Suara Indonesia Baru 
12 Jan. 2005

 GAM Akan Lindungi Relawan Kemanusiaan di Aceh
Jakarta (SIB) 

Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menegaskan komitmennya untuk melindungi relawan 
kemanusiaan di Aceh pasca gempa dan tsunami. GAM hanya akan menggunakan senjata 
jika diserang dan tidak bisa menghindar dari serangan TNI. 

"Tentara Negara Aceh (TNA) tetap pada komitmen ceasefire unilateral yang 
diusulkan kepada RI tanggal 27 Desember 2004," kata Panglima GAM Muzakkir Manaf 
dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (10/1). 

Menurut Muzakkir yang saat ini berada di Swedia, meski tetap komit pada 
ceasefire unilateral, pihaknya kemungkinan akan kembali melakukan operasi 
ofensif jika tetap diserang dan difitnah TNI. 

Muzakkir juga mengimbau pada seluruh relawan kemanusiaan untuk datang ke Aceh 
dengan satu prinsip. Yaitu membantu rakyat Aceh yang sedang ditimpa musibah. 

"Jangan anda (relawan) bawa sikap-sikap ekstrimisme keagamaan dan intoleransi 
ke Aceh," ujar Muzakkir. 

Relawan Asing Diarahkan ke Meulaboh dan Calang 

Sekitar 1600 relawan asing telah berada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 
(NAD) untuk membantu penanganan bencana gempa dan tsunami. Konsentrasi relawan 
asing diarahkan ke Meulaboh, Aceh Barat dan Calang, Aceh Jaya. 

Demikian penjelasan Ketua Posko Deplu untuk Bencana Alam Aceh-Sumut Medy CH 
Djufri kepada wartawan di Posko Lanud, Medan, Selasa (11/1). 

Menurut Medy, sebanyak 1600 relawan asing itu berasal dari 35 negara 
diantaranya, Meksiko, Cina, Malaysia dan Singapura. "Jika masih ada relawan 
yang membantu, kita berharap kualifikasinya untuk relokasi pengungsi atau 
tenaga ahli bangunan," ujarnya. 

Ia mengungkapkan, keberadaan relawan asing di Meulaboh dan Calang diharapkan 
dapat membantu proses evakuasi dan pembersihan kota. "Belum banyak relawan 
disana," katanya.    Selain itu, Medy menambahkan pihaknya telah menerima 
bantuan dalam bentuk obat-obatan, pangan maupun pakaian sekitar 1500 ton. 
Bantuan itu berasal dari 100-an negara dan lembaga internasional diantaranya 
dari Mesir, Australia, AS dan Singapura. 

"Sekarang ini kita mengarahkan agar bantuan dari negara maupun lembaga asing 
diarahkan langsung ke Banda Aceh, tidak melalui Polonia karena lalu lintas 
penerbangan cukup tinggi. Jika memungkinkan kita akan mengarahkan pesawat 
bantuan mendarat di Sabang," jelasnya. (Detikcom/n) 


[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke