--- In [EMAIL PROTECTED], yasni <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > He-Man <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yang dimaksud PK "dikembalikan" itu bukan dikembalikan kepada > kas negara melainkan dipakai kampanye dengan kedok aksi sosial > yang kemudian dikatakan "dikembalikan pada rakyat". Coba aja baca > klaim-klaim PK tentang menyelamatkan uang negara itu, semuanya > dipakai kampanye dengan kedok aksi sosial bukan dikembalikan ke > kas negara.Contoh aja dana kavling di DPRD Jabar sampai sekarang > Yudi Widiana Adia dan Reza Nasrullah tidak pernah mengembalikannya > ke kas daerah dengan berbagai alasan, ketika anggota dewan lain > ramai-ramai mengembalikan uang itu dengan enteng dua anggota PK ini > menolak dengan alasan sudah dikembalikan ke rakyat, kemudian > setelah dibawa ke kejaksaan dan menjelang pemilu legislatif kemaren > eh koar-koar minta aturan pengembalian uang itu, padahal > mekanismenya sudah disusun di tahun 2003. > ------- > Hi all, > > Sekedar informasi, salah satu kelemahan sistem > keuangan negara kita adalah tidak adanya tempat untuk > menyalurkan pengembalian uang negara. > Seperti di negara maju kalau ada orang terlampau > banyak menerima dari negara, orang itu bisa > mengembalikan ke rekening negara dan begitu juga > sebaliknya jika terlampau banyak bayar pajak, negara > akan mengembalikannya. > Sedangkan di indonesia hal itu tidak ada. Coba, > misalkan ada orang kecipratan uang korupsi masal, > sedang dia tidak mau terima, mau dikemanakan uang itu. > Tidak ada saluran pengembaliannya. Apalagi sebagaimana > korupsi masal DPRD Jabar yang dilegalisir seperti dana > kavling itu, mau dikemanakan? > Saya lihat kader PKS melakukan ijtihad dengan > menyalurkan dana itu langsung kepada rakyat.
Weleh.. orang baru lagi.. :-P Ijtihad mestinya tidak boleh tercemar oleh apa yang dikenal dengan 'Conflict Of Interest' (COI). Kalaupun ada keputusan atau istilah anda Ijtihad, mestinya itu untuk kepentingan umat yang lebih luas dan bukan cuma menguntungkan kelompok tertentu (baca: kalangan partai sendiri). Jelas, kalau itu cuma menguntungkan kalangan tertentu atau ada COI, amat sangat wajar kalau ijtihad semacam itu dipertanyakan; kalau enggan mendengar kata 'digugat'. Mau pake istilah apalagi sekarang? :-P Lagipula, ini yang saya bilang logika berpikir yang aneh. Dana gak jelas atau 'dana zhalim' (kalau ada yang alergi dengan kata dana korupsi), malah ada yang nanya, mau dikemanakan? IMHO, bagi mereka yang benar" anti-korupsi dan bukan cuma sekedar mengklaim atau seolah-olah anti-korupsi padahal kenyataannya ikut mencicipi juga.. mestinya langkah yang diambil adalah mencontoh apa yang dilakukan Zen Gomo. Itu 1 orang lawan 1 DPRD (minus dia). Gw gak perlu banyak jelasin lagi bahwa membongkar kasus korupsi jelas LEBIH BAIK ketimbang aksi ROBIN HOOD; yang katanya maling budiman. Ternyata partai yang ngakunya lahir dari rahim ajaran Islam yang luhur, malah mengambil ibroh dari kisah Robin Hood.. yang hanya membodohi rakyat/masyarakat awam. Pantas saja kemarin perolehan suaranya meningkat dari 0.5% jadi 7-8%. Dalam perjuangannya ternyata menganut prinsip Machiavellis.. apapun jadi halal, asal tujuannya baik.. cu*h.. Mencuci kain dengan air comberan-pun jadi boleh.. :-( > Jika orang melihat itu sebagai kampanye PKS, saya pikir > orang itu mengada-ada karena itu hanya sebuah kegiatan > partai yang tentu saja harus pakai bendera partai. > Perlu diingat, kalau gak salah acara itu dilakukan > jauh sebelum masa kampanye. Justru partai kaya' gitu gak tahu malu.. :-P Gak kenal rambu" kampanye.. tiap hari kerjanya kampanye melulu.. Lebih 'Golkar' dari Golkar waktu berkuasa dulu (ORBA).. Dasar gak tahu malu.. > Persoalan ini menurut hemat saya lebih kepada > bagaimana standar diri masing-masing tentang > kebenaran. Bagi orang yang tidak mengenal kebenaran, > apapun yang dilakukan oleh musuhnya pasti dianggap salah. > Sedangkan bagi kita sebagai muslim, kebenaran harus > kita terima apa adanya. Misalkan kritik dari musuh > Islam harus kita terima untuk memperbaiki diri. > Mungkin hikmah dari hal ini adalah agar PKS mengangkat > isu pengembalian uang negara dan landasan > perundang-undangannya di lembaga legislatif. Emang klo orang gak punya malu.. banyak alasan.. banyak ngeles.. Sampai kapan kalian kenakan 'topeng orang baik', akh? :-( Wassalam, Irwan.K * Aa Gym: 'Banyak orang yang pakai topeng..' * Band PeterPan: 'Buka dulu topengmu.. kan kulihat warnamu..' ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $4.98 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

