedaan yang bisa ditemui itu 
ialah "era". Tapi, tunggu .. "era" di sini jangan hanya dipahami sebatas 
kurun waktu tertentu. "Era" di sini bermakna lebih luas antara kurun 
waktu lengkap dengan bangunan sosial-politik-budaya nya. Unyil lahir di 
era ketika segala sesuatu harus melalui "restu Bapak". Artinya, Unyil 
bisa sukses lahir dan hadir ke hadapan jutaan pemirsa melalui 
satu-satunya stasiun televisi waktu itu setelah lulus ujian. Pun, Unyil 
bisa digemari masyarakat, khususnya anak-anak ketika praktis tidak ada 
pesaing lainnya. Pesaing lain bisa jadi tidak dapat muncul ke permukaan 
karena gagal mendapat "restu Bapak". Sinchan jelas berbeda. Sinchan 
lahir di era yang relatif lebih terbuka. Untuk bisa merebut hati 
masyarakat, Sinchan mesti bersaing secara fair dengan pesaing-pesaing 
lain yang juga mendapat kesempatan yang sama.

Unyil, karena seperti yang disinggung di atas, relatif tidak ada 
resistensi dari masyarakat. Unyil bisa diterima -seolah- apa adanya di 
tengah-tengah masyarakat yang sudah sangat akrab dengan sensor, 
masyarakat yang terbiasa diseragamkan, masyarakat yang nyaris tidak 
punya alternatif selain menerima apa yang sudah digariskan "Bapak". 
Sinchan sebaliknya. Kehadiran Sinchan menimbulkan kontroversi, terutama 
karena Sinchan dianggap membawa nilai-nilai yang bertentangan dengan 
nilai yang dianut sebagian masyarakat, yang notabene merupakan warisan 
era "restu Bapak". Namun begitu, Sinchan tidak serta merta lenyap dari 
peredaran. Sinchan tetap bisa 'survive' dan eksis meskipun akhirnya 
harus rela kompromi dengan adanya pembatasan-pembatasan.

Watak Generasi

Sebegitu pentingnya kah fenomena Unyil dan Sinchan ini sehingga mesti 
diperhatikan? Bisa iya, bisa juga tidak. Bisa tidak penting, jika kita 
menganggap fenomena Unyil dan Sinchan hanya sebatas variasi atau 
pergeseran selera tontonan. Tapi bisa penting, bahkan sangat penting, 
jika kita mau melihat bahwa tontonan serta sejauh mana dia bisa 
diterima, sama sekali tidak lepas dari sebab-akibat. Dan status penting 
ini bisa meningkat jadi 'urgent' (mendesak) jika kita mau mengamati 
sebab-akibatnya secara luas, terutama menyangkut pergeseran ataupun 
perubahan nilai, perubahan watak suatu generasi, perubahan sosial, 
politik dan sebagainya.

Khusus mengenai Sinchan, jika kita jeli mengamati, Sinchan sebenarnya 
bukan sekedar tontonan baru yang lebih segar. Dalam skala fenomena 
perubahan-perubahan secara luas, Sinchan sebenarnya sudah menjadi 
simbol. Simbol perubahan itu sendiri dan juga pada akhirnya simbol dari 
watak suatu generasi. Berbeda dengan Unyil yang bisa dianggap sebagai 
simbol generasi yang pasrah serta patuh pada apa-apa yang sudah 
digariskan dari atas, Sinchan adalah simbol dari watak generasi yang 
memilih mencari nilai-nilai baru. Generasi yang sudah muak dengan 
pendiktean. Generasi yang melek informasi, dan berarti juga jauh lebih 
cerdas dibanding generasi Unyil. Generasi yang jauh lebih pede pada 
kemampuan serta nilainya sendiri, ketimbang menelan mentah-mentah nilai 
yang dijejalkan.

Pada akhirnya, generasi Sinchan akan terlihat sebagai generasi yang 
penuh dengan enerji perubahan. Enerji yang akan menimbulkan efek 'bola 
salju', menggelinding dan terus menggelinding semakin besar, untuk pada 
akhirnya melibas setiap penghalang terhadap enerji perubahan. Generasi 
Sinchan inilah yang beberapa waktu lalu sukses menumbangkan Megawati 
yang -notabene- didukung oleh dua parpol terkuat di tanah air.

Setiap orang sah-sah saja jika memiliki pandangan sendiri-sendiri. 
Termasuk sah juga jika memandang remeh pada fenomena generasi Sinchan. 
Setiap pandangan dan sikap toh memiliki konsekuensi yang akan kembali ke 
masing-masing diri. Ketidak mampuan serta keengganan menangkap "sinyal 
dini", dampaknya juga akan kembali ke masing-masing orang. Jika "sinyal 
dini" itu diabaikan, kemudian sampai pada saat "bola salju" itu sudah 
sampai di hadapan kita serta pada akhirnya melibas kita, saat itulah 
penyesalan sudah sangat terlambat.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke