http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-267%7CX
Kamis, 23 Desember 2004
Gadis Arivia: �Pusar SBY Memang Tidak Menarik Untuk Dipertontonkan�
Jurnalis : Eko Bambang S
Jurnalperempuan.com-Jakarta. Perintah presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 
untuk menghentikan tayangan yang lebih menonjolkan pusar perempuan beberapa 
waktu yang lalu nampaknya mengundang kritik. Pernyataan SBY tersebut dinilai 
tidak memiliki perspektif perempuan dan melakukan proses dehumanisasi 
perempuan. 

Kritik tersebut seperti yang dilontarkan oleh Gadis Arivia, Board Of Director 
Yayasan Jurnal Perempuan. Pusar SBY memang tidak terlalu menarik untuk di 
pertontonkan, namun SBY jangan seenaknya melarang tampilnya pusar perempuan,� 
ujar Gadis. Menurut Gadis, �pernyataan SBY ini mengandung dehumanisasi 
perempuan, justru menurut saya dia harus dipersoalkan karena pernyataanya 
mengandung pelecehan seksual. Mengapa tali pusar yang dipermasalahkan, mengapa 
tidak laki-laki yang kencing ditengah jalan yang kelihatan penisnya, kenapa SBY 
tidak mempermasalahkan penis yang diperlihatkan ketika membuat air kecil,� Kata 
Gadis yang merasa sensitivitas gendernya sangat terusik. 

Menurut Gadis, sebelum SBY berkomentar soal pornografi dan tali pusar, maka 
sebaiknya SBY membaca terlebih dahulu Jurnal Perempuan edisi 38 ini, karena 
didalam edisi ini dihalaman 22 disebutkan pendapat Catharine MacKinnon yang 
menyatakan bahwa pornografi adalah sebuah grafis yang secara eksplisit memiliki 
tujuan mensubordinasikan perempuan melalui gambar, atau kata-kata dan termasuk 
dehumanisasi perempuan sebagai objek seksual, benda-benda, komoditi, penikmat 
penderitaan, sasaran penghinaan atau perkosaan; dengan jalan diikat, disayat, 
dimutilasi atau bentuk-bentuk penyiksaan fisik. Atau juga menempatkannya atau 
menggambarkannya sebagai sasaran pemuas seksual atau perbudakan. Demikian juga 
dengan grafis yang menunjukkan perempuan dipenetrasi dengan menggunakan benda 
atau hewan, direpresentasikan secara biadab dalam skenario, cedera, penyiksaan, 
dipertunjukkan secara seronok atau tak berdaya, berdarah-darah, tersiksa atau 
disakiti dalam konteks yang membuat kondisi-kondisi seksual (tertentu). 

Bagi Gadis, pusar perempuan bukanlah hal yang penting untuk dipermasalahkan. 
�Saya juga mempunyai anak perempuan dan saya disini sebagai ibu. Se 
liberal-liberalnya saya kalau kita mempunyai anak perempuan, selalu saja kita 
mempunyai nilai-nilai ideal yang menurut kita ingin kita paksakan kepada anak 
perempuan kita. Nah itu juga suatu latihan bagi saya untuk menghormati anak 
saya untuk memilih pakaian yang dia senangi. Saya tahu dia akan berangkat 
remaja. Saya kira semua orang tua mempunyai kegelisahan tersebut. Tetapi kita 
harus menyikapinya dengan tidak berlaku otoriter atau represif seperti yang 
dilakukan SBY,� ujar Gadis. 

Gadis tidak setuju ketika pilihan-pilihan bebas setiap manusia harus dibatasi. 
Misalnya agar anak perempuan tidak mempertontonkan pusarnya maka dia diberikan 
baju-baju yang semuanya panjang-panjang dan tidak membolehkan dia memakai 
baju-baju yang minim atau sedikit terbuka. �Saya kira kalau saya mendidik 
Anissa anak saya seperti itu, saya kira dia tidak akan menjadi seseorang yang 
mempunyai kepribadian yang bebas. Dia tidak akan mempunyai spirit kebebasan 
tersebut. Bagi saya tetapi ketika anak saya memilih baju yang ingin ia pakai, 
dan dia telah memutuskan untuk memakai baju tersebut, saya sebagai ibu, orang 
yang dekat dengan dia, sebagai teman yang dekat dengan dia saya hanya bisa 
menerimanya, dan saya berharap memang itu keinginannya, memilih baju seperti 
itu,� kata Gadis. Ditambahkan, �Saya harus bisa memahami karena dia hidup dalam 
jaman yang berbeda dengan saya, dia mempunyai spirit yang berbeda dengan saya, 
dan saya harus menghormati itu dan saya ingin juga dia dengan anaknya 
menghormati itu kelak, dan saya yakin anak kita itu jauh lebih cerdas dari 
kita, jauh lebih bijaksana dari kita biarkabnlah dia hidup sebebas dia, memilih 
terbaik bagi dia selama dia tidak melanggar hak orang lain, � jelas Gadis. 

Gadis akan menolak pornografi jika pornografi itu pada akhirnya membangkitkan 
kekerasan terhadap perempuan, membangkitkan dehumanisasi perempuan, tetapi 
kalau ciuman, membangkitkan gairah seksual apa itu melanggar hak. Gadis lebih 
peduli membicarakan masalah pornografi ini pada aspek perlindungan hukum bagi 
perempuan. �kalau kita bicara pornografi, saya justru cenderung bicara 
perempuan yang memerankan aksi-aksi porno itu karena kebanyakan tidak 
dilindungi hukum, itu suatu pekerjaan yang tidak dilindungi hukum. Mereka 
banyak mengalami kekerasan, tidak dibayar sesuai dengan upah dan seringkali 
dilecehkan oleh sutradara. Justru saya lebih setuju berbicara tentang hak-hak 
perempuan itu. Sama seperti kalau kita bicara prostitusi, saya tidak setuju 
melarang mereka, memojokkan mereka, atau menilai moralitas mereka, tetapi saya 
lebih setuju bahwa mereka ini adalah sosok pekerja yang sangat rentan yang 
tidak dilindungi hukum, yang ujung-ujungnya selalu akan ditraficking. Dengan 
memfokuskan pembahasan seperti itu, kita lebih produktif dalam menyikapi 
masalah pornografi,� ujar Gadis. 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [email protected]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke