Lah menteri IMF kan yang dijadikan acuan ..meskipun menko bappenas 

katanya teriak teriak anti menteri IMF

trus kok .....????

waduh 

--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Rencana pemerintah untuk menaikan BBM hingga 40% harus
> disikapi dengan hati-hati. Pemerintah menyatakan saat
> ini telah mensubsidi sekitar Rp 60 trilyun selama
> tahun 2004 dan ini sudah sangat membebani APBN.
> Menurut pemerintah, subsidi BBM banyak dinikmati orang
> kaya. Menurut sebagian orang yang pro kenaikan BBM,
> perbedaan harga dengan harga internasional akan
> mengakibatkan penyelundupan BBM dari Indonesia ke
> negara tetangga (Singapura?) kemudian dibeli lagi oleh
> Indonesia. 
> 
> Terlepas dari alasan itu, kenaikan BBM akan
> mengakibatkan kenaikan harga barang lainnya. Meski
> kata sebagian ahli kenaikan BBM sebesar 40% hanya akan
> mengakibatkan kenaikan harga barang lainnya sebesar
> 2,8%, kenyataannya tidak begitu. Jika harga nasi
> goreng sekarang Rp 4.000 seporsi, jika BBM naik
> sebesar 40%, harganya tidak akan naik jadi Rp 4.112.
> Tapi jadi Rp 5.000 seporsi, alias 25%. Akibatnya,
> rakyat yang tidak bekerja di bidang minyak akan
> mengalami kemiskinan massal jika penghasilan mereka
> tidak naik.
> 
> Jika gaji rakyat hanya Rp 800 ribu sebulan, sementara
> biaya hidup sebesar Rp 1 juta. Rakyat sudah tekor.
> Jika BBM dinaikan lagi, apalagi sampai 40%, rakyat
> akan semakin menderita. Tak heran sering timbul
> kerusuhan yang oleh sebagian orang disebut dengan "IMF
> Riots" akibat pencabutan subsidi yang dipaksakan oleh
> IMF, contohnya kerusuhan Mei 1998 yang dipicu oleh
> kenaikan BBM di zaman Soeharto. Pemerintah dan DPR
> harus memahami ini.
> 
> Pemerintah beralasan bahwa beban APBN sudah sangat
> berat, sehingga minta rakyat agar menerima kenaikan
> harga barang. Di lain sisi, pemerintah belum serius
> memberantas korupsi dan menyelamatkan uang negara.
> Selain itu, pemerintah sendiri belum memiliki cukup
> sense of crisis. Sebaiknya pemerintah dan DPR
> melakukan penghematan agar beban APBN tidak terlalu
> berat. Contohnya, pesangon rumah sebesar Rp 20 milyar
> bagi pensiuan pejabat negara apakah wajar? Demikian
> pula berbagai fasilitas lainnya seperti mobil Volvo
> yang boros dan mahal kan bisa diganti dengan kendaraan
> yang murah dan lebih irit, seperti Kijang. Fasilitas
> hotel mewah atau pun perjalanan dinas ke luar negeri
> secara beramai-ramai harus ditiadakan, toh hasilnya
> juga tidak ada, karena rakyat Indonesia tetap melarat.
> Cukup 2 orang saja sebagai wakil. Proyek yang tidak
> penting bagi rakyat, seperti pembangunan monorail
> Jakarta serta Jakarta Newport dengan hutang luar
> negeri sebesar trilyunan rupiah sebaiknya dibatalkan.
> Gaji Dirut BUMN yang sampai Rp 200 juta per bulan,
> sebaiknya dikurangi. Cukup Rp 30 juta per bulan.
> 
> Jika pemerintah tidak ingin mensubsidi BBM bagi orang
> kaya, pemerintah dapat mengenakan pajak STNK yang
> tinggi bagi pemilik mobil mewah, misalnya sebesar 20%
> dari harga mobil. Jangan kira subsidi BBM kebanyakan
> dinikmati orang kaya. Jumlah orang kaya di Indonesia
> hanya sedikit, kurang dari 10%, sementara 90% lebih
> miskin.
> 
> Jangan dikira petani di pedesaan tidak ikut menerima
> subsidi BBM. Bukankah semua barang diangkut dengan BBM
> (transportasi)? Jika subsidi BBM dicabut, tarif
> angkutan akan naik. Artinya, harga pupuk, pestisida,
> pakaian yang dipakai petani juga akan naik. Jadi
> pencabutan subsidi BBM akan menyengsarakan rakyat.
> Buktinya, baru dengar rencana harga BBM naik saja,
> harga barang2 sudah ikut naik.
> 
> Pernyataan subsidi BBM senilai Rp 60 trilyun menurut
> saya agak aneh, mengingat dari data statistik BPS
> tahun 2003, ternyata impor minyak Indonesia (BBM dan
> minyak mentah) hanya sekitar USD 3,2 milyar (sekitar
> Rp 30 trilyun). Jangan samakan harga barang di
> Indonesia dengan di Singapura, karena pendapatan warga
> di sana 30 kali lipat dari warga Indonesia (GNP
> perkapita Singapura sekitar 30 ribu dollar, sementara
> Indonesia kurang dari 1000 dollar per tahun). Jika
> harga barang mau disamakan dengan Singapura, sementara
> gaji/UMR tidak sama, bisa sengsara rakyat Indonesia.
> 
> Apalagi dengan kenaikan BBM, Indonesia sebagai negara
> yang mengekspor minyak sebesar 1 juta barrel per hari,
> mendapat untung lebih dari hasil ekspor. Menurut Kwik
> Kian Gie, dengan harga Rp 2.000/liter pun, Pertamina
> sudah untung, karena biaya produksi hanya Rp
> 540/liter.
> 
> Impor BBM senilai USD 2,3 milyar (sekitar Rp 20
> trilyun) dari Singapura juga harus dihentikan, karena
> menghamburkan devisa. Jika Singapura yang pemakai
> BBMnya sedikit, gaji pegawai mahal, harga tanah mahal,
> serta tidak punya sumber minyak bisa mengilang minyak
> dan menjual ke negara tetangga, kenapa Indonesia
> tidak? Pembelian BBM dari Singapura, akan semakin
> membuka peluang penyelundupan BBM dari Indonesia ke
> negara tersebut.
> 
> Jika pemerintah mencabut subsidi BBM karena takut
> subsidi jatuh ke penyelundup minyak, seharusnya
> pemerintah justru menangkap dan jika perlu menghukum
> mati penyelundup tersebut. Penyelundupan BBM tidak
> mungkin dilakukan dengan kapal kecil, karena jumlah
> BBM yang diangkut tidak akan bisa menutupi ongkos BBM
> dan awak kapal. Bisa jadi penyelundupan tsb dilakukan
> dgn kapal tanker yang harusnya bisa diawasi dengan
> mudah.
> 
> Semoga bapak Susilo Bambang Yudhoyono mau mendengarkan
> jeritan rakyat. Jangan sampai rakyat yang telah
> menaruh harapan besar dengan datang berbondong-bondong
> ke rumah pak SBY, akhirnya kecewa dengan kebijakan
> kenaikan BBM. Seandainya harus naik, jangan terlalu
> banyak. Misalnya Premium dari Rp 1.800 cukup menjadi
> Rp 2.000/liter. Ada pun Pertamax yang kebanyakan
> memang dikonsumsi orang kaya, dapat dinaikan hingga Rp
> 5.000/liter.
> Selain itu, mudah2an pak SBY selain meminta pendapat
> kepada para ekonom pro IMF/Neoliberalis juga
> berkonsultasi dengan ekonom yang peduli pada rakyat
> seperti Rizal Ramli, Kwik Kian Gie, Revrisond Baswir,
> dsb.
> 
> 
> 
> =====
> Bacalah artikel tentang Islam di:
> http://www.nizami.org
> 
> 
>               
> __________________________________ 
> Do you Yahoo!? 
> Take Yahoo! Mail with you! Get it on your mobile phone. 
> http://mobile.yahoo.com/maildemo





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [email protected]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke