Saya ingin memberikan tambahan disini
Anak2 saya semua lulusan Univesitas yg terkenal diUS dan semua melakukan 
pregraduate studies didalam bidang exacta - dan saya dulu sering berdiskussi 
dgn mereka atau dengan mahasiswa atau collega mereka.
Berita2 dongeng seperti yg sekarang disebar di Indonesia oleh mereka hanya 
ditertawakan dan menurut mereka ini adalah stupidity and uninformed. Saya 
menulis ini hanya untuk mengillustrasikan keadaan cara berpikir yg harus 
diperbaiki. 
Memang story yg menimbulkan sensasi dari suatu negara yg korrup merupakan 
sumber kepercayaan yg diterima oleh banyak orang - tetapi kalu pakai mathematic 
perhubungan antara negara kedengarannya sangat lucu. Pasti pemerintah Malaysia 
tidak percaya dan kalau betul terjadi pasti dibicarakan diJakarta atau 
diKualaLumpur tanpa menghilangkan muka pemerintah Indonesia. - inilah protokol.
Andreas

ANDREAS MIHARDJA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Keadaan berita yg masuk atau keluar diindonesia memang sangat menyedihkan. 
Kabar2 angin bikinan yg mungkin diciptapak oleh " may be" seolah2 berita asli 
dan tulen dan kadang2 dpt menimbulkan misunderstanding negara. Ini adalah tanda 
bahwa negara atau penduduk negara belum mature dan tidak menganalisa truth or 
fiction. [Ini termasuk pemerintah]
Mana mungkin PBB minta fee sebab kita adalah anggotta PBB dan sudah membayar 
membership. 
Mengenai harus sogok TNI oleh relawan negara Malaysia - mungkin ini betul atau 
mungkin juga fiction. Sebagai perhubungan negara dan negara - mereka selalu 
harus bekerja dgn memakai protokol perjanjian antara kedua negara dan kalau 
betul harus disogok - tentara TNI harus dihukum sebab melanggar protokol dan 
memalukan negara.

Kalian semua berpendidikan bagaimanakah dongeng2 bahwa tentara asing ingin 
menduduki Indonesia itu tersebar. Kalian harus berpikir kan ada PBB kan ada 
peraturan territory suatu negara - be logic dan jangan percaya segala macam 
kabar angin. Pendidikan memberikan kalian kemungkinan untuk memakai pikiran 
terang utk menganalisa keadaan dan membuang semua kabaran tidak masuk akal. 

Saya harap mahasiswa [ingat kalian bukan siswa lagi tetapi sudah diatasanya] 
memakai logic dan tidak memakai emotion. Inilah perbedaan antara yg educated 
dan yg non educated. Selama kalian masih lebih banyak memakai emosi untuk 
mengambil sesuatu keputusan - nanti perusahaan atau pemerintahan pasti bakal 
tidak teratur seperti pemerintahan Gus Dur atau pemerintahan Mega. Sesuatu 
pemerintahan tanpa goal dan yg berubah didalam waktu 24 jam. Sama dgn Mega 
tidak mau bertemu SBY sebagai tabiat anak kecil yg kalah main. Ini emosi bukan 
intelect

Andreas

"Ida Z.A" wrote:

Relawan asing memang gak perlu berlama2,nanti ketagihan dan pengen 
imbalan ini dan itu. Bukannya kita gak mau berterimakasih tapi 
waspada juga penting.. buktinya, mulai muncul berita PBB minta fee. 

Jadi Setuju apa kata pak Hidayat nur wahid bilang kini saatnya 
masyarakat indo yang menyelesaikan tugasnya. 

Mudah2an kita semua akan survive kalo bergantung pada Allah SWT.

--- In [email protected], "BUD'S" wrote:
> Dari Milis Tetangga
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: lin_zonghe 
> Sent: Saturday, January 15, 2005 1:16 PM
> Subject: [budaya_tionghua] Re: Relawan Malaysia terpaksa menyogok 
tentara Indonesia
> 
> 
> 
> Mungkin tentara asing tidak boleh ada pada saat pembagian rejeki?
> 
> FWD dari list lain:
> 
> From The Tsunami Zone! Suara Aceh 99 FM.
> 
> Bagaimana ini? Aceh sudah balik ke tahun Nol, mayat-mayat saja 
belum
> terkubur semua, genangan air masih dimana-mana, puing/sampah jangan
> dihitung, kemanapun kita berjalan segerombolan anak kecil 
menggelayuti
> kita dengan wajah melas merengek : "Abang punya Kue, Bang? Kakak 
punya
> Kue? Minta kue lah". Nah, Aceh balik ke tahun Nol Kan? Tapi para
> petinggi negara ini sudah sibuk main politik, ada yang mematok 
waktu
> kerja dari militer asing, ada yang mempermasalahkan bantuan asing, 
ada
> yang duduk di caf� bertanya" "ngapain tentara asing di Aceh?", ada
> yang sambil cengengesan dengan cerutu dibibir berkomentar 
> menghawatirkan adanya kapal asing di perairan Indonesia.
> 
> 
> 
> Saya dan teman-teman PRSSNI yang sudah lebur dengan bau mayat busuk
> disini, di Aceh mau menghimbau lewat email yang biasanya jadi 
berantai
> ini: "Datang lah ke Aceh dan lihat sendiri kondisinya, nilai 
sendiri
> apa bisa dipatok hitungan bulan, dan bantu angkat satu mayat saja 
yang
> pasti sudah mretel kalau disentuh, lalu coba bicara dengan rakyat
> Aceh asli yang tidak punya saudara di Jakarta". "Tanyakan mereka apa
> mereka peduli siapa yang bawa mie instant dan kue kaleng itu?" 
Mereka
> cuma ingin kepastian apakah mereka akan `survive' di tanah mereka 
sendiri.
> 
> 
> 
> Rasa kebangsaan dan harga diri. Apa tepat berbicara mengenai itu 
pada
> saat seperti ini? Harga diri yang mana? Menerima bantuan orang lain
> untuk Rakyat yang sudah demikian terpuruk, apa kehilangan harga 
diri?
> Mengakui bahwa kita tidak mampu menanggulangi bencana ini karena
> skalanya yang begitu maha dahsyat, apa kehilangan harga diri? 
Menjadi
> negara yang paling corrupt itu baru hilang harga diri. Menjadi 
Negara
> yang paling tidak aman, itu baru hilang harga diri. Dianggap sebagai
> negara yang paling tidak punya kepastian hukum, itu juga kehilangan
> harga diri.
> 
> 
> 
> "Bang ada, kue bang? Minta kuenya lah". Kue lebih laku daripada 
duit
> di sini. Kalau anak-anak di aceh sebagai generasi penerus bangsa 
ini,
> soal kue saja belum happy, jangan bicara soal harga diri lah! Bantu
> Aceh dan tak usah berpolitik!
> 
> 
> 
> 
> 
> Salam,
> 
> Candi Sinaga
> 
> PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Sawata Nasional Indonesia)
> 
> From The Tsunami Zone
> 
> Suara Aceh 99 FM
> 
> Banda Aceh
> 
> 
> 
> Telp:
> 
> 06517410682
> 08161315644
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], "Shinjai Hayashi"
> wrote:
> > Aceh - M'sian volunteers forced to bribe their way through
> > Arfa'eza A Aziz
> > Jan 13, 05 2:48pm
> > http://www.malaysiakini.com/news/32801
> > 
> > A team of Malaysian volunteers was forced to bribe its
> > way through a military check point at the Medan-Aceh
> > border yesterday during its journey to deliver
> > medicine and other supplies to the tsunami victims.
> > 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
Yahoo! Groups Links

To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



[Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links









[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke