Pakaian apa yang anda sebutkan ini? Apakah orrang Papua? anda mau isteri anda 
berpakain seperti org Papua? Kalau gitu coba anda pakai koteka ke kantor, atau 
mewawancarai Presiden dengan dalih, pakaian tradisional. 
 
Kalau anda percaya begitu, anda yang harus mulai, jangan munafik.

Ging <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Kalau keberatannya soal media massa, bahkan di negara bebas pun memang ada 
aturannya.
Jam sekian sampai sekian, Anda tak bisa memutar yang ada adegan telanjangnya, 
yang kalimat-kalimatnya terus terang, dsb. Kita punya Komisi Penyiaran 
Indonesia sekarang. Moga-moga mereka bisa bekerja mengurus masalah ini.

Tapi yang saya masalahkan adalah penghakiman terhadap mereka yang memakai 
pakaian yang cukup terbuka. 
Dan ingat, yang menjadi topik adalah pernyataan SBY yang menilai, sekali lagi: 
menilai, para pemakaian baju yang menampakkan pusar itu tak sesuai budaya 
bangsa dsb. Padahal faktanya, budaya bangsa ini justru penuh dengan pakaian 
seperti itu. Kebaya saja bagian perutnya terbuka. Dan ada yang jenis kainnya 
tempus pandang --brukat. 

Tentang norma agama, ada juga orang yang memilih normanya sendiri. Untuk itu, 
kita tak berhak menjadikan diri kita Tuhan, yang menista mereka. Tenang saja.

Tentang hawa nafsu, saya menghormati Anda dan banyak yang lainnya, yang ingin 
hidup dengan menjauhi hawa nafsu. Tetapi orang-orang yang memilih hidup yang 
lain, juga punya hak: untuk berurusan dengan nafsu melalui caranya sendiri. 
Sepanjang mereka tak memaksa Anda mengikuti mereka.

O, ya, di kampung-kampung biasa kok, perempuan, tua muda, berseliweran dengan 
kain di bawah dan cuma kutang di atas. 


-----Original message-----
From: "Aam" [EMAIL PROTECTED]
Date: Sat, 25 Dec 2004 10:47:35 +0700
To: [email protected]
Subject: Re: [ppiindia] Gadis Arivia: "Pusar SBY Memang Tidak Menarik Untuk 
Dipertontonkan"

> 
> Thx Bung Ging atas penjelasannya
> 
> >> Maaf pake pahasa Inggris: you miss the point.
> >> Mandi di kampung bareng perempuan an banyak orang lain itu bikin keder
> >> saya sebagai orang kota yang merasa lebih maju, lebih berakal lebih
> >> modern, lebih top. Padahal mereka yang kita anggap tradisional,
> >> konservatif, ortodks dsb, justru lebih santai. 
> >> Jadi bohong klaim yang mengatakan bahwa tradisi 
> >> "terbuka" itu aalah infiltrasi budaya barat. Bohong.
> 
> Anda juga "Miss the point"
> Point saya jangan di media massa,
> karena itu tontonan umum. klo yang pingin begitu
> silhakan jangan dipublish, tenggang rasa sama yang lain.
> 
> Adakah pernah mereka memamerkan itu di tempat yang terbuka
> apalagi lewat media ??
> Apakah sering kita lihat yang seperti itu berseliweran
> di jalan kampung. Tidak, mereka pasti malu ..??
> 
> >> Itu cuma dalih untuk membenarkan pemaksaan norma agama.
> 
> Mungkin, iya, Terus selama Anda hidup ini berjalan 
> dengan Norma apa ???
> 
> Bukankah agama memang diciptakan untuk menentukan rule/Norma
> untuk menjalani kehidupan ini ???
> 
> Anggaplah norma islam yang anda anggap dipaksakan,
> sebagian besar Penduduk kita adalah ummat Islam,
> wajar klo mereka meminta Norma itu bisa dijalankan,
> dan yang bisa mengaplikasiakan itu pemerintah, 
> karena ini menyangkut banyak dan istitusi media.
> 
> Dan saya rasa agama lain tidak terlalu dirugikan 
> dengan norma itu. (Hanya di media kok, pribadi silahkan)
> atau buatlah media sendiri jangan di media umum.
> 
> > Dan selama ini, kaum konservatif (apa Anda termasuk di antaranya)
> > mengidentikan Islam terutama, dengan budaya timur moral bangsa nilai
> > leluhur dsb.
> 
> Apakah sering kita lihat yang seperti itu 
> berseliweran di jalan kampung.
> 
> Silahkan anda mengelompokkan saya masuk konservatif atau apalah
> walaupun yang nggak merasa, yang saya dukung adalah kebenaran
> bukan karena saya masuk digolongan mana ???.
> 
> 
> >> Dan apakah mereka mempromosikan budaya luar?
> >> Justru pandangan yang menajiskan pakaian yang memperlihatkan
> >> pusar itu didasari budaya luar: Arab, Timur Tengah.
> >> KArena di timur, bahkan payudara terbuka, hal yang biasa.
> 
> 
> >> Bukan, klo menurut saya itu adalah tuntunan Agama,
> >> dan jaran Nurani.
> 
> Klo Nurani ummat islam yang memahami benar islam
> Insya Allah sejalan dengan Agamanya. 
> 
> > Justru itu. Tuntutan agama itu adalah pertama tafsir, 
> > kedua urusannya pribadi. 
> > Dan, bisa bertentangan dengan keyakinan lama kita sendiri kok.
> 
> Maksudnya ???
> 
> > Jaipongan kan penuh goyang, sementara tafsir agama kaum Taliban
> > --misalnya-- mengharamkan perempuan di panggun (sehingga di Kelantan,
> > malaysia, bahkan Wayang Kulit dan Mak Yong yang kesenian etempat pun
> > dilarang)
> 
> Benar, kita berdasarkan tafsir. 
> yang umumnya tafsi yang dianut sebagian besar 
> rakyat ini yang menginginkan. 
> Seharusnya itulah yang menjadi patokan
> 
> > Dan nurani? Nurani siapa?
> > 
> > Salam.
> 
> Tanyalah Nurani Anda, bukan tuntutan Nafsu.
> 
> 
> Salam
> 
> Amrah
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [email protected]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [email protected]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links








                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Jazz up your holiday email with celebrity designs. Learn more.

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [email protected]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke