http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005011200581001
Rabu, 12 Januari 2005
BERITA UTAMA
Relawan Asing Hanya Sampai 26 Maret
JAKARTA (Media): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi instruksi mengenai
batas waktu (deadline) keterlibatan bantuan tenaga--termasuk militer--asing di
Aceh hingga 26 Maret 2005.
AP
PERALATAN CANGGIH: Pasukan AS menggelar peralatan canggih untuk misi
kemanusiaan di Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam, kemarin. Di antaranya
kendaraan amfibi Landing Craft Air Cushion (bawah) dan helikopter marinir CH-46
Sea Knight (atas) yang berbasis di kapal USS Bonhomme Richard.
Instruksi Presiden itu disampaikan dalam rapat kabinet terbatas di Kompleks
Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin. Rapat yang tidak terjadwal dalam daftar
acara resmi Presiden Yudhoyono tersebut antara lain dihadiri oleh Wakil
Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Widodo AS, Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar,
Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, dan wakil dari Departemen Kesehatan.
Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi menjelaskan hasil rapat kepada pers. Ia
mengatakan, Presiden berharap peran tenaga bantuan dalam negeri makin menonjol
dibanding negara sahabat mulai 26 Februari 2005.
"Berangsur-angsur bantuan kita ambil perannya dan berharap 26 Februari peran
kita makin menonjol dari negara sahabat. Pada 26 Maret, peran dalam negeri
makin optimal dibanding bantuan dari negara sahabat."
Sejak Aceh dan Sumatra Utara dilanda gempa tektonik dan tsunami pada 26
Desember, sedikitnya 44 negara mengirimkan relawan. Saat ini, menurut data dari
Mabes TNI, terdapat 2.251 relawan asing di Aceh termasuk 1.632 personel militer
dari 15 negara sahabat.
Amerika Serikat (AS), misalnya, telah mengerahkan 245 tentara. Pemerintah
Australia mengikuti langkah AS, yang mengirim kapal induk USS Abraham Lincoln,
dengan mengirim satu kapal induk HMAS Kanimbla yang berangkat dari Pelabuhan
Darwin pada 8 Januari 2005. Saat ini, sekitar 421 personel militer Australia
(ADF) berada di Aceh.
Hingga kemarin, menurut catatan Depsos, bencana alam itu menewaskan 105.522
orang, korban hilang 10.088 orang, dirawat 1.448 orang, rumah rusak 26.152
unit, dan jumlah pengungsi mencapai 655.144 orang.
Pemerintah, lanjut Sudi, tidak memandang bantuan kemanusiaan yang diberikan
negara-negara sahabat itu apakah berasal dari militer atau sipil. Menurut dia,
yang akan dilakukan dalam tiga bulan mendatang adalah optimalisasi peran
pemerintah guna menangani bencana gempa dan tsunami di Aceh.
Sementara itu, Menhan Juwono Sudarsono usai mendampingi Presiden menerima
pengurus Legiun Veteran di Istana Negara, kemarin, menegaskan bahwa keberadaan
pasukan militer asing di Aceh paling lama tiga bulan.
Menurut Menhan, pengaturan pasukan militer asing yang ada di Aceh selanjutnya
akan dibahas dalam rapat menteri-menteri dan pejabat jajaran politik, hukum,
dan keamanan. Saat ini, kata dia, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto
tengah mengoordinasikan semua pasukan asing dalam operasi kemanusiaan di Aceh.
Penerbangan damai
Panglima TNI yang ditemui di Banda Aceh, kemarin, menegaskan kehadiran militer
asing tidak perlu ditakutkan secara berlebihan.
"Apa kekhawatiran kita? Kalau mau melakukan tindakan intelijen, mereka banyak
yang bisa memakai satelit penginderaannya tanpa bisa disentuh, mereka tidak
perlu menginjakkan kaki di sini," katanya setelah rapat koordinasi dan evaluasi
dengan perutusan militer negara sahabat di Pangkalan Udara Sultan Iskandar
Muda, Banda Aceh.
Menurut Panglima, untuk memperlancar penyaluran bahan bantuan dan misi
kemanusiaan dari berbagai militer negara sahabat, pemerintah Indonesia untuk
sementara waktu mengeluarkan kebijakan open sky policy yang dikoordinasikan
oleh Deplu dengan asistensi dari Mabes TNI.
"Karena keterbatasan yang kita miliki, kebijakan itu ditempuh. Security
clearance yang dikeluarkan untuk setiap pesawat terbang dan kapal militer
diberlakukan untuk 14 hari dengan kewajiban mematuhi jalur frekuensi radio dan
penyebutan kode IFF," kata Panglima TNI.
Saat ini paling tidak ada 200 penerbangan sipil dan militer di Pangkalan Udara
Sultan Iskandar Muda yang dibuka 24 jam.
Panglima TNI menjelaskan, sekalipun kebijakan ruang terbuka itu diambil
pemerintah, langkah pengamanan dan prosedur operasi penerbangan dan pelayaran
tetap harus dipatuhi demi keselamatan dan kelancaran bersama misi.
"Makanya, setiap pesawat terbang dan kapal militer negara sahabat di sini dalam
status penerbangan atau pelayaran damai. Kami juga menjamin keselamatan mereka
sehingga tidak perlu mereka membawa-bawa senjata selama di darat dan kami
mengawal mereka," katanya.
Selama berada di Aceh, anggota militer negara sahabat itu tidak diperbolehkan
menyandang senjata api segala tipe.
Sementara itu, jumlah personel TNI yang ada di Aceh sekitar 3.000 orang. Dirjen
Perencanaan Sistem Pertahanan Dephan Mas Widjaja di Jakarta, kemarin,
mengatakan pihak TNI berencana mengerahkan personel lagi, sehingga totalnya
nanti 8.000 personel di Aceh dan Sumut. Oleh karena itu, kata dia, Dephan telah
mengajukan anggaran Rp235,78 miliar kepada DPR di luar dana darurat sipil Rp558
miliar. (Tia/Nur/Ant/P-1)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/