Dalam kasus dana kavling DRPD Jawa Barat , anggota DPRD terpecah menjadi
dua kubu , yaitu kubu yang pro pengembalian uang yang dipimpin wakil ketua
DPRD Koerdi Moekri (yang sekarang diperiksa kejaksaan) dan yang kontra
yaitu dari PDI Perjuangan dan Partai Keadilan.

Mekanisme pengembalian uang itu telah disusun dan para anggota dewan
kecuali anggota dari dua partai itu plus sebagaian dari Golkar,  rata-rata
menggunakan mekanisme itu untuk mengembalikan uang tersebut walaupun
sebagian melakukannya secara mencicil.Kloter pertama pengembalian uang
itu adalah Daud Gunawan, Akhmad Saelan, dan H Kusnadi dari Partai 
Bulan Bintang, serta Eddi Raedin Budihardja dan Rafani Akhyar dari PAN.

Sementara dua anggota PKS itu dengan segala alasan sampai sekarang
keukeuh menolak mengembalikannya tapi berlagak pahlawan .


----- Original Message ----- 
From: "yasni" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, December 20, 2004 8:39 AM
Subject: Re: [ppiindia] Korupsi ala PK(S) --> Adalah sebuah Fitnah


> 
> Hi all,
> 
> Sekedar informasi, salah satu kelemahan sistem
> keuangan negara kita adalah tidak adanya tempat untuk
> menyalurkan pengembalian uang negara.
> Seperti di negara maju kalau ada orang terlampau
> banyak menerima dari negara, orang itu bisa
> mengembalikan ke rekening negara dan begitu juga
> sebaliknya jika terlampau banyak bayar pajak, negara
> akan mengembalikannya.
> Sedangkan di indonesia hal itu tidak ada. Coba,
> misalkan ada orang kecipratan uang korupsi masal,
> sedang dia tidak mau terima, mau dikemanakan uang itu.
> Tidak ada saluran pengembaliannya. Apalagi sebagaimana
> korupsi masal DPRD Jabar yang dilegalisir seperti dana
> kavling itu, mau dikemanakan?
> Saya lihat kader PKS melakukan ijtihad dengan
> menyalurkan dana itu langsung kepada rakyat. Jika
> orang melihat itu sebagai kampanye PKS, saya pikir
> orang itu mengada-ada karena itu hanya sebuah kegiatan
> partai yang tentu saja harus pakai bendera partai.
> Perlu diingat, kalau gak salah acara itu dilakukan
> jauh sebelum masa kampanye.
> Persoalan ini menurut hemat saya lebih kepada
> bagaimana standar diri masing-masing tentang
> kebenaran. Bagi orang yang tidak mengenal kebenaran,
> apapun yang dilakukan oleh musuhnya pasti dianggap
> salah.
> Sedangkan bagi kita sebagai muslim, kebenaran harus
> kita terima apa adanya. Misalkan kritik dari musuh
> Islam harus kita terima untuk memperbaiki diri.
> Mungkin hikmah dari hal ini adalah agar PKS mengangkat
> isu pengembalian uang negara dan landasan
> perundang-undangannya di lembaga legislatif.
> 
> 
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke