Siapa yang menyiarkan berita "fee"? Mungkin dikiranya PBB itu diketuai oleh Madame Tien.
----- Original Message ----- From: "Ida Z.A" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Saturday, January 15, 2005 9:32 AM Subject: [ppiindia] Fw: [budaya_tionghua] Re: Relawan Malaysia terpaksa menyogok tentara Indonesia Relawan asing memang gak perlu berlama2,nanti ketagihan dan pengen imbalan ini dan itu. Bukannya kita gak mau berterimakasih tapi waspada juga penting.. buktinya, mulai muncul berita PBB minta fee. Jadi Setuju apa kata pak Hidayat nur wahid bilang kini saatnya masyarakat indo yang menyelesaikan tugasnya. Mudah2an kita semua akan survive kalo bergantung pada Allah SWT. --- In [email protected], "BUD'S" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dari Milis Tetangga > > > ----- Original Message ----- > From: lin_zonghe > Sent: Saturday, January 15, 2005 1:16 PM > Subject: [budaya_tionghua] Re: Relawan Malaysia terpaksa menyogok tentara Indonesia > > > > Mungkin tentara asing tidak boleh ada pada saat pembagian rejeki? > > FWD dari list lain: > > From The Tsunami Zone! Suara Aceh 99 FM. > > Bagaimana ini? Aceh sudah balik ke tahun Nol, mayat-mayat saja belum > terkubur semua, genangan air masih dimana-mana, puing/sampah jangan > dihitung, kemanapun kita berjalan segerombolan anak kecil menggelayuti > kita dengan wajah melas merengek : "Abang punya Kue, Bang? Kakak punya > Kue? Minta kue lah". Nah, Aceh balik ke tahun Nol Kan? Tapi para > petinggi negara ini sudah sibuk main politik, ada yang mematok waktu > kerja dari militer asing, ada yang mempermasalahkan bantuan asing, ada > yang duduk di caf� bertanya" "ngapain tentara asing di Aceh?", ada > yang sambil cengengesan dengan cerutu dibibir berkomentar > menghawatirkan adanya kapal asing di perairan Indonesia. > > > > Saya dan teman-teman PRSSNI yang sudah lebur dengan bau mayat busuk > disini, di Aceh mau menghimbau lewat email yang biasanya jadi berantai > ini: "Datang lah ke Aceh dan lihat sendiri kondisinya, nilai sendiri > apa bisa dipatok hitungan bulan, dan bantu angkat satu mayat saja yang > pasti sudah mretel kalau disentuh, lalu coba bicara dengan rakyat > Aceh asli yang tidak punya saudara di Jakarta". "Tanyakan mereka apa > mereka peduli siapa yang bawa mie instant dan kue kaleng itu?" Mereka > cuma ingin kepastian apakah mereka akan `survive' di tanah mereka sendiri. > > > > Rasa kebangsaan dan harga diri. Apa tepat berbicara mengenai itu pada > saat seperti ini? Harga diri yang mana? Menerima bantuan orang lain > untuk Rakyat yang sudah demikian terpuruk, apa kehilangan harga diri? > Mengakui bahwa kita tidak mampu menanggulangi bencana ini karena > skalanya yang begitu maha dahsyat, apa kehilangan harga diri? Menjadi > negara yang paling corrupt itu baru hilang harga diri. Menjadi Negara > yang paling tidak aman, itu baru hilang harga diri. Dianggap sebagai > negara yang paling tidak punya kepastian hukum, itu juga kehilangan > harga diri. > > > > "Bang ada, kue bang? Minta kuenya lah". Kue lebih laku daripada duit > di sini. Kalau anak-anak di aceh sebagai generasi penerus bangsa ini, > soal kue saja belum happy, jangan bicara soal harga diri lah! Bantu > Aceh dan tak usah berpolitik! > > > > > > Salam, > > Candi Sinaga > > PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Sawata Nasional Indonesia) > > From The Tsunami Zone > > Suara Aceh 99 FM > > Banda Aceh > > > > Telp: > > 06517410682 > 08161315644 > > --- In [EMAIL PROTECTED], "Shinjai Hayashi" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Aceh - M'sian volunteers forced to bribe their way through > > Arfa'eza A Aziz > > Jan 13, 05 2:48pm > > http://www.malaysiakini.com/news/32801 > > > > A team of Malaysian volunteers was forced to bribe its > > way through a military check point at the Medan-Aceh > > border yesterday during its journey to deliver > > medicine and other supplies to the tsunami victims. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

