India - ingin menjadi superpower dan mengharap bisa juga menjadi member dari
prestigious international groups sama seperti China. Tetapi kalau menurut
saya mereka membayar national pride dan "lamunan" mereka dgn harga yg terlalu
mahal. Tetapi penolakan bantuan India adalah standard procedure diIndia apalagi
dgn Congress party yg berkuasa.
India juga tidak boleh melupakan Pakistan - selama mereka bersama tidak dapat
menjadi superpower masyarakat dunia tidak akan menerima mereka. Dengan
penolakan international help India sekarang ketinggalan kapal yg berharga Ini
>4000 juta selalu adalah welcome money dan ini merupakan seed capital yg
menurut PBB adalah kurang lebih sama dgn Marschal plan utk Jepang dan Germany.
Memang India mungkin pasti sanggup mengatasi Tsunami ini dan mungkin
kerusakannya tidak terlalu berat dan manpower cukup.[Army/navy/Airforce mereka
cukup terlatih karena konflik dgn Pakistan/China] - But goodwill dunia is
overwelming. dan India kick this away.
I am sure that India could used the seed reconstuction capital from abroad that
is now pouring in into Srilangka, Thailand and Indonesia [rupanya SBY dalam 2
tahun sudah jadi millionair dollar]. PM dari Sri Langka Yth M Rajapakse and
Thailand Yth T Shinawatra menurut saya lebih berpengalaman dgn main
International politic dari yg diIndia dan mereka put national pride aside for
the sake of saving peoples life and future. Mungkin Jkalla waktu melihat
keadaan diAceh mengerti ini bencana terlalu besar jadi buka pintulah.
Sekarang India mengirim AL -nya utk bantu Sri Langka dan katanya juga
Indonesia{?] - ini menurut saya misplaced national pride. Lebih baik mereka
membantu penduduknya sendiri yg dalam keadaan menderita. Bidang penghidupen
penduduk yg kena bencana hancur dan dari mana dana nya harus dicari. Apakh
India sanggup menghadapi ribuan juta dollar ongkos reconstruction tanpa foreign
aid. [PBB memperhitungkan kira2 20-30 Biljon]
US dalam keadaan bencana juga menerima bantuan dari luar - demikian juga
Europa. Saya kira China juga - tetapi who are we to complain about India's
behaviour. They are still living with the idea of self -reliance - theori dari
jaman Nehru. Ini pikiran national pride juga dikembalikan ke Indonesia oleh
pemerintahan Mega cs
Andreas
rahardjo mustadjab <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
India menunjukkan kebolehan kekuatan lautnya dengan
mengirim personil, kapal-kapal dan helicopter AL ke
Sri Lanka untuk membantu mereka yang terkena musibah
tsunami disana.
Ya, sea power adalah world power. Imperium Inggris
ketika jaya-jayanya adalah kekuatan laut. Begitu pula
imperium Soviet. Idem ditto Amerika, bahkan dulunya
US Navy memegang matra udara, baru pada tahun 1940-an
lahir US Air Force.
Meskipun India miskin duwit, tapi Indian Navy bermatra
udara-laut. Kalau kita jalan-jalan ke Goa, di sebelah
bandara sipil ada pangkalan satuan udara Indian Navy:
disitu kelihatan pesawat pengintai jarak jauh Ilyushin
(atau Antonov?) dan campuran helicopter Mi (Mikoyan)
dan Allouette.
Di kawasan Samudra Pasifik, hanya India dan Australia
yang punya blue water navy. Blue water navy artinya
kapal perangnya mampu melayari samudra, bukan coastal
waters saja. Ketika saya menghadiri acara Western
Navy diatas kapal, saya lihat kapal korvet (frigates)
yang ada helicopternya. Navy helicopter berfungsi
mengawal armada dan dipersenjatai dengan sea-mines
yang mampu melumpuhkan kapal selam lawan. Blue water
navy tidak saja merajai permukaan laut, tapi juga
bawah laut dengan kapal selam; baru-baru ini Indian
Navy mencoba meluncurkan rudal jarak sedang dari kapal
selamnya.
Salam,
RM
-------------------------
India shows its sphere of influence to the world
CHIDANAND RAJGHATTA
TIMES NEWS NETWORK[ WEDNESDAY, JANUARY 05, 2005
10:00:15 PM ]
"The reason why India was approached to join the team
of core nations was because it is a country with major
capabilities. We have the largest navy in the Indian
Ocean," Ambassador Sen acknowledged, adding, "There
are good reasons why it is called the Indian Ocea...it
has always been in the Indian sphere of influence."
To get a measure of India's territorial expanse, Sen
said western experts should try superimposing the map
of Europe over that of India. It is often overlooked,
even by Indians, that the distance from Delhi to
Dushanbe in Central Asia is less than to many southern
Indian cities, he said, recalling the vision of
J.N.Dixit, India's National Security Advisor who died
on Sunday.
"Sad as it is, it took the tsunami to realize India's
expanse," Sen said. "Even the British who drew our
maps first have no idea of this now."
President Bush, who has repeatedly credited New Delhi
India with justifiable global power aspirations
despite its myriad problems, virtually affirmed its
credentials after his visit to the embassy. He even
announced his intention to visit India this year.
"I want to thank the Indian government for taking a
lead in this issue. One of the first things that we
did was to put together a core group of nations,
nations that are capable of organizing relief efforts
around the region, and the Indian government has been
especially strong, as a part of this core group," Bush
acknowledged.
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/