Spotlight on Terrorism Volume II . Issue 8 . 11 Augustus, 2004
INSIDE HIZBUT TAHRIR
WAWANCARA DENGAN
JALALUDDIN PATEL
(PEMIMPIN HIZBUT TAHRIR INGGRIS)
Interview ini dilakukan tanggal 29 July, 2004 di London Continental Hotel.
Mahan Abedin (selanjutnya disingkat MA) : Mohon berikan biografi singkat anda ?
Jalaluddin Patel (selanjutnya disingkat JP) : Saya lahir di London tapi orang
tua saya berasal dari India. Profesi saya adalah insinyur IT. Saya bergabung
dengan Hizb ut-Tahrir tahun 1992 di usia 16 tahun. Saya menjadi anggota tahun
1994 setelah menyelesaikan tiga buku mu�tabanat (pegangan) dari Hizb. Pada
tingkat itu saya mengambil Qasam (sumpah) partai.
MA: Sejak kapan anda menjadi pimpinan Hizb ut-Tahrir di Inggiris?
JP: Saya menjadi pimpinan partai di Inggris tahun 2000.
MA: Bagaimana itu terjadi ?
JP: Saya dipimpin oleh Qiyadah Hizb di Inggris. Di seluruh dunia, partai
mengadakan pemilu untuk Komite Eksekutif. Sebagaimana yang anda tahu, HT dibagi
dalam wilayah,. Dalam masalah kami, kami tidak hanya berbicara mengenai sebuah
wilayah , tapi kami adalah sebuah cabang yang diberikan kewenangan untuk
mengatur urusan adminstrasi sendiri. Ada komite eksekutif yang berwenang
melaksanakan tugas2 itu dan pemilu bertujuan untuk menentukan komposisi dari
komite itu. Pemilu2 itu dilaksanakan dua tahun sekali dan semua anggota partai
di tiap propinsi ikut serta dalam pemilu itu. Saya terpilih sebagai pemimpin
tahun 2000 dan 2002..
MA: Apakah anda ikut juga dalam pemilu ulang mendatang tahun ini ?
JP: Kami baru saja melaksanakan pemilu dan saya terpilih lagi beserta 8 anggota
lain dalam Komite Eksekutif Inggris. .
MA: Mohon dijelaskan laporan aktivitas2 HT di Inggris ?
JP: Di Inggris HT bekerja dalam 2 tingkat. Tingkat pertama dalam komunitas
muslim, menjelaskan pada mereka kewajiban untuk menegakkan Negara Khilafah,
hidup secara Islami di dunia Barat tanpa kehilangan identitas kami dan
menampilkan citra positif Islam pada masyarakat Barat. Tingkat kedua pada
komunitas yang lebih besar, dengan mengutarakan kondisi dunia Islam, dengan
menunjukkan perlunya Negara Khilafah sebagai model yang benar bagi dunia Islam
dan menjelaskan Islam sebagai sistim politik dan intelektual. Kami telah
melakukan banyak konferensi2, seminar2 dan debat2 untuk mencapai hal ini, juga
membuka jalur dialog dengan pemikir2 Barat. mengenai hal ini untuk memberikan
kesan positif akan Islam pada masyarakat Barat.
MA: Kenapa partai dilarang di universitas2 Inggris ?
JP: Partai dilarang oleh Persatuan Pelajar Nasional (National Union of
Students), bukan oleh universitas2. Ini terjadi terutama dikarenakan oleh
beberapa kelompok lobi yang bekerja untuk menolak segala bentuk debat kritis di
kampus2, khususnya yang berkaitan dengan masalah Israel. Baru2 ini kami
menentang pelarangan itu dan mampu mendapatkan dukungan luas dari populasi
mahasiswa pada umumnya. Banyak universitas2, walaupun ada larangan itu, melihat
ketidak adilan di situ dan kita bekerja bersama2 untuk mengatasinya.
MA: Berikan penjelasan bagaimana HT melihat peristiwa 11 September dan
akibat2nya.
JP: Sejauh berkaitan dengan peristiwa itu, khususnya penyerangan atas World
Trade Center dan Pentagon, kami mengatakan bahwa serangan semacam itu tidak
bisa dibenarkan oleh Shari�ah.
Kami segera menyatakan bahwa hal ini bukanlah metode yang pantas atau efektif
untuk memerangi imperialisme Barat. Kami melihat imperialisme Barat sebagai
faktor kunci atas terus berlanjutnya kemerosotan di dunia Islam dan kami
mengingatkan kaum muslimin bahwa mereka harus menentang imperialisme ini. Namun
konfrontasi itu haruslah direncanakan dengan baik dan tidak melibatkan
tindakan2 yang tidak hanya bertentangan dengan Shari�ah tapi juga menghancurkan
diri sendiri. Metode yang benar adalah dengan menegakkan negara Islam yang
kuat, modern dan tetap hidup, yakni Negara Khilafah, dan cara dimana kita bisa
mencapainya adalah dengan menjatuhkan penguasa2 di dunia Islam.
MA: Bagaimana anda menilai konsekuensi2 dari peristiwa 11 September; apakah
menurut anda Amerika mengambil keuntungan dari serangan2 itu ?
JP: Reaksi langsung adalah tentu saja dengan pernyataan �Perang Atas Teror�
oleh Amerika yang dalam kenyataanya adalah kedok atas perang terhadap Islam dan
kaum Muslimin. Setelah 11 September, Amerika menginvasi dua negara Islam dan
memaksakan kedaulatannya atas dua negara itu dengan keunggulan militernya.
Amerika telah berusaha keras untuk menghilangkan segala kemiripan atas Islam
politik. Orang Amerika telah meletakkan insiatif kebijakan yang mengikut
sertakan kaum muslimin di satu level tapi dengan satu cara mengikis Islam dan
mengurangi Islam ideologi kepada hanya sebuah agama yang sesuai dengan
kapitalisme Barat. Akibat dari kesemuanya ini telah memobilisasi opini kaum
muslimin untuk menentang Amerika dan Barat. Kaum muslimin telah mengakui dari
waktu ke waktu bahwa pemerintah2 Amerika dan Barat adalah musuh2 Islam dan
tidak ingin melihat keberhasilan.
MA: Karena itu apakah anda tidak mengakui bahwa dalam hal ini, yakni membangun
konsensus untuk menentang Amerika di jalur kaum muslimin, akan menempatkan
serangan 11 September sebagai kepentingan Islam jangka panjang ?
JP: Saya tidak suka menempatkan hal itu dengan istilah tersebut. Saya ingin
katakan bahwa akibat2 serangan 11 September, khususnya invasi atas Afghanistan
dan Irak, telah melukai kaum muslimin dan mengakibatkan kematian yang kejam
terhadap ribuan kaum muslimin. Tapi hal ini juga telah meningkatkan
kekhawatiran dan kesadaran kaum muslimin akan watak Amerika dan sekutu2nya.
MA: Anda menyebutkan invasi ke Afghanistan dan Irak; bagaimana anda melihat
penentangan di dalam negeri2 itu ? Apakan penentangan itu sah menurut ideologi
HT ?
JP: Kami mengatakan bahwa penentangan itu dibolehkan dalam Islam. Islam
membolehkan kaum muslimin untuk menentang pendudukan atas negeri mereka. Invasi
Amerika atas kedua negara itu tidak beda dengan perang Serbia atas kaum muslim
di tahun 1990an.
MA: Bagaimana konsep anda tentang penentangan itu; apakah anda menyebutnya
penentangan konvensional atas pendudukan atau anda sebenarnya melihat hal ini
sebagai Jihad ?
JP: Disini penting untuk dipahami apa yang kita pahami sebagai jihad. Kami
mengatakan bahwa usaha untuk mendirikan Negara Khilafah tidak melibatkan segala
tingkatan dari konsep perjuangan material atau jihad. Kami mengatakan bahwa
usaha ini harus bersumber dari metode Nabi Muhammad SAW, yang pada dasarnya
adalah damai. Namun ada perbedaan antara mendirikan negara khilafah dengan
mempertahankan suatu negeri. Adalah kewajiban kaum muslimin untuk
mempertahankan negeri mereka dari invasi.
MA: Jadi penentangan disini berbeda dengan jihad ?
JP: Tidak, kami mengatakan bahwa segala bentuk penentangan material berasal
dari satu bab mengenai jihad. Subyek jihad memiliki peraturan yang sangat jelas
dan spesifik yang berkaitan dengan target, metode dan perlakuan manusiawi
terhadap para tahanan perang. Barat seringkali menyimpangkan jihad dengan
menggambarkannya sebagai suatu bentuk tindakan kekerasan yang serampangan.
MA: Menurut beberapa sumber, dalam instruksi2 pada pendukungnya sebelum 11
September, HT merekomendasikan penggunaan benda2 terbang terhadap obyek target
Barat ? Benarkah hal ini ?
JP: Ini tidak benar. Ini pertama kali saya dengar hal ini dan ini merupakan
suatu usaha propaganda yang sembrono dan disinformasi. Ada banyak hal yang
tidak masuk akal di sini. Contohnya, pemerintahan Uzbek baru2 ini mengeluarkan
makalah yang menggambarkan apa yang saya sebut artikel yang menakutkan yang
ditujukan kepada anggota2 HT. Saya tidak menganggap bahwa komentator2 Barat
akan mengambil kampanye2 buruk ini dengan serius.
MA: Apakah anda kira kampanye disinformasi ini berasal dari Asia Tengah dimana
beberapa pemerintahan di sana menghadapi ancaman serius dari HT ?
JP: Baru-baru ini, ya. Tapi pemerintahan Yordania pada dekade lalu juga
menyebarkan disinformasi mengenai HT. Kami menganggap bahwa kebanyakan
pemerintahan Arab dan pemerintahan muslim berusaha untuk mendiskreditkan
partai.
MA: HT beranggapan bahwa jihad hanya dimungkinkan jika hal ini disetujui oleh
Khalifah. Bagaimana hal ini bisa sama dengan kekerasan yang dilakukan atas nama
jihad di berbagai negara muslim, khusunya di negara2 yang diinvasi dan diduduki
oleh Amerika.?
JP: Saya sebaiknya memerinci lebih jauh lagi atas konsep jihad. Jihad sebagai
usaha defensif dapat dilakukan dengan atau tanpa Amir dan dengan atau tanpa
negara Islam. Ini dikarenakan adalah kewajiban tiap muslim untuk mempertahankan
tanah dan harta bendanya. Karena itu jihad defensif tidak memerlukan otoritas
untuk memerintahkannya.
MA: Apakah anda membuat perbedaan antara jihad defensif dan ofensif.?
JP: Ya..
MA: Apakah kita dapat membatasi perbedaan ini pada improvisasi dan perencanan ?
Dengan kata lain, dalam hal jihad defensif, kaum muslimin dapat berimprovisasi
dan melawan kaum penyerbu, dimana jihad ofensif memerlukan otoritas dan
perencanaan dari aparat sebuah negara Islam ?
JP: Ya, benar sekali. Dalam situasi ofensif, dimana ada negara Islam yang
memiliki kemampuan politik dan militer, hanya otoritaslah yang dapat
memerintahkan dan melakukan jihad ofensif.
MA: Darimana doktrin tanpa-kekerasan HT berasal ?
JP: HT berusaha untuk menegakkan kembali negara Khilafah. Dalam usaha ini kami
wajib untuk mendasarkannya pada perjuangan Nabi Muhammad SAW ketika mendirikan
negara Islam tanpa mengambil jalan kekerasan terhadap Quraish. Malahan beliau
memobilisasi opini publik untuk mendukung Islam dan berusaha untuk mempengaruhi
elit politik dan intelektual pada masa itu. Ini dilakukan walaupun ada
provokasi, pembantaian dan boikot terhadap kaum muslimin dan ancaman terhadap
nyawa beliau sendiri. Kami tetap berpegangan pada perjuanngan ini karena kami
meyakini bahwa inilah cara yang benar dan efektif untuk menegakkan negara
Islam.
MA: Jadi anda beranggapan bahwa mobilisasi opini publik diantara kaum muslimin
di seluruh dunia adaah cara yang efektif untuk menegakkan kembali Khilafah ?
JP: Benar sekali! Satu-satunya cara dimana negara Islam dapat berdiri adalah
dengan merangkul opini publik untuk mendukungnya. Kami tidak tertarik untuk
memaksakan suatu negara kepada mereka. Kami berharap bisa melibatkan publik ,
kaum pemikir dan elit dan mendirikan landasan dukungan yang kuat untuk
kembalinya Negara Islam ini.
MA: Apa yang saya pahami dari analisa anda mengenai jihad adalah tidak ada
batas yang jelas dan keyakinan yang dapat dipegang teguh mengenai tindakan
tanpa-kekerasan. Contohnya anda mengatakan menyerang tentara Amerika di Irak
dibenarkan, tapi masalahnya adalah bahwa anda dapat dengan mudah mengatakan
selangkah lagi dan mengklaim bahwa menyerang kepentingan Amerika di Arab Saudi
juga dibenarkan.
JP: Tidak, sebenarnya kami mengatakan bahwa menyerang kepentingan Amerika di
Arab Saudi tidak memecahkan mahasalah umat. Ini tidak mengacu pada masalah yang
sebenarnya, yakni dalam hal ini pemerintahan Arab Saudi. Cara yang pas untuk
menangani hal ini adalah memobilisasi opini orang Saudi untuk menentang
Keluarga Kerajaan Saud dan tidak gegabah melibatkan diri pada tindakan
pembelaan diri dengan melakukan aksi kekerasan .
MA: Apakah maksud anda menyerang kepentingan Amerika di Saudi Arabia menyokong
hegemoni regional Amerika ?
JP: Mungkin. Masalahnya adalah Amerika telah menciptakan iklim dimana mayoritas
kaum muslimin-bahkan mereka yang bisa dianggap sekular- menjadi sangat anti
Amerika. Dalam iklim ini mereka diarahkan untuk menjadi muslim yang tulus yang
ingin melakukan tindakan langsung terhadap Amerika. HT menasehati kaum muslimin
itu untuk menahan diri dan memikirkan penyebab keterlibatan Amerika dalam
masalah dalam negeri negara2 muslim. Sebab utamanya adalah penguasa2 kaum
muslimin dan prioritas nya adalah menjatuhkan mereka.
MA: Mari kita diskusikan secara spesifik ideologi
HT. Satu dari ciri2 menonjol ideologi anda adalah anda mereduksi politik kepada
hubungan kuat antara negara dan Ummat, karena itu secara drastis mempersempit
lingkup politik.
JP: Saya tidak setuju dengan pernyataan anda. Negara menjaga urusan2 ini dengan
menerapkan sistim Islam. Masyarakat memiliki kewajiban untuk mengawasi negara
dengan membentuk partai2 dan ikut serta dalam Majlis al-Ummah mewakili
pengikut2 berbeda.
MA: Ok, jawaban kunci disini adalah bagaimana masyarakat mengawasi negara;
tentu saja mereka harus terorganisir.
JP: Tentu saja. Institusi2 yang saya sebutkan tidaklah diorganisir oleh negara.
Kami mengatakan bahwa aktivitas politik harus diperuntukkan untuk semua orang
bukan hanya dipilih untuk sebagian.
MA: Anda mengatakan bahwa negara Islam akan membolekan pembentukan partai2
politik. Haruskah mereka secara eksklusif adalah partai2 Islam ?
JP: Masyarakat yang kita idamkan adalah masyarakat dimana harus ada partai2
politik. Literatur2 HT membuat suatu garis dalam istilah yang tidak pasti bahwa
salah satu faktor kunci dibalik keterpurukan Islam dan hadarahnya adalah
pengikisan sedikit demi sedikit atas pengawasan dan keseimbangan (check and
balance) yang dibutuhkan dalam pengawasan negara. Partai2 telah lama ada dalam
tradisi sejarah Islam dan dalam awal sejarahnya adalah suatu metode efektif
untuk menjaga penguasa2 dalam pengawasan.
MA: Tapi apakah akan menjadi masalah bahwa partai2 itu haruslah sesuai dengan
Islam dan tidak ada suatu lingkup bagi partai2 dan kepentingan kelompok2 yang
keluar dari apa yang anda sebut Islami ?
JP: Tepat sekali. Kelompok2 itu haruslah terbentuk dalam kerangka Islami dan
partai2 yang tidak berlandaskan Islam tidak akan diizinkan.
Namun ini tidak berarti bahwa jika mereka memiliki opini Islami yang benar yang
dilandaskan atas interpretasi yang sahih terhadap teks2 Islam mereka akan
dibasmi ketika opini ini bertentangan dengan opini Khalifah.
MA: Bagaimana kalau mereka ingin mereformasi struktur negara Islam dan
barangkali mereformasinya diluar pengakuan ?
JP: Kami harus membedakan antara struktur yang dibolehkan oleh teks2 Islam dan
struktur yang murni hanya menampilkan fungsi administratif. Kami mengatakan
bahwa negara harus memodernisasikan administrasi menurut kebutuhan saat itu.
Contohnya Umar bin Khattab, Khalifah Rasyidin yang kedua dalam Islam,
mengadopsi sistim administrasi Dewan dari Persia. Karena itu, sejauh berkaitan
dengan reformasi organ administratif ada banyak ruang untuk perubahan. Namun,
ketika berkaitan dengan institusi2 yang telah digariskan oleh Islam, tidak ada
lingkup perubahan.
MA: Pada dasarnya, keistimewaan fundamental dari Kekhlaifahan adalah tetap, kan
?
JP: Ya, itu benar karena itu diambil dari teks yang pasti.
MA: HT sering mengatakan bahwa Fiqih Islam (jurisprudensi) telah disalah
artikan oleh Barat. Bagaimana anda mencirikan Fiqih Islam yang benar dalam
Islam?
JP: Kami meyakini bahwa ada perbedaan mendasar dalam Fiqih Islam. Disepanjang
sejarah Islam perbedaan opini dalam kerangka Islam yang jelas menghasilkan
lembaga pembelajaran yang hebat dan atmosfir intelektual yang sehat. Kami
meyakini dalam mereka ulang suatu masyarakat seorang individu hakim memiliki
hak untuk menginterpretasikan menurut interpretasi jurisprudensi Islami.
MA: Ketika anda menyebutkan perbedaan apakah pada dasarnya anda mengecualikan
hal ini pada keempat mazhab Islam Sunni ?
JP: Tentu saja tidak. Kami mengatakan bahwa individu yang telah memiliki
pengetahuan yang memadai dapat mengeluarkan fiqihnya sendiri. Satu perbedaan
yang kita miliki dengan kelompok lain adalah kami merasa yakin bahwa suatu
malapetaka yang muncul pada ummat ini adalah karena ditutupnya pintu ijtihad.
Hal ini menghentikan kreatifitas dalam Islam dan kemampuan Islam untuk
mengatasi problem2 barunya.
MA: Kenapa anda begitu mengagungkan negara? Dan apakah anda tidak sadar bahwa
hal ini membuat anda mudah dikecam dengan tuduhan bahwa anda hanya sekumpulan
aktivis yang haus akan kekuasaan politik ?
JP: Kami tidak mengagungkan negara. Tapi kenyataan politik adalah bahwa suatu
ideologi membutuhkan negara yang kuat untuk memajukan kepentinganya dalam arena
internasional. Kehadiran negara komunis memungkinkan komunisme untuk berkembang
dalam abad 20.
Juga kapitalisme tergantung pada beberapa negara kuat untuk memastikan
keberlangsungan akan kekuatan internasionalnya dan tentu saja hegemoninya.
Dengan kerangka yang sama, ideologi Islam membutuhkan sebuah negara. Lagi pula,
dalam ideologi Islam, Islam tegak diatas sebuah negara. Diatas semua itu, Nabi
Muhammad SAW berjuang untuk menegakkan sebuah negara. Berkenaan dengan anggapan
haus kekuasaan, HT tidak tertarik untuk menegakkan negara model sebuah
negara-partai. Itu adalah model komunis dan kami menolaknya. Sebenarnya dalam
banyak kesempatan kami telah mengatakan pada kelompok2 Islam yang lain bahwa
jika anda menegakkan sebuah negara Islam kami akan mengerahkan kaum muslimin
untuk mendukung negara itu dalam kapasitasnya sebagai negara bagi semua kaum
muslimin.
MA: HT tampaknya meminjam ideologi Barat dan juga metodologinya ketika
berkenaan dengan organ administratif yang diperlukan untuk efektifitas sebuah
negara, bagaimana ini bisa sesuai dengan penolakkan anda atas peradaban Barat ?
JP: Jika ini anda maksudkan meminjam gaya administratif dari negara2 Barat,
maka kita tidak memilki masalah untuk mengadopsi semua gaya yang efisien
sepanjang hal itu tidak didasarkan pada ideologi asing. Namun, kami tidak
menerima untuk mengadopasi model pemerintahan Barat, yang berdasakan pada
ideologi Barat. Contohnya kami menolak negara-bangsa gaya Barat. Konsep sebuah
negara sendiri bukanlah suatu penemuan Barat.
MA: Kenapa kaum muslimin tidak bisa tinggal dalam negara-bangsa ?
JP: Kami puas bahwa keistimewaan khas pada diri kaum muslimin manapun adalah
keyakinannya pada Islam. Ini adalah keyakinan yang mendorong mereka untuk hidup
dalam satu sistim politik. Dan sebagai bagian dari kewajiban agama untuk hidup
di satu negara, negara Islam adalah bentuk terbaik dari pemerintahan untuk
menjaga segala sumber daya dan energi dari kaum muslimin. Sejarah membuktikan
bahwa kaum muslimin berada dalam kondisi terbaiknya ketika mereka hidup dalam
satu bendera politik.
MA: Pertanyaan atas sejarah, pengagunggan Kekhalifahan ini telah membingungkan
sebagian kaum muslimin. Contohnya anda menganggungkan Kekhalifahan Utsmaniah
(Ottoman) walaupun ini hidup dalam tingkat yang belakangan- didominasi oleh
kaum nasionalis Turki.
JP: Kami tidak mengangungkan kekhalifaan Utsmaniyah�
MA: Tapi anda berduka cita atas kematianya.
JP: Tapi berduka cita atas kehilanganya dan bukan mengagungkannya.. Kami
mengatakan bahwa kekhalifahan Utsmaniyah dalam keadaan sangat perlu direformasi
dalam tahun2 belakangan. Dan atas pertanyaan nasionalis Turki ini disebabkan
oleh penetrasi ide2 dan konsep2 Barat yang mempromosikan nasionalisme dan
parokialisme (negara agama) regional dalam kekhalifahan Utsmaniyah.
MA: Menengok sejarah ke belakang lagi, satu masalah dengan Kekhalifahan ideal
anda adalah bahwa hal itu mungkin tidak pernah terwujud, dengan pengeculian di
awal2 Islam .
JP: Itu tidak benar. Jika anda melihat pada sejarah Islam Negara Islam dari
sejak Nabi Muhammad SAW adalah sebuah negara dengan sistim politik dan
masyarakat yang utuh dalam mayoritas negeri2 muslim. Ada masa2 perpecahan tapi
kesatuan menyeluruh atas negara Islam tidak pernah hilang. Dan atas pertanyaan
sejarah kami, dengan segala hormat, kami harus berhati2 agar tidak sangat
dipengaruhi oleh ahli sejarah Barat.
Kami cenderung beranggapan bahwa orang2 itu memiliki maksud tersembunyi dalam
mengakaburkan realitas negara Islam.
MA: Dalam hal bagaimana dalam sejarah , negara Islam tidak lagi ada ?
JP: Ada sebuah buku mengenai bagian akhir Kekahlifahan Utsmaniyah yang
menggambarkan keruntuhan Kekhalifahan. Buku itu ditulis oleh Abdul Qadeem
Zallum, Amir HT terdahulu.
Buku ini mendokumentasikan beberapa abad terakhir dari Daulah Islam dan
membicarakan bagaimana penguasa2 Barat dan perundangannya dipromosikan oleh
kelompok2 tertntu. Secara khusus buku itu membicarakan kemunculan Turki Muda
dan usaha2 mereka untuk membentuk negara Islam sesuai dengan perundangan2
Barat. Kami mengatakan bahwa tahun 1924 adalah titik dimana lembaga
Kekhalifahan dihancurkan. Tapi tentu saja kami mengakui bahwa Kekhalifahan ini
ada dalam kemunduran yang serius paling tidak satu abad sebelum tahun
kehancurannya itu.
MA: Jadi titik awal bencana yang menimpa umat Islam adalah awal abad 19 menurut
pendapat HT ?
JP: Ya. Sangat menarik untuk menganalisa penyebab kemerosotan yang luar biasa
itu. Itu terjadi pada saat Barat dengan agresif mempromosikan dan mengekspansi
ideologi kapitalisnya.
MA: Tapi tentu saja ini analasis yang sederhana. Lagi pula, kebangkitan Barat
tidak hanya disebabkan oleh kapitalisme, sebenarnya Barat mulai mendominasi
dunia berabad-abad sebelum munculnya kapitalisme. Kenapa anda mengabaikan
reformasi, kemunduran gereja dan renaissance ?
JP: Kami tidak mengabaikan pentingnya faktor2 itu. Kami telah mengeluarkan
pendapat kami dalam buku kami berjudul �Sistim Islam� yang menyebutkan bahwa
masalah utama kebangkitan Barat adalah dimulai ketika orang2 Eropa melepaskan
gereja dan mengadopsi sekularisme. Akibat alami dari sekularisme adalah bahwa
ini mengakibatkan timbulnya masyarakat politik yang menyetujui konsensus massa,
yakni demokrasi. Kapitalisme muncul sebagai akibat doktrin ini , dimana aspek
penting dari masyarakat model ini adalah kebebasanya untuk memiliki.
MA: HT menolak model ekonomi Barat. Kunci pertanyaannya disini adalah apakah
Islam menawarkan sistim ekonomi alternatif yang otentik yang dapat berjalan.
JP: Tentu saja. Kami telah menulis buku �Sistim Ekonomi Islam� yang menunjukkan
sistim ekonomi Islam modern. Kami telah mengambilnya dari sumber2 dan teks
Islam dan menghasilkan suatu pola sistim ekonomi modern. Kami mengatakan sistim
ekonomi Islam memiliki ciri khas yang berbeda dengan kapitalisme karena ia
memiliki konsep atas problem ekonomi, kepemilikan, produksi dan distribusi yang
berbeda. Berlainan dengan kapitalisme, kami meyakini bahwa problem ekonomi
berputar di sekitar masalah distribusi, bukan produksi.
MA: Salah satu karya komprehensi tentang ekonomi Islam adalah buku yang
dikarang oleh seorang mujtahid syiah Irak, Muhammad Baqir al-Sadr dan berjudul
Iqtisaduna (Ekonomi Kami);
Apa yang anda dapat dari karya ini?
JP: Itu adalah buku yang sangat baik. Baqir al-Sadr memiliki interaksi luas
dengan Sheikh Nabahani. Saya tidak mengatakan bahwa interaksi ini membentuk
landasan atas buku itu tapi interaksi itu memungkinkan mereka untuk
mengklarifikasi dan mengkristalisasi ide2 mereka.
MA: Masalahnya adalah karya Baqir al-Sadr�sekomprehensif apapun ia�masih tidak
bisa untuk menghadapi kompleksitas yang saling terkait sehingga bisa
menghasilkan suatu model ekonomi alternatif.
JP: Buku itu tidak dimaksud untuk mengupas semua masalah dengan rinci,
melainkan meletakkan landasan2 dari masalah. Rincian2 itu ada dalam karya2 yang
lain, seperti buku yang disebutkan lebih dulu, lagi pula sistim ekonomi Islam
berasal dari Sang Pencipta. Dan tentu saja Sang Pencipta memiliki pandangan
mendalam atas kondisi manusia daripada yang bisa dilakukan oleh manusia.
MA: Tapi apakah Islam memang memiliki model ekonomi alternatif ? Kendatipun
demikian, banyak orang berpendapat bahwa Iqtisaduna karya Baqir al-Sadr adalah
pembenaran Islam atas kapitalisme. Dengan kata lain, dia berusaha untuk
memadukan kapitalisme dengan wacana Islam.
JP: Sistim ekonomi Islam mungkin memiliki hukum dan peraturan yang mirip dengan
kapitalisme tapi itu tidak berarti bahwa ia sama.
MA: Apa yang membuatnya benar2 berbeda? Beri saya sedikit contoh yang
menunjukkan bahwa teori ekonomi Islam berasal dari akar yang secara keseluruhan
berbeda.
JP: Ok, mari kita membicarakan konsep kepemilikan. Islam berpendapat bahwa
tidak ada konsep kebebasan kepemilikan.Orang dapat memiliki sesuatu asal mereka
tidak mengkontrol suatu barang, pelayanan dan sumber2 yang merupakan hajat
hidup orang banyak.
MA: Tapi itu hanya mirip dengan sosialisme.
JP: Tidak, karena hak untuk memiliki di atas pembatasan ini didorong dan
dilindungi oleh negara.
MA: Bagaimana mengenai sektor privat, apakah ada cukup lingkup contoh bagi
sektor privat yang mungkin berkembang pesat di masa kekhalifahan mendatang ?
JP: Ya tentu saja. Islam tidak mencampuri ilmu ekonomi, itu adalah kreasi dan
gaya kewira usahaan dimana individu melakukanya untuk mendapat harta yang
halal. Tetapi Islam meletakkan sistim yang jelas untuk mengatur peraturan
menyangkut perolehan dan pembagian harta.
MA: Jadi anda menyetujui pasar?
JP: Tentu saja. Islam mendorong segala bentuk perdagangan yang halal dan kewira
usahaan individu. Di bawah naungan Islam negara tidak diperbolehkan untuk
mematok harga walaupun tu menguntungkan masyarakat.
MA: Kembali kepada pertanyaan mengenai negara, HT berjuang untuk menegakkan
Khilafah melalui aktivisme dan organisasi politik yang rinci. Bukankah ini
adalah pendekatan yang sistimatis berdasarkan aktivisme model Barat ?
JP: Sebagai landasan umum, Islam membolehkan untuk memanfaatkan gaya politik,
taktik yang awalnya dimanfaatkan oleh yang lain, sepanjang hal itu tidak
bertentangan dengan Islam. Namun jika kata �sistimatik� yang anda maksudkan itu
adalah bahwa Barat memperkenalkan ide atas aktivitas dan metodologi politik
yang terorganisir, maka saya berpendapat bahwa hal ini adalah melebih-lebihkan
kontribusi Barat bagi dunia. Nabi menggambarkan kepada kami bahwa melalui
contohnyalah kualitas seorang politikus yang, cerdik , taktis dan memiliki
pendekatan rasional akan diperoleh. Ini menunjukkan suatu contoh, dimana
politisi muslim perlu bekerja menurut pendekatan rasional. Islam menolak
politik yang berdasarkan konspirasi dan asumsi2.
MA: Baik. Sedikit pertanyaan tentang akidah. Apakah anda mengatakan bahwa HT
mereduksi Akidah menjadi suatu bentuk kontrol organisasi dalam partai ?
JP: Tidak, HT tidak mengadopsi akidah. HT adalah partai politik dan karena itu
membolehkan semua muslim untuk bergabung sepanjang mereka meyakini keyakinan
mendasar pada Islam. Di atas segalanya, HT tertarik menjadi sebuah platform
bagi semua muslim dalam usaha mereka untuk menegakkan Negara Khilafah.
MA: Bagaimana anda menginterpretasikan akidah?
JP: Akidah adalah konsep mendasar yang diyakini oleh semua muslim. Akidah
berbeda dengan Ahkam Shari�ah yang merupakan hukum dan peraturan yang
berdasarkan akidah. Perbedaan atas pendapat bisa muncul dari perbedaan
interpretasi Ahkam Shari�ah. Akidah merupakan prinsip dasar keyakinan Islam
yang memunculkan cabang2 berbeda dan ini menyebabkan perbedaan yang sah atas
opini dan perdebatan disepanjang sejarah Islam. HT tidak meganut suatu
pandangan tertentu mengenai masalah cabang2 itu; tapi kita berkeyakinan bahwa
anggota2 kami mengadopasi keyakinan mendasar Islam itu.
MA: Bagaimana mengenai konstitusi anda atas Negara Islam mendatang yang
memiliki 186 pasal. Apakah itu berdasarkan suatu kombinasi atas akidah dan
Shari�ah?
JP: Negara Islam tidak mengadopasi akidah. Ia juga tidak mengadopasi satu
cabang yang telah saya singgung sebelumnya. Contohnya, ketika anggota2 HT
bertemu dengan mendiang Ayatollah Khomeini sebelum ia mengambil kekuasaan di
Iran dan menunjukkan padanya konstitusi yang diusulkan, mereka mengingatkan dia
bahwa negara Islam seharusnya tidak mempromosikan suatu cabang khusus akidah.
MA: Apakah konstitusi anda berasal dari semua perbedaan dan opini Fiqih Islam ?
JP: Tentu saja. Negara Islam seharusnya merangkul dan mempertahankan semua kaum
muslimin, tanpa melihat ke-khas-an mereka. Lagi pula, negara Islam bahkan
seharusnya tidak mengadopasi mazhab tertentu bagi negara, melainkan ia harus
berusaha untuk mewakili perbedaan yang sudah menjadi pembawaan dalam Islam.
MA: Apakah konstitusi ini adalah memang rencana definitif untuk negara Islam
mendatang ?
JP: Kami menyebutkan usulan konstitusi karena Kalifah mendatang mungkin saja
bukan anggota HT. Dalam hal ini kami akan mengusulkan konstitusi ini bagi
Khilafah mendatang dan menampilkan hal ini sebagai hasil karya dan penelitian
yang telah kami lakukan dalam bidang itu, dalam bentuk suatu dokumen kerja yang
dapat dia setujui, perbaiki atau ditolak menurut pendapat dia atau ijtihad.
MA: Lalu mungkin ada lingkup perbaikan yang radikal pada konstitusi ini ?
Dengan kata lain, ini tidak diatur dengan sama ?
JP: Konstitusi ini berdasarkan hasil ijtihad. Ia berdasarkan pada interpretasi
yang luas dan kuat atas teks2 Islam dan tradisinya.
MA: Lalu inti konstitusi ini tampaknya akan survive, bukan ?
JP: Kami berharap demikian. Namun salah satu fungsi kami saat ini adalah
menjelaskan konstitusi ini kepada kelompok2 Islam di seluruh dunia. Kami
mengajak mereka dalam suatu perdebatan dan meminta mereka memberikan
komentarnya atas konstitusi ini. Dalam banyak kesempatan, masukan yang kritis
telah meyakinkan kami untuk menyempurnakan aspek2 tertentu atas konstitusi ini.
MA: Apa yang akan terjadi pada HT jika Kekhalifahan ini menjadi kenyataan ?
JP: Kami mengatakan bahwa ada bahaya besar pada Negara Islam untuk meluruskan
partai2 politik. Kami telah menulis buku � Sistim Pemerintahan Islam� yang
menyebutkan bahwa perlu ada pemisahan yang jelas antara Negara Islam dan partai
politik. Namun HT dan partai2 politik lainnya perlu ada untuk melakukan check
and balance dan pertanggung jawaban dalam masyarakat. Partai akan berusaha
untuk berkonsultasi meminta pertanggung jawaban negara. HT tidak akan pernah
beranggapan untuk berperan sebagai partai pelindung di garis depan.
MA: Bagaimana ideologi HT memiliki kesamaan dan konflik dengan Wahhabisme and
Salafisme?
JP: HT bukanlah suatu Mazhab. Ini adalah partai politik. Sementara baik
Wahhabisme maupun Salafisme adalah mazhab. Kami berdebat dengan kedua mazhab
ini sebagaimana kita berdebat dengan yang lainnya.
MA: Apakah telah ada penetrasi dari Mazhab2 itu , khususnya dari Wahhabisme?
JP: Tidak, bukan itu masalahnya ketika berkaitan dengan mazhab (pemikiran2
khusus) itu. Namun, kami menampilkan model yang khas ketika berkaitan dengan
adopsi ide, kami tidak tertarik pada asal dari pemikiran khas ini sepanjang itu
berasal dari sumber2 otentik Islam. Para cendekiawan HT meneliti pandangan2 itu
dan mengadopsinya berdasarkan pada mana yang paling kuat. Jadi ketika
merumuskan konstitusi, kami mengadopsi dari Mazhab2 utama seperti Shafii dan
Hanafi dan juga dari pendapat2 ulama yang telah diakui.
MA: Bagaimana posisi HT atas Salafi ?
JP: Kami telah melakukan debat dengan kelompok2 dan mazhab lain dan kami lebih
menyukai untuk tidak mempublikasikan isi perdebatan ini dikarenakan oleh etika
Islam mengenai debat dan diskusi.
MA: Apakah anda melakukan debat semacam ini dengan Shiah ?
JP: Ya, sebagaimana yang saya sebutkan, contohnya, sebelum Nabahani berintraksi
dekat dengan Baqir al-Sadr.
MA: Itu sekarang menjadi sejarah masa lalu ! Bagaimana dengan yang baru-baru
ini ?
JP: Baru2 ini kami bertemu dengan mendiang Ayatollah Khomeini dan kami juga
telah bertemu dengan masyarakat Ahl ul-Bait di London. Suatu kali mereka
mengizinkan seorang jubir kami untuk memberikan pidato pada audiens mereka dan
kami menemukan bahwa banyak sekali perbedaan yang muncul diperdebatkan dengan
gaya yang ramah tamah.
Kami tidak tetarik untuk membentuk suatu sekte atau tipe2 perbedaan Mazhab.
MA: Tapi lebih luas lagi mengenai metodologi anda untuk menyatukan pemikiran,
doktrin dan pendapat2 dari kaum muslimin telah gagal, bukan ? Maksud saya lebih
dari 50 tahun sejak munculnya HT anda belum mencapai tujuan2 inti anda.
JP: Ini poin yang menarik. Barat mungkin berada dalam penolakan ketika
berkaitan dengan kaum muslim kebanyakan. Saat ini opini yang berkembang
diantara kaum muslimin adalah implementasi Islam dan syariah. Lihatlah situasi
di Irak dimana sunni dan syiah bersatu untuk meneggakkan Islam setelah
kejatuhan Saddam Hussein. Kami melihat situasi dimana mayoritas kebanyakan kaum
muslimin menolak penguasa2 mereka dan rindu akan Islam sebagai solusi atas
permasalahan2 mereka.
MA: Ini mungkin suatu masalah tapi tidak berarti bahwa mereka setuju dengan
ambisi anda untuk menegakkan Khilafah.
JP: Kebanyakan kelompok2 Islam pada saat ini secara terbuka menyatakan dalam
konstitusi mereka perlunya Negara Khilafah sebagai tujuan yang tertinggi
sekalipun dengan methodologi2 berbeda. Ini adalah reaksi atas suasana hati kaum
muslimin yag telah mencoba berbagai sistim politik dan ideologi tapi ternyata
gagal untuk membawa keadaan lebih baik atas permasalahan mereka. Titik
permasalahanya adalah bahwa konsep Negara Khilafah tidak ditolak oleh kaum
muslimin.
MA: Jadi apa yang menghalangi lajunya dorongan atas penegakkan khilafah ?
Apakah rejim2 yang ada di dunia Islam yang, menurut anda, ditopang oleh Barat ?
JP: Tepat sekali. Jika salah satu rejim itu runtuh dan Negara Islam datang
menggantikannya ini akan menyebabkan efek domino dan tiap negara boneka di tiap
negara muslim akan hancur.
MA: Anda benar2 yakin bahwa sekali negara ini muncul maka semua ikatan yang
berlandaskan nasionalisme, sekterian dan perpecahan yang telah terjadi selama
berabad-abad, jika tidak dalam milenium, akan musnah sama sekali ?
JP: Sepanjang ikatan sekterian dan identitas nasional itu adalah penghalang
untuk persatuan Ummat, ya mereka akan musnah. Ini tidak berarti bahwa karakter
nasional yang berbeda dan adat istiadat yang diperbolehkan akan tidak lagi
eksis, sepanjang hal tersebut ada atas tujuan pengakuan bukan perpecahan.
MA: Melihat kemalangan di dunia muslim saat ini dan mudahnya kaum muslimin
dikuasai dan didominasi oleh pihak luar, apakah anda kira apa yang Nabhani
sebut sebagai kesuraman dan kemunduran ummat akan terus terjadi ?
JP: Disini saya harus mengkoreksi anda. Nabahani tidak mengatakan bahwa Islam
ada dalam kesuraman dan kemunduran, tapi kebalikannya ummat dan masyarakat yang
berada dalam kesuraman dan kemunduran. Islam adalah utuh dalam dirinya sendiri.
Kemunduran masyarakat Islam dimulai dari kemandekkan kaum intelektual dan
ditutupnya pintu2 ijtihad. Namum kemuraman ini mulai terangkat ketika kaum
muslimin menjadi lebih optimis akan kemampuan dan potensi mereka.
MA: Dan apakah anda benar2 yakin bahwa masa depan dunia Islam berada pada Islam
politik ?
JP: Itu tidak hanya untuk masa depan; ini kenyataanya adalah cara satu-satunya
jalan keluar.
MA: Saya mengatakan hal ini karena beberapa analis berpendapat bahwa nasib
Islam politik mencapai puncaknya di akhir 1980an dan dalam tahun2 terakhir
menurun. Mungkin anda langsung menolak pikiran seperti ini.
JP: Saya tentu saja menolak analisa seperti itu. Penilaian itu hanya
berdasarkan faktor2 yang dangkal.
MA: Analisa mereka kebanyakan didasarakan dari ketidak mampuan kelompok2
oposisi Islam untuk mengganti apa yang disebut sebagai rejim2 yang korup.
Contohnya adalah di Aljazair yang sering dikutip sebagai kesempatan terbaik
untuk merebut negara tapi akhirnya dibatalkan melalui kombinasi tindakan2
militer, keamanan dan politik.
JP: Aljazair adalah contoh yang luar biasa sejak adanya pergerakan Islam,
bagaimanapun tulusnya pergerakan itu, tidak mempelajari terlebih dulu metode
yang benar untuk menegakkan negara Islam. Mereka melakukan tindakan2, dengan
memakai proses demokrasi, yang akhirnya terbukti menghancurkan diri sendiri.
MA: Ok, mari kita bicarakan sejarah HT dan organisasinya. Mohon diberikan
gambaran singkat mengenai sejarah HT sejak lahirnya di awal 1950an.
JP: HT didirikan tahun 1953 oleh Taqiuddin Nabahani. HT didirikkan di al-Quds
(Jerusalem) dan di tahun 1950an menyebar ke seantero wilayah Sham. Di tahun
1960an, HT bergerak ke segala arah, menyeberangi Turki dan Afrika Utara dan
segera menyebar ke seantero dunia Islam.
MA: Masih dapatkah kita membicarakan HT yang satu dan utuh pada saat ini ?
JP: Ya dapat. Kami memiliki satu kepemimpinan, satu strategi global untuk
menegakkan Negara Khilafah dan kita semuanya bersatu untuk mencapai tujuan itu.
MA: Bagaimana anda mengatur perbedaan2 pada cabang2 anda ? Apakah anda akan
mengatakan bahwa HT adalah partai yang terpusat dengan sebuah badan eksekutif
pusat yang mengatur semua wilayah ?
JP: Ya, kami memiliki satu kepemimpinan atau Qiyadah yang dikepalai oleh
seorang ulama dan pemikir �Ata Abu Rushtah. Dia dulunya adalah jubir di
Yordania sepanjang tahun 1980an dan dipenjara oleh rejim Yordania karena
tertalu kritis. Kepemimpinan kami mengatur suatu agenda dan strategi
internasional. Strategi itu pada gilirannya ditafsirkan dan diterapkan oleh
wilayah2 di seluruh dunia. Komite eksekutif tingkat regional tunduk penuh pada
pendapat2 dan keputusan2 dari badan eksekutif pusat.
MA: Apakah anda mengatakan bahwa HT adalah yang terkuat di seluruh dunia ?
JP: Saya sebenarnya tidak punyak informasi mengenai hal itu.
MA: Apakah anda mengatakan HT masih yang terkuat di tempatnya ia berasal di
wilayah Syam ?
JP: Dimanapun HT bisa beroperasi secara terbuka dan bebas dari tekanan yang
kejam, anda dapat melihat eksistensi yang jelas atas partai ini beserta
aktivis2nya. Contohnya, baru-baru ini penilaian dikeluarkan oleh pengadilan2
Turki bahwa HT bukanlah pergerakan teroris. Menyusul hal itu kami mengadakan
demonstrasi2 di Ankara dan Istanbul dan di kota2 lain�
MA: Kehadiran HT kuat di Turki ?
JP: Ya, liputan yang panjang dari media Turki menunjukkan hal ini. Di Asia
Tengah kami membuat kemajuan yang amat pesat dalam dua dekade terakhir. Menurut
komentator luar kami yang ditahan di penjara2 saja mencapai angka kurang lebih
7,000-8,000 anggota.
MA: Keberadaanya di Asia Tengah hanya dalam kurun waktu dua dekade terakhir ?
JP: Sebenarnya saya tidak bisa mengkinformasi hal ini..Apa yang saya dapat
konfirmasikan adalah era setelah kejatuhan Soviet HT mampu secara terbuka
mempromosikan ideologinya dan karena itu mendapat dukungan yang luar biasa.
MA: Apakah partai pernah ditekan pada masa Uni Soviet dulu ?
JP: Ya. Pemahaman saya dari sumber2 luar adalah bahwa banyak dari anggota kami
yang dikucilkan dari negara asal mereka. Soviet secara kasar menekan aktivitas
Islam manapun.
MA: Lalu kenapan HT kuat di Asia Tenggara ?
JP: Anda harus melihat hal ini dari dua sudut pandang, yakni sejarah bangsa2
itu dan seruan dari partai. Mengenai masalah sejarah bangsa2 itu kami menemukan
bahwa Uni Soviet menekan secara brutal Islam selama beberapa dekade. Sebagai
akibat penekanan yang brutal tadi, Islam menjadi agama yang tersembunyi.
Menyusul keruntuhan Uni Soviet disitu muncul kebangkitan kembali Islam yang
tulus dan murni. HT mulai memanggil masyarakat itu dan mendidik mereka dengan
ideologi dari Islam politik.
MA: Ini membingungkan karena ada alternatif lokal untuk HT. Contohnya ada
pergerakan nasional/Islam yang kuat di Tajikistan. Senada dengan itu Pergerakan
Islam Uzbekitan (IMU) adalah saingan lokal HT. Dan juga sebagai orang yang baru
saja dibebaskan dari belenggu sebuah negara adi daya, tampaknya agak aneh untuk
kalau kemudian bergabung dengan negara adi daya lain, sekalipun itu adalah
negara adi daya Islam.
JP: Tapi Negara Khilafah akan mencerminkan keyakinan masyarakat. Ini adalah
perbedaan kunci sejauh Uni Sovit tidak mencerminkan keyakinan dan kebudayaan
masyarakat. Kebalikannya, ia mewakili nilai2 yang semuanya asing bagi kaum
muslimin.
MA: Jadi anda mengira bahwa akan ada kerinduan murni atas politik Pan Islamisme
di Asia Tengah.?
JP: Ada kerinduan yang murni akan pendirian Negara Khilafah dan sistim Islam
diantara kaum muslimin di seluruh dunia. Kaum muslimin di Asia bukanlah
pengecualian terhadap hal ini.
MA: Menurut anda apakah pemerintah2 di Asia Tengah tengah melakukan kampanye
disinformasi dan propaganda menentang HT dan mendiskreditkan proses ini ?
JP: Mereka sedang melakukan lebih dari sekedar kampanye informasi ! Ketika
Karimov mengatakan bahwa ia akan memerangi ideologi dengan ideologi dan
pemikiran dengan pemikiran, dia sebenarnya sedang memanggang anggota kami
hidup2 dan menghukum mereka dengan hukuman yang paling barbar. Namun, startegi
yang brutal ini- dimana Karimov mengambil jalan yang ekstrem- menjadi suatu
arus utama dari rejim2 Arab selama beberapa dekade dan sampai saat ini telah
gagal untuk mengdiskreditkan dan mengurangi semangat partai.
MA: Atas pertanyaan akan keutuhan partai bagaimana anda merespon orang2 yang
mengklaim bahwa partai telah terpecah dan retak dalam beberapa tahun terakhir ?
Khususnya merujuk pada perpecahan tahun 1997 yang dilakukan oleh Abu Rami dan
apa yang disebut Nakithoun (pembelot).
JP: Saya akan memberi anda sebuah analogi. Jika seorang pegawai dari suatu
perusahaan besar, seperti Microsoft, memisahkan diri dan memebentuk sebuah
perusahaan baru yang berbeda, apakah anda akan mengatakan bahwa Microsoft telah
pecah atau anda akan mengatakan bahwa hanya sebagian kecil perusahaan itu
memisahkan diri?
MA: Well, dalam kasus HT tampaknya beberapa orang �kendatipun kecilnya
mereka�telah memisahkan diri dan membentuk suatu versi alternatif HT.
JP: Tapi dimana anda dapat melihat HT yang terpecah ?
MA: Jadi menurut anda karena jumlah mereka sedikit, maka mereka tidak penting ?
JP: Bukan hanya tidak penting, sebenarnya saya akan mengatakan mereka tidak
ada. Mereka jelas hanya sejumlah kecil individu yang meninggalkan partai karena
perselisihan mengenai kebijaksanaan partai.
MA: Jadi Abu Rami dan para pengikutnya memisahkan diri karena perselisihan
terhadap kebijaksanaan partai ?
JP: Ya, memang. Sebenarnya, dimana anda dapat menemukan ekspresi terhadap
kekuatan perpecahan ini ? Apa yang kami temukan adalah mungkin bahwa bagian
tertentu partai telah mencoba mengeksploitasi situasi ini dan berargumen bahwa
telah terjadi perpecahan padahal pada kenyataannya tidak terjadi hal yang
demikian.
MA: Mari kita bicarakan kebijaksanaan luar negeri atas Negara Islam mendatang.
Menurut literatur2 anda negara2 yang tidak Islam akan dianggap sebagai musuh
oleh Kekhalifahan karena misi inti luar negeri dari Negara Islam adalah untuk
mengislamkan seluruh dunia. Banyak orang akan beranggapan bahwa ini adalah
sebuah resep untuk suatu konflik.
JP: Kita perlu lebih dulu menjelaskan pengertian apa yang kami maksud mengenai
Islamisasi seluruh dunia. Kami yakin bahwa adopsi ideoligi Islam adalah
alternatif terbaik untuk memecahkan masalah2 penduduk dunia. Ideologi kapitalis
mencoba untuk mempromosikan dirinya ke seluruh dunia, dan promosi kami terhadap
Islam akan tidak beda. Jika Islamisasi yang anda maksud adalah pemaksaan untuk
mengubah iman orang dengan pemaksaan kepada Islam maka kami tidak melakukan
metode itu.
MA: Menurut anda bagaimana mengenai sebuah laporan oleh sebuah organisasi Forum
18 tanggal 29 Oktober 2003 yang melihat bahwa Kekhalifahan yang digambarkan
oleh HT akan memaksa semua negara2 non-muslim untuk memilih untuk bergabung
dengan Negara Islam atau membayar pajak sebagai bayaran untuk gencatan senjata
?
JP: Kami meyakini, sebagaimana pemeluk semua ideologi, bahwa ideologi Islam
seharusnya diambil oleh semua orang. Kami menginginkan suatu situasi, dimana
semua bangsa2 di dunia menyadari kenyataan bahwa Kapitalisme telah merusak
dunia dan menciptakan sebuah dunia dimana perusahaan2 kaya melahap yang lemah.
Pada kenyataanya, visi kami bukanlah bahwa negara2 non-muslim membayar pajak
untuk mempertahankan kapitalisme, melainkan agar mereka memeluk sistim Islam.
Sistim Islam bukanlah sistim mafia yang menjalankan penipuan proteksi global !
MA: Jadi apakah anda menginginkan negara2 non-muslim untuk membayar pajak untuk
menghindari invasi dan aneksasi (penggabungan) kepada negara Khilafah ?
JP: Tidak, karena tindakan seperti itu akan secara implisit menyetujui paham
bahwa kapitalisme baik untuk non-muslim sementara kami memiliki Islam. Kami
peduli bahkan bagi non-muslim yang hidup dalam sistim semacam itu- dan kami
memandang bahwa suatu saat ketika Islam kembali maka penduduk dunia dapat
menyaksikan kemampuan Islam untuk tegak adalah benar, adil dan membuat
masyarakat maju.
MA: Ok, mari kita membicarakan isu2 yang lebih luas lagi. Sebelumnya anda
menyebut soal mendiang Ayatollah Khomeini, bagaimana sifat dan intensitas
kontak antara Khomeini dan HT ?
JP: Kami bertemu Khomeini di Perancis sebelum dia mengambil kekuasaan dan
mengingatkan dia akan perlunya pemerintahan diatur oleh Islam, dengan membangun
suatu negara untuk semua kaum muslimin dan tidak hanya menganut suatu mazhab
tertentu yang akan menciptakan perpecahan. Diskusi awalnya positif.
Konsekuensinya kami mengirim sebuah delegasi ke Tehran yang dipimpin oleh
mendiang Ahmed Daur, anggota HT yang terkenal dari Yordania dan juga bekas
anggota parlemen Yordania. Dalam kesempatan itu, kami tidak senang dengan
response yang kami terima dari Khomeini, dan memahami setelah diskusi itu,
bahwa Iran berada pada jalannya sendiri untuk menjadi suatu negara Islam tanpa
warna, dimana kita telah memiliki banyak yang seperti itu. Khususnya kami
melihat visinya untuk suatu negara lepas dari yang dibutuhkan oleh Islam.
MA: Saya mendengar bahwa sebuah delegasi HT dari Pakistan telah bertemu dengan
Khomeini segera setelah kemenangan revolusi Islam dan menawarkan dia untuk
membentuk suatu Kekhalifahan.
JP: Tidak, itu tidak benar. Delegasi pada awalnya bertemu dia di Perancis, yang
terdiri dari anggota2 dari Eropa dan lalu bertemu dia di Tehran, dikepalai oleh
Ahmed Daur.
MA: Menurut anda bagaimana rejim Islam di Iran? Sementara itu, beberapa
komentator di dunia Islam berpendapat bahwa ini merupakan suatu model yang
sukses dari politik Islam selama 25 tahun terakhir.
JP: Kami tidak menganggapnya sebagai negara Islam. Model untuk politik Islamnya
tidak lepas dari retorika kosong dan slogan2 menentang Amerika ketika suatu
saat secara politik itu dianggap bijaksana. Itu adalah negara-bangsa yang
berdasarkan prinsip2 sekterian. Sistim pemerintahan yang diterapkannya,
bertentangan dengan konsep Kekhalifahan yang menjalankan urusan2 politik umat.
Kebalikannya ia malah mendirikan suatu teokrasi di satu sisi dan sistim
republik di sisi lain � kedua konsep itu adalah asing bagi Islam. Sayangnya
selama 25 tahun terakhir telah menjauhkan sebagian orang di Iran untuk jauh
dari Islam, bukan malah membuatnya mendekat.
MA: Jadi anda yakin bahwa Iran adalah seburuk rejim2 lain di dunia Islam ?
JP: Islam menyerukan menyebut semua rejim yang tidak menerapkan Islam sebagai
Dar al-Kufr (negeri kafir) . Karena itu dari sudut pandang ini, rejim Iran,
seperti juga rejim2 lain, perlu diganti dengan sistim Khilafah.
MA: Tapi dibandingkan dengan dua model Islam politik dalam beberapa waktu
terakhir, sebut saja Afghanistan dan Sudan, banyak orang berpendapat bahwa
contoh Iran sebagai lebih berhasil.
JP: Bagaimana bisa berhasil bila di dalam negeri saja gagal untuk mendapatkan
dukungan dari rakyatnya sendiri ? Kami mendengar laporan2 dalam beberapa hari
terakhir bahwa sebagian rakyat Iran bahkan berpaling dari Islam karena perilaku
para penguasanya, khususnya ketidak cakapan para penguasa itu untuk mengatasi
permasalahan rakyat dan mengatur urusan2 politik dan ekonimi. Tidak, saya kira
lebih aman kalau kami mengatakan bahwa rejim Iran juga termasuk dalam kategori
yang telah saya sebutkan terlebih dulu.
MA: Bagaimana dengan Sudan? Di awal tahun 1990an banyak kelompok2 Islam di
Barat, khususnya di sini di London, menganggap Sudan sebagai negara Islam
murni.
JP: Kecuali HT. Kami menjelaskan bagi para pendukung Sudan bahwa �eksperimen
Islam� dari penguasa Sudan tidak lebih dari tindakan permainan sebagian
penguasanya untuk memenuhi tuntutan bagi penerapan Islam di negara dan
masyarakat. Eksperimen Sudan bergantung pada penerapan Islam secara gradual
karena kayakinan yang salah bahwa penerapan syariah secara keseluruhan tidak
dapat dijalankan. Apa yang terjadi adalah penerapan yang dipilih atas beberapa
hukum syariah, tanpa perlunya kerangka Islam bila diterapkan secara menyeluruh,
termasuk check and balances (pengawasan dan penilaian) yang diperlukan untuk
mengawasi negara. Menarik untuk dicatat bahwa para pendukung Sudan tidak lagi
memujinya dengan penuh antusias.
MA: Bagaimana dengan Taliban ?
JP: Sayangnya Taleban tidak dalam posisi untuk mendirikan negara Islam yang
bisa berjalan dan aman dikarena situasi keamanan pada saat itu di Afghanistan.
Kami juga memiliki beberapa masalah dengan konsep mereka mengenai apakah negara
Islam itu, dan khawatir bahwa mereka tidak melakukan riset dan studi
sebelumnya. Bagaimanapun kenyataanya, Taliban tidak lagi memerintah
Afghanistan. Kebalikannya malah Amerika yang memerintah.
MA: Apakah anda tetap berpendapat bahwa HT tidak akan pernah menerima dukungan
finansial dan logistik dari ketiga rejim itu atau dari pemerintah lainnya di
dunia ini untuk masalah itu ?
JP: Tentu saja! HT selalu menjaga jarak dari para penguasa di dunia Islam.
Catatan perjuangan kami dan pengorbanan yang dilakukan membuktikan hal ini. HT
sebenarnya telah dilarang di semua tempat di dunia Islam dan hampir dimana2
anggota kami dilemparkan ke penjara, disiksa dan bahkan dibunuh. Pesan kami
tidak pernah berubah dalam 50 tahun terakhir, kami menentang semua corak dalam
dunia Islam � dan menghargai kemerdakaan kami. Menerima segala bentuk dukungan
dari pemerintahan manapun bertentangan dengan eksistensi kami, yakni mendirikan
negara Khilafah yang bebas dari campur tangan para penjajah.
MA: Kembali pada pertanyaan mengenai kekerasan, mohon berikan krtik akhir
terhadap kelompok2 Islam yang telah mengangkat senjata menentang pemerintahan
mereka, khususnya di Aljazair, Mesir dan Arab Saudi.
JP: Islam memerintahkan bahwa metode menegakkan kembali negara Islam adalah
dengan cara menegakannya melalui usaha di bidang intelektual dan politik. Nabi
Muhammad SAW tidak pernah mengangkat senjata untuk mendirikan negara, melainkan
beliau bekerja suatu metode yang pasti dalam usaha ini. Menurut pendapat kami.,
mengangkat senjata untuk menentang rejim bertentangan dengan metode Islam. Lagi
pula, ini tidak mengatasi permasalahan dengan benar, karena rejim2 itu adalah
satu komponen, bagaimanapun kritisnya, pada setting saat ini. Kami perlu
meyakinkan para anggota yang tulus dari kaum elit itu atas berjalanannya Islam
sehingga negara Islam berdiri dia atas landasan yang kuat.
MA: Apa yang menyebabkan ditahannya 3 anggota HT di Mesir ?
JP: Anggota2 itu berasal dari Inggris, dengan alasan beragam mulai dari urusan
memperlancar bahasa hingga bisnis. Pemerintah Mesir pada saat itu menggerebek
partai di Mesir dan menahan sejumlah anggota termasuk ketiga anggota kami tadi.
Salah satu anggota, Reza Pankhurst, disiksa dengan setrum dan mereka semua
menderita kurang tidur dan pengakuan2 yang dipaksa. Setelah dilakukan proses
pengadilan yang janggal, yang terus menurus ditunda karena hakimnya berlibur,
semua terdakwa dihukum penjara dari 1 hingga 5 tahun. Anggota2 dari Inggris
menerima 5 tahun. Kami melihat ini malahan sebagai kerja untuk menegakkan
negara, bukan menjatuhkan moral kami. Sebenarnya mereka dilihat sebagai
pahlawan2 oleh kebanyakan komunitas muslim di Inggris.
MA: Bagaimana dengan anggota2 Inggris-Asia yang melakukan penyerangan bunuh
diri di sebuah bar di Tel Aviv bulan April 2003; apakah benar mereka
berafiliasi ke HT walaupun secara luas diterima bahwa mereka bekerja secara
individu ?
JP: Tidak, itu tidak benar, dan sejauh yang saya tahu tidak ada seorangpun yang
menyatakan hal ini. Tapi mereka terlibat dalam kelompok2 lain.
MA: Bagaimana anda melihat pola2 teroris gaya al-Qaeda yang berkembang di pada
jangka menengah dan panjang di masa mendatang ?
JP: Saya punya sedikit informasi mengenai hal ini, jadi saya tidak bisa
berkomentar mengenai bagaimana ini akan berkembang. Tapi Amerika dan sekutu2nya
telah menyadari hal itu dengan melakukan serangan militer yang gencar terhadap
negara2 Islam, mereka telah meciptakan rasa ketidak puasan. Saat ini, anda cuma
perlu mengunjungi rumah seorang muslim, baik yang memiliki keyakinan politik
atau tidak, dan mereka akan mengutarakan kebencian mereka terhadap Bush dan
Blair.
MA: Apakah menurut anda suatu serangan yang serupa atau melebihi serangan 11
September akan terjadi dalam waktu menengah atau dekat di masa datang ?
JP: Jika anda maksud di dunia Barat, saya benar2 tidak bisa mengatakannya
karena saya tidak tahu. Tapi saya mencurigai karena ketiadaan negara Khilafah,
dunia Islam akan menyaksikan serangan2 yang jauh melebihi serangan 11 Spetember
yang dilakukan militer Amerika. Hal ini adalah ketidak adilan yang kita hadapi.
Mahan Abedin adalah editor dari Terrorism Monitor. Dia juga seorang kolumnis
untuk Daily Star Lebanon dan sebagai kontributor untuk mingguan2 berbahasa
Persia di London.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - You care about security. So do we.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/