Kenapa ya Pak Pinulung?
Ada masalah?
 

Petter Taulan P <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Look who is talking..........

  sayangnya oknum model begini ikut banyak milis pula
  shame on you djoer...

  sebenarnya gw gak mau sounds nyinyir seperti ini, But I think I need to
remind u all bahwa ada mahluk macam begini yang bertebaran di milis2....


  ptP
  [EMAIL PROTECTED]


  ----- Original Message -----
  From: radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]>
  To: perhumas <[EMAIL PROTECTED]>; alumni-indonesia
<[EMAIL PROTECTED]>; bizzcomm-milis
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
  Cc: mudawijaya <[EMAIL PROTECTED]>; oki_asokawati
<[EMAIL PROTECTED]>; pawitikra <[EMAIL PROTECTED]>; ugmclub
<[EMAIL PROTECTED]>; wanita-muslimah
<[EMAIL PROTECTED]>; wartawan <[EMAIL PROTECTED]>;
wartawangaul <[EMAIL PROTECTED]>; wartawanindonesia
<[EMAIL PROTECTED]>; wolu <[EMAIL PROTECTED]>; afsyogya
<[EMAIL PROTECTED]>; communicationsindonesia
<[EMAIL PROTECTED]>; fhm_indonesia
<[EMAIL PROTECTED]>; fpk <[EMAIL PROTECTED]>;
iperhumas <[EMAIL PROTECTED]>; islam_bersatu
<[EMAIL PROTECTED]>; mediacare <[EMAIL PROTECTED]>;
metamorphe <[EMAIL PROTECTED]>
  Sent: Wednesday, January 05, 2005 9:16 PM
  Subject: [ppiindia] Serentetan bencana alam yang menggegerkan dunia



  Bencana alam yang menggegerkan dunia

  Maut, kehancuran harta benda, kemusnahan panen, kehilangan sanak keluarga,
dan kelaparan adalah dampak seketika dari bencana alam. Dan kita baru saja
mengalaminya,
  di tahun yang sama, walau itu jauh di depan mata kita: di Alor, Nabire
lalu Aceh dan Nias.

  Wahai seluruh umat manusia di Bumi, mari kita bersama-sama menyongsong
  bencana berikutnya yang akan melanda. Sebuah bencana alam adalah
  tanggung jawab kita semua untuk menghadapinya, jangan salahkan Tuhan,
  karena Tuhan tidaklah buas, tapi salahkan pada diri kita sendiri.

  Tolong, kalau Anda punya informasi tentang bencana alam yang pernah
  mengguncang bumi, sila tambahkan di daftar ini:

  15 April 1815
  Gunung Tambora di Pulau Sumbawa meletus. Dampaknya sungguh luar biasa.
  Kengerian tiada terkira. Sekira 50.000 jiwa manusia di pulau itu menemui
  ajal seketika. Sementara 36.275 orang lainnya mengungsi ke luar pulau.
Erupsi
  Tambora menyusutkan populasi Sumbawa hingga penduduknya waktu itu tinggal
  85.000 jiwa. Kerajaan Pekat dan kerajaan Tambora yang kaya raya pun
  luluh lantak. Kedua kerajaan itu runtuh akibat terkena bencana, bukan
  karena perang dengan kerajaan tetangga. Tak tercatat apakah raja dan
  keluarganya ikut jadi korban atau mengungsi.

  Hingga 1816, dunia mencatat sebagai 'tahun tanpa musim panas'. Di Eropa
  Barat, Amerika dan Kanada berembus udara beku (frost) yang mematikan.
  Debu pasir vulkanis yang disemburkan Gunung Tambora menyelimuti
  permukaan laut, dan abu pekat yang gentayangan sepanjang tahun menutup
  sinar matahari. Pola cuaca yang jungkir balik terjadi di hampir seantero
  belahan utara Bumi. Salju turun di New England, AS, pada bulan Juni, dan
frost
  pada Juli-Agustus, membuat paceklik yang bukan oleh musim panas. Udara
  beku juga mematikan tanaman pangan di Eropa dan Kanada, menyebabkan
  kekurangan pangan. Kerusuhan yang disebabkan oleh rebutan jatah makanan
  meledak di Perancis dan Swiss.

  Di Irlandia, curah hujan dingin terjadi hampir sepanjang musim panas itu,
dan disana 65.000 orang mati oleh kelaparan dan tipus. Wabah kolera dan
tipus yang menyebar ke wilayah-wilayah Eropa, membunuh 200.000 orang. Tak
tercatat apa yang terjadi di beberapa
  pulau di Indonesia, mungkin lebih parah dibandingkan kondisi di Eropa
  dan daratan Amerika. Para ahli menyebutkan letusan Tambora sebagai yang
  terbesar sepanjang 100.000 tahun.

  Penduduk Pulau Sumbawa yang dulunya 'gemah ripah loh jinawi' itupun hingga
  kini masih dilanda kemiskinan, walau beberapa perusahaan tambang seperti
  Newmont beroperasi disana. Sungguh sebuah warisan bencana yang butuh waktu
ratusan tahun untuk memulihkannya, namun kita telah melupakannya. Sebuah
naskah kuno
  mencatat: "Kapal boleh berlabuh dimana bekas negeri Tambora adanya".

  Tambora menguak pula takdir Napoleon Bonaparte. Fenomena teramat asing
yang diciptakan
  ledakan gunung itu membuat perhitungan strategi dan taktik perang di
  Eropa meleset. Tiada musim semi dan panas. Di Waterloo, Napoleon
memutuskan
  untuk mengundurkan jam serangan, mengharapkan cuaca akan lebih
menguntungkan
  selepas tengah hari. Namun cuaca tetap murung, dan di ambang petang
  18 Juni 1815 itu ia terjepit oleh pasukan Sekutu (Inggirs-Prusia) dan
  kalah.

  Cuaca buruk menjadi penyebab utama kekalahannya. Napoleon tidak berhasil
  menghimpun semua kekuatan pada waktunya. Jumlah pasukannya kalah besar
  ketimbang pasukan lawan yang sudah lebih dulu siap. Tanah yang belum
  kering oleh salju, menjadi becek oleh guyuran hujan di luar musim. Roda-
  roda kereta penghela meriam terjebak lumpur. Komunikasi tak bisa dijalin
  cepat, konsolidasi pasukan lambat. Infantri dan kavalerinya bergerak
  terseok-seok. 'Perang 100 hari' yang disiapkannya begitu lolos dari
  Elbe berakhir di desa di tanah rendah Belgia itu. Era Napoleon pun tamat.
  Inggris yang kala itu menduduki Indonesia mengembalikan kekuasaannya ke
  Belanda, sekutunya dalam Perang Eropa.

  26 Agustus 1883
  Krakatau meletus dan meluluh lantakkan pesisir selatan Pulau Jawa dan
  sebagian pantai di Pulau Sumatra pada 26 Agustus 1883 lampau. Sebelumnya,
  serentetan ledakan keras terjadi selama beberapa bulan sebelumnya.
  Ledakan yang membahana gaungnya terdengar sampai sejauh 3,500 km, hingga
  ke telinga penduduk Alice Springs di Australia, Madagaskar dan pulau-
  pulau di Pasifik yang sejauh 4,800 km. Daya ledaknya ditaksir sampai
  21,548 kali bom atom. Suara ledakan Krakatau terkeras sepanjang
  sejarah tertulis - kendati dipercaya suara ledakan Tambora pasti lebih
  membahana. Gelombang tsunami menerjang pula kawasan Serang, Anyer, dan
  Batavia (kini bernama Jakarta). Korban tewas tercatat 36,417 orang.
  Keseluruhan korban jiwa akibat terjangan gelombang raksasa mencapai
  lebih 100.000 jiwa. Ada dokumen yang menyebutkan penemuan seonggok
  mayat di 'rakit' batu apung yang terdampar ke pantai Afrika setahun
  kemudian. Letusan Krakatau pun 'bertanggung jawab' atas iklim global.
  Dunia sempat gelap dua setengah hari dan kerena lapisan atas atmosfer
  masih dilekati lapisan abu vulkanis, matahari bersinar redup sampai
  setahun berikutnya. Debu yang mengawan nampak di langit Norwegia, juga
  New York.

  Berdasarkan siklus, Krakatau akan kembali meletus pada 2015 - 2083,
  tetapi bisa saja lebih cepat, mengingat begitu banyak manusia rakus
  yang merusak habitat alam, dan menyedot perut bumi. Bangsa Indonesia
  telah terlena bertahun lamanya menggunakan minyak bumi dan gas, tak
  berpikir untuk menggunakan energi yang ramah lingkungan seperti
  mengolah energi dari pancaran matahari atau lainnya. Tsunami timbul
  bukan hanya karena letusan, tapi juga karena longsoran di dasar laut.
Gempa di dasar Lautan Hindia pada 26 Desember 2004  lalu juga berpengaruh
pada suhu Krakatau yang kian memanas.

  Bagaimana kalau Krakatau 'marah' lagi dalam waktu dekat ini?
  Hitungan angka korban tak lagi ribuan jiwa, tapi jutaan manusia
  akan tewas mengenaskan, mengingat kian padatnya penduduk, dan kelestarian
  lingkungan hidup yang terabaikan. Apalagi gelombang tsunami yang timbul
  dari letusan Krakatau memuntahkan pula bebatuan koral dari dasar laut
  menuju daratan -- persis seperti serangan rudal yang mematikan. Mayat
  manusia tak lagi sekadar mengambang dengan pipi tembem membiru dan perut
buncit,
  tapi juga penuh dengan luka yang menganga. Bahkan mayat manusia tak
  lagi berbentuk, karena koyak tercerai berai oleh serangan hujan batu. Saat
  terjadi ledakan, gendang telinga manusia pun pecah hingga berdarah-darah,
  dan banyak manusia yang tewas menggelepar -- sebelum gempa mengguncang
  dan tsunami yang tak diundang itu khusus datang untuk menjemput kita
  yang tak berdaya.

  Saat gejala Krakatau akan meletus beberapa tahun mendatang, orang-orang
berpunya, termasuk para pejabat tinggi dan keluarganya, akan mengungsi ke
negeri manca yang jauh - Eropa, AS dan Australia. Mereka akan meninggalkan
rakyatnya, semata-mata demi menyelamatkan dirinya sendiri. Singapura dan
Malaysia mungkin belum aman buat mereka, karena terlalu dekat dengan pusat
gempa. Sebagian kota Jakarta akan kosong ditinggalkan penduduknya.
Orang-orang miskin harta hanya tinggal menunggu ajal. Jadi 'early warning
system' yang akan diinvestasikan senilai jutaan dollar cuma bermanfaat buat
orang-orang berduit sahaja.

  26 Desember 1932
  Gempabumi melanda Cina Daratan, membunuh 70,000 nyawa.

  26 Desember 1939
  Gempabumi 7.9 Richter menggoyang wilayah Erzincan, Turki, membunuh 41,000
nyawa.

  17 Agustus 1976
  Gelombang dahsyat menerjang Filipina dan menelan korban sekitar 8,000
jiwa.

  18 Juli 1979
  Tsunami terjadi di Indonesia. 540 orang dinyatakan tewas seketika.

  12 September 1979
  Tsunami menerjang Papua Nugini, 100 orang tewas.

  12 Desember 1979
  Tsunami menerjang Kolumbia dengan korban jiwa 500 orang.

  26 Mei 1983
  Tsunami terjadi di laut Jepang, menelan korban jiwa 100 orang.

  2 September 1992
  Tsunami melanda Nikaragua, dengan korban jiwa 168 orang.

  12 Desember 1992
  Tsunami menyerang Flores, Indonesia. Menelan korban jiwa lebih dari 2.000
orang.

  12 Juli 1993
  Tsunami meluluh lantakkan Pulau Okhusiri di Jepang. 230 mayat
bergelimpangan.

  3 Juni 1994
  Tsunami menerjang Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Korban jiwa mencapai
800 orang.

  17 Februari 1996
  Tsunami melanda Irian Jaya, dengan korban jiwa 110 orang.

  26 Desember 1996
  Angin ribut Greg meluluh lantakkan Keningau, Sabah, Malaysia, meragut
beratus nyawa.

  17 Juli 1998
  Tsunami menerjang Papua Nugini, menelan sedikitnya 2,500 korban jiwa.

  26 Desember 2003
  Gempabumi 6.5 Richter menerjang wilayah Bam, Iran, membunuh 45,000 nyawa.

  26 Desember 2004
  Gempabumi di pantai barat Aceh dan tsunami menerjang wilayah Aceh dan
Sumut di Indonesia, dan belasan negeri tepian Laut Hindia. Korban yang tewas
mengenaskan tercatat hampir 150,000 jiwa. Alhamdulillah, langkah pemerintah
yang lamban tertutup oleh bantuan dari berbagai negara terkait dengan
solidaritas internasional. Hingga kini sudah US$ 1,5 miliar bantuan dari
berbagai negara dikucurkan.

  Inilah bencana alam yang lalu menjadi perdebatan panjang antar umat
manusia, khususnya tentang eksistensi agama dan Tuhan. Mereka beradu mulut,
juga debat kencang di dunia maya. Teknologi internet mampu mengubah cara
pandang manusia dalam menyikapi dampak dari bencana ini. Pro dan kontra pun
menyeruak ke permukaan: Benarkah Tuhan marah? Kenapa Tuhan buas?  Dikutukkah
atau disayangkah para korban oleh Tuhan? Apakah pada saat terjadi bencana,
Tuhan telah alpa untuk selalu menyayangi makhluk yang diciptakannya? Kenapa
mayoritas korbannya adalah umat Islam yang menghuni sebuah propinsi yang
telah menjalankan sistem syariah yang sarat aturan, antara lain mewajibkan
kaum perempuannya harus berkerudung? Kenapa di Serambi Mekah, bukan di
serambi kaum kafir? Seorang Ibu di Banda Aceh pun mengeluh, ia telah
kehilangan segalanya, baik harta benda maupun sanak saudarnya, "Apa salahku
yang sudah naik haji sekian kali, kok masih ditimpa bencana seperti ini?"

  Saat tertimpa kesusahan, masih saja ada rasa saling curiga. Walau ribuan
mayat bergelimpangan, masih saja ada yang berbangga: "Oh, lihat itu, ada
masjid yang tetap berdiri kokoh. Sungguh sebuah mukjizat. It's a miracle....
invisible...tangan Tuhan sungguh telah melindunginya."  Lalu apa gunanya
sebuah bangunan masjid kalau umatnya musnah tertelan
  bencana?

  Kenapa bencana itu terjadi di sebuah propinsi yang penuh konflik antara
TNI
  dan GAM? Pantaskah mereka menerima ujian nan maha berat? Wajarkah mayat
dibakar? Haramkah menerima sumbangan dari kaum kafir dan Yahudi? Kenapa
organisasi-organisasi Islam dan negara-negara Arab yang kaya raya hanya
secuil sumbangannya? Pelitkah
  mereka? Siapa saja yang punya potensi untuk menilep uang sumbangan?  Siapa
memanfaatkan 'kesempatan dalam kesempitan'? Bagaimana dengan Nias, Nabire
dan Alor, kok terlupakan? Bagaimana dengan tanah longsor, banjir bandang,
angin puyuh yang terjadi di beberapa wilayah negeri ini? Dan masih banyak
lagi pertanyaan lainnya yang hingga detik ini masih ramai diperdebatkan.

  Yang jelas serentetan bencana ini menjadikan Program 100 Hari SBY - Kalla
kacau balau. Belum selesai satu masalah, muncul masalah berikutnya -- batu
ujian yang lebih berat dan lebih dahsyat.



  ---------------------------------
  Do you Yahoo!?
   The all-new My Yahoo! - What will yours do?

  [Non-text portions of this message have been removed]





***************************************************************************
  Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc

***************************************************************************
  __________________________________________________________________________
  Mohon Perhatian:

  1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
  2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
  3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
  4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
  5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
  6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
  7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

  Yahoo! Groups Links











***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 The all-new My Yahoo! � Get yours free!    

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke