http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=149190 Jumat, 31 Des 2004,
Hilang Ke-"Maha"-annya Oleh Hendra Setiawan * Adalah cukup memprihatinkan jika kita menengok kembali perjalanan mahasiswa pascatumbangnya rezim Orde Baru. Betapa tidak, hampir tidak ada bargaining action yang dilakukan mahasiswa terhadap realita di masyarakat. Ketika tidak ada lagi "musuh" bersama, mahasiswa seolah kembali tertidur dan terfragmentasi dalam aliran-aliran tertentu. Sedikit banyak, hal itu dipengaruhi oleh semakin lemahnya kaderisasi di kalangan aktivis mahasiswa sendiri. Kalaupun ada, transfer visi dan misi masih menjadi hal yang kurang mendapat perhatian. Jika kita melihat dengan objektif, ada tiga realita yang terjadi pada mahasiswa kini. Pertama, kurang peduli terhadap lingkungannya. Kedua, kurang wawasan. Ketiga, kurang semangat militansi. Banyak orang yang mengatakan bahwa generasi kita sekarang ini adalah generasi easy going. Generasi yang semakin tutup mata atas keadaan sekitarnya. Lihat saja topik yang diobrolkan mahasiswa sekarang. Jangankan masalah bangsa dan negara, mendiskusikan persoalan akademis di luar kelas saja sudah semakin enggan. Masalah-masalah dugem menjadi topik yang lebih diminati. Seolah bukan barang aneh lagi jika night club dan pub ramai dikunjungi mahasiswa. Jadi, kondisi itu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh pemilik kelab malam, dengan memberikan diskon khusus pada hari-hari tertentu kepada mahasiswa. Bagaimana gerakan moral mahasiswa berjalan dengan baik jika moral mahasiswa masih saja mengalami degradasi. Permasalahan lain yang menghinggapi mahasiswa ialah masalah integritas dan idealisme yang makin luntur. Memang benar mahasiswa sering dikatakan sebagai penyuara suara rakyat yang masih pure. Tapi, sekarang justru karena terlalu pure ini, mahasiswa jadi rentan ditunggangi oleh kepentingan politis tertentu. Sering suara mahasiswa menjadi sangat tendensius. Mahasiswa menjadi tidak punya greget untuk mempengaruhi agenda setting masyarakat. Mahasiswa tidak lagi menyadari bahwa mereka mengemban misi sebagai agent of change bagi masyarakat. Yang ada dalam pikiran mahasiswa mungkin hanyalah bagaimana supaya dapat nilai bagus, cepat lulus, bisa sukses, earn money. Tapi, sisi-sisi humanitas menjadi terlupakan. Budaya hedonisme dan konsumerisme menjadi budaya yang sulit dilepaskan dalam kehidupan mahasiswa sekarang. Yang dipikirkan mungkin hanya duit, duit, duit, pesta, pesta, pesta, dan hepi, hepi, hepi. Kelompok-kelompok studi semakin jarang diminati. Akibatnya, pemikiran-pemikiran kritis terhadap realita di masyarakat jarang sekali dapat dimunculkan. Sebenarnya, banyak sekali realita di masyarakat yang butuh untuk dikritisi oleh mahasiswa. Bukan hanya masalah kenaikan BBM. Persoalan pejabat negara yang semakin "gemar" memiliki jabatan rangkap, persoalan dunia penyiaran, semakin banyaknya koran "kuning" misalnya. Misi kemanusiaan makin jarang tersentuh. Lihat saja, apa yang sudah dilakukan mahasiswa terhadap bencana alam di Nabire, konflik di Poso, dll. Mahasiswa dituntut mampu mengawal terwujudnya cita-cita reformasi. Dengan demikian, mahasiswa bersama dengan pers dapat menjadi the fourth state, di samping eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Menjadi pilar keempat demokrasi yang mendorong negara ini menjadi lebih baik. Mahasiswa kini juga makin tidak memiliki bargaining power yang kuat. Demonstrasi saat ini mungkin tak lebih hanya ajang aktualisasi diri dan menunjukkan eksistensi saja. Tengok saja berapa mahasiswa yang melakukan demonstrasi dan berapa mahasiswa yang benar-benar mengerti dan memahami apa yang sedang mereka lakukan. Demonstrasi menjadi semakin tidak bertaring saja. Sebab, dasar bagi aktivitas demostrasi hanya didirikan di atas pasir. Mahasiswa kita sekarang terbagi dalam dua kelompok. Pertama, mahasiswa yang mengutamakan prestasi belajar. Kuliah tanpa pernah peduli dengan realita di masyarakat. Kedua, kelompok mahasiswa yang kurang (kalau tidak mau dikatakan tidak) peduli dengan prestasi belajarnya, tapi mencari sarana untuk mengaktualisasikan dirinya. Bukan rahasia lagi bahwa selama ini sebagian besar mahasiswa yang menjadi aktivis ialah mahasiswa dengan prestasi belajar kurang, mahasiswa abadi, mahasiswa yang molor kuliahnya. Indeks prestasi (IP) mungkin memang bukan tolok ukur keberhasilan studi mahasiswa. Tapi, ini adalah indikator awal integritas mahasiswa. Jika bertanggung jawab pada diri sendiri melalui belajar saja tidak bisa, bagaimana mungkin bisa bertanggung jawab kepada masyarakat? Wajar saja bargaining power mahasiswa semakin lemah jika prestasi belajarnya juga masih dipertanyakan. Jadi, seharusnya, kedua kelompok itu bersatu dan saling melengkapi. Sebab, dengan intelektual yang tinggi inilah, mahasiswa jadi memiliki bargaining power yang kuat. Sebagai kaum (yang katanya) intelektual, aktivis mahasiswa juga seharusnya memiliki prestasi belajar yang dapat dipertanggungjawabkan. *. Hendra Setiawan, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/ 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

