http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-282%7CX Selasa, 18 Januari 2005
Laporan Gempa dan Tsunami di Aceh Tanggungjawab Domestik Tetap Menjadi Beban Perempuan Jurnalis : Eko Bambang S Jurnalperempuan.com-Jakarta. Tanggungjawab domestik seperti memasak, mencuci, mengurus anak, memandikan anak dan mengurus kebutuhan-kebutuhan lainnya masih tetap menjadi beban dan tanggungjawab perempuan, meskipun dalam situasi darurat seperti yang terjadi di sejumlah posko pengungsian bencana gempa dan tsunami di Banda Aceh. Sementara itu tidak adanya kebutuhan air dan fasilitas yang layak untuk MCK dan ketersediaan air bersih adalah persoalan tersediri bagi perempuan ketika dia harus menanggung sejumlah beban berat tersebut. Masalah pembagian peran ini memang seolah-olah tidak bisa dikompromiskan. Tanggungjawab domestik seolah-olah menjadi kodrat perempuan. Laki-laki umumnya berkeliling mencari bantuan diluar tenda. Beban domestik bagi perempuan dalam situasi seperti ini sangatlah berat, semua serba terbatas dan semua harus dilakukan yang menambah stress seorang perempuan. Hal ini seperti yang dialami oleh ibu Maimunah 35 tahun. �Di pengungsian ini capek dan berat pak, mana saya harus mengurus anak, memandikan anak, memasak, juga mencuci, sementara air dan tempat untuk mencuci kurang dan terbatas. Kalau tidak dicuci bau dan kasihan anak-anak kalau tidak mandi. Kalau suami saya seringnya keluar cari bantuan, entah makanan atau apa saja,� ujar ibu Maimunah. �Kalau saya mengurus diri saya sendiri sih mungkin masih bisa, tetapi saya juga harus mengurus anak-anak saya, jadi terkadang saya ngak sempat ngurus diri saya sendiri,�ujar Ibu Maimunah. Kondisi ini ditemukan oleh jurnalis Jurnal Perempuan ketika melakukan peliputan di kota Banda Aceh, dari tanggal 5 � 9 Januari lalu. Selain beban domestik yang masih menjadi tanggungjawab perempuan, persoalan yang juga muncul di sejumlah posko pengungsian adalah masalah ketersediaan air bersih. Bagi perempuan, ketersediaan air bersih ini cukup penting. Disamping untuk kebutuhan pribadi, air bersih juga dibutuhkan untuk kegiatan-kegiatan domestik seperti memasak, mencuci, memandikan anak dan sebagainya yang semua itu tetap menjadi bebannya di dalam tenda pengungsian. Dengan minimnya keterbatasan air bersih ini, sementara perempuan masih harus menanggung tanggungjawab domestik sepenuhnya, maka perempuan harus rela mencari alternatif air bersih. Mereka merelakan untuk berjalan jauh memasuki perkampungan-perkampungan hanya sekedar untuk mendapatkan air bersih. Meskipun sudah berjalan jauh, tidak ada jaminan bahwa mereka akan mendapatkan air bersih, karena di Banda Aceh saat ini memang di beberapa tempat sangat minim air bersih. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today! http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

