Pasti. Karena hanya kita saja, kan, yang bantu tanpa pamrih. Kalau orang lain, pasti tak gratis, pasti pamrih, pasti ada udang di balik batu. Mau kapitalis, komunis, kristen, zionis, Cina dll. Tidak mungkin murni. Cuma kita yang murni karena tergerak oleh hati nurani. Cuma kita.
-----Original message----- From: "Mohammad-Riyadi Tampubolon" [EMAIL PROTECTED] Date: Wed, 5 Jan 2005 09:48:02 +0700 To: "[email protected]" [email protected] Subject: [ppiindia] Re: PBB akan 'menduduki' Aceh? > > > Jelas perlu di cermati.. > apa lagi logika kapitalis tidak ada yang gratis di dunia ini.. > judulnya bantuan tapi pamrihnya jauh lebih besar.. > waktu yang akan membuktikan.. > > > ________________________________________________________________________ > ________________________________________________________________________ > > Message: 22 > Date: Tue, 4 Jan 2005 15:12:33 -0800 (PST) > From: Sirikit Syah <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [jurnalisme] Re: PBB akan 'menduduki' Aceh? > > Salam, > > Saya ingin teman-teman, terutama para jurnalis di > lapangan dan para penentu pemuatan berita, > memperhatikan dengan seksama: bebda pemberian bantuan > oleh tentara/relawan asing dan yang dikoordinir oleh > pemerintah/aparat/relawan Indonesia. > > Asing: mereka datang langsung ke pusat-pusat > pengungsian atau ke wilayah terisolasi, menjatuhkan > bantuan (kalau heli tak bisa mendarat) kepada yang > membutuhkan. setiap kapet satu kotak (saya bayangkan > isinya lengkap: makanan, selimut, obat-obatan). Bila > seorang kepala keluarga (saya lihat di TV dan di foto > berita yang berebut bapak-bapak) dapat satu kotak, > bagus. > > Indonesia: orang disuruh datang berbondong-bondong ke > posko-posko bantuan (berapa kilometer ya mereka > berjalan ke situ?), lalu baris berdesak-desakan, lalu > ketika sudah antre berjam-jama, diberi satu kaleng > biskuit! Padahal di latar belakang ada bantuan > menggunung! Pellit amat sih? Mengapa tidak memberikan > satu kotak besar berisi segala kebutuhan: obat, > makanan, pakaian/selimut, dll, kepada setiap > pengantre? menngapa cuma satu kaleng biskuit? > > Mohon diinvestigasi mengapa demikian, dan bantuan yang > menggunung itu mau diapakan kalau memberinya pelit > begitu? > > Sirikit Syah > --- radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Mbak Astien, > > Mungkin yang dimaksud bukan menduduki, tapi > > penanganannya akan diambil alih oleh salah satu > > badan yang di bawah naungan di PBB. Memang bencana > > ini berskala internasional, > > rasanya kalau ditangani pihak Indonesia saja tidak > > bakal kepegang. Seperti Mas Farid bilang, > > sudah 9 hari tapi masih banyak daerah yang belum > > tertolong. > > > > > > > > > > astien kumalasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Terimakasih informasinya Mas Faried, informasi ini > > sangat membantu buat kita, untuk dibagi-bagikan ke > > pendengar kok. > > > > Yang kami ingin ketahui hanya kelengkapan berita > > ini, apakah benar atau tidak? Dan darimana > > sumber-nya? Agar kita menyampaikannya juga tidak > > asal-asalan (baca: gosip) > > > > Begitu loh... :) > > > > Jadi memang tidak ada berita seperti yang saya > > tanyakan sebelumnya kan ya? > > > > > > regards, > > > > astin > > > > > > > > > > faridgaban <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Saya tak pernah mendengar berita seperti itu > > > > Namun, satu hal yang jelas, kita tak perlu > > tersinggung jika ada > > wartawan asing yang membuat berita negatif tentang > > negeri kita. > > > > Pemerintah Indonesia memang telah gagal menangani > > masalah Aceh dengan > > sigap dan efektif. > > > > Sampai tadi malam, sembilan hari setelah bencana, > > masih banyak desa di > > pesisir barat Aceh belum tersentuh sukarelawan, > > bantuan masih sedikit, > > dan derah itu masih terisolasi. > > > > Alfian Hamzah, wartawan Pena Indonesia, hanya > > satu-satunya wartawan di > > Teunom (utara Meulaboh). Bahkan mliter yang selamat > > di situ tak bisa > > mengontak atasannya. Mereka minta bantuan Alfian > > untuk mengontak markas. > > > > Sembilan hari setelah bencana!!! > > > > [stoppres: baru saja Alfian melaporkan, tetap belum > > ada komunikasi > > dengan dunia luar sampai hari ini kecuali lewat HP > > yang dibawa Alfian] > > > > Sejak awal, saya sendiri menyarankan Indonesia > > menyatakan bencana ini > > sebagai darurat nasional dan meminta pertolongan PBB > > untuk > > mengkoordinasikan penanganan. > > > > Indonesia sendirian saja tidak akan sanggup. > > > > Gengsi untuk minta tolong? > > > > Tanyakan gengsi pada orang-orang Aceh yang sampai > > hari ini belum > > memperoleh pertolongan... > > > > salam, > > fgaban > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], astien kumalasari > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Teman semilis, > > > > > > kok saya mendengar kabar kalau teman2 media asing > > memberitakan hal2 > > yang negatif tentang negara kita. > > > Diantaranya: > > > - Bantuan Indonesia gak ada.. justru Australia > > yang ada > > > - ada nya beberapa permintaan agar PBB datang utk > > menggantikan > > pemerintah indonesia di aceh > > > - dst > > > > > > Benarkah ada berita demikian? Mohon pencerahan... > > > > > > terimakasih > > > > > > regards, > > > > > > astin > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > > Do you Yahoo!? > > > Jazz up your holiday email with celebrity > > designs. Learn more. > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Do you Yahoo!? > > The all-new My Yahoo! � What will yours do? > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Groups Links > > > > To visit your group on the web, go to: > > http://groups.yahoo.com/group/jurnalisme/ > > > > To unsubscribe from this group, send an email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the > > Yahoo! Terms of Service. > > > > > > > > --------------------------------- > > Do you Yahoo!? > > Yahoo! Mail - Easier than ever with enhanced > > search. Learn more. > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg> > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/ > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/ 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

