Katanya sesudah ucapan Pak SBY mengenai pusar,maka negeri-negeri seperti 
Syria, Libanon, Mesir, Yordania, Turkey, Maroko, Tunisia akan melarang tari 
perut.

----- Original Message ----- 
From: "Sirikit Syah" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, December 24, 2004 12:04 AM
Subject: Re: [ppiindia] Gadis Arivia: "Pusar SBY Memang Tidak Menarik Untuk 
Dipertontonkan"


>
> Salam,
> Masak sih, bicara seperti SBY tentang pusar perempuan
> di televisi, dianggap represif dan otoriter (argumen
> Gadis)? Padahal dia belum melakukan pelarangan atau
> pembatasan apa-apa. Soal pakaian bebas, di Indonesia
> sudah bisa kok, di mal-mal itu pakaian apa saja
> dipakai. Apalagi di klub-klub malam, mau pusar atau
> bawah pusar diobral juga suka-suka yang melakukan dan
> yang gemar menontonnya. Tapi televisi adalah ranah
> publik. Sudah sepatutnya isi televisi diatur demi
> kepentingan publik. Kalau pusar diobral sambil pantat
> dan pinggul digoyang seperti adegan bersenggama, pada
> pukul setengah tujuh, pas usai Maghrib, menurut
> kawan-kawan, banyak mana ibu-ibu Indonesia yang
> menganggap itu 'kebebasan yang harus dihargai' atau
> yang 'miris dan cemas atas pengaruhnya pada anak-anak
> remaja mereka'? Lebih lanjut lagi, bukan soal jumlah
> 'banyak mana yang setuju dan tidak setuju', tetapi
> apakah sudah memenuhi 'taste & decency' bangsa
> Indonesia?
>
> I am with you, Rio.
>
> Salam,
>
> Sirikit
> --- Eko Bambang Subiyantoro <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>
>>
>> Wah, seandainya mas Satrio datang kemarin ke acara
>> QB pasti seru,,
>> karena dua pejabat KPI mas Ade Armando dan Bimo
>> Nugroho juga
>> datang,,,dan "pusar SBY" memang menjadi topik
>> menarik he..he..
>>
>> ebs
>>
>>
>> Thursday, December 23, 2004, 6:20:28 PM, you wrote:
>>
>>
>> Satrio> SBY bicara begitu pasti dengan asumsi, tidak
>> Satrio> mempertontonkan pusar perempuan di televisi
>> adalah
>> Satrio> sikap menghargai dan menghormati perempuan.
>> Apalagi,
>> Satrio> bagi banyak kalangan Islam, mempertunjukkan
>> pusar sama
>> Satrio> saja dengan membuka aurat wanita.
>>
>> Satrio> Ucapan SBY sudah pasti didukung para
>> rohaniwan, MUI,
>> Satrio> dan banyak kalangan ibu-ibu dan orangtua,
>> pengamat
>> Satrio> media, dsb...
>>
>> Satrio> Tapi, oleh Gadis Arivia, ucapan SBY itu
>> malah dicap
>> Satrio> melecehkan perempuan!!!!!
>>
>> Satrio> Mungkin saya harus tanya Boni, mantan
>> redaktur Jurnal
>> Satrio> Perempuan, untuk menjelaskan
>> ini...he..he..he...
>>
>> Satrio> Rio
>>
>>
>> Satrio> --- Eko Bambang Subiyantoro
>> <[EMAIL PROTECTED]>
>> Satrio> wrote:
>>
>> >>
>> >>
>> Satrio>
>>
> http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-267%7CX
>> >> Kamis, 23 Desember 2004
>> >> Gadis Arivia: "Pusar SBY Memang Tidak Menarik
>> Untuk
>> >> Dipertontonkan"
>> >> Jurnalis : Eko Bambang S
>> >> Jurnalperempuan.com-Jakarta. Perintah presiden
>> >> Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menghentikan
>> >> tayangan yang lebih menonjolkan pusar perempuan
>> >> beberapa waktu yang lalu nampaknya mengundang
>> >> kritik. Pernyataan SBY tersebut dinilai tidak
>> >> memiliki perspektif perempuan dan melakukan
>> proses
>> >> dehumanisasi perempuan.
>> >>
>> >> Kritik tersebut seperti yang dilontarkan oleh
>> Gadis
>> >> Arivia, Board Of Director Yayasan Jurnal
>> Perempuan.
>> >> Pusar SBY memang tidak terlalu menarik untuk di
>> >> pertontonkan, namun SBY jangan seenaknya melarang
>> >> tampilnya pusar perempuan," ujar Gadis. Menurut
>> >> Gadis, "pernyataan SBY ini mengandung
>> dehumanisasi
>> >> perempuan, justru menurut saya dia harus
>> >> dipersoalkan karena pernyataanya mengandung
>> >> pelecehan seksual. Mengapa tali pusar yang
>> >> dipermasalahkan, mengapa tidak laki-laki yang
>> >> kencing ditengah jalan yang kelihatan penisnya,
>> >> kenapa SBY tidak mempermasalahkan penis yang
>> >> diperlihatkan ketika membuat air kecil," Kata
>> Gadis
>> >> yang merasa sensitivitas gendernya sangat
>> terusik.
>> >>
>> >> Menurut Gadis, sebelum SBY berkomentar soal
>> >> pornografi dan tali pusar, maka sebaiknya SBY
>> >> membaca terlebih dahulu Jurnal Perempuan edisi 38
>> >> ini, karena didalam edisi ini dihalaman 22
>> >> disebutkan pendapat Catharine MacKinnon yang
>> >> menyatakan bahwa pornografi adalah sebuah grafis
>> >> yang secara eksplisit memiliki tujuan
>> >> mensubordinasikan perempuan melalui gambar, atau
>> >> kata-kata dan termasuk dehumanisasi perempuan
>> >> sebagai objek seksual, benda-benda, komoditi,
>> >> penikmat penderitaan, sasaran penghinaan atau
>> >> perkosaan; dengan jalan diikat, disayat,
>> dimutilasi
>> >> atau bentuk-bentuk penyiksaan fisik. Atau juga
>> >> menempatkannya atau menggambarkannya sebagai
>> sasaran
>> >> pemuas seksual atau perbudakan. Demikian juga
>> dengan
>> >> grafis yang menunjukkan perempuan dipenetrasi
>> dengan
>> >> menggunakan benda atau hewan, direpresentasikan
>> >> secara biadab dalam skenario, cedera, penyiksaan,
>> >> dipertunjukkan secara seronok atau tak berdaya,
>> >> berdarah-darah, tersiksa atau disakiti dalam
>> konteks
>> >> yang membuat kondisi-kondisi seksual (tertentu).
>> >>
>> >> Bagi Gadis, pusar perempuan bukanlah hal yang
>> >> penting untuk dipermasalahkan. "Saya juga
>> mempunyai
>> >> anak perempuan dan saya disini sebagai ibu. Se
>> >> liberal-liberalnya saya kalau kita mempunyai anak
>> >> perempuan, selalu saja kita mempunyai nilai-nilai
>> >> ideal yang menurut kita ingin kita paksakan
>> kepada
>> >> anak perempuan kita. Nah itu juga suatu latihan
>> bagi
>> >> saya untuk menghormati anak saya untuk memilih
>> >> pakaian yang dia senangi. Saya tahu dia akan
>> >> berangkat remaja. Saya kira semua orang tua
>> >> mempunyai kegelisahan tersebut. Tetapi kita harus
>> >> menyikapinya dengan tidak berlaku otoriter atau
>> >> represif seperti yang dilakukan SBY," ujar Gadis.
>>
>> >>
>> >> Gadis tidak setuju ketika pilihan-pilihan bebas
>> >> setiap manusia harus dibatasi. Misalnya agar anak
>> >> perempuan tidak mempertontonkan pusarnya maka dia
>> >> diberikan baju-baju yang semuanya panjang-panjang
>> >> dan tidak membolehkan dia memakai baju-baju yang
>> >> minim atau sedikit terbuka. "Saya kira kalau saya
>> >> mendidik Anissa anak saya seperti itu, saya kira
>> dia
>> >> tidak akan menjadi seseorang yang mempunyai
>> >> kepribadian yang bebas. Dia tidak akan mempunyai
>> >> spirit kebebasan tersebut. Bagi saya tetapi
>> ketika
>> >> anak saya memilih baju yang ingin ia pakai, dan
>> dia
>> >> telah memutuskan untuk memakai baju tersebut,
>> saya
>> >> sebagai ibu, orang yang dekat dengan dia, sebagai
>> >> teman yang dekat dengan dia saya hanya bisa
>> >> menerimanya, dan saya berharap memang itu
>> >> keinginannya, memilih baju seperti itu," kata
>> Gadis.
>> >> Ditambahkan, "Saya harus bisa memahami karena dia
>> >> hidup dalam jaman yang berbeda dengan saya, dia
>> >> mempunyai spirit yang berbeda dengan saya, dan
>> saya
>> >> harus menghormati itu dan saya ingin juga dia
>> dengan
>> >> anaknya menghormati itu kelak, dan saya yakin
>> anak
>> >> kita itu jauh lebih cerdas dari kita, jauh lebih
>> >> bijaksana dari kita biarkabnlah dia hidup sebebas
>> >> dia, memilih terbaik bagi dia selama dia tidak
>> >> melanggar hak orang lain, " jelas Gadis.
>> >>
>> >> Gadis akan menolak pornografi jika pornografi itu
>> >> pada akhirnya membangkitkan kekerasan terhadap
>> >> perempuan, membangkitkan dehumanisasi perempuan,
>> >> tetapi kalau ciuman, membangkitkan gairah seksual
>> >> apa itu melanggar hak. Gadis lebih peduli
>> >> membicarakan masalah pornografi ini pada aspek
>> >> perlindungan hukum bagi perempuan. "kalau kita
>> >> bicara pornografi, saya justru cenderung bicara
>> >> perempuan yang memerankan aksi-aksi porno itu
>> karena
>> >> kebanyakan tidak dilindungi hukum, itu suatu
>> >> pekerjaan yang tidak dilindungi hukum. Mereka
>> banyak
>> >> mengalami kekerasan, tidak dibayar sesuai dengan
>> >> upah dan seringkali dilecehkan oleh sutradara.
>> >> Justru saya lebih setuju berbicara tentang
>> hak-hak
>> >> perempuan itu. Sama seperti kalau kita bicara
>> >> prostitusi, saya tidak setuju melarang mereka,
>> >> memojokkan mereka, atau menilai moralitas mereka,
>> >> tetapi saya lebih setuju bahwa mereka ini adalah
>> >> sosok pekerja yang sangat rentan yang tidak
>> >> dilindungi hukum, yang ujung-ujungnya selalu akan
>> >> ditraficking. Dengan memfokuskan pembahasan
>> seperti
>> >> itu, kita lebih produktif dalam menyikapi masalah
>> >> pornografi," ujar Gadis.
>> >>
>> >>
>> >>
>> >>
>> >>
>> >> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
>> >> --------------------~-->
>> >> $4.98 domain names from Yahoo!. Register
>> anything.
>> >>
>> Satrio>
>>
> http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
>>
> === message truncated ===
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia 
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [email protected]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [email protected]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke